ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi kebangkrutan pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk untuk periode 2019–2023 dengan menggunakan tiga metode analisis, yaitu Altman Z-Score, Springate, dan Grover. Ketiga metode ini diterapkan untuk mengevaluasi kondisi keuangan perusahaan berdasarkan rasio likuiditas, profitabilitas, dan solvabilitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis menggunakan metode Altman Z-Score, Springate, dan Grover, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk secara konsisten berada dalam kategori berisiko tinggi mengalami kebangkrutan, terutama selama periode pandemi COVID-19. Lebih lanjut, dari ketiga metode tersebut, variabel X1, yaitu modal kerja yang sebagian besar dibiayai melalui utang, diidentifikasi sebagai faktor utama penyebab potensi kebangkrutan perusahaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membandingkan metode Altman Z-Score, Springate, dan Grover dalam memprediksi kebangkrutan pada perusahaan sub sektor tembakau yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif dan komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan sektor Consumer Non Cyclicals. Sedangkan untuk sampel, adalah perusahaan sub sektor tembakau yang ditentukan dengan teknik Non Probability Sampling dan pendekatan purposive sampling. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil antara metode Altman Z-Score, Springate, dan Grover dalam memprediksi kebangkrutan pada perusahaan sub sektor tembakau. Metode Grover merupakan metode yang memiliki tingkat akurasi tertinggi senilai 100% dan tingkat eror 0%. Sedangkan pada metode Altman Z-Score dan Springate memiliki tingkat akurasi eror yang sama, yaitu 75%, dengan tingkat eror untuk metode Altman Z-Score adalah 20% dan tingkat eror untuk metode Springate adalah 25%. Pada metode Grover dan Springate tidak mengklasfikasikan perusahaan dalam kategori grey area (perusahaan tidak dapat ditentukan apakah sehat atau bankrut). Namun, pada metode Altman Z-Score, mengklasifikasikan perusaahaan dalam posisi grey area. Adapun tingkat grey area pada metode Altman Z-Score adalah 5%.