Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Jarak Kehamilan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. K Usia 37 Tahun Di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan

2026•

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Salah satu faktor yang meningkatkan risiko komplikasi adalah kehamilan pada usia lebih dari 35 tahun dan jarak kehamilan yang terlalu jauh (>10 tahun). Pelayanan kebidanan secara berkesinambungan Continuity of Care (COC) diperlukan untuk mendeteksi faktor risiko sejak dini serta memberikan asuhan yang komprehensif mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga pelayanan keluarga berencana. Tujuan penyusunan laporan ini adalah memberikan asuhan kebidanan komprehensif kepada Ny. K usia 37 tahun di Puskesmas Gunung Lingkas Kota Tarakan yang meliputi asuhan kebidanan pada masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana (KB) yang didokumentasikan dalam bentuk SOAP dan membandingkan kesenjangan antara teori dan praktik. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pemberian asuhan secara berkesinambungan mulai kehamilan trimester III, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan kontrasepsi. Hasil asuhan menunjukkan bahwa Ny. K merupakan ibu hamil usia 37 tahun dengan status obstetri G3P2A0 dan jarak kehamilan 10 tahun sehingga termasuk kehamilan risiko tinggi. Selama kehamilan tidak ditemukan komplikasi, pertumbuhan dan perkembangan janin berlangsung normal, serta ibu mendapatkan edukasi mengenai tanda bahaya kehamilan dan persiapan persalinan. Persalinan berlangsung spontan pervaginam pada usia kehamilan aterm dengan kondisi ibu dan bayi baik. Masa nifas berjalan fisiologis tanpa komplikasi, proses involusi uterus dan laktasi berlangsung normal, bayi baru lahir dalam kondisi sehat dengan adaptasi neonatal yang baik, serta ibu memilih menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan setelah mendapatkan konseling keluarga berencana. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah asuhan kebidanan komprehensif melalui pendekatan Continuity of Care dapat dilaksanakan sesuai standar pelayanan kebidanan. Meskipun Ny. K memiliki faktor risiko usia lebih dari 35 tahun dan jarak kehamilan 10 tahun, melalui pemantauan yang berkesinambungan, deteksi dini, edukasi, dan penatalaksanaan yang tepat, kehamilan, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir, dan pelayanan keluarga berencana dapat berlangsung secara fisiologis tanpa komplikasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH PERBATASAN PUSKESMAS LONG BAWAN

2026•

Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting, terutama di wilayah perbatasan yang memiliki keterbatasan akses pelayanan kesehatan. Data Puskesmas Long Bawan menunjukkan tingginya angka kejadian anemia pada ibu hamil sehingga diperlukan identifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian tersebut. Menganalisis hubungan usia, paritas, status gizi (LILA), dan jarak kehamilan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Long Bawan Kabupaten Nunukan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Data sekunder dikumpulkan secara retrospektif dari register Antenatal Care (ANC) periode April 2025 sampai April 2026 dan dianalisis pada satu waktu penelitian. Teknik sampling menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 131 ibu hamil. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact Test dengan tingkat kemaknaan 95% (α=0,05). Sebagian besar responden berada pada kategori usia tidak berisiko (78,6%), paritas tidak berisiko (95,4%), status gizi tidak KEK (90,1%), dan jarak kehamilan tidak berisiko (77,9%). Prevalensi anemia pada ibu hamil sebesar 62,6%. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0,276), paritas (p=0,671), status gizi (p=0,261), dan jarak kehamilan (p=0,170) dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Usia, paritas, status gizi (LILA), dan jarak kehamilan tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Long Bawan. Tingginya prevalensi anemia yang ditemukan menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut terhadap faktor-faktor lain yang berpotensi memengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah perbatasan. Kata Kunci: Anemia, ibu hamil, usia, paritas, status gizi, jarak kehamilan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan paritas ibu dan jarak kehamilan dengan kejadian perdarahan postpartum di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kematian ibu masih dinilai cukup tinggi, salah satu penyebab utama adalah perdarahan postpartum. Faktor yang mempengaruhi kejadian perdarahan postpartum salah satunya adalah paritas dan jarak kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan paritas dan jarak kehamilan dengan kejadian perdarahan postpartum di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan metode penelitian cross sectional. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah retrospektif. Populasi penelitian ini sejumlah 92 Ibu Bersalin di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan dengan sampel 92 responden. Metode pengumpulan data menggunakan data sekunder dari rekam medis dan cheklist. Analisis data menggunakan chi square. Dari hasil chi square menunjukkan adanya hubungan antara paritas dan jarak kelahiran dengan kejadian perdarahan postpartum. Hasil analisis chi square, nilai P.value 0,00 dan 0,03 ( 0,05), maka Ho ditolak, Ha diterima. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh yang signifikan antara paritas dan jarak kehamilan dengan kejadian perdarahan postpartum. Kata kunci : Paritas, Jarak Kehamilan, Perdarahan Postpartum

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail