Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: sektor industri
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

IMPLEMENTASI MODEL PENTAHELIX DALAM PENGEMBANGAN UMKM KOTA TARAKAN PADA SEKTOR INDUSTRI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

  Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor industri di Kota Tarakan dalam menggerakkan ekonomi lokal, yang dalam pengembangannya masih menghadapi berbagai hambatan seperti koordinasi lintas sektor yang belum terintegrasi, kendala permodalan, tingginya biaya logistik, serta rendahnya literasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model Pentahelix, mengidentifikasi peran masing-masing unsur, mengetahui kendala pelaksanaan, serta merumuskan strategi peningkatan efektivitas kolaborasi dalam pengembangan UMKM sektor industri di Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam terhadap 13 informan kunci yang merepresentasikan unsur pemerintah, akademisi, bisnis, komunitas, dan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima unsur Pentahelix telah menjalankan fungsi dasarnya masing-masing, namun sinergi antar-aktor masih berjalan secara parsial, belum terintegrasi secara optimal. Kendala utama meliputi koordinasi yang belum terpadu, masalah pembiayaan di lapangan, serta keterbatasan pemasaran digital. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan perlunya konsolidasi kelembagaan melalui konsorsium Pentahelix, hilirisasi riset akademik berbasis bahan baku lokal, serta penguatan rantai pasok logistik dan kemitraan bisnis-media yang adil guna mewujudkan pengembangan UMKM sektor industri yang berdaya saing dan berkelanjutan di Kota Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS POTENSI FINANCIAL DISTRESS DENGAN METODE ALTMAN ZSCORE PADA SEKTOR KEUANGAN, ENERGI, DAN INDUSTRI PERIODE 2020-2023

2026•

Kondisi ekonomi global yang tidak stabil, terutama akibat pandemi COVID-19 dan perubahan kebijakan ekonomi internasional, meningkatkan risiko kesulitan keuangan (financial distress) pada berbagai perusahaan, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Oleh karena itu, analisis terhadap potensi financial distress menjadi penting untuk mengetahui tingkat kesehatan keuangan perusahaan. Tujuan dalam penelitian ini untuk menganalisis dan membandingkan potensi financial distress pada perusahaan BUMN di sektor keuangan, energi, dan industri selama periode 2020–2023. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuantitatif dengan metode deskriptif komparatif. Penelitian ini menggunakan data sekunder karena diperoleh dari laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan melalui Bursa Efek Indonesia. Pengukuran potensi financial distress dilakukan menggunakan metode Altman Z-Score, sedangkan analisis perbedaan antar sektor dilakukan menggunakan uji One Way Analysis of Variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor energi memiliki nilai Z-Score yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan sektor keuangan, yang mengindikasikan kesehatan keuangan yang lebih baik dengan risiko financial distress yang relatif rendah. Sementara itu, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara sektor keuangan dan sektor industri dalam tingkat potensi financial distress. Secara keseluruhan, temuan penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan kondisi keuangan antar sektor yang diteliti. Di mana sektor energi memiliki kondisi yang relatif lebih stabil dibandingkan sektor lainnya. Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah, pihak internal dan eksternal perusahaan dalam menilai kesehatan keuangan serta mengantisipasi potensi risiko financial distress pada perusahaan sektor keuangan, energi, dan industri.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh Sektor Pertanian, Sektor Industri Pengolahan, dan Sektor Perdagangan Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2017-2023

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyerapan tenaga kerja menjadi indikator penting dalam menilai kinerja ekonomi suatu daerah. Kalimantan Utara dengan potensi sektor pertanian, sektor industri pengolahan, dan perdagangan menghadapi tantangan dalam mengoptimalkan kontribusi tiap sektor terhadap penyerapan tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sektor pertanian, sektor industri pengolahan, dan sektor perdagangan terhadap penyerapan tenaga kerja secara parsial dan simultan di provinsi kalimantan utara tahun 2017-2023. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel menggunakan data sekunder dari Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2017-2023. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Sektor Pertanian secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2017-2023. 2) Sektor Industri Pengolahan secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2017-2023. 3) Sektor Perdagangan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2017-2023. 4) Secara simultan sektor pertanian, sektor industri, dan sektor perdagangan berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara 2017-2023. Sektor pertanian, sektor industri, dan sektor perdagangan mampu menjelaskan pengaruh pada variabel penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara sebesar 57.88%. Sementara sisanya sebesar 42.12% mendapat pengaruh dari faktor lainnya yang tidak ditemukan pada kajian ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH SEKTOR INDUSTRI, ANGKATAN KERJA, INVESTASI TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH KALIMANTAN TIMUR 2017-2023

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh sektor industri, angkatan kerja, dan investasi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kalimantan Timur selama periode 2017-2023. Menggunakan data panel dengan metode regresi, hasil penelitian menunjukkan. Bahwa sektor industri dan investasi tidak memiliki pangaruh signifikan terhadap PAD ( sektor industri, koefisiennya 0,041322; p-value 0,4867 dan investasi koefisiennya 0,026860; p-value 0,2838 ). semaentara itu, variabel angkatan kerja berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (koefisien 1,035256; p-value 0,0000), menegaskan pentingnya kualitas angkatan kerja dalam mendorong ekonomi daerah. Hasil uji simultan menunjukkan bahwa model yang digunakan memiliki kesesuaian yang baik dalam menjelaskan variasi PAD dengan (Fstatistic 28,544987; Prob (F-statistic) 0,000000), dimana α = 0,05 (0,000000 0,05), maka H₀ ditolak dan Ha diterima. Temuan ini menunjukkan pentingnya angkatan kerja dalam mendukung peningkatan pendapatan asli daerah, serta Kebijakan ekonomi daerah lebih difokuskan pada peningkatan kualitas tenaga kerja melalui pelatihan dan pendidikan serta optimalisasi sektor industri dan investasi untuk meningkatkan pendapatan asli daerah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan ekonomi yang lebih efektif di Kalimantan Timur.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemetaan produktivitas dan efektivitas tenaga kerja sektor industri di indonesia

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis produktivitas dan efektifitas tenaga kerja sektor industri di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif deskritif dengan data sekunder hasil publikasi badan pusat statistik (BPS) Indonesia. Pada penelitian ini menggunakan data time series dari tahun 2018, 2020 dan 2022. Dalam penelitian ini menggunakan alat analisis incremental labour output ratio Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa provinsi dengan produktivitas tertinggi di tahun 2018 adalah provinsi DKI Jakarta dengan nilai persen 18,12% dan provinsi dengan nilai produktivitas terendah adalah provinsi Sulawesi Tenggara dengan nilai persen 0,10% pada tahun 2020 nilai produktivitas tertinggi adalah provinsi DKI Jakarta dengan nilai produktivitas 11,65% dan provinsi dengan nilai produktivitas terendah adalah Nusa Tenggara Timur senilai 0,39% tahun 2022 produktivitas tertinggi adalah provinsi DKI Jakarta dengan nilai 13,12% dan nilai produktivitas terendah adalah provinsi Nusa Tenggara Timur dengan nilai 0,30% Pada hasil analisis Tipologi Klassen pemetaan produktivitas dan efektivitas provinsi yang terklasifikasi sebagai inovatif produktif pada tahun 2018 hingga 2022 sebagian besar terletak pada pulau jawa. Untuk daerah yang inovatif terletak pada kulau Sulawesi. Untuk daerah yang tertinggal terletak pada pulau Papua. Untuk daerah terdegradasi adalah provinsi Jawa barat

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYERAPAN TENAGA KERJA SEKTOR INDUSTRI DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyerapan tenaga kerja dalam sektor industri memainkan peran penting dalam pembangunan ekonomi dan pengurangan tingkat pengangguran. Namun, terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi tingkat penyerapan tenaga kerja di sektor industri ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel investasi, PDRB sektor industri, upah minimum, indeks pembangunan manusia dan jumlah industri berpengaruh kerja secara parsial dan secara simultan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara. Data yang digunakan merupakan data sekunder meliputi investasi, PDRB sektor industri, upah minimum, IPM, dan jumlah industri mulai tahun 2014 hingga 2023 di lima Kabupaten/Kota yang bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pooled data atau gabungan dari data cross-section dan time series sehingga metode yang digunakan adalah analisis regresi data panel, dengan pendekatan yang terpilih adalah Fixed Effect Model (FEM). Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial investasi, upah minimum, indeks pembangunan manusia, dan jumlah industri berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara. Sedangkan, variabel PDRB sektor industri, tidak berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara. Secara simultan diperoleh hasil bahwa variabel investasi, PDRB sektor industri, upah minimum, indeks pembangunan manusia dan jumlah industri berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Provinsi Kalimantan Utara.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail