Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Kebangkrutan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Kinerja Environmental, Social, Governancee (ESG) Terhadap Risiko Kebangkrutan dengan Kepemilikan Institusional Sebagai Variabel Moderasi (Studi Pada Perusahaan IDX ESGL Tahun 2020-2024)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja Environmental, Social, and Governance (ESG) terhadap risiko kebangkrutan, serta menguji peran kepemilikan institusional sebagai variabel moderasi pada perusahaan yang terdaftar dalam indeks IDX ESG Leaders (ESGL) Tahun 2020-2024. Risiko kebangkrutan dalam penelitian ini diproksikan menggunakan O-Score Ohlson (1980). Sampel penelitian terdiri dari 45 perusahaan yang dipilih melalui metode purposive sampling dengan total 225 observasi. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Common Effect Model (CEM) yang terpilih berdasarkan hasil Uji Chow dan Uji Lagrange Multiplier Breusch-Pagan, serta pengujian moderasi dilakukan menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja ESG tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap risiko kebangkrutan (p-value = 0,083 > 0,05), sehingga H1 ditolak. Selanjutnya, kepemilikan institusional juga tidak terbukti secara statistik memoderasi pengaruh kinerja ESG terhadap risiko kebangkrutan (p-value = 0,121 > 0,05), sehingga H2 ditolak. Tidak signifikannya pengaruh ESG terhadap risiko kebangkrutan dapat dijelaskan oleh homogenitas sampel perusahaan IDX ESGL, sifat dampak ESG yang berjangka panjang, serta belum matangnya ekosistem ESG di pasar modal Indonesia. Adapun tidak terbuktinya peran moderasi kepemilikan institusional disebabkan oleh orientasi investor institusional di Indonesia yang masih cenderung jangka pendek dan belum mengadopsi pendekatan ESG integrated investing secara konsisten. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan bukti empiris mengenai relevansi ESG terhadap stabilitas keuangan perusahaan dalam konteks pasar modal Indonesia yang sedang berkembang.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

analisis prediksi kebangkrutan dengan menggunakan metode altman z-score, springate dan grover pada perusahaan pt garuda Indonesia (persero) tbk

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi kebangkrutan pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk untuk periode 2019–2023 dengan menggunakan tiga metode analisis, yaitu Altman Z-Score, Springate, dan Grover. Ketiga metode ini diterapkan untuk mengevaluasi kondisi keuangan perusahaan berdasarkan rasio likuiditas, profitabilitas, dan solvabilitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis menggunakan metode Altman Z-Score, Springate, dan Grover, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk secara konsisten berada dalam kategori berisiko tinggi mengalami kebangkrutan, terutama selama periode pandemi COVID-19. Lebih lanjut, dari ketiga metode tersebut, variabel X1, yaitu modal kerja yang sebagian besar dibiayai melalui utang, diidentifikasi sebagai faktor utama penyebab potensi kebangkrutan perusahaan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERBANDINGAN PREDIKSI KEBANGKRUTAN MENGGUNAKAN METODE ALTMAN Z-SCORE, SPRINGATE, DAN GROVER (Studi Pada Perusahaan Sub Sektor Tembakau di BEI)

2024•

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membandingkan metode Altman Z-Score, Springate, dan Grover dalam memprediksi kebangkrutan pada perusahaan sub sektor tembakau yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik analisis deskriptif dan komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan sektor Consumer Non Cyclicals. Sedangkan untuk sampel, adalah perusahaan sub sektor tembakau yang ditentukan dengan teknik Non Probability Sampling dan pendekatan purposive sampling. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil antara metode Altman Z-Score, Springate, dan Grover dalam memprediksi kebangkrutan pada perusahaan sub sektor tembakau. Metode Grover merupakan metode yang memiliki tingkat akurasi tertinggi senilai 100% dan tingkat eror 0%. Sedangkan pada metode Altman Z-Score dan Springate memiliki tingkat akurasi eror yang sama, yaitu 75%, dengan tingkat eror untuk metode Altman Z-Score adalah 20% dan tingkat eror untuk metode Springate adalah 25%. Pada metode Grover dan Springate tidak mengklasfikasikan perusahaan dalam kategori grey area (perusahaan tidak dapat ditentukan apakah sehat atau bankrut). Namun, pada metode Altman Z-Score, mengklasifikasikan perusaahaan dalam posisi grey area. Adapun tingkat grey area pada metode Altman Z-Score adalah 5%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PREDIKSI TINGKAT KEBANGKRUTAN MENGGUNAKAN MODEL ALTMAN Z-SCORE PADA SUB SEKTOR PAKAIAN DAN BARANG MEWAH YANG TERDAFTAR DI BEI PERIODE 2019-2022

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebangkrutan pada sub sektor pakaian dan barang mewah periode 2019-2022. Altman Z-Score memberikan indikasi dini mengenai kemungkinan kebangkrutan perusahaan, sehingga perusahaan dapat mengambil tindakan korektif lebih awal sebelum situasi memburuk. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling. Penelitian ini dilakukan pada 18 perusahaan sub sektor pakaian dan barang mewah terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun (2019-2022). Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari situs www.idx.co.id. Teknik yang digunakan adalah metode prediksi kebangkrutan Altman Z-Score Revisi dengan 3 kriteria penilaian yaitu zona sehat, rawan bangkrut dan bangkrut. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 9 perusahaan berkategori bangkrut, 8 perusahaan berkategori rawan bangkrut, dan 1 perusahaan berkategori sehat selama periode penelitian.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail