Pengaruh Kinerja ESG Terhadap Abnormal Low Dividend Dengan Kendala Keuangan Sebagai Variabel Moderasi (Studi Pada Perusahaan IDX ESGL Tahun 2020-2024)
Fenomena Abnormal Low Dividend semakin relevan dikaji seiring meningkatnya adopsi praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) di pasar modal Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja ESG dan kendala keuangan terhadap Abnormal Low Dividend, serta menguji peran kendala keuangan sebagai variabel moderasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel dari 46 perusahaan IDX ESG Leaders (IDX ESGL) periode 2020–2024. Analisis dilakukan menggunakan Linear Probability Model (LPM) berbasis Random Effect Model (REM) dengan Cluster Robust Standard Errors dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja ESG tidak berpengaruh signifikan terhadap Abnormal Low Dividend (p = 0,995), yang diduga disebabkan oleh homogenitas skor ESG dalam sampel serta keseragaman perilaku dividen selama pandemi COVID-19. Kendala keuangan yang diproksikan dengan Kaplan-Zingales Index terbukti berpengaruh positif dan signifikan (β = 0,00103; p = 0,029), artinya semakin tinggi tekanan finansial perusahaan, semakin besar probabilitas terjadinya Abnormal Low Dividend. Kendala keuangan tidak terbukti memoderasi hubungan antara kinerja ESG dan Abnormal Low Dividend (p = 0,170), dan diklasifikasikan sebagai quasi moderation. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kondisi keuangan perusahaan merupakan determinan utama kebijakan dividen, bahkan pada perusahaan berkomitmen ESG tinggi sekalipun. Temuan ini diharapkan menjadi pertimbangan bagi investor maupun manajemen dalam menyeimbangkan kebijakan keberlanjutan dengan kemampuan distribusi laba.