ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG) terhadap risiko kebangkrutan, serta menguji peran kepemilikan institusional sebagai variabel moderasi pada perusahaan yang terdaftar dalam indeks IDX ESG Leaders (ESGL) Tahun 2020-2024. Risiko kebangkrutan dalam penelitian ini diproksikan menggunakan O-Score Ohlson (1980). Sampel penelitian terdiri dari 45 perusahaan yang dipilih melalui metode purposive sampling dengan total 225 observasi. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Common Effect Model (CEM) yang terpilih berdasarkan hasil Uji Chow dan Uji Lagrange Multiplier Breusch-Pagan, serta pengujian moderasi dilakukan menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja ESG tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap risiko kebangkrutan (p-value = 0,083 > 0,05), sehingga H1 ditolak. Selanjutnya, kepemilikan institusional juga tidak terbukti secara statistik memoderasi pengaruh kinerja ESG terhadap risiko kebangkrutan (p-value = 0,121 > 0,05), sehingga H2 ditolak. Tidak signifikannya pengaruh ESG terhadap risiko kebangkrutan dapat dijelaskan oleh homogenitas sampel perusahaan IDX ESGL, sifat dampak ESG yang berjangka panjang, serta belum matangnya ekosistem ESG di pasar modal Indonesia. Adapun tidak terbuktinya peran moderasi kepemilikan institusional disebabkan oleh orientasi investor institusional di Indonesia yang masih cenderung jangka pendek dan belum mengadopsi pendekatan ESG integrated investing secara konsisten. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan bukti empiris mengenai relevansi ESG terhadap stabilitas keuangan perusahaan dalam konteks pasar modal Indonesia yang sedang berkembang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Fenomena Abnormal Low Dividend semakin relevan dikaji seiring meningkatnya adopsi praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) di pasar modal Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja ESG dan kendala keuangan terhadap Abnormal Low Dividend, serta menguji peran kendala keuangan sebagai variabel moderasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel dari 46 perusahaan IDX ESG Leaders (IDX ESGL) periode 2020–2024. Analisis dilakukan menggunakan Linear Probability Model (LPM) berbasis Random Effect Model (REM) dengan Cluster Robust Standard Errors dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja ESG tidak berpengaruh signifikan terhadap Abnormal Low Dividend (p = 0,995), yang diduga disebabkan oleh homogenitas skor ESG dalam sampel serta keseragaman perilaku dividen selama pandemi COVID-19. Kendala keuangan yang diproksikan dengan Kaplan-Zingales Index terbukti berpengaruh positif dan signifikan (β = 0,00103; p = 0,029), artinya semakin tinggi tekanan finansial perusahaan, semakin besar probabilitas terjadinya Abnormal Low Dividend. Kendala keuangan tidak terbukti memoderasi hubungan antara kinerja ESG dan Abnormal Low Dividend (p = 0,170), dan diklasifikasikan sebagai quasi moderation. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kondisi keuangan perusahaan merupakan determinan utama kebijakan dividen, bahkan pada perusahaan berkomitmen ESG tinggi sekalipun. Temuan ini diharapkan menjadi pertimbangan bagi investor maupun manajemen dalam menyeimbangkan kebijakan keberlanjutan dengan kemampuan distribusi laba.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini menganalisis bagaimana kinerja enviromental, social, governance (ESG) memengaruhi efisiensi investasi dengan kemampuan manajerial sebagai variabel mediasi pada perusahaan yang tergabung dalam IDX ESG Leaders untuk periode 2020–2024. Studi ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan metode sensus dan regresi data panel pada 46 perusahaan (230 observasi). Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan perangkat lunak Stata 17. Common effect model (CEM) dipilih berdasarkan uji chow, uji hausman, dan uji lagrange multiplier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja ESG tidak berpengaruh signifikan terhadap kemampuan manajerial dan kemampuan manajerial maupun kinerja ESG tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap efisiensi investasi. Hasil ini menunjukkan bahwa implementasi ESG di perusahaan-perusahaan IDX ESG Leaders masih berfokus pada kepatuhan dan pelaporan, bukan terintegrasi secara strategis ke dalam pengambilan keputusan investasi dan peningkatan kemampuan manajerial. Diharapkan studi ini akan berkontribusi pada literatur ESG di pasar berkembang dan membantu manajemen serta regulator mendorong implementasi ESG yang lebih signifikan.