Abstrak
Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan komoditas hortikultura strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun menghadapi permasalahan serius berupa ketidakstabilan produksi dan fluktuasi harga yang ekstrem. Rantai pasok cabai rawit di wilayah ini melibatkan lima pelaku utama, yaitu petani, pedagang pengepul, pedagang besar, pedagang pengecer, dan konsumen akhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur rantai pasok, mengidentifikasi faktor penyebab fluktuasi harga, serta mengetahui efisiensi pemasaran cabai rawit di Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara. Pengambilan sampel dilakukan melalui purposive sampling terhadap 15 responden petani dan snowball sampling terhadap pelaku rantai pasok lainnya. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pasok cabai rawit di Kecamatan Malinau Kota melibatkan lima pelaku utama dengan dua saluran pemasaran, yaitu Saluran I (three-level marketing: petani → pengepul → pedagang besar → pengecer → konsumen) dan Saluran II (two-level marketing: petani → pengepul → pengecer → konsumen). Faktor utama fluktuasi harga meliputi perubahan iklim, serangan hama penyakit, ketidakseimbangan penawaran-permintaan, dan lemahnya posisi tawar petani. Berdasarkan analisis farmer's share, Saluran I menghasilkan nilai 54,55% dan Saluran II sebesar 67%, keduanya melampaui ambang efisiensi 50%. Saluran II dinilai lebih efisien karena memiliki rantai distribusi lebih pendek dan proporsi harga yang diterima petani lebih besar. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kelembagaan petani dan pengembangan saluran distribusi yang lebih efisien guna meningkatkan kesejahteraan petani dan stabilitas harga.