Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Penulis: ALBIWIN KASMIN
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

APLIKASI JARAK TANAM DENGAN PEMBERIAN MULSA ALANG-ALANG PADA TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.)

2023•Koleksi Perpustakaan

APLIKASI JARAK TANAM DENGAN PEMBERIAN MULSA ALANG-ALANG PADA TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) Abstrak Tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.) termasuk suku polong-polongan (fabaceae) memiliki manfaat sebagai sumber bahan pangan berprotein tinggi. Salah satu teknik budidaya yang perlu diketahui ialah jarak tanam atau kerapatan tanam yang tepat. Tujuan pengaturan kerapatan tanaman atau jarak tanam pada dasarnya adalah memberikan kemungkinan tanaman untuk tumbuh dengan baik tanpa mengalami persaingan dalam hal pengambilan air, unsur hara, cahaya matahari dan memudahkan pemeliharaan tanaman. Penggunaan jarak tanam yang kurang tepat dapat merangsang pertumbuhan gulma, sehingga dapat menurunkan hasil. Secara umum hasil tanaman per satuan luas tertinggi diperoleh pada kerapatan tanaman tinggi, akan tetapi bobot masing-masing polong secara individu menurun karena terjadinya persaingan antar tanaman, sementara mulsa mempunyai keuntungan menekan fluktuasi suhu tanah dan menjaga kelembapan tanah, selain itu mulsa yang dihamparkan di atas permukaan tanah secara langsung akan menekan laju penguapan secara langsung akan menekan laju penguapan dan secara tidak langsung akan mempertahankan agregasi dan porositas yang akan mempertahankan kapasitas tanah menahan air. Mulsa organik yang digunakan dapat berasal dari sisa tanaman alang alang yang mudah didapatkan di sekitar area budidaya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu :Faktor Jarak tanam dengan notasi ( J ) terdiri 3 taraf yaitu :J0 = Jarak tanam 20 cm × 20 cm J1 = jarak tanam 25 cm × 20 cm J2 = jarak tanam 30 cm × 20 cm Faktor berat mulsa ( M ) terdiri 2 taraf yaitu :M1 = 2 kg mulsa alang-alang M2 = 4 kg mulsa alang-alang Berdasarkan rancangan tersebut di peroleh 6 kombinasi perlakuan dengan Setiap perlakuan di ulang sebanyak 6 kali masing-masing 4 tanaman sampel sehingga di peroleh 36 satuan percoban setiap bedengan percobaan terdiri dari dari 144 tanaman yang dijadikan sebagai tanaman sempel di setiap ulangan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa perlakuan Pengaruh jarak tanam dan pemberian mulsa alang alang pada pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah polong namun tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, lebar daun, dan jumlah 100 biji /plot . Pada perlakuan J2M2 (jarak tanam 20 cm x 30 cm + bobot mulsa 4 kg/bedeng) lebih mendominasi di banding parameter lainya. Kata kunci: kacang hijau ,jarak tanam, mulsa alang alang

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

APLIKASI JARAK TANAM DENGAN PEMBERIAN MULSA ALANG-ALANG PADA TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

APLIKASI JARAK TANAM DENGAN PEMBERIAN MULSA ALANG-ALANG PADA TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) Abstrak Tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.) termasuk suku polong-polongan (fabaceae) memiliki manfaat sebagai sumber bahan pangan berprotein tinggi. Salah satu teknik budidaya yang perlu diketahui ialah jarak tanam atau kerapatan tanam yang tepat. Tujuan pengaturan kerapatan tanaman atau jarak tanam pada dasarnya adalah memberikan kemungkinan tanaman untuk tumbuh dengan baik tanpa mengalami persaingan dalam hal pengambilan air, unsur hara, cahaya matahari dan memudahkan pemeliharaan tanaman. Penggunaan jarak tanam yang kurang tepat dapat merangsang pertumbuhan gulma, sehingga dapat menurunkan hasil. Secara umum hasil tanaman per satuan luas tertinggi diperoleh pada kerapatan tanaman tinggi, akan tetapi bobot masing-masing polong secara individu menurun karena terjadinya persaingan antar tanaman, sementara mulsa mempunyai keuntungan menekan fluktuasi suhu tanah dan menjaga kelembapan tanah, selain itu mulsa yang dihamparkan di atas permukaan tanah secara langsung akan menekan laju penguapan secara langsung akan menekan laju penguapan dan secara tidak langsung akan mempertahankan agregasi dan porositas yang akan mempertahankan kapasitas tanah menahan air. Mulsa organik yang digunakan dapat berasal dari sisa tanaman alang alang yang mudah didapatkan di sekitar area budidaya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu :Faktor Jarak tanam dengan notasi ( J ) terdiri 3 taraf yaitu :J0 = Jarak tanam 20 cm × 20 cm J1 = jarak tanam 25 cm × 20 cm J2 = jarak tanam 30 cm × 20 cm Faktor berat mulsa ( M ) terdiri 2 taraf yaitu :M1 = 2 kg mulsa alang-alang M2 = 4 kg mulsa alang-alang Berdasarkan rancangan tersebut di peroleh 6 kombinasi perlakuan dengan Setiap perlakuan di ulang sebanyak 6 kali masing-masing 4 tanaman sampel sehingga di peroleh 36 satuan percoban setiap bedengan percobaan terdiri dari dari 144 tanaman yang dijadikan sebagai tanaman sempel di setiap ulangan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa perlakuan Pengaruh jarak tanam dan pemberian mulsa alang alang pada pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah polong namun tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, lebar daun, dan jumlah 100 biji /plot . Pada perlakuan J2M2 (jarak tanam 20 cm x 30 cm + bobot mulsa 4 kg/bedeng) lebih mendominasi di banding parameter lainya. Kata kunci: kacang hijau ,jarak tanam, mulsa alang alang

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail