Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Penulis: NURLAILA
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN PADA REMAJA DENGAN PENERAPAN AROMATERAPI LAVENDER UNTUK MENGURANGI DISMENOREA PADA REMAJA DI PUSKESMAS MAMBURUNGAN

2025•

Dismenorea adalah nyeri menstruasi yang menyebabkan gejala seperti nyeri perut bawah, sakit kepala, diare, nyeri ulu hati, mual, dan muntah. Gejala ini dapat menyebabkan perubahan emosional, kesulitan tidur, gangguan aktivitas, dan konsentrasi. Dismenorea berdampak pada fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi, termasuk kelelahan dan kemarahan. Aromaterapi lavender memiliki banyak manfaat dan terdiri dari bahan seperti minyak esensial, alpha linalool, borneol, dan linalyl acetate dalam 100 gram bunga lavender. Bunga lavender didominasi oleh linalool (18-48%) dan linalyl asetat (1-36%). Linalool dapat memberikan efek sedatif dan linalyl asetat menunjukkan adanya aksi narkotik yang nyata. Penggunaan dua kandungan ini dapat mengurangi kecemasan, gangguan pola tidur, meningkatkan perasaan kesejahteraan, mendukung kewaspadaaan mental serta menekan agresi yang bertindak sebagai relaksasi dan obat penenang sehingga dapat digunakan dengan terapi pereda nyeri (dismenore). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap dismenore pada remaja putri. Metode yang digunakan ini studi kasus dengan rancangan pre-test dan post-test. Sampel dalam penelitian ini adalah seorang remaja putri yang mengalami dismenore. Instrument yang digunakan adalah Numeric Rating Scale (NRS). Hasil analisis tingkat nyeri haid menunjukkan adanya perbedaan berdasarkan lembar observasi pengukuran skala nyeri menggunakan NRS yang di isi oleh responden, yaitu dari tingkat nyeri 6 (nyeri sedang) menjadi tingkat nyeri 3 (nyeri ringan). Sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap dismenorea pada remaja putri. Diharapkan studi kasus ini dapat menjadi layak untuk memberikan informasi kepada Masyarakat terkait pengonbatan secara non-farmakologis seperti menggunakan aromaterapi lavender untuk menurunkan dismenore pada remaja putri dengan pemberian aromaterapi lavender untuk menurunkan dismenorea pada remaja putri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN PADA REMAJA DENGAN PENERAPAN AROMATERAPI LAVENDER UNTUK MENGURANGI DISMENOREA PADA REMAJA DI PUSKESMAS MAMBURUNGAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dismenorea adalah nyeri menstruasi yang menyebabkan gejala seperti nyeri perut bawah, sakit kepala, diare, nyeri ulu hati, mual, dan muntah. Gejala ini dapat menyebabkan perubahan emosional, kesulitan tidur, gangguan aktivitas, dan konsentrasi. Dismenorea berdampak pada fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi, termasuk kelelahan dan kemarahan. Aromaterapi lavender memiliki banyak manfaat dan terdiri dari bahan seperti minyak esensial, alpha linalool, borneol, dan linalyl acetate dalam 100 gram bunga lavender. Bunga lavender didominasi oleh linalool (18-48%) dan linalyl asetat (1-36%). Linalool dapat memberikan efek sedatif dan linalyl asetat menunjukkan adanya aksi narkotik yang nyata. Penggunaan dua kandungan ini dapat mengurangi kecemasan, gangguan pola tidur, meningkatkan perasaan kesejahteraan, mendukung kewaspadaaan mental serta menekan agresi yang bertindak sebagai relaksasi dan obat penenang sehingga dapat digunakan dengan terapi pereda nyeri (dismenore). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap dismenore pada remaja putri. Metode yang digunakan ini studi kasus dengan rancangan pre-test dan post-test. Sampel dalam penelitian ini adalah seorang remaja putri yang mengalami dismenore. Instrument yang digunakan adalah Numeric Rating Scale (NRS). Hasil analisis tingkat nyeri haid menunjukkan adanya perbedaan berdasarkan lembar observasi pengukuran skala nyeri menggunakan NRS yang di isi oleh responden, yaitu dari tingkat nyeri 6 (nyeri sedang) menjadi tingkat nyeri 3 (nyeri ringan). Sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap dismenorea pada remaja putri. Diharapkan studi kasus ini dapat menjadi layak untuk memberikan informasi kepada Masyarakat terkait pengonbatan secara non-farmakologis seperti menggunakan aromaterapi lavender untuk menurunkan dismenore pada remaja putri dengan pemberian aromaterapi lavender untuk menurunkan dismenorea pada remaja putri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP TINGKAT KECEMASAN WANITA USIA SUBUR SAAT PEMERIKSAAN IVA DI PUSKESMAS SEBENGKOK TARAKAN

2024•

Masalah yang sering terjadi ketika wanita usia subur akan menjalani pemeriksaan IVA yaitu kegelisahan dan kecemasan yang ditandai dengan pasien sering bertanya-tanya tentang proses pemeriksaan IVA yang akan dijalaninya dan kegelisahan yang terlihat jelas di wajah pasien. Intervensi untuk mengurangi kecemasan saat pemeriksaan IVA dapat dilakukan dengan menggunakan tindakan non farmakologi dengan teknik relaksasi menggunakan aroma terapi. Aromaterapi yang biasa diberikan adalah aromaterapi lavender karena aromaterapi lavender memiliki kandungan utama linalool yang berperan pada efek anti cemas (relaksasi). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lavender terhadap tingkat kecemasan wanita usia subur saat pemeriksaan IVA di Puskesmas Sebengkok Tarakan.Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi eksperimen dengan pretest-posttest nonequivalent group design. Subjek penelitian adalah Wanita usia subur yang akan menjalani pemeriksaan IVA berjumlah 40 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi yang diberikan aromaterapi lavender dan kontrol masing-masing 20 responden dengan teknik pengambilan sempel accidental sampling. Kuesioner Zung Self- rating Anxiety Scale digunakan untuk mengukur tingkat kecemasan sebelum dan sesudah perlakuan. Saphiro-Wilk dan Paired Sample T-Test digunakan untuk mengukur normalitas data dan tingkat kecemasan. Hasil penelitian diperoleh hasil perhitungan uji yaitu nilai t-hitung sebesar 7.902 dengan derajat kebebasan df sebesar 19 dan nilai p-value 0,000. Berdasarkan pada nilai korelasi sebesar 0,05, maka dapat diambil kesimpulan ada pengaruh antara pemberian aromaterapi lavender dengan tingkat kecemasan pada WUS. Aromaterapi lavender dapat digunakan sebagai alternatif untuk menurunkan kecemasan saat pemerikisaan IVA

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP TINGKAT KECEMASAN WANITA USIA SUBUR SAAT PEMERIKSAAN IVA DI PUSKESMAS SEBENGKOK TARAKAN

2024•

Masalah yang sering terjadi ketika wanita usia subur akan menjalani pemeriksaan IVA yaitu kegelisahan dan kecemasan yang ditandai dengan pasien sering bertanya-tanya tentang proses pemeriksaan IVA yang akan dijalaninya dan kegelisahan yang terlihat jelas di wajah pasien. Intervensi untuk mengurangi kecemasan saat pemeriksaan IVA dapat dilakukan dengan menggunakan tindakan non farmakologi dengan teknik relaksasi menggunakan aroma terapi. Aromaterapi yang biasa diberikan adalah aromaterapi lavender karena aromaterapi lavender memiliki kandungan utama linalool yang berperan pada efek anti cemas (relaksasi). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lavender terhadap tingkat kecemasan wanita usia subur saat pemeriksaan IVA di Puskesmas Sebengkok Tarakan.Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi eksperimen dengan pretest-posttest nonequivalent group design. Subjek penelitian adalah Wanita usia subur yang akan menjalani pemeriksaan IVA berjumlah 40 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi yang diberikan aromaterapi lavender dan kontrol masing-masing 20 responden dengan teknik pengambilan sempel accidental sampling. Kuesioner Zung Self- rating Anxiety Scale digunakan untuk mengukur tingkat kecemasan sebelum dan sesudah perlakuan. Saphiro-Wilk dan Paired Sample T-Test digunakan untuk mengukur normalitas data dan tingkat kecemasan. Hasil penelitian diperoleh hasil perhitungan uji yaitu nilai t-hitung sebesar 7.902 dengan derajat kebebasan df sebesar 19 dan nilai p-value 0,000. Berdasarkan pada nilai korelasi sebesar 0,05, maka dapat diambil kesimpulan ada pengaruh antara pemberian aromaterapi lavender dengan tingkat kecemasan pada WUS. Aromaterapi lavender dapat digunakan sebagai alternatif untuk menurunkan kecemasan saat pemerikisaan IVA

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Identifikasi Jenis Ikan Layang Yang Diperdagangkan Di Pasar Beringin Kota Tarakan Menggunakan Karakter Morfologi Dan Molekuler

2023•

Ikan layang merupakan komoditas perikanan dan termasuk ikan pelagis yang hidup secara bergerombolan diperairan. Salah satu dasar pengelolaan sumberdaya ikan layang adalah melalui informasi dasar mengenai jenis ikan yang akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis ikan layang yang diperdagangkan di Pasar Beringin kota Tarakan secara morfologi dan molekuler serta mengetahui karakteristik molekuler lainnya. Tahapan penelitian dilakukan dengan menganalisis karakter molekuler dan morfometrik ikan layang. Pada tahapan molekuler dilakukan dengan metode DNA Barcoding melalui proses ekstraksi DNA, amplifikasi DNA, elektroforesis DNA hasil PCR dan sekuensing DNA. Sekuen dicocokkan dengan data pada NCBI untuk mengetahui spesies ikan layang. Berdasarkan hasil analisis morfologi dan molekuler pada sampel ikan layang diketahui bahwa sampel tersebut merupakan spesies Decapterus macrosoma dan masih dalam satu clade dengan Decapterus macrosoma dari perairan lain dengan jarak genetik kurang dari dari 3%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi Jenis Ikan Layang Yang Diperdagangkan Di Pasar Beringin Kota Tarakan Menggunakan Karakter Morfologi Dan Molekuler

2022•

Ikan layang merupakan komoditas perikanan dan termasuk ikan pelagis yang hidup secara bergerombolan diperairan. Salah satu dasar pengelolaan sumberdaya ikan layang adalah melalui informasi dasar mengenai jenis ikan yang akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis ikan layang yang diperdagangkan di Pasar Beringin kota Tarakan secara morfologi dan molekuler serta mengetahui karakteristik molekuler lainnya. Tahapan penelitian dilakukan dengan menganalisis karakter molekuler dan morfometrik ikan layang. Pada tahapan molekuler dilakukan dengan metode DNA Barcoding melalui proses ekstraksi DNA, amplifikasi DNA, elektroforesis DNA hasil PCR dan sekuensing DNA. Sekuen dicocokkan dengan data pada NCBI untuk mengetahui spesies ikan layang. Berdasarkan hasil analisis morfologi dan molekuler pada sampel ikan layang diketahui bahwa sampel tersebut merupakan spesies Decapterus macrosoma dan masih dalam satu clade dengan Decapterus macrosoma dari perairan lain dengan jarak genetik kurang dari dari 3%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail