Lewati ke konten utama
BookOpen AccessTerbit 2026Versi 1

MODEL PREDIKSI GAP PENDAPATAN (FINANCIAL OUTCOME) PELAYANAN ICU RUMAH SAKIT PADA PASIEN PESERTA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) BERDASARKAN LENGTH OF STAY (LOS), KOMORBIDITAS, DAN OUTCOME PASIEN: STUDI PADA RSUD dr. H. JUSUF SK

Koleksi Perpustakaan•1 dilihat · 0 unduhan

Abstrak

Pelayanan Intensive Care Unit (ICU) merupakan unit dengan tingkat kompleksitas klinis dan biaya operasional tertinggi di rumah sakit, sehingga berisiko menimbulkan ketidaksesuaian antara biaya aktual pelayanan dan tarif klaim Indonesia Case-Based Groups (INA-CBGs), khususnya pada pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ketidaksesuaian tersebut tercermin dalam gap pendapatan (financial outcome), yang apabila bernilai negatif dapat berdampak pada keberlanjutan keuangan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh length of stay (LOS), jumlah komorbiditas, dan outcome pasien terhadap gap pendapatan (financial outcome) pelayanan ICU, serta menyusun model regresi untuk memprediksi risiko gap pendapatan negatif pada pasien ICU peserta JKN di RSUD dr. H. Jusuf SK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik observasional retrospektif. Data penelitian berasal dari 290 pasien ICU peserta JKN pada periode 1 Juli 2024–30 Juni 2025. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, regresi linear sederhana, dan regresi linear berganda dengan pendekatan robust standard error (HC3) menggunakan SPSS versi 27. Hasil analisis deskriptif menunjukkan rerata length of stay (LOS) ICU sebesar 3,45 ± 3,03 hari, rerata jumlah komorbiditas 7,05 ± 3,67, serta rerata gap pendapatan (financial outcome) sebesar −Rp23.149.588,45. Hasil regresi linear sederhana dengan pendekatan robust standard error (HC3) menunjukkan bahwa LOS berpengaruh signifikan terhadap gap pendapatan (B = −2.435.429; p < 0,001), jumlah komorbiditas berpengaruh signifikan (B = −2.158.530; p < 0,001), dan outcome pasien berpengaruh signifikan (B = +16.885.012; p < 0,001). Selanjutnya, hasil regresi linear berganda menunjukkan bahwa LOS (B = −1.586.920; p = 0,037), jumlah komorbiditas (B = −2.897.672; p < 0,001), dan outcome pasien (B = +25.120.045; p < 0,001) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap gap pendapatan (F = 26,481; p < 0,001), dengan nilai koefisien determinasi R² = 0,217 dan Adjusted R² = 0,209. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gap pendapatan (financial outcome) pelayanan ICU pasien JKN dipengaruhi secara signifikan oleh lama perawatan, kompleksitas komorbiditas, dan outcome pasien. Model regresi yang dikembangkan memiliki daya jelaskan rendah–sedang dan dapat digunakan sebagai alat prediksi awal (early predictive model) yang bersifat estimatif dan non-klinis untuk mengidentifikasi risiko gap pendapatan negatif, serta sebagai dasar pengambilan keputusan manajerial dan evaluasi kebijakan pembiayaan pelayanan ICU dalam sistem INA-CBGs.

Informasi bibliografis

Versi dan riwayat publik

  1. Versi 1MODEL PREDIKSI GAP PENDAPATAN (FINANCIAL OUTCOME) PELAYANAN ICU RUMAH SAKIT PADA PASIEN PESERTA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) BERDASARKAN LENGTH OF STAY (LOS), KOMORBIDITAS, DAN OUTCOME PASIEN: STUDI PADA RSUD dr. H. JUSUF SK2026 · oai:ais:library-item:33162