Abstrak
Pertumbuhan ekonomi pada sektor konstruksi di Indonesia mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya yaitu rantai pasok. Banyaknya pihak yang terlibat dalam rantai pasok meningkatkan risiko pada suatu proyek konstruksi. Apalagi di tengah pandemi global yang disebabkan oleh Covid-19. Kota Tarakan adalah salah satu wilayah yang tingkat pandemi covid-19 nya tinggi sehingga segala aktivitas terutama proyek konstruksi terganggu. Dalam penerapan pembatasan sosial berskala besar, beberapa proyek pembangunan gedung tetap berjalan sehingga menambah risiko yang dapat terjadi dalam aliran rantai pasok pada proyek konstruksi gedung di Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko dan menentukan risiko dominan (major risk) dalam aliran rantai pasok pada proyek konstruksi gedung di Kota Tarakan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survei yang dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada responden yang berkaitan dengan objek penelitian pada proyek konstruksi yaitu para kontraktor yang sedang menjalankan proyek konstruksi gedung di Kota Tarakan. Responden dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling yaitu para expert pada proyek konstruksi gedung di Kota Tarakan. Metode analisis meliputi identifikasi risiko dan analisis risiko. Hasil analisa menunjukkan bahwa terdapat 27 risiko yang teridentifikasi dalam aliran rantai pasok pada proyek konstruksi gedung di Kota Tarakan dan terdapat 10 risiko yang masuk dalam kategori risiko dominan (major risk) yaitu 2 risiko dalam aliran informasi (flow of information), 6 risiko dalam aliran material (flow of material) dan 2 risiko dalam aliran biaya (flow of fund).