ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat harga cabai rawit serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi harga cabai rawit di Pasar Gusher Kota Tarakan. Faktor yang dianalisis meliputi permintaan, pasokan, cuaca, biaya distribusi, dan kebijakan pemerintah. Penelitian dilaksanakan di Pasar Gusher Kota Tarakan pada bulan Desember 2025 sampai Mei 2026. Metode penentuan sampel menggunakan metode sensus dengan jumlah responden sebanyak 50 pedagang cabai rawit. Data yang digunakan terdiri atas data primer yang diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner dan data sekunder yang diperoleh dari berbagai instansi terkait. Analisis data dilakukan menggunakan analisis statistik deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji F, uji t, dan koefisien determinasi (R²). Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa harga rata-rata cabai rawit di Pasar Gusher Kota Tarakan sebesar Rp65,09/kg, dengan harga terendah Rp36,19/kg dan harga tertinggi Rp115,79/kg. Hasil uji F menunjukkan bahwa variabel permintaan, pasokan, cuaca, biaya distribusi, dan kebijakan pemerintah secara simultan berpengaruh signifikan terhadap harga cabai rawit dengan nilai signifikansi 0,000 (0,05). Hasil uji t menunjukkan bahwa variabel pasokan (Sig. 0,015), cuaca (Sig. 0,001), dan kebijakan pemerintah (Sig. 0,005) berpengaruh signifikan terhadap harga cabai rawit, sedangkan variabel permintaan (Sig. 0,179) dan biaya distribusi (Sig. 0,147) tidak berpengaruh secara signifikan. Variabel cuaca merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi harga cabai rawit. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,387 menunjukkan bahwa sebesar 38,7% variasi harga cabai rawit dapat dijelaskan oleh variabel yang diteliti, sedangkan 61,3% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERMASALAHAN YANG CUKUP PENTING BAGI INDUSTRI RUMAH TANGGA ADALAH PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU. DALAM HAL INI INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY BISA SAJA MENGALAMI KEKURANGAN BAHAN BAKU KHUSUSNYA UNTUK BAHAN BAKU UTAMA YAITU CABAI. SEHINGGA DIBUTUHKAN MANAJEMEN PERSEDIAAN YANG OPTIMAL UNTUK MEMINIMALISIR RESIKO TERHAMBATNYA KEGIATAN PRODUKSI. OLEH KARENA ITU RESIKO-RESIKO DALAM USAHA PERLU DITANGANI/DICEGAH SEDINI MUNGKIN. TUJUAN PENELITIAN: (1) MENGETAHUI KARAKTERISTIK USAHA DI INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY; (2) MENGETAHUI PENGENDALIAN PERSEDIAAN CABAI SEBAGAI BAHAN BAKU SAMBAL BANJAR DI INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY; (3) MENGANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN CABAI SEBAGAI BAHAN BAKU SAMBAL BANJAR MENGGUNAKAN ANALISIS ECONOMIC ORDER QUANTITY, SAFETY STOCK, REORDER POINT, DAN PERSEDIAAN MAKSIMUM. PENELITIAN INI MERUPAKAN PENELITIAN DESKRIPTIF DENGAN PENDEKATAN KUANTITATIF MENGGUNAKAN METODE PURPOSIVE SAMPLING DENGAN INFORMAN KUNCI, METODE ANALISIS MENGGUNAKAN ANALISIS ECONOMIC ORDER QUANTITY, SAFETY STOCK, REORDER POINT DAN PERSEDIAAN MAKSIMUM. HASIL PENELITIAN: (1) INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY ADALAH USAHA RUMAHAN YANG MEMPRODUKSI SERTA MEMASARKAN ANEKA PRODUK MAKANAN, SALAH SATUNYA ADALAH SAMBAL BANJAR. INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY BELUM MENERAPKAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KARENA CABAI RAWIT YANG DIBELI LANGSUNG DIOLAH HABIS DALAM SEKALI PRODUKSI; (2) PENGENDALIAN PERSEDIAAN DI INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY MEMBUTUHKAN CABAI RAWIT SEBANYAK 448 KG SELAMA SETAHUN DENGAN KUANTITAS SEKALI PESAN SEBANYAK 4 KG, DAN BIAYA PEMESANAN SELAMA SETAHUN SEBESAR RP 1.378.048, BIAYA PENYIMPANAN SELAMA SETAHUN SEBESAR RP 350.000 SEHINGGA TOTAL BIAYA PERSEDIAAN SEBESAR RP 1.728.048 DALAM SETAHUN, DENGAN LEAD TIME SELAMA 3 HARI; (3) ANALISIS ECONOMIC ORDER QUANTITY DIDAPATKAN PEMESANAN YANG OPTIMUM SEBESAR 7,9 KG, SAFETY STOCK SEBESAR 1,4 KG, REORDER POINT SEBESAR 5,162 KG DAN PERSEDIAAN MAKSIMUM SEBESAR 9,4 KG. INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY SEBAIKNYA MENGGUNAKAN SAFETY STOCK, REORDER POINT DAN PERSEDIAAN MAKSIMUM UNTUK MENCEGAH TERJADINYA KEKURANGAN BAHAN BAKU CABAI RAWIT SEHINGGA PROSES PRODUKSI TETAP BERJALAN LANCAR.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
"PERAN GENDER DALAM RUMAH TANGGA PETANI CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L) DI KELURAHAN JUATA LAUT KOTA TARAKAN KALIMANTAN UTARA" Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran gender dalam rumah tangga petani cabai rawit, menganalisis peran gender dalam proses pengambilan keputusan, serta mengidentifikasi dan menganalisis bentuk ketidaksetaraan gender dalam pembagian peran dan akses terhadap sumber daya di Kelurahan Juata Laut, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan 30 informan yang terdiri atas 15 pasangan suami istri petani cabai rawit. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan bantuan NVivo 12 Pro untuk mengorganisasi data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suami dan istri sama-sama terlibat dalam kegiatan usahatani cabai rawit, tetapi terdapat perbedaan dalam pembagian pekerjaan. Laki-laki lebih banyak terlibat dalam pekerjaan yang membutuhkan tenaga fisik, seperti pengolahan lahan, pemupukan, dan penyemprotan, sedangkan perempuan lebih banyak terlibat dalam pembibitan, penanaman, penyiraman, penyiangan, pemetikan, pengemasan, dan pemasaran. Dalam pengambilan keputusan, 9 rumah tangga (60%) didominasi suami, 5 rumah tangga (33,3%) dilakukan secara bersama, dan 1 rumah tangga (6,7%) didominasi istri. Ketidaksetaraan gender terlihat pada akses terhadap lahan, modal, pelatihan, dan informasi. Akses lahan, pelatihan, dan informasi lebih banyak berada pada suami, sedangkan akses modal bervariasi antara suami, istri, dan bersama. Selain itu, terdapat norma budaya yang memandang perempuan sebagai pihak yang membantu serta belum meratanya pengakuan terhadap pekerjaan perempuan dalam usahatani.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani dalam memilih saluran pemasaran cabai rawit di Kelurahan Karang Harapan, Kota Tarakan, serta mengidentifikasi faktor yang paling dominan memengaruhi keputusan tersebut. Penelitian dilaksanakan pada Januari–April 2026 dengan menggunakan metode survei dan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 35 petani cabai rawit yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda yang didukung oleh uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua saluran pemasaran cabai rawit yang digunakan petani, yaitu saluran langsung (petani–konsumen) dan saluran tidak langsung (petani–pedagang pengumpul–pedagang pengecer–konsumen). Hasil uji simultan menunjukkan bahwa faktor harga, produksi, dan jarak secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap keputusan saluran pemasaran dengan nilai signifikansi 0,000 (0,05). Secara parsial, faktor harga berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi sebesar 0,552 dan nilai signifikansi 0,000, faktor produksi berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi sebesar 0,309 dan nilai signifikansi 0,034, serta faktor jarak berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi sebesar 0,544 dan nilai signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,881 menunjukkan bahwa 88,1% variasi keputusan saluran pemasaran dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan 11,9% dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian. Faktor harga merupakan variabel yang paling dominan memengaruhi keputusan saluran pemasaran dengan nilai koefisien beta sebesar 0,476. Oleh karena itu, peningkatan akses informasi harga, perbaikan infrastruktur transportasi, dan penguatan kelembagaan petani perlu dilakukan untuk mendukung sistem pemasaran cabai rawit yang lebih efisien dan menguntungkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan komoditas hortikultura strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun menghadapi permasalahan serius berupa ketidakstabilan produksi dan fluktuasi harga yang ekstrem. Rantai pasok cabai rawit di wilayah ini melibatkan lima pelaku utama, yaitu petani, pedagang pengepul, pedagang besar, pedagang pengecer, dan konsumen akhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur rantai pasok, mengidentifikasi faktor penyebab fluktuasi harga, serta mengetahui efisiensi pemasaran cabai rawit di Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara. Pengambilan sampel dilakukan melalui purposive sampling terhadap 15 responden petani dan snowball sampling terhadap pelaku rantai pasok lainnya. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pasok cabai rawit di Kecamatan Malinau Kota melibatkan lima pelaku utama dengan dua saluran pemasaran, yaitu Saluran I (three-level marketing: petani → pengepul → pedagang besar → pengecer → konsumen) dan Saluran II (two-level marketing: petani → pengepul → pengecer → konsumen). Faktor utama fluktuasi harga meliputi perubahan iklim, serangan hama penyakit, ketidakseimbangan penawaran-permintaan, dan lemahnya posisi tawar petani. Berdasarkan analisis farmer's share, Saluran I menghasilkan nilai 54,55% dan Saluran II sebesar 67%, keduanya melampaui ambang efisiensi 50%. Saluran II dinilai lebih efisien karena memiliki rantai distribusi lebih pendek dan proporsi harga yang diterima petani lebih besar. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kelembagaan petani dan pengembangan saluran distribusi yang lebih efisien guna meningkatkan kesejahteraan petani dan stabilitas harga.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi saluran pemasaran serta menganalisis biaya pemasaran, margin pemasaran, dan farmer’s share cabai rawit (Capsicum frutescens L.) di Kota Tarakan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Mei 2026 di Kelurahan Kampung Enam dan Mamburungan, Kecamatan Tarakan Timur, serta Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling terhadap 70 petani cabai rawit. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis saluran pemasaran, margin pemasaran, biaya pemasaran, dan farmer’s share. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua saluran pemasaran cabai rawit di Kota Tarakan, yaitu saluran pemasaran langsung (produsen–konsumen) yang digunakan oleh 12 petani (17,14%) dan saluran pemasaran tidak langsung (produsen–agen–pedagang pengecer–konsumen) yang digunakan oleh 58 petani (82,86%). Pada saluran pemasaran langsung tidak terdapat biaya pemasaran maupun margin pemasaran, sehingga nilai farmer’s share mencapai 100%. Sementara itu, pada saluran pemasaran tidak langsung diperoleh total biaya pemasaran sebesar Rp14.535/kg, total margin pemasaran sebesar Rp35.212/kg, dan total keuntungan lembaga pemasaran sebesar Rp20.677/kg. Nilai farmer’s share pada saluran ini sebesar 71%, yang menunjukkan bahwa petani menerima 71% dari harga yang dibayarkan oleh konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pemasaran langsung memberikan bagian harga yang lebih besar kepada petani dibandingkan saluran pemasaran tidak langsung
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Cabai rawit merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat dan menjadi sumber pendapatan bagi pedagang di pasar tradisional. Fluktuasi harga, perubahan permintaan, serta tingginya biaya operasional menyebabkan perlunya dilakukan analisis kelayakan usaha untuk mengetahui tingkat keuntungan dan keberlanjutan usaha perdagangan cabai rawit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan, dan kelayakan usaha pedagang cabai rawit di Pasar Induk Tanjung Selor. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari–Mei 2026 menggunakan metode survei. Penentuan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 20 pedagang cabai rawit. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis biaya, penerimaan, pendapatan, Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), Benefit Cost Ratio (B/C Ratio), Break Even Point (BEP) Volume, Break Even Point (BEP) Penerimaan, dan Return on Investment (ROI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya total yang dikeluarkan pedagang sebesar Rp10.312.909,69 per minggu, rata-rata penerimaan sebesar Rp11.622.187,50 per minggu, dan rata-rata pendapatan sebesar Rp1.309.277,81 per minggu. Hasil analisis kelayakan menunjukkan nilai R/C Ratio sebesar 1,13, B/C Ratio sebesar 0,13, BEP Volume sebesar 1,75 kg, BEP Penerimaan sebesar Rp110.865,85, dan ROI sebesar 13%. Berdasarkan indikator tersebut, usaha perdagangan cabai rawit di Pasar Induk Tanjung Selor dinyatakan layak untuk dijalankan dan dikembangkan karena mampu menghasilkan keuntungan, menutupi seluruh biaya yang dikeluarkan, serta memberikan tingkat pengembalian modal yang positif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Risiko produksi cabai rawit merujuk pada potensi masalah yang dapat mempengaruhi hasil produksi cabai rawit. Karena itu, dibutuhkan strategi untuk mengatasi risiko produksi berdasarkan tingkat dan sumber risiko yang dihadapi petani. Penelitian sumber risiko produksi cabai rawit di Kelurahan Mamburungan Timur Kota Tarakan bertujuan untuk (1) mengetahui karakteristik petani cabai rawit di Kelurahan Mamburungan Timur Kota Tarakan (2) mengetahui sumber-sumber risiko produksi cabai rawit di Kelurahan Mamburungan Timur Kota Tarakan (3).menganalisis tingkat risiko produksi cabai rawit di Kelurahan Mamburungan Timur Kota Tarakan (4) mengetahui strategi yang dapat mengurangi risiko produksi cabai rawit di Kelurahan Mamburungan Timur Kota Tarakan. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan sensus sampling dengan jumlah responden 24 orang petani cabai rawit di Kelurahan Mamburungan Timur. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis risiko produksi (koefisien variasi). Hasil dari penelitian ini tingkat risiko produksi cabai rawit CV = 0,036 0,5 yang berarti risiko kecil yang dihadapi petani cabai rawit adalah 3,6 % dari produksi rata-rata cabai rawit 1461 kg. sumber risiko yang dihadapi mencakup keadaan cuaca terutama curah hujan tinggi, serangan hama dan penyakit, luas lahan serta kualitas sumberdaya manusia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu komoditas tanaman pangan yang menjadi unggulan dan mempunyai potensi di Indonesia adalah cabai rawit. Kecamatan Muruk Rian merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Tana Tidung yang merupakan salah satu daerah sentra produksi cabai rawit. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pendapatan dalam usaha tani cabai rawit di Kecamatan Muruk Rian Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling dengan Metode penentuan sampel dalam penelitian ini merupakan teknik sensus sampling dengan jumlah responden 32 petani cabai rawit. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Abstrak ata yang digunakan pendapatan dan kelayakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa biaya produksi usaha tani yang dikeluarkan petani cabai rawit di Kecamtan Muruk Rian pada setiap kali panen sebesar 2.984.789 kg/7 bulan yang terdiri dari biaya tetap sebesar Rp 193.906 dan biaya variabel 2.790.883, penerimaan sebesar Rp 47.010.938, pendapatan sebesar Rp 44.026.194 dan R/C ratio sebesar 15,7. Hal ini berarti usaha tani cabai rawit tersebut layak untuk diusahakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemberian pupuk bersubsidi merupakan program prioritas pemerintah untuk meringankan beban petani sehingga pada saat mereka membutuhkan pupuk untuk tanaman sayurannya tersedia dengan harga yang terjangkau. Dalam upaya meningkatkan produktivitas dan produksi pertanian, pemerintah membuat kebijakan yang bertujuan untuk memfasilitasi sarana dan prasarana pertanian, salah satunya adalah kebijakan subsidi pupuk bagi petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketersediaan pupuk bersubsidi terhadap produksi usaha tani hortikultura cabai rawit di Kota Tarakan. Lokasi penelitian ini bertempat di Kelurahan Juata Permai. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 35 petani. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dengan menggunakan analisis Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian menunjukkan: persamaan regresi yang diperoleh Y=3,205 + 0,158X1 + 0,156X2+ 0,132X3. Uji determinasi R square sebesar 0,998. Uji F menunjukkan bahwa tingkat signifikansi 0,000 0,05 yang berarti luas lahan, pupuk urea, pupuk Sp-36 berpengaruh signifikan secara simultan. Uji t menunjukkan bahwa variabel luas lahan(X1), pupuk urea(X2), pupuk sp-36(X3) berpengaruh signifikan terhadap produksi cabai (Y) dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 0,05.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Sayuran merupakan komoditas pangan yang mengandung mineral dan vitamin penting bagi tubuh manusia. Sayuran memiliki potensi sebagai sumber pertumbuhan baru dalam rangka pemenuhan gizi, perolehan devisa, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan perbaikan pendapatan petani. Salah satu jenis sayuran yang termasuk dalam komoditi unggulan adalah cabai. Cabai merupakan salah satu bahan baku yang dibutuhkan secara berkesinambungan karena merupakan bahan pangan yang di konsumsi setiap saat, maka cabai akan terus dibutuhkan dengan jumlah yang semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan perekonomian nasional. Tujuan penelitian ini, (1) untuk menganalisis pengaruh penggunaan input produksi bibit, pupuk, pestisida, dan tenaga kerja dan (2) untuk mengetahui tingkat efisiensi teknis, efisiensi harga, dan efisiensi ekonomi usaha tani cabai rawit di Kelurahan Mamburungan Kecamatan Tarakan Timur. Penelitian in dilaksanakan di Kelurahan Mamburungan pada bulan Juli 2023 sampai dengan selesai. Jumlah sampel yang digunakan adalah 30 petani responden, dengan metode sensus. Data yang digunakan data primer dan data sekunder. Metode analisis data menggunakan analisis fungsi produksi Cobb-Douglass dan analisis efisiensi teknis, harga/alokatif, dan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien elastisitas benih (0,176), pupuk (0,146) dan pestisida (0,000), dan tenaga kerja (0,127). Nilai efisiensi teknis (1,093), nilai efisiensi harga/alokatif (646,12), nilai efisiensi ekonomi (706,209), ketiga nilai efisiensi tersebut belum bisa dikatakan efisiensi secara teknis, harga, maupun ekonomi karena nilainya masih kurang atau melebihi dari satu, sehingga perlu dilakukan pengurangan ataupun penambahan penggunaan faktor-faktor produksi agar tercapai efisiensi teknis, harga maupun ekonomi pada usaha tani cabai di Kelurahan Mamburungan, Kecamatan Tarakan Timur.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penggunaan sumber daya pertanian secara efisien adalah kunci untuk meningkatkan produktivitas pertanian sehingga walaupun dengan sumber daya yang terbatas. Covid-19 adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus SARS CoV-2 yang memiliki gejala mirip dengan flu biasa, yang dapat berlanjut pada sakit parah dan radang paru-paru(pneumonia) sehingga menyebabkan kesulitan bernafas. Kasus di Indonesia pertama kali diketahui, dengan diumumkan nya 2 warga yang dinyatakan positif Covid-19. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan, mulai bulan oktober hingga Desember 2022. Pengambilan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling di tanjung buka sp 5 Kecamatan Tanjung Palas Tengah terhadap petani cabai rawit. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil pendapatan petani sebelum pandemi sebesar Rp 2.887.859 dan pada saat pandemi sebesar Rp 4.540.847.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar pendapatan dan kelayakan usahatani cabai rawit di Kelurahan Mamburungan Timur Kota Tarakan. Responden dalam penelitian ini sebanyak 25 orang petani cabai rawit yang ditentukan melalui metode sensus. Jenis data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang diperoleh melalui wawancara, observasi dan kuisioner. Data sekunder yaitu data yang diperoleh melalui dokumen, catatan, jurnal dan lain-lain yang dibutuhkan dalam penelitian. Metode analisis data dalam penelian ini menggunakan R/C Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Pertama, rata-rata pendapatan yang diperoleh petani cabai rawit di Kelurahan Mamburungan Timur dalam satu kali musim tanam adalah sebesar Rp.156.166.161. Kedua, analisis kelayakan R/C Ratio berdasarkan data yang diperoleh pada saat penelitian menunjukkan nilai sebesar 11,49 yang dapat diartikan bahwa usahatani cabai rawit di Kelurahan Mamburungan Timur layak untuk diusahakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Cabai rawit merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Rantai pasok cabai rawit merupakan suatu konsep yang berkaitan dengan aliran produk, aliran informasi, dan aliran keuangan. Tujuan penelitian ini adalah (1)Untuk mengetahui mekanisme rantai pasok pada komoditas cabai rawit terkait aliran produk, aliran informasi, dan aliran keuangan (2) Untuk mengetahui efesiensi rantai pasok yang dapat dilihat dari nilai share keuntungan. Metode penentuan sampel menggunakan metode snowball sampling digunakan untuk pengambilan contoh lembaga atau mata rantai yang terlibat. Hasil penelitian ini menunjukan saluran pemasaran di Pasar Gusher Kota Tarakan meliputi (a)aliran produk dalam rantai pasokanberupa cabai rawit dengan kualitas terbaik, (b)aliran informasi pada rantai pasokan komoditas cabai rawit adalah informasi dari petani dan pedagang pengepul, (c)aliran keuangan dalam rantai pasokan komoditas cabai rawit di Pasar Gusher Kota Tarakan dimana aliran keuangan tersebut sistem pembayaran yang digunakan yaitu tunai.Terdapat tiga saluran rantai pasok yaitu : margin, distribusi dan farmer’s share . Pada saluran I diperoleh total margin Rp. 47.750/kg, pada saluran II diperoleh total margin Rp. 10.833/kg dan pada saluran III diperoleh total margin Rp.28.333/kg. Hasil perhitungan farmer’s share pada saluran I diperoleh total 66%, kemudian saluran II diperoleh total 91,2% dan pada saluran III diperoleh total margin 74%. Berdasarkan perhitungan efisiensi diketahui bahwa saluran rantai pasok II merupakan saluran paling efisien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peran lembaga dalam agribisnis usaha tani cabai rawit yang ada di wilayah Tanjung Palas Tengah tepatnya di Desa Salimbatu tersebut tidak berjalan secara optimal. Kendala dalam mendorong pengembangan cabai rawit yaitu kurangnya tenaga terampil, keterbatan dalam penerapan teknologi, pasca penen dan akses transportasi yang minim. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengidentifikasi lembaga-lembaga yang terlibat dalam agribisnis cabai rawit dan mengetahui bagaimana keterlibatan lembaga dalam agribsinis cabai rawit di Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah Kabupaten Bulungan. Metode penentuan sampel menggunakan Purposive Sampling dengan menggunakan informan sebanyak 10 orang dari berbagai lembaga/instansi terkait. Dengan teknik pengolahan data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 10 lembaga utama yang terlibat dalam agribisnis cabai rawit diantaranya yaitu lembaga (1) Kelompok Tani (2) Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan, (3) Balai Penyuluh Lapangan (4) Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan, (5) PT.PKN (6) Pemerintah Desa Salimbatu (7) Kecamatan Tanjung Palas Tengah (8) Bank Kaltimtara Tanjung Palas Cabang Pembantu (9) Usaha kecil dan menengah pesona sambel (10) Tengkulak. Bentuk Peran lembaga dalam agribisnis cabai rawit yaitu Lembaga yang terlibat dalam subsitem Hulu adalah 1) Dinas pertanian Kabupaaten Bulungan 2) Kelompok Tani. 3) Bank Kaltimtara Tanjung Palas Cabang Pembantu 4) PT. PKN, kemudian lembga yang terlibat dalam subsistem Usaha Tani adalah 1) Balai Penyuluh Pertanian 2) Kelompok Tani. 3) Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan 4) Pemerintah Desa Salimbatu 5) Kecamatan Tanjung Palas Tengah, dan lembaga yang terlibat dalam subsistem hilir adalah 1) Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdaganganian 2) Tengkulak 3) UKM Pesona Sambel, serta lembaga yang terlibat dalam subsistem penunjang adalah 1) Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan 2) Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan 3) PT. PKN 4) Bank Kaltimtara Tanjung Palas Cabang Pembantu 5) Kecamatan Tanjung Palas Tengah 6) Pemerintah Desa Salimbatu. 7) Kelompok Tani
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•
DWI RIZKY OKTAVIAN. 1640202010. 2020. “ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENAWARAN CABAI RAWIT DI KOTA TARAKAN”. DIBIMBING OLEH DR. ETTY WAHYUNI MS, S.HUT., MP. CABAI RAWIT ADALAH SALAH SATU HASIL PERTANIAN YANG BANYAK DIMINATI MASYARAKAT, BAIK SEBAGAI BAHAN CAMPURAN MASAKAN SEHARI-HARI DAN BAHAN BAKU INDUSTRI PANGAN. PENAWARAN CABAI RAWIT DAPAT DIPENGARUHI OLEH BEBERAPA FAKTOR SEPERTI HARGA, PRODUKSI DAN JUMLAH PENDUDUK. PENELITIAN INI BERTUJUAN UNTUK MENGETAHUI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENAWARAN CABAI RAWIT DAN ELASTISITAS PENAWARAN CABAI RAWIT DI KOTA TARAKAN. DATA DALAM PENELITIAN INI ADALAH DATA SEKUNDER PERIODE TAHUN 2014-2018 YANG DIPEROLEH DARI INSTANSI TERKAIT. ANALISIS DATA YANG DIGUNAKAN ADALAH REGRESI LINEAR BERGANDA DALAM BENTUK LOGARITMA NATURAL. HASIL ANALISIS DATA DI PEROLEH PERSAMAAN LN Y = 82,332 + 1,874X1 + 2,955X2 – 3,224 X3 – 6,969X4 + E. R SQUARE SEBESAR 99,5% YANG BERARTI BAHWA VARIASI PENAWARAN CABAI RAWIT DI KOTA TARAKAN DAPAT DIJELASKAN OLEH VARIABEL PRODUKSI CABAI RAWIT, HARGA CABAI RAWIT, HARGA CABAI BESAR, DAN JUMLAH PENDUDUK, SEDANGKAN 0,5% DIPENGARUHI OLEH VARIABEL DILUAR VARIABEL YANG DITELITI.NILAI UJI F PENAWARAN ADALAH SEBESAR 0,010 SEHINGGA PRODUKSI CABAI RAWIT (X1), HARGA CABAI RAWIT (X2), HARGA CABAI BESAR (X3) DAN JUMLAH PENDUDUK (X4) BERPENGARUH SECARA SIMULTAN. ADAPUN NILAI UJI T (PARSIAL) YANG BERPENGARUH SECARA SIGNIFIKAN ADALAH PRODUKSI CABAI RAWIT (0,032), DAN HARGA CABAI RAWIT SEBESAR (0,040). SEDANGKAN, YANG TIDAK BERPENGARUH SECARA SIGNIFIKAN ADALAH HARGA CABAI BESAR SEBESAR (0,063) DAN JUMLAH PENDUDUK SEBESAR (0,092). NILAI ELASTISITAS PENAWARAN HARGA CABAI RAWIT SEBESAR 2,955 BERSIFAT ELASTIS DAN HARGA CABAI BESAR ADALAH SEBESAR 3,224 BERSIFAT ELASTIS.