Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk melihat kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tarakan menggunakan metode Balanced Scorecard. Metode Balanced Scorecard mengukur kinerja perusahaan dari sisi keuangan dan sisi non-keuangan perusahaan. Metode Balanced Scorecard memiliki 4 (empat) perspektif dalm mengukur kinerja perusahaan yakni perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dan data primer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja PDAM Kota Tarakan diukur menggunakan Balanced Scorecard pada perspektif keuangan menunjukkan kinerja yang buruk karena ROI dan ROE jauh dibawah standar, perspektif pelanggan menunjukkan hasil yang memuaskan karena tingkat kepuasan pelanggan dan kemampuan menarik pelanggan baru baik, perspektif proses bisnis internal menunjukkan kinerja yang baik karena inovasi; kualitas, kuantitas, dan kontinuitas air; serta lama penanganan pengaduan mendapatkan hasil yang baik, dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran menunjukkan kinerja yang memuaskan karena hasil dari tingkat kepuasan pegawai baik.