Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

15 hasil
Subjek: Rantai Pasok
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS SUPPLY CHAIN MANAGEMENT UMKM BATIK METNA DI KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Supply Chain Management (SCM) pada UMKM Batik Metna di Kota Tarakan dengan melihat struktur rantai pasok, aliran barang, informasi, dan keuangan, proses SCM, hambatan yang dihadapi, serta upaya yang dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan rantai pasok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pemilihan informan dilakukan secara purposive dengan melibatkan lima informan yang terdiri atas pemilik UMKM Batik Metna, pemasok bahan baku, pihak UMKM Center, dan dua orang konsumen. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SCM pada UMKM Batik Metna telah berjalan melalui keterlibatan pemasok bahan baku, Batik Metna sebagai produsen, UMKM Center sebagai salah satu saluran penyaluran, dan konsumen sebagai pihak akhir. Aliran barang, informasi, dan keuangan telah berlangsung, sedangkan proses SCM meliputi perencanaan, pengadaan bahan baku, produksi, dan distribusi yang masih dikelola secara sederhana dan fleksibel sesuai kondisi usaha. Hambatan yang ditemukan meliputi keterbatasan ketersediaan bahan baku, ketidaksesuaian antara persediaan dan permintaan, kebutuhan konfirmasi mengenai informasi stok, serta pencatatan transaksi yang belum sistematis. Upaya yang dilakukan meliputi pemanfaatan beberapa sumber bahan baku, penyesuaian pembelian dengan permintaan, pengaturan produksi berdasarkan kondisi stok, pemanfaatan UMKM Center, dan pertimbangan biaya dalam pengadaan serta produksi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kinerja Rantai Pasok (Supply Chain) Ikan Bandeng Tanpa Duri dengan Metode SCOR (Studi Kasus: CV. Raja Rani Jaya di Kota Tarakan)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ketidakpastian pasokan bahan baku dan belum adanya pengukuran kinerja rantai pasok secara sistematis menjadi permasalahan yang dihadapi CV. Raja Rani Jaya dalam menjalankan usaha pengolahan ikan bandeng tanpa duri, meskipun volume produksinya mencapai 717.200 kg pada tahun 2025 dan lebih tinggi dibandingkan pesaing utamanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme rantai pasok dan menganalisis kinerjanya menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penentuan responden dilakukan dengan teknik purposive sampling, yang mencakup data 10 petambak (pemasok), pihak perusahaan, dan pedagang. Seluruh data bersumber dari data sekunder perusahaan yang dikumpulkan melalui dokumentasi dan studi pustaka, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan aliran produk, aliran keuangan, dan aliran informasi, serta diukur menggunakan pendekatan Supply Chain Operations Reference (SCOR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pasok melibatkan petambak, perusahaan, pedagang besar, pedagang kecil, dan konsumen. Aliran keuangan dan informasi telah berjalan terintegrasi sehingga mendukung kelancaran transaksi dan koordinasi antarpelaku, sedangkan aliran produk masih terkendala ketidakpastian pasokan bahan baku. Pengukuran kinerja SCOR menunjukkan nilai Perfect Order Fulfillment 98,7%, fleksibilitas 10 hari, Cash to Cash Cycle Time 9 hari, dan Inventory Days of Supply 0 hari yang seluruhnya berada pada kategori superior. Order Fulfillment Cycle Time sebesar 7,6 hari berada pada kategori parity, sedangkan Total Supply Chain Cost sebesar 64,97% berada pada kategori gap-parity. Disimpulkan bahwa kinerja rantai pasok CV. Raja Rani Jaya secara umum sudah baik, namun masih memerlukan perbaikan pada efisiensi biaya dan percepatan proses pengadaan bahan baku (source).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS RANTAI PASOK DAN SALURAN PEMASARAN KOMODITAS CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L.) DI KECAMATAN MALINAU KOTA KABUPATEN MALINAU PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan komoditas hortikultura strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun menghadapi permasalahan serius berupa ketidakstabilan produksi dan fluktuasi harga yang ekstrem. Rantai pasok cabai rawit di wilayah ini melibatkan lima pelaku utama, yaitu petani, pedagang pengepul, pedagang besar, pedagang pengecer, dan konsumen akhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur rantai pasok, mengidentifikasi faktor penyebab fluktuasi harga, serta mengetahui efisiensi pemasaran cabai rawit di Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara. Pengambilan sampel dilakukan melalui purposive sampling terhadap 15 responden petani dan snowball sampling terhadap pelaku rantai pasok lainnya. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pasok cabai rawit di Kecamatan Malinau Kota melibatkan lima pelaku utama dengan dua saluran pemasaran, yaitu Saluran I (three-level marketing: petani → pengepul → pedagang besar → pengecer → konsumen) dan Saluran II (two-level marketing: petani → pengepul → pengecer → konsumen). Faktor utama fluktuasi harga meliputi perubahan iklim, serangan hama penyakit, ketidakseimbangan penawaran-permintaan, dan lemahnya posisi tawar petani. Berdasarkan analisis farmer's share, Saluran I menghasilkan nilai 54,55% dan Saluran II sebesar 67%, keduanya melampaui ambang efisiensi 50%. Saluran II dinilai lebih efisien karena memiliki rantai distribusi lebih pendek dan proporsi harga yang diterima petani lebih besar. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kelembagaan petani dan pengembangan saluran distribusi yang lebih efisien guna meningkatkan kesejahteraan petani dan stabilitas harga.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Rantai Pasok (Supply Chain) Sayur Sawi Di Kota Tarakan (Studi : Pada Kelompok Tani Sinar Harapan Kelurahan Kampung Enam)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitin ini dilatar belakangi oleh permasalahan yaitu : bagaimana analisis rantai nilai dan efesiensi rantai pasok sayur sawi dan bagaimana proses kinerja rantai pasok sayur sawi pada kelompok tani Sinar Harapan Kelurahan Kampung Enam. Sedangkan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rantai nilai dan efisiensi rantai pasok sayur sawi dan untuk menganalisis proses kinerja rantai pasok sayur sawi pada kelompok tani Sinar Harapan Kelurahan Kampung Enam. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan analisis deskriptif meliputi rantai nilai dan efesiensi rantai pasok,proses kinerja rantai pasok. Berdasarkan hasil penelitian bahwa disimpulkan rantai nilai dan efisiensi didapat dalam satu kali produksi sebanyak 30 ikat, total biaya yang dikeluarkan sebanyak Rp 2.200/ikat sudah termasuk biaya produksi dan transportasi. Total keuntungan yang diperoleh yaitu Rp 1.800/ikat, total margin dari kedua pelaku rantai pasok (pedagang pengepul dan pedagang pengecer ) yaitu Rp 4.000 Nilai farmer’s share yang di peroleh sebesar 50%. Efisiensi pemasaran didapat sebesar 25,5% dikatakan efisien apabila hasil persentase 0 – 33 %. Jadi dari hasil farmer’s share dan efisiensi pemasarannya usaha sayur sawi di Kelurahan Kampung Enam Kota Tarakan Efisen untuk dilakukan. Pengukuran Kinerja rantai pasok memiliki hasil yang berbeda beda yaitu pemenuhan pesanan 95,4%, kinerja pengiriman 100%, siklus pemenuhan pesanan 2 hari, fleksibilitas 0,42 hari atau setara dengan setengah hari, persediaan harian 0,14 hari atau setara dengan setengah hari, persentase cost 27,5%, siklus cash to cash 2 hari. Dengan hasil-hasil berikut usaha sayur sawi di Kelurahan Kampung Enam Kota Tarakan memiliki kinerja yang baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

analisis rantai pasok tandan buah segar (tbs) pt. fangiono agri plantation (fap) tbk di kecamatan tulin onsoi kabupaten nunukan

2023•

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memberikan kontribusi paling besar untuk devisa negara, karena tanaman perkebunan ini memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Rantai pasok sangat penting bagi keberlanjutan usaha perkebunan karena dari rantai pasok kita bisa melihat bagaimana aliran produk, informasi, keuangan sehingga aktivitas perusahaan bisa berkelanjutan. Tujuan penelitian (1) Mengetahui mekanisme rantai pasok tandan buah segar di PT. FAP Agri Tbk (2) Menganalisis efisiensi rantai pasok tandan buah segar di PT. FAP Agri Tbk. Metode penentuan sampel dengan metode purposive sampling dan snowball sampling. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis efisiensi pemasaran yaitu margin pemasaran, farmer share, efisiensi pemasaran. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (a) aliran produk pada ketiga pola aliran ialah produk kelapa sawit yang segar (b) aliran informasi dari petani dengan setiap mata rantai pasokan komoditas kelapa sawit di PT. FAP Agri Tbk meliputi informasi jumlah permintaan persediaan, informasi harga serta informasi waktu (c) aliran keuangan dalam rantai pasok komoditas kelapa sawit di PT. FAP Agri Tbk pada pola aliran rantai pasok I ialah pembayaran dilakukan oleh pedagang pengepul dengan petani secara tunai, pola aliran rantai pasok II TBS dibayar oleh pihak perusahaan melalui rekening dalam tempo 3 hari setelah TBS diangkut ke perusahaan, pola aliran rantai pasok III pembayaran dilakukan secara tunai oleh pihak perusahaan. Terdapat tiga pola rantai pasok dengan margin pemasaran dan farmer’s share. Pada pola III diperoleh total margin Rp 0/kg. Hasil perhitungan farmer’s share pada pola I diperoleh total sebesar 80,00%, pada pola II diperoleh total sebesar 80,00% dan pada pola III diperoleh total sebesar 100,00%. Berdasarkan perhitungan efisiensi diketahui bahwa pola rantai pasok III merupakan saluran yang lebih efisien karena total margin lebih kecil yaitu Rp 0/kg dan bagian petani terbilang besar yaitu 100,00% .

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Komitmen Dan Kepercayaan Terhadap Kinerja Rantai Pasokan Toko Kelontong

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh Komitmen dan Kepercayaan terhadap Kinerja Rantai Pasokan Toko Kelontong di Pasar Tenguyun Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pengambilan sampel dilakukan dengan Teknik probability sampling berjenis simple random sampling. Sampel yang diperoleh berjumlah 100 responden pemilik Toko Kelontong Pasar Tenguyun Tarakan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan program SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel komitmen berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja rantai pasokan. Kemudian bahwa variabel kepercayaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja rantai pasokan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA MANAJEMEN RANTAI PASOKAN PADA USAHA KEDAI-KEDAI KOPI DI KOTA TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor rantai pasokan yang terdiri dari hubungan jangka panjang, berbagi informasi, kepercayaan, dan kolaborasi terhadap manajemen rantai pasokan. Survei penelitian ini menggunakan kuesioner yang dilakukan pada 100 usaha kedai-kedai kopi di Kota Tarakan dengan menggunakan Teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan jangka panjang, kepercayaan, dan kolaborasi berpengaruh positif signifikan terhadap manajemen rantai pasokan, sedangkan berbagi informasi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap manajemen rantai pasokan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Rantai Pasok (Supply Chain) Komoditas Cabai Rawit ( Capsicum Frutescens) di Pasar Gusher Kota Tarakan

2022•

Cabai rawit merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Rantai pasok cabai rawit merupakan suatu konsep yang berkaitan dengan aliran produk, aliran informasi, dan aliran keuangan. Tujuan penelitian ini adalah (1)Untuk mengetahui mekanisme rantai pasok pada komoditas cabai rawit terkait aliran produk, aliran informasi, dan aliran keuangan (2) Untuk mengetahui efesiensi rantai pasok yang dapat dilihat dari nilai share keuntungan. Metode penentuan sampel menggunakan metode snowball sampling digunakan untuk pengambilan contoh lembaga atau mata rantai yang terlibat. Hasil penelitian ini menunjukan saluran pemasaran di Pasar Gusher Kota Tarakan meliputi (a)aliran produk dalam rantai pasokanberupa cabai rawit dengan kualitas terbaik, (b)aliran informasi pada rantai pasokan komoditas cabai rawit adalah informasi dari petani dan pedagang pengepul, (c)aliran keuangan dalam rantai pasokan komoditas cabai rawit di Pasar Gusher Kota Tarakan dimana aliran keuangan tersebut sistem pembayaran yang digunakan yaitu tunai.Terdapat tiga saluran rantai pasok yaitu : margin, distribusi dan farmer’s share . Pada saluran I diperoleh total margin Rp. 47.750/kg, pada saluran II diperoleh total margin Rp. 10.833/kg dan pada saluran III diperoleh total margin Rp.28.333/kg. Hasil perhitungan farmer’s share pada saluran I diperoleh total 66%, kemudian saluran II diperoleh total 91,2% dan pada saluran III diperoleh total margin 74%. Berdasarkan perhitungan efisiensi diketahui bahwa saluran rantai pasok II merupakan saluran paling efisien.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI PENGARUH MANAJEMEN RANTAI PASOK DAN PANDEMI COVID-19 TERHADAP KINERJA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG LABORATORIUM SENTRAL ILMU HAYATI (LSIH) UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN.

2022•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh manajemen rantai pasok dan pandemi covid-19 terhadap kinerja proyek pembangunan gedung laboratorium sentral ilmu hayati (lSIH) universitas borneo tarakan. Responden dalam penelitain ini diambil menggunakan metode purposive sampling pada semua pihak yang terlibat dalam proyek ini. Pengujian instrumen menggunakan uji validitas dan reabilitas menggunakan spss versi 25. Metode analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen rantai pasok memberikan pengarih positif terhadap kinerja proyek sedangkan pandemic covid-19 memberikan pengarih negative terhadap kinerja proyek serta diperoleh persamaan regresi Y = 12.335 + 0.141X1 - 0.264X2.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Rantai Pasok Komoditas Mentimun (Cucumis sativus L.) di Kota Tarakan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mentimun merupakan salah satu komoditas pertanian yang banyak di komsumsi masyarakat dan memilki harga yang fluktuatif. Rantai pasok mentimun merupakan suatu jaringan yang saling berkaitan dengan aliran produk, informasi dan keuangan dalam proses distribusinya. Tujuan penelitian satu untuk mengetahui mekanisme rantai pasok yang terkait dengan 3 aliran yakni : aliran produk, aliran informasi dan aliran keuangan, kedua untuk mengetahui efisiensi rantai pasok yang dapat dilihat dari nilai margin pemasaran dan farmer share. Metode yang digunakan dalam penentuan sample adalah dengan metode purposive sampling dan snowball sampling, analisis data yang digunakan adalah analisis deskptif mixed method. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa komoditas mentimun di Tarakan (a) aliran produk dalam rantai pasokan mentimun berupa buah yang segar, (b) aliran informasi dalam rantai pasok komoditas mentimun ini dimulai dari petani dengan setiap pelaku rantai pasok komoditas mentimun di Kota Tarakan, (c) aliran keuangan dalam rantai pasok Kota Tarakan sangat mempengaruhi kinerja disetiap sistem pembayaran selama proses distribusi. Pengukuran kerja dalam rantai pasok dilakukan dengan pendekatan efisiensi rantai pasok yang perhitungannya berbeda-beda. Terdapat dua saluran rantai pasok dengan margin pemasaran, distribusi margin dan farmer share. Pada saluran pertama nilai margin yang diperoleh Rp.3.375 per kilogram dengan nilai farmer share 46% sehingga pada saluran pertama tidak efisien dan pada saluran kedua nilai margin share yang di peroleh Rp. 300 per kilogram dengan nilai farmer share 91% sehingga pada saluran dapat dikatakan efisien.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Rantai Pasok Komoditas Kelapa Sawit ( Elaeis Quineensis Jacq ) di Kecamatan Sebatik Utara Kabupaten Nunukan

2022•

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki harga fluktuatif. Rantai pasokan kelapa sawit merupakan suatu konsep yang memiliki pengaturan yang berkaitan dengan aliran produk, aliran informasi, dan aliran keuangan dalam proses distribusinya. Tujuan penelitian (1) untuk mengetahui mekanisme rantai pasokan yang terkait dengan aliran produk, aliran informasi serta aliran keuangan (2) untuk mengetahui efisiensi rantai pasok yang dapat dilihat dari nilai margin pemasaran dan persentase farmer`s share. Metode penentuan sampel yaitu dengan metode purposive sampling dan snowball sampling dan analisis data menggunakan analisis deskriptif mixed method. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mekanisme rantai pasok komoditas kelapa sawit di Kecamatan Sebatik Utara meliputi (a)aliran produk dalam rantai pasokan kelapa sawit di Kecamatan Sebatik Utara berupa buah kelapa sawit yang segar,(b) aliran informasi pada rantai pasokan komoditas kelapa sawit adalah aliran informasi dari petani dengan setiap mata rantai pasokan komoditas kelapa sawit di Kecamatan Sebatik Utara, (c) aliran keuangan dalam rantai pasokan komoditas kelapa sawit di Kecamatan Sebatik Utara dimana aliran keuangan tersebut, sistem transaksi pembayaran yang digunakan selama proses distribusi sangat mempengaruhi kinerja dari setiap mata rantai. Pengukuran kinerja rantai pasok yang dilakukan dengan pendekatan efisiensi rantai pasok yang perhitungannya berbeda-beda. Terdapat tiga saluran rantai pasok dengan margin, distribusi dan farmer’s share . Pada saluran I diperoleh total margin Rp 14.250/kg, pada saluran II diperoleh total margin Rp 8.250/kg, dan pada saluran III diperoleh total margin Rp 5.000/kg. Hasil perhitungan farmer’s share pada saluran I diperoleh total sebesar 78%, kemudian pada saluran II diperoleh total sebesar 87%, dan pada saluran III diperoleh total sebesar 92%. Berdasarkan perhitungan efisiensi diketahui bahwa saluran rantai pasok III merupakan saluran yang efisien karena bagian petani terbilang besar yaitu 92%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Risiko Dalam Aliran Rantai Pasok Pada Proyek Konstruksi Gedung Di Kota Tarakan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pertumbuhan ekonomi pada sektor konstruksi di Indonesia mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya yaitu rantai pasok. Banyaknya pihak yang terlibat dalam rantai pasok meningkatkan risiko pada suatu proyek konstruksi. Apalagi di tengah pandemi global yang disebabkan oleh Covid-19. Kota Tarakan adalah salah satu wilayah yang tingkat pandemi covid-19 nya tinggi sehingga segala aktivitas terutama proyek konstruksi terganggu. Dalam penerapan pembatasan sosial berskala besar, beberapa proyek pembangunan gedung tetap berjalan sehingga menambah risiko yang dapat terjadi dalam aliran rantai pasok pada proyek konstruksi gedung di Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko dan menentukan risiko dominan (major risk) dalam aliran rantai pasok pada proyek konstruksi gedung di Kota Tarakan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survei yang dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada responden yang berkaitan dengan objek penelitian pada proyek konstruksi yaitu para kontraktor yang sedang menjalankan proyek konstruksi gedung di Kota Tarakan. Responden dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling yaitu para expert pada proyek konstruksi gedung di Kota Tarakan. Metode analisis meliputi identifikasi risiko dan analisis risiko. Hasil analisa menunjukkan bahwa terdapat 27 risiko yang teridentifikasi dalam aliran rantai pasok pada proyek konstruksi gedung di Kota Tarakan dan terdapat 10 risiko yang masuk dalam kategori risiko dominan (major risk) yaitu 2 risiko dalam aliran informasi (flow of information), 6 risiko dalam aliran material (flow of material) dan 2 risiko dalam aliran biaya (flow of fund).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETAHANAN RANTAI PASOKAN PADA USAHA KEDAI-KEDAI KOPI DI KOTA TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh faktor-faktor rantai pasokan yang terdiri dari visibilitas, berbagi informasi, budaya manajemen risiko, dan ketidakpastian perilaku terhadap ketahanan rantai pasokan. Survei menggunakan kuesioner dilakukan pada 50 usaha kedai-kedai kopi di Kota Tarakan dengan teknik purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya manajemen risiko dan berbagi informasi berpengaruh positif signifikan terhadap ketahanan rantai pasokan. Sementara, ketidakpastian perilaku tidak berpengaruh terhadap ketahanan rantai pasokan. Menariknya, ditemukan bahwa visibilitas berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap ketahanan rantai pasokan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS MANAJEMEN RANTAI PASOK KOMODITI PISANG KEPOK ( Musa paradisiaca L .) DI DESA SAJAU HILIR KECAMATAN TANJUNG PALAS TIMUR KABUPATEN BULUNGAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pisang Kepok merupakan produk yang banyak di budidayakan di Desa Sajau Hilir Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan. Untuk mendapatkan produk yang berkualitas, murah dan cepat diperlukan peran semua pihak dalam manajemen rantai pasok mulai dari supplier, manufacturer, distributor, retailer dan customer. Tujuan penelitian adalah menganalisis manajemen rantai pasok komoditi pisang kepok (Musa paradisiaca L.) mulai dari arus produk, arus informasi, dan arus keuangan. Metode Penelitian adalah deskriptif kualitatif. Teknik penentuan sampel secara Purposive Sampling dan Snowball Sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis manajemen rantai pasok. Hasil penelitian menunjukkan manajemen rantai pasok pisang kepok mulai dari arus produk tentang awal memproduksi hingga ke penjualan akhir ke konsumen, produk yang dijual sesuai dengan permintaan pasar dapat mencegah menurunya harga dan kualitas produk yang dipasarkan; arus informasi yang terjadi yaitu dua arah sehingga informasi yang disampaikan jelas sesuai dengan permintaan dan kebutuhan pasar, sehingga dapat menentukan harga yang ada di pasaran, dan menjaga mutu pisang kepok tetap baik; arus keuangan tentang harga dan distribusi produk yang tepat dan memadai dan meneka kerugian yang ada sehingga dapat berjalannya rantai pasok yang mendukung tercapainya manajemen rantai pasok yang efektif dan berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemodelan Simulasi Risiko Supply Chain Beton Ready Mix untuk Proyek Konstruksi di Kota Tarakan

2021•

Pemodelan Simulasi Risiko Supply Chain Beton Ready Mix untuk Proyek Konstruksi di Kota Tarakan ABSTRAK Penelitian ini menyajikan analisis risiko rantai pasok beton ready mix pada proyek konstruksi di Kota Tarakan dengan cara survei dan wawancara langsung ke lapangan. Dalam pelaksanaannya, manajemen rantai pasok memiliki risiko-risiko negatif yang dapat menghambat pengadaan suatu material maka diperlukan suatu manajemen risiko rantai pasok. Untuk mengetahui risiko yang menghambat tersebut digunakan suatu analisis yaitu Matriks Probabibiltas dan Dampak dengan hasil pengkategorian tingkat dari variabel risiko. Risiko berkategori tinggi dari persepsi pemasok beton ready mix terhadap kontraktor memiliki satu variabel di aliran finansial. Sedangkan dari persepsi kontraktor terhadap pemasok beton ready mix, risiko yang berkategori tinggi terjadi pada satu variabel dalam aliran material/fisik dan satu variabel dalam aliran finansial. Selanjutnya, penelitian ini juga membangun simulasi rantai pasok menggunakan metode monte carlo dengan aplikasi crystal ball. Hasil simulasi menunjukkan rentang waktu keterlambatan beton ready mix dalam rantai pasok yaitu beton ready mix memiliki keterlambatan minimum 6,76 hari; maksimum 9,09 hari dan paling sering 7,93 hari. Hasil analisis grafik sensitivitas menunjukkan risiko keterlambatan akibat ‘penundaan pengiriman material karena masalah finansial yang tidak lancar dengan persentase risiko paling dominan sebesar 16,1%, risiko ‘waktu tunggu material yang lama untuk memenuhi kuota pemesanan karena pengiriman bertahap dari keterbatasan alat angkut oleh supplier memiliki persentase sebesar 10,6% dan untuk risiko ‘detail desain yang tidak lengkap mengakibatkan tidak matangnya kuantitas material yang akan dipesan sehingga perlu pemesanan ulang material dengan persentase sebesar 8,6%. Keywords: Supply chain, Ready Mix Concrete, Contractors, Suppliers Ready Mix Concrete Supply Chain Risk Simulation Modeling For Construction Projects in Tarakan City Abstract This study focused on a risk analysis of the mix concrete supply chain on a construction project in Tarakan City by means of surveys and direct interviews in the field. In practice, supply chain management has negative risks that can hinder the procurement of a material, so a supply chain risk management is needed. To find out the inhibiting risks, an analysis was used, namely the probability and impact matrix with the results of categorizing the level of risk variables. The high category risk from the perception of ready mix concrete suppliers to contractors had one variable in financial flow. Meanwhile, from the contractor’s perception of the ready mix concrete supplier, a high category risk occurred in one variable in material/physical flow and one variable in financial flow. Futhermore, this study also built a supply chain simulation using the Monte Carlo method with a crystal ball application. The simulation result showed that the time span of the ready mix concrete delayed in the supply chain, namely ready mix concrete had a minimum delay of 6.76 days, a maximum delay of 9.09 days, and most often delay of 7.93 days. The results of the sensitivity chart analysis showed that the risk of delays was due to delays in material delivery caused by non-current financial problems with the most dominant risk percentages of 16.1%. The risk of long waiting times for materials to meet order quotas was due to gradual delivery of limited transportation equipment by suppliers, with percentage of 10.6%. The risk of incomplete design details resulted in the immaturity of the quantity of material to be ordered, so it was necessary to reorder materials with percentage of 8.6%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail