ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan kesalahan tanda baca, pilihan kata (diksi), dan ejaan yang terdapat dalam empat naskah pidato Wakil Bupati Kabupaten Tana Tidung. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang dianalisis dalam penelitian ini berupa kesalahan berbahasa yang terdapat dalam naskah pidato Wakil Bupati, khususnya: 1) penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Tana Tidung dengan Pemerintah Kota Tarakan dalam bidang pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan, yang disampaikan pada tanggal 12 September 2023; 2) Focus Group Discussion (FGD) tentang revisi dan pengembangan kamus bahasa daerah serta pengelolaan dan pelestarian cagar budaya, yang disampaikan pada tanggal 4 Oktober 2023; 3) pelatihan Pertolongan Pertama Cedera Olahraga (PPCO) dan Tes Asesmen Atlet, yang disampaikan pada tanggal 16 Oktober 2023; dan 4) sesi pembinaan tentang edukasi perpajakan dan pengenalan penggunaan E-Bupot yang disampaikan pada tanggal 31 Oktober 2023. Kesalahan berbahasa yang teridentifikasi dalam pidato-pidato tersebut meliputi kesalahan pilihan kata (diksi), tanda baca, dan ejaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi membaca, menyimak, dan mencatat. Peneliti melakukan analisis kesalahan berbahasa dalam tiga aspek, yaitu pilihan kata (diksi) yang mengacu pada pemilihan kata yang tepat dan tepat untuk mengungkapkan makna dalam tulisan; tanda baca yang berkaitan dengan sistem teknis ortografi; dan ejaan yang melibatkan representasi bunyi bahasa dalam bentuk tertulis. Berdasarkan analisis data, peneliti mengidentifikasi 56 contoh kesalahan berbahasa yang dikategorikan sebagai berikut: 24 kasus kesalahan pilihan kata (diksi), 18 kasus kesalahan ejaan, dan 13 kasus kesalahan tanda baca. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kesalahan pilihan kata (diksi) merupakan jenis kesalahan berbahasa yang paling banyak ditemukan dalam naskah pidato Wakil Bupati.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK DZULKIFLI. Gaya Bahasa Retoris pada Kumpulan Naskah Pidato Joko Widodo Kajian Stilistika. Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Pembimbing Utama Rita Kumalasari, M.Pd. Pembimbing Anggota Eva Apriani, M.Pd Kata kunci: Gaya Bahasa Retoris, Stilistika, Naskah, Pidato. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Gaya Bahasa Retoris dalam Naskah Pidato Joko Widodo melalui Kajian Stilistika. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Laporan penyajian data, disajikan dengan menggunakan huruf, bukan dalam bentuk angka, dan metode penelitian ini disajikan secara terurai dalam bentuk kata-kata, kalimat, atau apapun dalam bentuk paragraf. Data penelitian ini adalah semua bentuk kata, kalimat, maupun paragraf dalam naskah pidato Joko Widodo, yang sesuai dengan masalah yang diangkat peneliti, yakni tentang gaya bahasa retoris. Sumber data penelitian adalah 6 naskah pidato Joko Widodo yang disimpan oleh Sekretariat Kabinet Republik Indonesia pada periode 2017-2019 yang diakses melalui internet. Penelitian ini difokuskan pada permasalahan yang berkaitan dengan gaya bahasa retoris dan dikaji menggunakan kajian stilistika. Hasil penelitian pada naskah pidato Joko Widodo menunjukkan bahwa Joko Widodo sering menggunakan gaya bahasa retoris. Gaya bahasa retoris yang digunakan Joko Widodo antara lain asonansi 2 data, asindeton 8 data, polisindeton 12 data, paradoks 1 data, erotesis atau pertanyaan retoris 1 data, eufimismus 1 data, hiperbola 2 data, elipsis 2 data, prolepsis atau antisipasi 2 data, dan pleonasme 1 data. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, gaya bahasa retoris yang menonjol dan mendominasi adalah polisidenton, dari 30 data yang ada gaya bahasa retoris jenis polisidenton paling mendominasi dengan data sebanyak 12 data yang terdapat dalam kumpulan pidato Joko Widodo yang tersimpan dalam Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.