ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ketidakpastian pasokan bahan baku dan belum adanya pengukuran kinerja rantai pasok secara sistematis menjadi permasalahan yang dihadapi CV. Raja Rani Jaya dalam menjalankan usaha pengolahan ikan bandeng tanpa duri, meskipun volume produksinya mencapai 717.200 kg pada tahun 2025 dan lebih tinggi dibandingkan pesaing utamanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme rantai pasok dan menganalisis kinerjanya menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penentuan responden dilakukan dengan teknik purposive sampling, yang mencakup data 10 petambak (pemasok), pihak perusahaan, dan pedagang. Seluruh data bersumber dari data sekunder perusahaan yang dikumpulkan melalui dokumentasi dan studi pustaka, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan aliran produk, aliran keuangan, dan aliran informasi, serta diukur menggunakan pendekatan Supply Chain Operations Reference (SCOR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pasok melibatkan petambak, perusahaan, pedagang besar, pedagang kecil, dan konsumen. Aliran keuangan dan informasi telah berjalan terintegrasi sehingga mendukung kelancaran transaksi dan koordinasi antarpelaku, sedangkan aliran produk masih terkendala ketidakpastian pasokan bahan baku. Pengukuran kinerja SCOR menunjukkan nilai Perfect Order Fulfillment 98,7%, fleksibilitas 10 hari, Cash to Cash Cycle Time 9 hari, dan Inventory Days of Supply 0 hari yang seluruhnya berada pada kategori superior. Order Fulfillment Cycle Time sebesar 7,6 hari berada pada kategori parity, sedangkan Total Supply Chain Cost sebesar 64,97% berada pada kategori gap-parity. Disimpulkan bahwa kinerja rantai pasok CV. Raja Rani Jaya secara umum sudah baik, namun masih memerlukan perbaikan pada efisiensi biaya dan percepatan proses pengadaan bahan baku (source).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keselamatan jalan merupakan salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan transportasi, terutama pada ruas jalan yang digunakan oleh berbagai jenis pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi geometrik, fasilitas keselamatan, dan lingkungan pada ruas Jalan Amal Lama Kota Tarakan serta menganalisis tingkat keselamatan jalan menggunakan metode Star Rating dari International Road Assessment Programme (iRAP). Penelitian dilakukan pada ruas Jalan Amal Lama sepanjang 700 meter yang dibagi menjadi 7 segmen dengan panjang masing-masing 100 meter. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi kondisi aktual jalan, survei volume lalu lintas, pengukuran kecepatan kendaraan, serta pengumpulan atribut keselamatan jalan. Data volume lalu lintas dianalisis menggunakan PKJI 2023, sedangkan atribut jalan dikodekan dan dianalisis menggunakan iRAP Demonstrator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume jam puncak tertinggi sebesar 248 smp/jam pada hari Minggu pukul 17.45–18.00, dengan estimasi LHR sebesar 2.756 smp/hari dan kecepatan operasional persentil ke-85 sebesar 40–45 km/jam. Hasil analisis iRAP menunjukkan bahwa kendaraan penumpang memperoleh Star Rating 3 bintang pada segmen 1, 2, 3, 4, 6, dan 7, sedangkan segmen 5 memperoleh 1 bintang. Pengendara sepeda motor memperoleh Star Rating 3 bintang pada segmen 1, 2, dan 4, serta 2 bintang pada segmen 3, 6, dan 7, sedangkan segmen 5 memperoleh 1 bintang. Nilai SRS tertinggi terdapat pada segmen 5, yaitu 26,6698 untuk kendaraan penumpang dan 44,6791 untuk sepeda motor. Hasil tersebut menunjukkan bahwa segmen 5 memerlukan penanganan lebih lanjut, terutama terkait kondisi perkerasan, ketahanan selip, marka jalan, tikungan, jarak pandang, dan objek sisi jalan. Rekomendasi penanganan meliputi perbaikan atau rehabilitasi perkerasan, peningkatan ketahanan selip, perbaikan marka, pengamanan objek sisi jalan, serta peningkatan penerangan dan fasilitas bagi pengguna jalan rentan sesuai kebutuhan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kecurangan laporan keuangan (Financial Statement Fraud) merupakan masalah serius yang dapat merugikan investor dan pengguna laporan keuangan. Seiring perkembangan teknologi, metode konvensional dinilai belum optimal sehingga diperlukan pendekatan Machine Learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Random Forest dalam mendeteksi Financial Statement Fraud serta mengidentifikasi variabel yang paling berkontribusi berdasarkan Fraud Triangle. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2024. Sampel penelitian terdiri atas 73 perusahaan dengan 292 observasi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Deteksi fraud dilakukan menggunakan Beneish M-Score dengan variabel Financial Target, External Pressure, Nature of Industry, dan Change in Auditor. Data diolah melalui pre-processing, SMOTE, dan pemodelan Random Forest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Random Forest mampu mendeteksi fraud dengan nilai accuracy sebesar 0,7627. Variabel yang paling dominan adalah Nature of Industry, diikuti Financial Target dan External Pressure, sedangkan Change in Auditor memiliki kontribusi paling kecil. Kesimpulannya, Random Forest dapat digunakan sebagai metode dalam mendeteksi Financial Statement Fraud, meskipun masih perlu pengembangan lebih lanjut. Financial statement fraud is a serious issue that can harm investors and users of financial statements. By advancement of technology, conventional methods are considered suboptimal, necessitating a Machine Learning approach. This study aims to determine the ability of Random Forest to detect financial statement fraud and to identify the variables that contribute most significantly based on the Fraud Triangle. This study employed a quantitative approach on manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2021–2024. The research sample consisted of 73 companies with 292 observations selected using purposive sampling. Fraud detection was performed using the Beneish M-Score with the variables Financial Target, External Pressure, Nature of Industry, and Change in Auditor. The data was processed through pre-processing, SMOTE, and Random Forest modeling. The results showed that Random Forest is capable of detecting fraud with an accuracy of 0.7627. The most dominant variable is Nature of Industry, followed by Financial Target and External Pressure, while Change in Auditor has the smallest contribution. In conclusion, Random Forest can be used as a method for detecting Financial Statement Fraud, although further development is still needed.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG) terhadap risiko kebangkrutan, serta menguji peran kepemilikan institusional sebagai variabel moderasi pada perusahaan yang terdaftar dalam indeks IDX ESG Leaders (ESGL) Tahun 2020-2024. Risiko kebangkrutan dalam penelitian ini diproksikan menggunakan O-Score Ohlson (1980). Sampel penelitian terdiri dari 45 perusahaan yang dipilih melalui metode purposive sampling dengan total 225 observasi. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Common Effect Model (CEM) yang terpilih berdasarkan hasil Uji Chow dan Uji Lagrange Multiplier Breusch-Pagan, serta pengujian moderasi dilakukan menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja ESG tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap risiko kebangkrutan (p-value = 0,083 > 0,05), sehingga H1 ditolak. Selanjutnya, kepemilikan institusional juga tidak terbukti secara statistik memoderasi pengaruh kinerja ESG terhadap risiko kebangkrutan (p-value = 0,121 > 0,05), sehingga H2 ditolak. Tidak signifikannya pengaruh ESG terhadap risiko kebangkrutan dapat dijelaskan oleh homogenitas sampel perusahaan IDX ESGL, sifat dampak ESG yang berjangka panjang, serta belum matangnya ekosistem ESG di pasar modal Indonesia. Adapun tidak terbuktinya peran moderasi kepemilikan institusional disebabkan oleh orientasi investor institusional di Indonesia yang masih cenderung jangka pendek dan belum mengadopsi pendekatan ESG integrated investing secara konsisten. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan bukti empiris mengenai relevansi ESG terhadap stabilitas keuangan perusahaan dalam konteks pasar modal Indonesia yang sedang berkembang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Kondisi ekonomi global yang tidak stabil, terutama akibat pandemi COVID-19 dan perubahan kebijakan ekonomi internasional, meningkatkan risiko kesulitan keuangan (financial distress) pada berbagai perusahaan, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Oleh karena itu, analisis terhadap potensi financial distress menjadi penting untuk mengetahui tingkat kesehatan keuangan perusahaan. Tujuan dalam penelitian ini untuk menganalisis dan membandingkan potensi financial distress pada perusahaan BUMN di sektor keuangan, energi, dan industri selama periode 2020–2023. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuantitatif dengan metode deskriptif komparatif. Penelitian ini menggunakan data sekunder karena diperoleh dari laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan melalui Bursa Efek Indonesia. Pengukuran potensi financial distress dilakukan menggunakan metode Altman Z-Score, sedangkan analisis perbedaan antar sektor dilakukan menggunakan uji One Way Analysis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor energi memiliki nilai Z-Score yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan sektor keuangan, yang mengindikasikan kesehatan keuangan yang lebih baik dengan risiko financial distress yang relatif rendah. Sementara itu, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara sektor keuangan dan sektor industri dalam tingkat potensi financial distress. Secara keseluruhan, temuan penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan kondisi keuangan antar sektor yang diteliti. Di mana sektor energi memiliki kondisi yang relatif lebih stabil dibandingkan sektor lainnya. Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah, pihak internal dan eksternal perusahaan dalam menilai kesehatan keuangan serta mengantisipasi potensi risiko financial distress pada perusahaan sektor keuangan, energi, dan industri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PT Fast Food Indonesia Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang restoran cepat saji yang menghadapi berbagai tekanan yang memengaruhi kinerja operasionalnya, antara lain pandemi COVID-19, perubahan daya beli masyarakat, serta adanya aksi boikot terhadap produk perusahaan. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas keuangan perusahaan dan menimbulkan indikasi terjadinya financial distress. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi financial distress pada PT Fast Food Indonesia Tbk selama periode 2019–2023 dengan menggunakan metode Altman Z-Score modifikasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia. Variabel yang dianalisis meliputi rasio modal kerja terhadap total aset, laba ditahan terhadap total aset, EBIT terhadap total aset, serta nilai pasar ekuitas terhadap total kewajiban. Hasil perhitungan Z-Score kemudian diklasifikasikan ke dalam zona aman, zona abu-abu, dan zona distress. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2019 perusahaan masih berada dalam kondisi keuangan yang relatif stabil. Namun, sejak tahun 2020 hingga 2023 nilai Z-Score terus mengalami penurunan sehingga perusahaan berada dalam kategori distress. Kondisi ini mencerminkan menurunnya profitabilitas, melemahnya likuiditas, serta meningkatnya tekanan eksternal yang berdampak pada keberlangsungan usaha, sehingga perusahaan perlu melakukan langkah strategis dan perbaikan manajerial untuk memulihkan kondisi keuangan di masa mendatang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Early Warning Score (EWS) merupakan sistem yang dirancang untuk mendeteksi dini perburukan kondisi pasien melalui pemantauan tanda-tanda vital. Meskipun telah diterapkan di Rumah Sakit X Kota Tarakan, pelaksanaan EWS belum sepenuhnya optimal. Kepatuhan perawat dalam melakukan monitoring EWS dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pengetahuan, pelatihan, dan beban kerja mental. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, pelatihan, dan beban kerja perawat dengan kepatuhan dalam monitoring EWS di ruang rawat inap Rumah Sakit X Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 49 perawat yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan uji statistik Gamma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik (85,7%), telah mengikuti pelatihan EWS (71,4%), dan menunjukkan tingkat kepatuhan tinggi dalam monitoring EWS (95,9%). Sebagian besar responden juga mempersepsikan beban kerja mental tinggi (63,3%). Hasil uji Gamma menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,182), pelatihan (p = 0,153), dan beban kerja mental (p = 0,885) dengan kepatuhan monitoring EWS. Pengetahuan, pelatihan, dan beban kerja tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kepatuhan perawat dalam monitoring Early Warning Score. Diperlukan pendekatan lain dalam meningkatkan kepatuhan, seperti supervisi rutin, evaluasi implementasi EWS, dan perbaikan sistem pendokumentasian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi kebangkrutan pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk untuk periode 2019–2023 dengan menggunakan tiga metode analisis, yaitu Altman Z-Score, Springate, dan Grover. Ketiga metode ini diterapkan untuk mengevaluasi kondisi keuangan perusahaan berdasarkan rasio likuiditas, profitabilitas, dan solvabilitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis menggunakan metode Altman Z-Score, Springate, dan Grover, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk secara konsisten berada dalam kategori berisiko tinggi mengalami kebangkrutan, terutama selama periode pandemi COVID-19. Lebih lanjut, dari ketiga metode tersebut, variabel X1, yaitu modal kerja yang sebagian besar dibiayai melalui utang, diidentifikasi sebagai faktor utama penyebab potensi kebangkrutan perusahaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk melihat kinerja Perumda Tarakan Media Telekomunikasi menggunakan metode Balanced Scorecard. Metode Balanced Scorecard mengukur kinerja perusahaan dari sisi keuangan dan sisi non- keuangan perusahaan. Metode Balanced Scorecard memiliki 4 (empat) perspektif dalam mengukur kinerja perusahaan yakni perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dan data primer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja Perumda Tarakan Media Telekomunikasi diukur menggunakan Balanced Scorecard pada perspektif keuangan menunjukkan kinerja yang buruk karena ROA dan ROE jauh dibawah standar, perspektif pelanggan menunjukkan hasil yang memuaskan karena tingkat kepuasan pelanggan baik, perspektif proses bisnis internal menunjukkan kinerja yang kurang efektif, dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran menunjukkan kinerja yang kurang baik karena produktivitas karyawan mengalami fluktuasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja PT Bank Tabungan Negara Cabang Tarakan menggunakan pendekatan Balanced Scorecard. Pendekatan ini mengevaluasi kinerja perusahaan dari empat perspektif, yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, serta perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui laporan keuangan dan kuesioner yang disebarkan kepada nasabah dan pegawai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan yang diukur menggunakan rasio ROA, NIM, dan NPL berada dalam kategori sangat sehat. Perspektif pelanggan menunjukkan hasil yang baik, yang diukur berdasarkan pangsa pasar, akuisisi pelanggan, retensi pelanggan, kepuasan pelanggan, dan profitabilitas pelanggan. Kemudian perspektif proses bisnis internal menunjukkan hasil sangat baik melalui pengukuran indikator layanan, efisiensi, kualitas, dan tingkat inovasi. Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan juga menunjukkan hasil sangat baik berdasarkan indikator kepuasan pegawai, peluang pelatihan, pengembangan, kemampuan dan motivasi karyawan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk melihat kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tarakan menggunakan metode Balanced Scorecard. Metode Balanced Scorecard mengukur kinerja perusahaan dari sisi keuangan dan sisi non-keuangan perusahaan. Metode Balanced Scorecard memiliki 4 (empat) perspektif dalm mengukur kinerja perusahaan yakni perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dan data primer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja PDAM Kota Tarakan diukur menggunakan Balanced Scorecard pada perspektif keuangan menunjukkan kinerja yang buruk karena ROI dan ROE jauh dibawah standar, perspektif pelanggan menunjukkan hasil yang memuaskan karena tingkat kepuasan pelanggan dan kemampuan menarik pelanggan baru baik, perspektif proses bisnis internal menunjukkan kinerja yang baik karena inovasi; kualitas, kuantitas, dan kontinuitas air; serta lama penanganan pengaduan mendapatkan hasil yang baik, dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran menunjukkan kinerja yang memuaskan karena hasil dari tingkat kepuasan pegawai baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membandingkan metode Altman Z-Score, Springate, dan Grover dalam memprediksi kebangkrutan pada perusahaan sub sektor tembakau yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif dan komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan sektor Consumer Non Cyclicals. Sedangkan untuk sampel, adalah perusahaan sub sektor tembakau yang ditentukan dengan teknik Non Probability Sampling dan pendekatan purposive sampling. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil antara metode Altman Z-Score, Springate, dan Grover dalam memprediksi kebangkrutan pada perusahaan sub sektor tembakau. Metode Grover merupakan metode yang memiliki tingkat akurasi tertinggi senilai 100% dan tingkat eror 0%. Sedangkan pada metode Altman Z-Score dan Springate memiliki tingkat akurasi eror yang sama, yaitu 75%, dengan tingkat eror untuk metode Altman Z-Score adalah 20% dan tingkat eror untuk metode Springate adalah 25%. Pada metode Grover dan Springate tidak mengklasfikasikan perusahaan dalam kategori grey area (perusahaan tidak dapat ditentukan apakah sehat atau bankrut). Namun, pada metode Altman Z-Score, mengklasifikasikan perusaahaan dalam posisi grey area. Adapun tingkat grey area pada metode Altman Z-Score adalah 5%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebangkrutan pada sub sektor pakaian dan barang mewah periode 2019-2022. Altman Z-Score memberikan indikasi dini mengenai kemungkinan kebangkrutan perusahaan, sehingga perusahaan dapat mengambil tindakan korektif lebih awal sebelum situasi memburuk. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling. Penelitian ini dilakukan pada 18 perusahaan sub sektor pakaian dan barang mewah terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun (2019-2022). Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari situs www.idx.co.id. Teknik yang digunakan adalah metode prediksi kebangkrutan Altman Z-Score Revisi dengan 3 kriteria penilaian yaitu zona sehat, rawan bangkrut dan bangkrut. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 9 perusahaan berkategori bangkrut, 8 perusahaan berkategori rawan bangkrut, dan 1 perusahaan berkategori sehat selama periode penelitian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Jenis rumput laut yang banyak dibudidayakan dan dikembangkan di Kota Tarakan yaitu rumput laut jenis (K. alvarezii). K. alvarezii merupakan rumput laut yang secara luas diperdagangkan, baik untuk keperluan bahan baku industri dalam negeri maupun untuk ekspor. Namun dalam pelaksanaanya masih ditemukan beberapa permasalahan yang mengakibatkan menurunnya jumlah produksi. Salah satu faktor keberhasilan budidaya rumput laut adalah penentuan lokasi dan kondisi perairan harus disesuaikan dengan metode budidaya yang akan digunakan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kesesuaian lahan budidaya rumput laut (K. alvarezii) di kawasan Amal Kota Tarakan, melalui pengukuran parameter kualitas air. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari - Februari 2024. Setiap lokasi dilakukan sampling pada dua titik sampling di lokasi budidaya rumput laut dengan metode long line. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan cara pengamatan parameter kualitas. Materi penelitian ini adalah analisis kesesuaian perairan dilakukan dengan pengukuran kualitas air dengan menggunakan metode matching dan scoring. Parameter kualitas air yang diamati antara lain suhu, kecerahan, salinitas, pH, kecepatan arus, oksigen terlarut, posfat, dan nitrat. Nilai skor dari setiap parameter pada setiap titik pengamatan dilakukan penghitungan menggunakan program Microsoft Excel untuk menentukan penilaian kesesuaian lahan dengan kriteria (S1) sesuai; (S2) cukup sesuai; dan (N) tidak sesuai. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil bahwa Amal Baru dan Amal Lama masuk dalam kategori S2 (cukup sesuai) dengan nilai masing-masing 47. Hal ini menunjukan Kawasan Amal Baru dan Amal Lama mempunyai pembatas (penghambat) yang cukup berarti sebagai lahan budidaya rumput laut (K. Alvarezii.).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstract Cayenne pepper is one of the potential commodities in Juata Laut Tarakan. The research objectives were (1) to investigate the income of cayenne pepper farming; (2) to describe the marketing channel of cayenne pepper, (3) to identify the marketing margin of cayenne pepper (4) to describe the level of marketing efficiency of cayenne pepper farming. The researcher employed simple random sampling with 30 cayenne pepper farmers. The research instruments were observation, interviews, and documentation. The data analysis methods used income analysis, marketing output analysis, marketing margin analysis, farmer's share, and marketing efficiency analysis. The research revealed that: (1) farmers' average total income per growing season was Rp. 9,496,158, (2) There were two marketing channels. First, cayenne pepper farmers-traders collectors-consumers. Second, cayenne pepper farmers-collectors-traders-retailers-consumers. Based on the margin calculation, the first and second total marketing margins had the same value, Rp. 40,000 per kilogram with a farmer's share was 67%, so both marketing channels can be revealed to be efficient because the percentage value of the farmer's share was more than 50%. Based on the calculation of the marketing efficiency of cayenne pepper. It can be concluded that marketing channels I and II obtained 33% efficiency score.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This research aimed at determining any significant difference on students' English national examination and local examination results between KTSP and K-13 at Junior High Schools in Tarakan. This research employed a causal-comparative design. The sample of this research was taken using a purposive sampling technique where two schools which implemented different curriculum were chosen, in this case, SMPN 6 Tarakan with KTSP and SMPN 8 Tarakan with K-13. The data were taken from documents of English National Examination and Local Examination results of both schools from 2015 to 2019. The data were then analyzed using Mann-Whitney U test. This test was used because the data were not normal nor homogeneous. Based on the results of data analysis, it was found that the results of students' English National Examination from both curricula which showed significant differences were in 2016, 2017, and 2018 where KTSP was dominant; while the results in 2015 and 2019 showed no any significant difference, but the mean scores of KTSP were higher than that of K-13. It indicated the trends that KTSP tended to provide students with better English National Examination results that that of those in K-13. Meanwhile, the results of students' English Local Examination from both curricula which showed significant differences were in 2015 and 2017 where K-13 was in a lead; while the results in 2016, 2018, and 2019 showed no any significant difference, where the mean score of K-13 was higher in 2016, and was slightly smaller in 2018 and 2019. It inferred that the students who treated with K-13 got relatively higher English Local Examination scores than those who learnt with KTSP.