ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor industri di Kota Tarakan dalam menggerakkan ekonomi lokal, yang dalam pengembangannya masih menghadapi berbagai hambatan seperti koordinasi lintas sektor yang belum terintegrasi, kendala permodalan, tingginya biaya logistik, serta rendahnya literasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model Pentahelix, mengidentifikasi peran masing-masing unsur, mengetahui kendala pelaksanaan, serta merumuskan strategi peningkatan efektivitas kolaborasi dalam pengembangan UMKM sektor industri di Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam terhadap 13 informan kunci yang merepresentasikan unsur pemerintah, akademisi, bisnis, komunitas, dan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima unsur Pentahelix telah menjalankan fungsi dasarnya masing-masing, namun sinergi antar-aktor masih berjalan secara parsial, belum terintegrasi secara optimal. Kendala utama meliputi koordinasi yang belum terpadu, masalah pembiayaan di lapangan, serta keterbatasan pemasaran digital. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan perlunya konsolidasi kelembagaan melalui konsorsium Pentahelix, hilirisasi riset akademik berbasis bahan baku lokal, serta penguatan rantai pasok logistik dan kemitraan bisnis-media yang adil guna mewujudkan pengembangan UMKM sektor industri yang berdaya saing dan berkelanjutan di Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH TEKNIK ROLE PLAYING MENGGUNAKAN TARIAN JEPEN BULUNGAN TERHADAP KOLABORASI SISWA DI SMP MUHAMMADIYAH 1 TARAKAN PLUS ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik role playing menggunakan Tarian Jepen Bulungan terhadap kolaborasi siswa di SMP muhammadiyah 1 tarakan plus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Experimental dalam bentuk One-Group Pretest-Posttest Design. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 8 siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 1 Tarakan Plus. Teknik pengumpulan data menggunakan angket kolaborasi siswa yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Perlakuan diberikan melalui layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing menggunakan Tarian Jepen Bulungan yang dilaksanakan dalam beberapa pertemuan dengan kegiatan materi, bermain peran, gerakan, dan pola kerja sama dalam Tarian Jepen Bulungan. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh teknik role playing menggunakan Tarian Jepen Bulungan terhadap kolaborasi siswa di SMP Muhammadiyah 1 tarakan plus. Dengan demikian, teknik role playing menggunakan Tarian Jepen Bulungan dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam layanan bimbingan kelompok untuk meningkatkan kolaborasi siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
KOLABORASI LEMBAGA ADAT DALAM PENYELESAIAN SENGKETA TAPAL BATAS ANTAR DESA: STUDI KASUS DESA SUNGAI BARANG DAN DESA LIDUNG PAYAU DARI PERSPEKTIF HUKUM ADAT Libut Garing Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kolaborasi lembaga adat dalam penyelesaian sengketa tapal batas antar desa, dengan studi kasus pada Desa Sungai Barang dan Desa Lidung Payau, dari perspektif hukum adat. Fokus penelitian meliputi dua rumusan masalah, yaitu: pertama, bagaimana pengaturan penetapan batas wilayah desa sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 45 Tahun 2016 tentang Pedoman dan Penegasan Batas Desa; kedua, bagaimana bentuk kolaborasi antara lembaga adat Desa Sungai Barang dan lembaga adat Desa Lidung Payau dalam penyelesaian sengketa tapal batas antar desa. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Temuan penelitian menunjukan bahwa kolaborasi lembaga adat memiliki peranan krusial dalam menyelesaikan sengketa tapal batas dengan berpedoman pada hukum adat dan ketentuan peraturan perundang-undangan, sehingga penyelesaian dapat dilakukan secara efektif, tepat sasaran, dan berkeadilan. Rekomendasi penelitian ini adalah untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi antar lembaga adat serta mendorong pemerintah desa untuk lebih aktif dalam mendukung proses penyelesaian sengketa melalui mekanisme hukum adat demi terciptanya ketentraman dan kejelasan wilayah. Kata kunci: kolaborasi lembaga adat, sengketa tapal batas, hukum adat, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 45 Tahun 2016, penyelesaian sengketa desa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh mutasi pegawai, dukungan atasan, dan kolaborasi stakeholder terhadap kinerja organisasi, serta menelaah peran aksi perubahan sebagai variabel moderasi pada Organisasi Perangkat Daerah di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei eksplanatori. Penentuan sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 194 orang. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui bantuan perangkat lunak WarpPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutasi pegawai, dukungan atasan, dan kolaborasi stakeholder berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja organisasi. Selain itu, aksi perubahan terbukti mampu memoderasi pengaruh mutasi pegawai terhadap kinerja organisasi secara positif. Sebaliknya, aksi perubahan memoderasi pengaruh dukungan atasan dan kolaborasi stakeholder terhadap kinerja organisasi ke arah negatif. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh penataan sumber daya manusia, dukungan pimpinan, dan sinergi antar stakeholder, tetapi juga oleh tingkat efektivitas pelaksanaan aksi perubahan dalam organisasi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi, baik secara teoritis maupun praktis, bagi pengembangan manajemen organisasi sektor publik, khususnya dalam upaya meningkatkan kinerja Organisasi Perangkat Daerah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Latifah Qalbiah 2025. Pengaruh Permainan Lompat Karet Untuk Meningkatkan Kolaborasi Siswa Kelas VIII di SMPN 5 Tarakan Tahun 2025/2026. Pembimbing Utama Nisa Ariantini, M.Pd, Pembimbing Anggota Nurul Fadilah, S.Pd.,M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan lompat karet untuk meningkatkan kolaborasi siswa kelas VIII di SMPN 5 Tarakan. Kolaborasi merupakan suatu proses saling bekerja sama, berkoordinasi, mempunyai unsur ketergantungan positif dalam kelompok yang mengarah pada tujuan bersama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen desain one-group pretest-posttest. Adapun populasi penelitian ini sebanyak 209 siswa dan teknik pengampilan sampel menggunakan teknik Purpusive Sampling yaitu berjumlah 8 siswa. Intrumen penelitian menggunakan skala likert untuk mengetahui kemampuan kolaborasi siswa, dengan uji hipotesis menggunakan uji Wilcoxon. Pada pemberian pretest terdapat 2 (25%) siswa memiliki tingkat kolaborasi yang rendah, terdapat 5 (62%) siswa yang memiliki tingkat kolaborasi sedang dan terdapat 1 (13%) siswa yang memiliki tingkat kolaborasi tinggi. Pada pemberian posttest terdapat 6 (75%) siswa memiliki tingkat kolaborasi yang sangat tinggi, dan 2 (25%) siswa memiliki tingkat kolaborasi tinggi. Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan uji Wilcoxon diperoleh nilai sig (2-tailed) sebesar 0,012 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, maka hipotesis yang berbunyi “Pengaruh Permainan Lompat Karet untuk Meningkatkan Kolaborasi Siswa kelas VIII di SMPN 5 Tarakan” diterima.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak Layanan Kolaborasi adalah suatu proses interaksi yang kompleks dan beragam, yang melibatkan beberapa orang untuk bekerja sama dengan menggabungkan pemikiran secara berkesinambungan dalam menyikapi suatu hal dimana setiap pihak yang terlibat saling ketergantungan di dalamnya. Implementasian layanan kolaborasi itu di setiap sekolah berbeda-beda ada kelebihan dan kekurangannya, maka dari itu perlu dilakukan evaluasi untuk melihat sejauh mana layanan kolaborasi ini bisa berjalan dengan baik. CIPP merupakan model evaluasi yang memiliki suatu kerangka kerja komprehensif untuk melakukan evaluasievaluasi formatif dan summative atas program-program, proyek-proyek, personil, produksi-produksi, organisasi-organisasi dan sistem-sistem evaluasi. CIPP merupakan model evaluasi yang memiliki suatu kerangka kerja komprehensif untuk melakukan evaluasi-evaluasi formatif dan summative atas program-program, proyek-proyek, personil, produksi-produksi, organisasi-organisasi dan sistem-sistem evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan layanan kolaborasi yang ditinjau dari model CIPP di SMA Negeri 4 Tarakan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Adapun informan utama dalam penelitian ini adalah satu orang guru bimbingan dan konseling, dan satu orang wali kelas. Teknik pengumpulan data melalui metode wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah penerapan layanan kolaborasi yang ditinjau dari model CIPP di SMA Negeri 4 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Cici Parmita. 2024. Penggunaan Media Dalam Layanan Informasi Terhadap Kolaborasi Siswa Di Smp Negeri Terpadu Unggulan 2 Tana Tidung oleh Emmy Ardiwinata, M.Pd selaku pembimbing utama dan Siti Rahmi, S.Sos.I., M.Pd selaku pembimbing anggota. Kolaborasi merupakan kemampuan untuk bekerja sama dengan orang lain disertai dengan perasaan senang ketika berada bersama dengan orang lain dan menunjukkan sikap positif terhadap orang lain. Kolaborasi merupakan keterampilan bekerja sama antara dua atau lebih siswa untuk menyelesaiakan suatu permasalahan dengan berbagai tanggung jawab, akuntabilitas, terorganisir dan peran untuk mencapai pemahaman bersama tentang masalah dan solusinya. Pemberian layanan informasi bertujuan untuk membantu pihak-pihak yang berkepentingan mengenai berbagai hal yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu tugas atau kegiatan, untuk menentukan tujuan atau rencana yang diinginkan. Selain itu layanan informasi dapat digunakan untuk mendukung pelaksanaan fungsi bimbingan dan konseling. Media yang digunakan adalah media film pendek, media pamflet dan media permainan truth or dare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan media dalam layanan informasi terhadap kolaborasi siswa, penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimen dengan jenis one group pte-test dan post-test design dengan pendekatan kuantitatif, populasi dalam penelitian ini sebanyak 67 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40 siswa. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan inferensial. Uji hipotesis menggunakan uji statistik parametrik dengan teknik paired sample t test. Berdasarkan analisis disimpulkan bahwa nilai signifikan sebesar 0,000 0,05 yang artinya penggunaan media dalam layanan informasi mampu membentuk kolaborasi pada siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keterampilan kolaborasi dan hasil belajar siswa merupakan hal yang saling mempengaruhi. Keduanya harus dapat difasilitasi dalam pembelajaran, agar menjadi bekal bagi siswa untuk bersaing di dunia global. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan keterampilan kolaborasi terhadap hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 4 Tarakan pada mata pelajaran biologi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 4 Tarakan tahun ajaran 2023/2024 dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 71 siswa yang diambil dengan teknik Sampling Purposive. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes, lembar observasi keterampilan kolaborasi dan angket penilaian afektif keterampilan kolaborasi. Sementara itu teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial dengan bantuan aplikasi SPSS 23.00 for windows. Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan analisis korelasi product moment, diperoleh nilai koefisien sebesar 0,346, hasil tesebut dibandingkan dengan rtabel = 0,23 pada sig.0,05 dengan N = 71 maka rhitung = 0,346 > rtabel = 0,23, maka hipotesis dalam penelitian ini ”terdapat hubungan antara keterampilan kolaborasi dengan hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 4 Tarakan mata pelajaran biologi” diterima.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor rantai pasokan yang terdiri dari hubungan jangka panjang, berbagi informasi, kepercayaan, dan kolaborasi terhadap manajemen rantai pasokan. Survei penelitian ini menggunakan kuesioner yang dilakukan pada 100 usaha kedai-kedai kopi di Kota Tarakan dengan menggunakan Teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan jangka panjang, kepercayaan, dan kolaborasi berpengaruh positif signifikan terhadap manajemen rantai pasokan, sedangkan berbagi informasi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap manajemen rantai pasokan.