Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

59 hasil
Penulis: RISA
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Rancang Bangun Alat Pemberi Pakan Ikan Otomatis

•

RANCANG BANGUN ALAT PEMBERI PAKAN IKAN OTOMATIS Nama Mahasiswa : Marisal NPM : 15.301020.033 Dosen Pembimbing : Mulyadi, S.T., M.T. ABSTRAK Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah rumah tangga Perikanan budidaya menurut Kabupaten/Kota dan jenis budidaya diprovinsi Kalimantan Utara, berjumlah 10.282 rumah tangga. Hal tersebut diambil dari komoditas budidaya laut, tambak, kolam keramba dan sawah. Dari data tersebut, ikan menjadi solusi yang baik di bidang bisnis budidaya. Hanya saja masalah yang sering dialami pembudidaya ikan ialah ikan yang sakit bahkan mati yang disebabkan oleh pemberian pakan yang kurang efisien. Kegiatan pemberian pakan ikan terkadang mengalami keterlambatan dan tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, sehingga dapat mempengaruhi pertumbuhan ikan dan membahayakan keadaan ikan. Pada penelitian ini dirancang sistem pemberi pakan ikan yang bekerja secara otomatis, alat tersebut bekerja sesuai dengan jadwal pakan ikan dengan frekuensi pakan tiga kali sehari yaitu pagi, sore dan malam. Dari pakan otomatis ini sistem akan berhenti yang disebabkan oleh sensor accelerometer. Sensor accelerometer ADXL335 tersebut berfungsi untuk mengetahui apakah ikan masih lapar atau sudah kenyang dengan menggunakan tiga parameter yaitu sumbu x, y dan z, sumbu ini yang digunakan untuk menentukan nilai acuan dan nilai yang didapatkan untuk masing-masing sumbu x= 329, 330, 331, sumbu y=339, 340, 341 dan sumbu z= 349, 350, 351. Sedangkan untuk mengetahui jumlah pakan habis maka digunakan sensor load cell, keluaran dari load cell akan dikirim menuju smartphone dengan menggunakan aplikasi blynk dan akan ditampilkan pesan bahwa pakan hampir habis jika berat pakan yang terbaca 50 gram ke bawah. Sistem pemantau ini telah terhubung dengan modul NodeMCU ESP8266 sebagai IoT sehingga dapat dipantau dari jarak jauh. Untuk rata-rata total pengujian yang didapatkan yaitu 80 gram dengan kebutuhan 82.5 gram, maka untuk tingkat keberhasilan sistem ini yaitu 96,96%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

DEVELOPING AUGMENTED REALITY-BASED FLASHCARDS FOR VOCABULARY LEARNING OF FIFTH GRADERS OF SDN 010 TARAKAN

2026•Koleksi Perpustakaan

English learning media in elementary schools plays an important role in supporting the English language teaching process for young learners. This research aimed to develop augmented reality-based flashcards for vocabulary learning for fifth-grade students at SDN 010 Tarakan. This was a research and development study using the 4D model, consisting of the Define, Design, Develop, and Disseminate stages. The research instruments used included student needs questionnaires, interview guides for teachers, expert validation questionnaires for content and media, media usability questionnaires, and student response questionnaires. The results of the needs analysis questionnaire and interviews with teachers indicated that vocabulary learning media were highly needed by students in their English language learning. The designed product consisted of flashcards featuring vocabulary related to parts of the body, hobbies, and things in school, in accordance with the students' needs. The developed media were then validated in terms of content and media before being pilot-tested on 12 fifth-grade students at SDN 010 Tarakan. The research results revealed that the level of suitability and practicality of the media, based on the following assessments, were as follows: 1) validation by a media expert yielded a score of 93.7%, classified as “highly applicable”; 2) validation by a content expert yielded a score of 96.3%, classified as “highly applicable”; 3) 97.1% of English language teaching practitioners rated the material as “highly practical.” Student responses to this learning material following the pilot test were positive, with a score of 91% of the total possible score. Accordingly, it can be concluded that the development of augmented reality-based flashcard learning materials for fifth-grade students at SDN 010 Tarakan was deemed highly feasible and highly practical for use. Keywords: Augmented Reality, flashcard media, vocabulary learning, 4D model, elementary school

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DEVELOPING AUGMENTED REALITY-BASED FLASHCARDS FOR VOCABULARY LEARNING OF FIFTH GRADERS OF SDN 010 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

English learning media in elementary schools plays an important role in supporting the English language teaching process for young learners. This research aimed to develop augmented reality-based flashcards for vocabulary learning for fifth-grade students at SDN 010 Tarakan. This was a research and development study using the 4D model, consisting of the Define, Design, Develop, and Disseminate stages. The research instruments used included student needs questionnaires, interview guides for teachers, expert validation questionnaires for content and media, media usability questionnaires, and student response questionnaires. The results of the needs analysis questionnaire and interviews with teachers indicated that vocabulary learning media were highly needed by students in their English language learning. The designed product consisted of flashcards featuring vocabulary related to parts of the body, hobbies, and things in school, in accordance with the students' needs. The developed media were then validated in terms of content and media before being pilot-tested on 12 fifth-grade students at SDN 010 Tarakan. The research results revealed that the level of suitability and practicality of the media, based on the following assessments, were as follows: 1) validation by a media expert yielded a score of 93.7%, classified as “highly applicable”; 2) validation by a content expert yielded a score of 96.3%, classified as “highly applicable”; 3) 97.1% of English language teaching practitioners rated the material as “highly practical.” Student responses to this learning material following the pilot test were positive, with a score of 91% of the total possible score. Accordingly, it can be concluded that the development of augmented reality-based flashcard learning materials for fifth-grade students at SDN 010 Tarakan was deemed highly feasible and highly practical for use. Keywords: Augmented Reality, flashcard media, vocabulary learning, 4D model, elementary school

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

TREN CPUE (CATCH PER UNIT EFFORT) HASIL TANGKAPAN IKAN TENGGIRI DENGAN JARING INSANG HANYUT YANG DI DARATKAN PADA POS PEMBELIAN IKAN SELUMIT PANTAI KOTA TARAKAN

2026•Koleksi Perpustakaan

Perairan pulau Tarakan yang berada dalam WPPRI 716 memiliki potensi sumberdaya ikan tenggiri yang besar, namun penangkapan yang terus menerus dapat mengurangi stok populasinya. Maka perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui tingkat produktivitas penangkapan melalui analisis Catch Per Unit Effort (CPUE). Penelitian ini bertujuan mengetahui tren hasil tangkapan utama (HTU) dan hasil tangkapan sampingan (HTS) nelayan selama 5 tahun, mengetahui hubungan trip penangkapan dengan HTU dan HTS, serta mengetahui nilai CPUE keduanya. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari-Juni 2026 menggunakan data rekapitulasi pembelian ikan selama 5 tahun di pos pembelian ikan CV. Mekar Jaya, Kelurahan Selumit Pantai, Kota Tarakan. Hasil penelitian menggambarkan tren HTU dan HTS selama 5 tahun terakhir yang mengalami fluktuasi. Nilai CPUE HTU tertinggi tercatat pada tahun 2022 sebesar 126,1 kg/trip dan terendah pada tahun 2021 sebesar 74,4 kg/trip. Hubungan antar trip penangkapan dan HTU menggambarkan hubungan linier positif dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,743 sedangkan hubungan trip penangkapan dan HTS menunjukkan hubungan positif yang lemah dengan koefisien determinasi 0,1713. Sementara itu, hubungan antara trip penangkapan dan CPUE menggambarkan pola negatif, mengindikasikan bahwa peningkatan upaya penangkapan tidak selalu diikuti oleh peningkatan produktivitas hasil tangkapan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, produktivitas penangkapan jaring insang hanyut di Perairan Pulau Tarakan menunjukkan kondisi yang berfluktuasi selama 5 tahun terakhir.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI PCV LENGKAP PADA BAYI USIA 12-23 BULAN DI PUSKESMAS LONG BAWAN

2026•

GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASIPCV LENGKAP PADA BAYI USIA 12-23 BULAN DI PUSKESMAS LONG BAWAN Mairisanti1 Prodi S1 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan E mail: Mairisanti @ gmail.com ABSTRAK Imunisasi Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) sangat penting untuk melindungi bayi dari infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae yang memicu penyakit serius seperti pneumonia dan meningitis. Meskipun telah masuk program nasional, cakupan PCV secara global maupun nasional masih menghadapi tantangan berat akibat keterbatasan stok vaksin serta faktor kepatuhan masyarakat yang dipengaruhi oleh karakteristik ibu itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik ibu yang memberikan imunisasi PCV secara lengkap pada bayi usia 12-23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Long Bawan Tahun 2026. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden sebanyak 81 ibu yang memiliki bayi usia 12-23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Long Bawan. Pengumpulan data sekunder dilakukan melalui observasi lembar catatan imunisasi pada Buku KIA. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat untuk menghasilkan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil analisis deskriptif menunjukkan karakteristik responden didominasi oleh kelompok usia reproduksi sehat 20-35 tahun sebanyak 57 orang (70,4%), tingkat pendidikan menengah (SMA) dan tinggi (Perguruan Tinggi) dengan proporsi seimbang masing-masing 33 orang (40,7%), serta mayoritas berstatus tidak bekerja/Ibu Rumah Tangga (IRT) sebanyak 52 orang (64,2%). Berdasarkan paritas, sebagian besar responden merupakan kelompok multipara (memiliki lebih dari satu anak) yaitu sebanyak 56 orang (69,1%). Evaluasi status imunisasi menunjukkan bahwa seluruh bayi (100%) dari 81 responden telah mendapatkan imunisasi PCV secara lengkap (3 dosis. Hasil penelitian dapat menjadi sumber informasi untuk meningkatkan cakupan imunisasi PCV di Wilayah Kerja Puskesmas Long Bawan. Kata Kunci: Usia, Pendidikan, Pekerjaan, Paritas, Imunisasi PVC

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TREN CPUE (CATCH PER UNIT EFFORT) HASIL TANGKAPAN IKAN TENGGIRI DENGAN JARING INSANG HANYUT YANG DI DARATKAN PADA POS PEMBELIAN IKAN SELUMIT PANTAI KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perairan pulau Tarakan yang berada dalam WPPRI 716 memiliki potensi sumberdaya ikan tenggiri yang besar, namun penangkapan yang terus menerus dapat mengurangi stok populasinya. Maka perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui tingkat produktivitas penangkapan melalui analisis Catch Per Unit Effort (CPUE). Penelitian ini bertujuan mengetahui tren hasil tangkapan utama (HTU) dan hasil tangkapan sampingan (HTS) nelayan selama 5 tahun, mengetahui hubungan trip penangkapan dengan HTU dan HTS, serta mengetahui nilai CPUE keduanya. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari-Juni 2026 menggunakan data rekapitulasi pembelian ikan selama 5 tahun di pos pembelian ikan CV. Mekar Jaya, Kelurahan Selumit Pantai, Kota Tarakan. Hasil penelitian menggambarkan tren HTU dan HTS selama 5 tahun terakhir yang mengalami fluktuasi. Nilai CPUE HTU tertinggi tercatat pada tahun 2022 sebesar 126,1 kg/trip dan terendah pada tahun 2021 sebesar 74,4 kg/trip. Hubungan antar trip penangkapan dan HTU menggambarkan hubungan linier positif dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,743 sedangkan hubungan trip penangkapan dan HTS menunjukkan hubungan positif yang lemah dengan koefisien determinasi 0,1713. Sementara itu, hubungan antara trip penangkapan dan CPUE menggambarkan pola negatif, mengindikasikan bahwa peningkatan upaya penangkapan tidak selalu diikuti oleh peningkatan produktivitas hasil tangkapan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, produktivitas penangkapan jaring insang hanyut di Perairan Pulau Tarakan menunjukkan kondisi yang berfluktuasi selama 5 tahun terakhir.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI PCV LENGKAP PADA BAYI USIA 12-23 BULAN DI PUSKESMAS LONG BAWAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASIPCV LENGKAP PADA BAYI USIA 12-23 BULAN DI PUSKESMAS LONG BAWAN Mairisanti1 Prodi S1 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan E mail: Mairisanti @ gmail.com ABSTRAK Imunisasi Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) sangat penting untuk melindungi bayi dari infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae yang memicu penyakit serius seperti pneumonia dan meningitis. Meskipun telah masuk program nasional, cakupan PCV secara global maupun nasional masih menghadapi tantangan berat akibat keterbatasan stok vaksin serta faktor kepatuhan masyarakat yang dipengaruhi oleh karakteristik ibu itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik ibu yang memberikan imunisasi PCV secara lengkap pada bayi usia 12-23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Long Bawan Tahun 2026. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden sebanyak 81 ibu yang memiliki bayi usia 12-23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Long Bawan. Pengumpulan data sekunder dilakukan melalui observasi lembar catatan imunisasi pada Buku KIA. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat untuk menghasilkan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil analisis deskriptif menunjukkan karakteristik responden didominasi oleh kelompok usia reproduksi sehat 20-35 tahun sebanyak 57 orang (70,4%), tingkat pendidikan menengah (SMA) dan tinggi (Perguruan Tinggi) dengan proporsi seimbang masing-masing 33 orang (40,7%), serta mayoritas berstatus tidak bekerja/Ibu Rumah Tangga (IRT) sebanyak 52 orang (64,2%). Berdasarkan paritas, sebagian besar responden merupakan kelompok multipara (memiliki lebih dari satu anak) yaitu sebanyak 56 orang (69,1%). Evaluasi status imunisasi menunjukkan bahwa seluruh bayi (100%) dari 81 responden telah mendapatkan imunisasi PCV secara lengkap (3 dosis. Hasil penelitian dapat menjadi sumber informasi untuk meningkatkan cakupan imunisasi PCV di Wilayah Kerja Puskesmas Long Bawan. Kata Kunci: Usia, Pendidikan, Pekerjaan, Paritas, Imunisasi PVC

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI PCV LENGKAP PADA BAYI USIA 12-23 BULAN DI PUSKESMAS LONG BAWAN

2026•

GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASIPCV LENGKAP PADA BAYI USIA 12-23 BULAN DI PUSKESMAS LONG BAWAN Mairisanti1 Prodi S1 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan E mail: Mairisanti @ gmail.com ABSTRAK Imunisasi Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) sangat penting untuk melindungi bayi dari infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae yang memicu penyakit serius seperti pneumonia dan meningitis. Meskipun telah masuk program nasional, cakupan PCV secara global maupun nasional masih menghadapi tantangan berat akibat keterbatasan stok vaksin serta faktor kepatuhan masyarakat yang dipengaruhi oleh karakteristik ibu itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik ibu yang memberikan imunisasi PCV secara lengkap pada bayi usia 12-23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Long Bawan Tahun 2026. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden sebanyak 81 ibu yang memiliki bayi usia 12-23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Long Bawan. Pengumpulan data sekunder dilakukan melalui observasi lembar catatan imunisasi pada Buku KIA. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat untuk menghasilkan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil analisis deskriptif menunjukkan karakteristik responden didominasi oleh kelompok usia reproduksi sehat 20-35 tahun sebanyak 57 orang (70,4%), tingkat pendidikan menengah (SMA) dan tinggi (Perguruan Tinggi) dengan proporsi seimbang masing-masing 33 orang (40,7%), serta mayoritas berstatus tidak bekerja/Ibu Rumah Tangga (IRT) sebanyak 52 orang (64,2%). Berdasarkan paritas, sebagian besar responden merupakan kelompok multipara (memiliki lebih dari satu anak) yaitu sebanyak 56 orang (69,1%). Evaluasi status imunisasi menunjukkan bahwa seluruh bayi (100%) dari 81 responden telah mendapatkan imunisasi PCV secara lengkap (3 dosis. Hasil penelitian dapat menjadi sumber informasi untuk meningkatkan cakupan imunisasi PCV di Wilayah Kerja Puskesmas Long Bawan. Kata Kunci: Usia, Pendidikan, Pekerjaan, Paritas, Imunisasi PVC

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

DETEKSI FINANCIAL STATEMENT FRAUD MENGGUNAKAN RANDOM FOREST PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI)

2026•

Kecurangan laporan keuangan (Financial Statement Fraud) merupakan masalah serius yang dapat merugikan investor dan pengguna laporan keuangan. Seiring perkembangan teknologi, metode konvensional dinilai belum optimal sehingga diperlukan pendekatan Machine Learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Random Forest dalam mendeteksi Financial Statement Fraud serta mengidentifikasi variabel yang paling berkontribusi berdasarkan Fraud Triangle. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2024. Sampel penelitian terdiri atas 73 perusahaan dengan 292 observasi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Deteksi fraud dilakukan menggunakan Beneish M-Score dengan variabel Financial Target, External Pressure, Nature of Industry, dan Change in Auditor. Data diolah melalui pre-processing, SMOTE, dan pemodelan Random Forest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Random Forest mampu mendeteksi fraud dengan nilai accuracy sebesar 0,7627. Variabel yang paling dominan adalah Nature of Industry, diikuti Financial Target dan External Pressure, sedangkan Change in Auditor memiliki kontribusi paling kecil. Kesimpulannya, Random Forest dapat digunakan sebagai metode dalam mendeteksi Financial Statement Fraud, meskipun masih perlu pengembangan lebih lanjut. Financial statement fraud is a serious issue that can harm investors and users of financial statements. By advancement of technology, conventional methods are considered suboptimal, necessitating a Machine Learning approach. This study aims to determine the ability of Random Forest to detect financial statement fraud and to identify the variables that contribute most significantly based on the Fraud Triangle. This study employed a quantitative approach on manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2021–2024. The research sample consisted of 73 companies with 292 observations selected using purposive sampling. Fraud detection was performed using the Beneish M-Score with the variables Financial Target, External Pressure, Nature of Industry, and Change in Auditor. The data was processed through pre-processing, SMOTE, and Random Forest modeling. The results showed that Random Forest is capable of detecting fraud with an accuracy of 0.7627. The most dominant variable is Nature of Industry, followed by Financial Target and External Pressure, while Change in Auditor has the smallest contribution. In conclusion, Random Forest can be used as a method for detecting Financial Statement Fraud, although further development is still needed.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DETEKSI FINANCIAL STATEMENT FRAUD MENGGUNAKAN RANDOM FOREST PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kecurangan laporan keuangan (Financial Statement Fraud) merupakan masalah serius yang dapat merugikan investor dan pengguna laporan keuangan. Seiring perkembangan teknologi, metode konvensional dinilai belum optimal sehingga diperlukan pendekatan Machine Learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Random Forest dalam mendeteksi Financial Statement Fraud serta mengidentifikasi variabel yang paling berkontribusi berdasarkan Fraud Triangle. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2024. Sampel penelitian terdiri atas 73 perusahaan dengan 292 observasi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Deteksi fraud dilakukan menggunakan Beneish M-Score dengan variabel Financial Target, External Pressure, Nature of Industry, dan Change in Auditor. Data diolah melalui pre-processing, SMOTE, dan pemodelan Random Forest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Random Forest mampu mendeteksi fraud dengan nilai accuracy sebesar 0,7627. Variabel yang paling dominan adalah Nature of Industry, diikuti Financial Target dan External Pressure, sedangkan Change in Auditor memiliki kontribusi paling kecil. Kesimpulannya, Random Forest dapat digunakan sebagai metode dalam mendeteksi Financial Statement Fraud, meskipun masih perlu pengembangan lebih lanjut. Financial statement fraud is a serious issue that can harm investors and users of financial statements. By advancement of technology, conventional methods are considered suboptimal, necessitating a Machine Learning approach. This study aims to determine the ability of Random Forest to detect financial statement fraud and to identify the variables that contribute most significantly based on the Fraud Triangle. This study employed a quantitative approach on manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2021–2024. The research sample consisted of 73 companies with 292 observations selected using purposive sampling. Fraud detection was performed using the Beneish M-Score with the variables Financial Target, External Pressure, Nature of Industry, and Change in Auditor. The data was processed through pre-processing, SMOTE, and Random Forest modeling. The results showed that Random Forest is capable of detecting fraud with an accuracy of 0.7627. The most dominant variable is Nature of Industry, followed by Financial Target and External Pressure, while Change in Auditor has the smallest contribution. In conclusion, Random Forest can be used as a method for detecting Financial Statement Fraud, although further development is still needed.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

MODEL PREDIKSI GAP PENDAPATAN (FINANCIAL OUTCOME) PELAYANAN ICU RUMAH SAKIT PADA PASIEN PESERTA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) BERDASARKAN LENGTH OF STAY (LOS), KOMORBIDITAS, DAN OUTCOME PASIEN: STUDI PADA RSUD dr. H. JUSUF SK

2026•Koleksi Perpustakaan

Pelayanan Intensive Care Unit (ICU) merupakan unit dengan tingkat kompleksitas klinis dan biaya operasional tertinggi di rumah sakit, sehingga berisiko menimbulkan ketidaksesuaian antara biaya aktual pelayanan dan tarif klaim Indonesia Case-Based Groups (INA-CBGs), khususnya pada pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ketidaksesuaian tersebut tercermin dalam gap pendapatan (financial outcome), yang apabila bernilai negatif dapat berdampak pada keberlanjutan keuangan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh length of stay (LOS), jumlah komorbiditas, dan outcome pasien terhadap gap pendapatan (financial outcome) pelayanan ICU, serta menyusun model regresi untuk memprediksi risiko gap pendapatan negatif pada pasien ICU peserta JKN di RSUD dr. H. Jusuf SK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional retrospektif. Data penelitian berasal dari 290 pasien ICU peserta JKN pada periode 1 Juli 2024–30 Juni 2025. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, regresi linear sederhana, dan regresi linear berganda dengan pendekatan robust standard error (HC3) menggunakan SPSS versi 27. Hasil analisis deskriptif menunjukkan rerata length of stay (LOS) ICU sebesar 3,45 ± 3,03 hari, rerata jumlah komorbiditas 7,05 ± 3,67, serta rerata gap pendapatan (financial outcome) sebesar −Rp23.149.588,45. Hasil regresi linear sederhana dengan pendekatan robust standard error (HC3) menunjukkan bahwa LOS berpengaruh signifikan terhadap gap pendapatan (B = −2.435.429; p < 0,001), jumlah komorbiditas berpengaruh signifikan (B = −2.158.530; p < 0,001), dan outcome pasien berpengaruh signifikan (B = +16.885.012; p < 0,001). Selanjutnya, hasil regresi linear berganda menunjukkan bahwa LOS (B = −1.586.920; p = 0,037), jumlah komorbiditas (B = −2.897.672; p < 0,001), dan outcome pasien (B = +25.120.045; p < 0,001) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap gap pendapatan (F = 26,481; p < 0,001), dengan nilai koefisien determinasi R² = 0,217 dan Adjusted R² = 0,209. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gap pendapatan (financial outcome) pelayanan ICU pasien JKN dipengaruhi secara signifikan oleh lama perawatan, kompleksitas komorbiditas, dan outcome pasien. Model regresi yang dikembangkan memiliki daya jelaskan rendah–sedang dan dapat digunakan sebagai alat prediksi awal (early predictive model) yang bersifat estimatif dan non-klinis untuk mengidentifikasi risiko gap pendapatan negatif, serta sebagai dasar pengambilan keputusan manajerial dan evaluasi kebijakan pembiayaan pelayanan ICU dalam sistem INA-CBGs.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MODEL PREDIKSI GAP PENDAPATAN (FINANCIAL OUTCOME) PELAYANAN ICU RUMAH SAKIT PADA PASIEN PESERTA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) BERDASARKAN LENGTH OF STAY (LOS), KOMORBIDITAS, DAN OUTCOME PASIEN: STUDI PADA RSUD dr. H. JUSUF SK

2026•

Pelayanan Intensive Care Unit (ICU) merupakan unit dengan tingkat kompleksitas klinis dan biaya operasional tertinggi di rumah sakit, sehingga berisiko menimbulkan ketidaksesuaian antara biaya aktual pelayanan dan tarif klaim Indonesia Case-Based Groups (INA-CBGs), khususnya pada pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ketidaksesuaian tersebut tercermin dalam gap pendapatan (financial outcome), yang apabila bernilai negatif dapat berdampak pada keberlanjutan keuangan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh length of stay (LOS), jumlah komorbiditas, dan outcome pasien terhadap gap pendapatan (financial outcome) pelayanan ICU, serta menyusun model regresi untuk memprediksi risiko gap pendapatan negatif pada pasien ICU peserta JKN di RSUD dr. H. Jusuf SK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional retrospektif. Data penelitian berasal dari 290 pasien ICU peserta JKN pada periode 1 Juli 2024–30 Juni 2025. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, regresi linear sederhana, dan regresi linear berganda dengan pendekatan robust standard error (HC3) menggunakan SPSS versi 27. Hasil analisis deskriptif menunjukkan rerata length of stay (LOS) ICU sebesar 3,45 ± 3,03 hari, rerata jumlah komorbiditas 7,05 ± 3,67, serta rerata gap pendapatan (financial outcome) sebesar −Rp23.149.588,45. Hasil regresi linear sederhana dengan pendekatan robust standard error (HC3) menunjukkan bahwa LOS berpengaruh signifikan terhadap gap pendapatan (B = −2.435.429; p 0,001), jumlah komorbiditas berpengaruh signifikan (B = −2.158.530; p 0,001), dan outcome pasien berpengaruh signifikan (B = +16.885.012; p 0,001). Selanjutnya, hasil regresi linear berganda menunjukkan bahwa LOS (B = −1.586.920; p = 0,037), jumlah komorbiditas (B = −2.897.672; p 0,001), dan outcome pasien (B = +25.120.045; p 0,001) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap gap pendapatan (F = 26,481; p 0,001), dengan nilai koefisien determinasi R² = 0,217 dan Adjusted R² = 0,209. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gap pendapatan (financial outcome) pelayanan ICU pasien JKN dipengaruhi secara signifikan oleh lama perawatan, kompleksitas komorbiditas, dan outcome pasien. Model regresi yang dikembangkan memiliki daya jelaskan rendah–sedang dan dapat digunakan sebagai alat prediksi awal (early predictive model) yang bersifat estimatif dan non-klinis untuk mengidentifikasi risiko gap pendapatan negatif, serta sebagai dasar pengambilan keputusan manajerial dan evaluasi kebijakan pembiayaan pelayanan ICU dalam sistem INA-CBGs.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MOTIVASI, DISIPLIN KERJA, DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PADA PT. KRIST INTI PERKASA

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja, disiplin kerja, dan kompensasi terhadap kinerja karyawan bagian produksi pada PT Krist Inti Perkasa Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan data primer dengan menyebarkan kuesioner kepada seluruh karyawan pada bagian produksi. Jumlah populasi dalam penelitian sebesar 65 responden dimana seluruh populasi dijadikan sampel. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan PT Krist Inti Perkasa Kota Tarakan, Disiplin Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan PT Krist Inti Perkasa Kota Tarakan, dan Kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan PT Krist Inti Perkasa Kota Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MOTIVASI, DISIPLIN KERJA, DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PADA PT. KRIST INTI PERKASA

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja, disiplin kerja, dan kompensasi terhadap kinerja karyawan bagian produksi pada PT Krist Inti Perkasa Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan data primer dengan menyebarkan kuesioner kepada seluruh karyawan pada bagian produksi. Jumlah populasi dalam penelitian sebesar 65 responden dimana seluruh populasi dijadikan sampel. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan PT Krist Inti Perkasa Kota Tarakan, Disiplin Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan PT Krist Inti Perkasa Kota Tarakan, dan Kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan PT Krist Inti Perkasa Kota Tarakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MEDIA CHARACTER CARD (CHARCA) UNTUK MENGENALKAN PERILAKU BAIK SISWA KELAS IV-A DI SDN 006 TARAKAN

2025•

Penelitian ini mengembangkan media pembelajaran berupa character card (charca) yang digunakan untuk mengenalkan perilaku baik pada siswa kelas IV-A SDN 006 Tarakan, serta untuk mengetahui kelayakan media dan kemenarikan peserta didik terhadap media tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate). Produk berupa character card (charca) divalidasi oleh ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa sebelum diujicobakan. Hasil validasi media character card (charca) yang diperoleh dari ahli media sebesar 89% dengan kategori sangat layak, ahli materi sebesar 91% dengan kategori sangat layak, dan ahli bahasa sebesar 90% dengan kategori sangat layak. Selanjutnya uji coba terbatas di kelas IV-C memperoleh skor 94%, sedangkan uji coba lapangan di kelas IV-A memperoleh skor 95%, keduanya berada pada kategori sangat menarik. Media character card (charca) terbukti dapat meningkatkan antusiasme, kerja sama, serta membantu peserta didik memahami dan menerapkan perilaku positif melalui kegiatan bermain yang interaktif dan menyenangkan. Dengan demikian, character card (charca) layak digunakan sebagai media pembelajaran alternatif dalam mengenalkan nilai-nilai karakter di sekolah dasar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MEDIA CHARACTER CARD (CHARCA) UNTUK MENGENALKAN PERILAKU BAIK SISWA KELAS IV-A DI SDN 006 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengembangkan media pembelajaran berupa character card (charca) yang digunakan untuk mengenalkan perilaku baik pada siswa kelas IV-A SDN 006 Tarakan, serta untuk mengetahui kelayakan media dan kemenarikan peserta didik terhadap media tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate). Produk berupa character card (charca) divalidasi oleh ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa sebelum diujicobakan. Hasil validasi media character card (charca) yang diperoleh dari ahli media sebesar 89% dengan kategori sangat layak, ahli materi sebesar 91% dengan kategori sangat layak, dan ahli bahasa sebesar 90% dengan kategori sangat layak. Selanjutnya uji coba terbatas di kelas IV-C memperoleh skor 94%, sedangkan uji coba lapangan di kelas IV-A memperoleh skor 95%, keduanya berada pada kategori sangat menarik. Media character card (charca) terbukti dapat meningkatkan antusiasme, kerja sama, serta membantu peserta didik memahami dan menerapkan perilaku positif melalui kegiatan bermain yang interaktif dan menyenangkan. Dengan demikian, character card (charca) layak digunakan sebagai media pembelajaran alternatif dalam mengenalkan nilai-nilai karakter di sekolah dasar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN TINDAK PIDANA PEMERKOSAAN INSES (Studi Kasus Putusan Nomor: 66/Pid.Sus/2022/PN Tar dan Putusan Nomor: 122/Pid.Sus/2023/PN Tar)

2025•Koleksi Perpustakaan

Perlindungan Hukum Terhadap Korban Tindak Pidana Pemerkosaan Inses (Studi Kasus Putusan Nomor: 66/Pid.Sus/2022/PN Tar dan Putusan Nomor: 122/Pid.Sus/2023/PN Tar) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perlindungan hukum terhadap anak korban tindak pidana inses di Kota Tarakan. Serta untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap korban tindak pidana pemerkosaan inses (Studi kasus putusan nomor: 66/Pid.Sus/2022/Pn Tar dan putusan nomor: 122/Pid.Sus/2023/Pn Tar). Seluruh sumber bahan hukum yang diperoleh dalam penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif. Teknik pengumpulan sumber bahan hukum dilakukan dengan metode studi kepustakaan yang dilakukan dengan cara mengumpulkan dan menganalisis sumber bahan hukum primer, sumber bahan hukum sekunder, dan sumber bahan nonhukum yang relevan untuk memperoleh hasil penelitian yang objektif terkait dengan penelitian. Sumber bahan hukum menggunakan sumber bahan hukum primer, sumber bahan hukum sekunder, dan sumber bahan nonhukum. Metode penelitian menggunakan jenis pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Tipe penelitian yang digunakan adalah tipe penelitian hukum normatif yang dilengkapi dengan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis berkesimpulan bahwa perlindungan hukum terhadap anak korban inses di Kota Tarakan belum terlaksana secara optimal. Meskipun pelaku dijatuhi hukuman maksimal, rehabilitasi fisik dan psikologis bagi korban pasca-putusan masih terabaikan. Hambatan utama meliputi minimnya anggaran, kurangnya tenaga ahli, stigma sosial, dan regulasi yang belum mengatur mekanisme pemulihan korban secara rinci; bahwa pertimbangan hakim dalam putusan didasarkan pada dampak psikologis terhadap korban, beratnya kejahatan, dan tujuan memberi efek jera. Namun, putusan belum mencakup upaya perlindungan lanjutan, seperti rehabilitasi atau pendampingan jangka panjang, yang sangat dibutuhkan korban inses untuk pemulihan menyeluruh.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN TINDAK PIDANA PEMERKOSAAN INSES (Studi Kasus Putusan Nomor: 66/Pid.Sus/2022/PN Tar dan Putusan Nomor: 122/Pid.Sus/2023/PN Tar)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perlindungan Hukum Terhadap Korban Tindak Pidana Pemerkosaan Inses (Studi Kasus Putusan Nomor: 66/Pid.Sus/2022/PN Tar dan Putusan Nomor: 122/Pid.Sus/2023/PN Tar) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perlindungan hukum terhadap anak korban tindak pidana inses di Kota Tarakan. Serta untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap korban tindak pidana pemerkosaan inses (Studi kasus putusan nomor: 66/Pid.Sus/2022/Pn Tar dan putusan nomor: 122/Pid.Sus/2023/Pn Tar). Seluruh sumber bahan hukum yang diperoleh dalam penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif. Teknik pengumpulan sumber bahan hukum dilakukan dengan metode studi kepustakaan yang dilakukan dengan cara mengumpulkan dan menganalisis sumber bahan hukum primer, sumber bahan hukum sekunder, dan sumber bahan nonhukum yang relevan untuk memperoleh hasil penelitian yang objektif terkait dengan penelitian. Sumber bahan hukum menggunakan sumber bahan hukum primer, sumber bahan hukum sekunder, dan sumber bahan nonhukum. Metode penelitian menggunakan jenis pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Tipe penelitian yang digunakan adalah tipe penelitian hukum normatif yang dilengkapi dengan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis berkesimpulan bahwa perlindungan hukum terhadap anak korban inses di Kota Tarakan belum terlaksana secara optimal. Meskipun pelaku dijatuhi hukuman maksimal, rehabilitasi fisik dan psikologis bagi korban pasca-putusan masih terabaikan. Hambatan utama meliputi minimnya anggaran, kurangnya tenaga ahli, stigma sosial, dan regulasi yang belum mengatur mekanisme pemulihan korban secara rinci; bahwa pertimbangan hakim dalam putusan didasarkan pada dampak psikologis terhadap korban, beratnya kejahatan, dan tujuan memberi efek jera. Namun, putusan belum mencakup upaya perlindungan lanjutan, seperti rehabilitasi atau pendampingan jangka panjang, yang sangat dibutuhkan korban inses untuk pemulihan menyeluruh.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Tindakan Hukum Pemerintah Kabupaten Berau Dalam Penanggulangan Abrasi di Pulau Derawan

2024•Koleksi Perpustakaan

TINDAKAN HUKUM PEMERINTAH KABUPATEN BERAU DALAM PENANGGULANGAN ABRASI DI PULAU DERAWAN ABSTRAK Penelitian skripsi ini bertujuan untuk mengetahui tindakan hukum pemerintah Kabupaten Berau dalam penanggulangan abrasi di Pulau Derawan dan untuk mengetahui tindakan hukum pemerintah daerah Kabupaten Berau dalam penanggulangan abrasi di daerah pesisir Pulau Derawan sudah sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang Undangan. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum normatif. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan Peraturan Perundang-Undangan dan pendekatan konseptual dengan mengkaji sumber hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier, melakukan penelitian dengan studi kepustakaan dan wawancara serta dianalisis dengan menggunakan metode kualitatif. Hasil dari penelitian ini, yaitu: pertama, bentuk tindakan hukum pemerintah Kabupaten Berau dalam penanggulangan abrasi pantai di Pulau Derawan. Pemerintah daerah Kabupaten Berau menerapkan kebijakan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2014 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir Dan Pulau Pulau Kecil, pada Pasal 19 Peraturan Daerah Kabupaten Berau Nomor 8 Tahun 2014 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir Dan Pulau Pulau Kecil mengatur tentang penanggulangan abrasi, Pasal 41 mengatur tentang larangan dan Pasal 40 mengatur tentang sanksi administratif kedua, jika dilihat dari Peraturan Daerah Kabupaten Berau Nomor 8 Tahun 2014 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir Dan Pulau Pulau Kecil tindakan hukum pemerintah Kabupaten Berau dalam penanggulangan abrasi pantai di Pulau Derawan sesuai dengan ketentuan Perundang-undangan tindakan tersebut berupa sanksi administratif tentang pencabutan izin pemanfaatan zona wilayah pesisir, seperti diatur dalam Pasal 71 Undang Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Dan Perlindungan Wilayah Pesisir Dan Pulau Pulau Kecil, dan Pasal 76 Undang Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tindakan Hukum Pemerintah Kabupaten Berau Dalam Penanggulangan Abrasi di Pulau Derawan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

TINDAKAN HUKUM PEMERINTAH KABUPATEN BERAU DALAM PENANGGULANGAN ABRASI DI PULAU DERAWAN ABSTRAK Penelitian skripsi ini bertujuan untuk mengetahui tindakan hukum pemerintah Kabupaten Berau dalam penanggulangan abrasi di Pulau Derawan dan untuk mengetahui tindakan hukum pemerintah daerah Kabupaten Berau dalam penanggulangan abrasi di daerah pesisir Pulau Derawan sudah sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang Undangan. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum normatif. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan Peraturan Perundang-Undangan dan pendekatan konseptual dengan mengkaji sumber hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier, melakukan penelitian dengan studi kepustakaan dan wawancara serta dianalisis dengan menggunakan metode kualitatif. Hasil dari penelitian ini, yaitu: pertama, bentuk tindakan hukum pemerintah Kabupaten Berau dalam penanggulangan abrasi pantai di Pulau Derawan. Pemerintah daerah Kabupaten Berau menerapkan kebijakan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2014 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir Dan Pulau Pulau Kecil, pada Pasal 19 Peraturan Daerah Kabupaten Berau Nomor 8 Tahun 2014 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir Dan Pulau Pulau Kecil mengatur tentang penanggulangan abrasi, Pasal 41 mengatur tentang larangan dan Pasal 40 mengatur tentang sanksi administratif kedua, jika dilihat dari Peraturan Daerah Kabupaten Berau Nomor 8 Tahun 2014 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir Dan Pulau Pulau Kecil tindakan hukum pemerintah Kabupaten Berau dalam penanggulangan abrasi pantai di Pulau Derawan sesuai dengan ketentuan Perundang-undangan tindakan tersebut berupa sanksi administratif tentang pencabutan izin pemanfaatan zona wilayah pesisir, seperti diatur dalam Pasal 71 Undang Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Dan Perlindungan Wilayah Pesisir Dan Pulau Pulau Kecil, dan Pasal 76 Undang Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail