Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

29 hasil
Subjek: Batik
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI PEMASARAN PISANG KEPOK DESA SUNGAI LIMAU KECAMATAN SEBATIK TENGAH KABUPATEN NUNUKAN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jamal. 15.201020.078. 2019. “ Strategi Pemasaran Pisang Kepok Desa Sungai Limau Kecamatan Sebatik Tengah Kabupaten Nunukan”. dibimbing oleh Nia Kurniasih Suryana. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini dilatarbelakangi untuk menjawab permasalahan yang dihadapi oleh petani yang ada yakni pemasaran merupakan suatu usaha untuk menyampaikan barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Sejauh ini pemasaran pisang yang ada di Desa Sungai Limau telah mencapai di negara tetangga (Malaysia). Dari sektor pemasaran menghadapi beberapa kendala dalam hal produk, harga, tempat, dan promosi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi pemasaran pisang kepok yang ada desa sungai limau kecamatan sebatik tengah. Metode penentuan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling. Metode pengolahan data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, Analisis data yang digunakan adalah Analisis SWOT (IFAS dan EFAS). Hasil menunjukkan Faktor strategi internal dan eksternal menunjukkan bahwa jumlah untuk faktor kekuatan sebesar 1.60 lebih kecil dari ada jumlah faktor kelemahan sebesar 1.75 keadaan ini mengidentifikasi bahwa faktor kekuatan untuk pemasaran pisang kepok yang ada disungai limau lebih kecil dari pada faktor kelemahan yang akan menghambatnya. Sedangkan Analisis kuadran didapatkan dengan melakukan pengurangan antara jumlah total faktor dengan jumlah total kemudian dibagi 2. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai X = 0.71 dan nilai Y = 1.07 Kesimpulan bahwa faktor internal, dari aspek kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh Desa, yaitu: (1) produk berkualitas, (2) pengetahuan SDM yang baik tentang budidaya pisang kepok, (3) letak wilayah strategis. (4) modal usaha terbatas, (5) minimnya kegiatan promosi, (6) kemasan produk pisang kurang menarik, (7) saluran pemasaran yang panjang. Pada sektor eksternal dari aspek peluang dan ancaman yang dimiliki oleh desa, yaitu: (1) adanya bantuan dari dinas pertanian, (2) tersedianya pemasaran pisang kepok yang masih luas baik dalam negeri maupun luar negeri (3) adanya kemajuan teknologi informasi, (4) stabilitas nilai tukar mata uang, (5) sulitnya akses perizinan, (6) harga beli hasil pertanian ditetapkan oleh tengkulak, (7) pesaing dari desa lain. Adapun strategi yang ditetapkan yaitu: (1) memperluas jaringan pemasaran dengan memanfaatkan teknologi informasi, (2) meningkatkan sumber daya manusia (SDM) serta kerjasama dengan pihak dinas pertanian. Berdasarkan hasil dan pembahasan dari penelitian ini maka diberikan beberapa saran sebagai berikut: (1) Peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dengan cara membuat program workshop, pelatihan, studi banding poktan yang difasilitasi oleh pemerintah atau swasta, (2) Sebaiknya dilakukan pembimbingan dan pengawasan secara bertahap dari hasil alternatif strategi pemasaran pisang kepok di Desa Sungai Limau sesuai dengan prioritas sehingga tujuan dari pelaksanaan strategi tersebut dapat tercapai dan tepat sasaran (3) Disarankan pada peneliti berikutnya yang ingin melakukan penelitian dengan topik yang sama maka diharapkan dapat mengkaji lebih dalam masing-masing bagian dalam sistem strategi pemasaran pisang kepok.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS SUPPLY CHAIN MANAGEMENT UMKM BATIK METNA DI KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Supply Chain Management (SCM) pada UMKM Batik Metna di Kota Tarakan dengan melihat struktur rantai pasok, aliran barang, informasi, dan keuangan, proses SCM, hambatan yang dihadapi, serta upaya yang dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan rantai pasok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pemilihan informan dilakukan secara purposive dengan melibatkan lima informan yang terdiri atas pemilik UMKM Batik Metna, pemasok bahan baku, pihak UMKM Center, dan dua orang konsumen. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SCM pada UMKM Batik Metna telah berjalan melalui keterlibatan pemasok bahan baku, Batik Metna sebagai produsen, UMKM Center sebagai salah satu saluran penyaluran, dan konsumen sebagai pihak akhir. Aliran barang, informasi, dan keuangan telah berlangsung, sedangkan proses SCM meliputi perencanaan, pengadaan bahan baku, produksi, dan distribusi yang masih dikelola secara sederhana dan fleksibel sesuai kondisi usaha. Hambatan yang ditemukan meliputi keterbatasan ketersediaan bahan baku, ketidaksesuaian antara persediaan dan permintaan, kebutuhan konfirmasi mengenai informasi stok, serta pencatatan transaksi yang belum sistematis. Upaya yang dilakukan meliputi pemanfaatan beberapa sumber bahan baku, penyesuaian pembelian dengan permintaan, pengaturan produksi berdasarkan kondisi stok, pemanfaatan UMKM Center, dan pertimbangan biaya dalam pengadaan serta produksi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penegakan Kedaulatan Moneter Indonesia Terhadap Penggunaan Ringgit Di Wilayah Sebatik, Kabupaten Nunukan.

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum dan mekanisme penegakan kewajiban penggunaan Rupiah sebagai wujud kedaulatan moneter Indonesia serta menganalisis tantangan penegakan kedaulatan moneter terhadap penggunaan Ringgit di wilayah Sebatik, Kabupaten Nunukan dan tanggung jawab negara berdasarkan teori Welfare State. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Bahan hukum diperoleh melalui studi kepustakaan yang meliputi bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan metode deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewajiban penggunaan Rupiah telah memiliki dasar hukum yang kuat melalui UUD NRI Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, dan Peraturan Bank Indonesia Nomor 17/3/PBI/2015. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum diperoleh melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara kualitatif menggunakan metode deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan penggunaan Rupiah telah memiliki dasar hukum yang kuat melalui UUD NRI Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, dan Peraturan Bank Indonesia Nomor 17/3/PBI/2015. Namun, implementasinya di Sebatik masih menghadapi hambatan berupa faktor geografis, ketergantungan ekonomi terhadap Malaysia, kebiasaan penggunaan Ringgit, keterbatasan infrastruktur ekonomi dan layanan keuangan, serta lemahnya pengawasan. Berdasarkan teori Welfare State, negara bertanggung jawab tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pembangunan ekonomi, penguatan infrastruktur perbatasan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat guna mendukung efektivitas penggunaan Rupiah sebagai wujud kedaulatan moneter Indonesia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kemampuan Literasi Sains Siswa SMP/MTs Di Pulau Sebatik

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Literasi sains merupakan kemampuan peserta didik dalam memahami konsep sains, menggunakan pengetahuan ilmiah, serta mengambil keputusan berdasarkan bukti ilmiah untuk menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Karena pentingnya literasi sains maka diperlukan penelitian untuk mendeskripsikan kemampuan literasi sains peserta didik kelas VIII SMP/MTs di Pulau Sebatik. Pada penelitian ini kemampuan literasi sains siswa diukur pada dimensi kompetensi sains. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, sampel penelitian ini ditentukan dengan teknik cluster random sampling. Terdapat 480 peserta didik kelas VIII yang berasal dari enam SMP/MTs di Pulau Sebatik yang dipilih secara random. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan instrumen literasi yang memiliki 25 butir soal. Soal ini mengacu pada kerangka Programme for International Student Assesment (PISA) dan meliputi tiga indikator kompetensi sains, yaitu menjelaskan fenomena secara ilmiah, mengevaluasi dan merancang penyelidikan ilmiah, serta menafsirkan data dan bukti secara ilmia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata peserta didik hanya mampu menjawab kurang dari 50% jumlah soal literasi sains yang diberikan. Ditinjau dari indikator kompetensi sains, kemampuan siswa dalam menjelaskan fenomena secara ilmiah menunjukkan capaian yang lebih baik dibandingkan dengan kemampuan mengevaluasi dan merancang penyelidikan ilmiah serta menafsirkan data dan bukti ilmiah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains peserta didik masih perlu ditingkatkan melalui pembelajaran yang kontekstual, berbasis penyelidikan, dan berorientasi pada pengembangan keterampilan ilmiah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISA JATUH TEGANGAN PADA SISTEM DISTRIBUSI PT. PLN KP SEBATIK MENGGUNAKAN DIGSILENT POWERFACTORY

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ketersediaan energi listrik yang andal dan berkualitas merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat, termasuk di wilayah kepulauan seperti Pulau Sebatik, Kalimantan Utara. Salah satu tantangan teknis yang kerap dihadapi dalam sistem distribusi adalah jatuh tegangan, yakni penurunan nilai tegangan sepanjang saluran akibat interaksi antara arus beban dan impedansi penghantar. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab dan besaran jatuh tegangan pada Penyulang 1, 2, 3, 4, dan 6 milik PT PLN KP Sebatik menggunakan pemodelan single line diagram pada Digsilent PowerFactory dengan metode simulasi Newton-Raphson. Jatuh tegangan hasil simulasi akan dilakukan perbandingan dengan jatuh tegangan hasil perhitungan, dimana seluruh penyulang menunjukkan kesesuaian yang sangat baik kecuali Penyulang 3 yang memiliki selisih sebesar 0,0018 kV (0,0088%). Penyulang 4 mencatatkan jatuh tegangan sebesar 0,2409 kV (1,2043%), Penyulang 1 sebesar 0,2345 kV (1,1721%), Penyulang 3 sebesar 0,1129 kV (0,5644%), Penyulang 2 sebesar 0,0562 kV (0,2811%), dan Penyulang 6 sebesar 0,0102 kV (0,0509%). Variasi nilai jatuh tegangan antar penyulang ini dipengaruhi langsung oleh besar arus beban yang ditanggung serta nilai impedansi total saluran pada masing-masing jalur distribusi. Secara keseluruhan, seluruh nilai jatuh tegangan yang teridentifikasi masih berada jauh di bawah ambang batas yang dipersyaratkan SPLN No. 72/1987 sebesar 5%, sehingga jaringan distribusi PT PLN KP Sebatik dapat dinyatakan beroperasi dalam kondisi yang andal dan layak secara teknis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisa Jatuh Tegangan Pada Sistem Distribusi PT. PLN KP. Sebatik Menggunakan Digsilent Powerfactory

2026•

Ketersediaan energi listrik yang andal dan berkualitas merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat, termasuk di wilayah kepulauan seperti Pulau Sebatik, Kalimantan Utara. Salah satu tantangan teknis yang kerap dihadapi dalam sistem distribusi adalah jatuh tegangan, yakni penurunan nilai tegangan sepanjang saluran akibat interaksi antara arus beban dan impedansi penghantar. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab dan besaran jatuh tegangan pada Penyulang 1, 2, 3, 4, dan 6 milik PT PLN KP Sebatik menggunakan pemodelan single line diagram pada Digsilent PowerFactory dengan metode simulasi Newton-Raphson. Jatuh tegangan hasil simulasi akan dilakukan perbandingan dengan jatuh tegangan hasil perhitungan, dimana seluruh penyulang menunjukkan kesesuaian yang sangat baik kecuali Penyulang 3 yang memiliki selisih sebesar 0,0018 kV (0,0088%). Penyulang 4 mencatatkan jatuh tegangan sebesar 0,2409 kV (1,2043%), Penyulang 1 sebesar 0,2345 kV (1,1721%), Penyulang 3 sebesar 0,1129 kV (0,5644%), Penyulang 2 sebesar 0,0562 kV (0,2811%), dan Penyulang 6 sebesar 0,0102 kV (0,0509%). Variasi nilai jatuh tegangan antar penyulang ini dipengaruhi langsung oleh besar arus beban yang ditanggung serta nilai impedansi total saluran pada masing-masing jalur distribusi. Secara keseluruhan, seluruh nilai jatuh tegangan yang teridentifikasi masih berada jauh di bawah ambang batas yang dipersyaratkan SPLN No. 72/1987 sebesar 5%, sehingga jaringan distribusi PT PLN KP Sebatik dapat dinyatakan beroperasi dalam kondisi yang andal dan layak secara teknis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MODUL "DEMA" BARISAN DERET KELAS X DKV SMK NEGERI 4 TARAKAN BERBASIS BATIK KALIMANTAN UTARA

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran "Deep of Math" yang berbasis etnomatematika dengan memanfaatkan motif batik Kalimantan Utara. Pengembangan ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya relevansi bahan ajar matematika terhadap konteks kejuruan dan budaya lokal, yang menjadi tantangan dalam pembelajaran matematika di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya pada Program Keahlian Desain Komunikasi Visual. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D). Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli serta angket respons guru dan peserta didik yang menggunakan skala Likert 4 poin. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil validasi ahli menunjukkan tingkat validitas materi sebesar 75% dan validitas media sebesar 66%, dengan rata-rata keseluruhan sebesar 71% yang termasuk dalam kategori cukup valid. Penilaian guru terhadap modul memperoleh persentase sebesar 71,25%. Selanjutnya, uji coba terbatas yang melibatkan 15 peserta didik menghasilkan tingkat respons sebesar 79,83%. Berdasarkan gabungan respons guru dan peserta didik, modul memperoleh rata-rata tingkat kepraktisan sebesar 75,54% yang termasuk dalam kategori praktis. Modul ini mengintegrasikan materi barisan aritmetika dan geometri dengan motif batik Kalimantan Utara sehingga mampu menghadirkan konteks pembelajaran yang lebih sesuai dengan karakteristik dan minat peserta didik pada Program Keahlian Desain Komunikasi Visual. Dengan demikian, modul “Deep of Math” dinyatakan valid dan praktis untuk digunakan sebagai bahan ajar mandiri. Meskipun demikian, pengembangan lebih lanjut masih diperlukan untuk memperkuat aktivitas pembelajaran yang mendorong keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS). This research aims to develop a learning module titled "Deep of Math," grounded in ethnomathematic principles and utilizing North Kalimantan batik motifs, because the limited relevance of mathematical instructional materials to vocational and local cultural contexts constitutes a substantive challenge in vocational secondary education within the Visual Communication Design specialization program. The research and development methodology utilized expert validation instruments and teacher and student response questionnaires employing a 4-point Likert scale. Data were analyzed using descriptive, quantitative, and qualitative methods. Expert validation results demonstrated content validity of 75% and media validity of 66%, yielding an average of 71%, which is categorized as adequate. Teacher evaluation of the module yielded a rating of 71.25%. Subsequent limited trials involving 15 students produced a response rate of 79.83%. Based on aggregate responses from educators and learners, the module achieved an average practical utility rating of 75.54%, which is categorized as practically applicable. The module integrates arithmetic and geometric sequence content with North Kalimantan batik motifs, thereby establishing learning contexts more aligned with the characteristics and interests of students in the Visual Communication Design program. Consequently, the Deep of Math module is deemed both valid and practically functional as independent instructional material, although further development is necessary to strengthen learning activities that promote higher-order thinking skills.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Industri Batik Kabupaten Malinau

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Industri batik Kabupaten Malinau merupakan kegiatan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal yang menggabungkan nilai budaya dari lebih dari sebelas etnis asli Kalimantan Utara, khususnya suku Dayak, Kenyah, dan Lundayeh, ke dalam produk batik bermotif khas daerah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis peran industri batik dalam mendukung perekonomian daerah Kabupaten Malinau, dan (2) mengidentifikasi strategi pengembangan usaha industri batik yang relevan dan aplikatif bagi pelaku industri maupun pemerintah daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Responden penelitian berjumlah enam orang yang dipilih secara purposif, terdiri dari lima pelaku usaha batik aktif dan satu perwakilan pemerintah daerah. Adapun strategi pengembangan usaha yang teridentifikasi mencakup lima prioritas utama: penguatan akses bahan baku lokal melalui pengembangan pewarna alami dari tanaman endemik Kalimantan Utara; penguatan kapasitas permodalan melalui skema KUR khusus pengrajin skala kecil; profesionalisasi pemasaran berbasis platform digital; regenerasi pengrajin melalui integrasi keterampilan membatik dalam kurikulum muatan lokal SMP dan SMK; serta pelembagaan kolaborasi multipihak dalam forum industri batik yang terstruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa industri batik Kabupaten Malinau memiliki potensi besar sebagai pilar ekonomi kreatif berbasis budaya yang berkelanjutan. Namun realisasi potensi tersebut membutuhkan kerja kolektif yang terkoordinasi dari seluruh pemangku kepentingan, didukung oleh kebijakan yang konsisten dan program pembinaan yang berkesinambungan dari pemerintah daerah.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI KOMPOSISI UKURAN DAN HUBUNGAN PANJANG BERAT IKAN HASIL TANGKAPAN RAWAI DASAR (BOTTOM LONGLINE) DI PERAIRAN SEBATIK KABUPATEN NUNUKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji komposisi ukuran, sebaran panjang, hubungan panjang–berat, dan faktor kondisi ikan demersal hasil tangkapan rawai dasar di perairan Pulau Sebatik, Indonesia. Pengukuran panjang total dan bobot tubuh dilakukan pada ikan yang ditangkap oleh nelayan skala kecil, dan data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi ukuran, model panjang–berat W = aLᵇ, serta faktor kondisi Fulton (K). Hasil tangkapan didominasi oleh spesies dari famili Lutjanidae, Haemulidae, Serranidae, Polynemidae, dan Carangidae, yang umum ditemukan pada komunitas ikan demersal perairan tropis. Sebaran ukuran bervariasi antarspesies, dengan dominasi individu berukuran sedang, menunjukkan struktur populasi yang relatif stabil. Nilai eksponen b pada sebagian besar spesies mendekati 3, menandakan pola pertumbuhan isometrik, sementara beberapa spesies menunjukkan kecenderungan alometrik positif. Nilai faktor kondisi umumnya berada pada kategori baik, mencerminkan kondisi fisiologis ikan yang sehat serta lingkungan yang mendukung pertumbuhan. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini memberikan informasi dasar yang penting mengenai karakteristik populasi ikan demersal di perairan Sebatik dan berkontribusi pada pengelolaan perikanan yang berkelanjutan di wilayah Indonesia timur

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EKSPLORASI PERSEPSI SISWA JURUSAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL TERHADAP PENGGUNAAN KONTEKS BATIK DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi siswa Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) SMK Negeri 4 Tarakan terhadap penggunaan konteks batik sebagai pendekatan etnomatematika dalam pembelajaran matematika. Latar belakang penelitian berangkat dari permasalahan rendahnya minat dan pemahaman siswa terhadap matematika yang sering dianggap abstrak, sulit, serta jauh dari kehidupan sehari-hari. Padahal, matematika memiliki kedekatan yang kuat dengan berbagai aktivitas budaya, termasuk pola dan struktur yang terdapat pada motif batik. Melalui pemanfaatan konteks batik, pembelajaran matematika diharapkan menjadi lebih konkret, bermakna, dan relevan dengan pengalaman siswa sehingga pembelajaran terasa lebih dekat dengan realita mereka dalam kehidupan nyata sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, serta catatan lapangan. Partisipan penelitian terdiri dari 10 siswa kelas XI DKV yang memiliki pengetahuan tentang ornamen batik dan cukup unggul dalam memahami pembelajaran matematika. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, yang kemudian divalidasi menggunakan teknik triangulasi dan member check untuk memastikan keakuratan temuan serta meningkatkan kepercayaan data sehingga hasil penelitian semakin dapat dipertanggungjawabkan secara baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memberikan persepsi positif terhadap penggunaan batik sebagai konteks pembelajaran matematika. Siswa menyatakan bahwa menggabungkan konsep matematika dengan motif batik membuat pembelajaran lebih menarik, menyenangkan, mudah dipahami, dan tidak membosankan. Berbagai konsep matematika berhasil diidentifikasi siswa pada motif batik, seperti transformasi geometri (translasi, rotasi, dan refleksi) serta bangun datar (segitiga, lingkaran, dan persegi panjang) pada motif Bultiya, Kawung, Obar-Abir, Bunga Raye, dan Shaho. Selain meningkatkan pemahaman konsep, pendekatan ini juga menumbuhkan motivasi belajar serta kecintaan siswa terhadap budaya lokal dan identitas daerah. Meskipun demikian, beberapa siswa yang kurang memahami etnomatematika menunjukkan persepsi yang lebih rendah. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan konteks batik dalam pembelajaran matematika efektif dalam meningkatkan pemahaman, minat belajar, dan penghargaan terhadap budaya daerah secara nyata dan berkelanjutan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA MOTIF BATIK KOTA TARAKAN

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi unsur-unsur Matematika yang terdapat pada motif batik khas Kota Tarakan serta mendeskripsikan pandangan siswa terhadap penggunaan motif batik tersebut sebagai konteks dalam pembelajaran Matematika. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Subjek penelitian terdiri atas satu orang pengrajin Batik Pakis Asia dan tiga orang siswa SMP Muhammadiyah 2 Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, sedangkan analisis data mengikuti model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif batik Kota Tarakan, antara lain motif Semandag, Tameng Sungkul, Seraung Dayak, Temparang Piyay, dan Kapah, mengandung berbagai unsur Matematika seperti belah ketupat, lingkaran, segi enam, simetri, dan sudut-sudut geometri. Unsur-unsur tersebut dapat dijadikan konteks konkret dalam pembelajaran Matematika, khususnya pada materi geometri. Berdasarkan hasil wawancara, siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran Matematika yang dikaitkan dengan motif batik. Siswa merasa lebih tertarik, termotivasi, dan mudah memahami konsep Matematika karena pembelajaran menjadi lebih kontekstual serta dekat dengan budaya lokal. Selain itu, siswa juga menyadari pentingnya pelestarian budaya melalui integrasi batik dalam pembelajaran. Dengan demikian, penggunaan motif batik Kota Tarakan sebagai konteks dalam pembelajaran Matematika tidak hanya membantu siswa memahami konsep geometri secara konkret, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pendidik dalam mengembangkan pembelajaran berbasis etnomatematika yang bermakna dan berkarakter.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PERBEDAAN UMPAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN MENGGUNAKAN ALAT TANGKAP RAWAI (Long Line) DI PERAIRAN SEBATIK KABUPATEN NUNUKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Alat tangkap longline atau rawai merupakan salah satu metode penangkapan ikan yang umum digunakan dalam perikanan komersial. Longline terdiri dari tali utama yang panjang dengan banyak cabang yang terhubung ke kail. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis umpan terhadap hasil tangkapan menggunakan alat tangkap rawai (longline) di perairan Sebatik, Kabupaten Nunukan. Metode yang digunakan adalah percobaan penangkapan (experimental fishing) dengan lima perlakuan umpan, yaitu ikan otek (Puntius binotatus), ikan puput (Rasbora spp.), ikan tembang (Sardinella lemuru), kelapa (Cocos nucifera), dan belut (Gymnothorax dorsalis). Penelitian dilaksanakan selama bulan November 2024–Januari 2025 dengan total 12 kali ulangan. Data hasil tangkapan dianalisis melalui komposisi jenis, nilai efektivitas, dan sidik ragam satu arah (ANOVA) menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan terdapat delapan spesies ikan yang tertangkap, dengan komposisi tertinggi pada ikan pari (28,2%), di ikuti ikan putih (23,5%), dan kakap (18,0%). Nilai efektivitas penangkapan tertinggi diperoleh pada umpan puput (17,3%), di ikuti belut (10,7%), dan kelapa (8,0%), sedangkan otek dan tembang masing-masing 5,3%. Uji ANOVA menunjukkan bahwa perbedaan jenis umpan tidak memberikan pengaruh signifikan (p > 0,05) terhadap hasil tangkapan baik berdasarkan jumlah jenis maupun biomassa. Meskipun demikian, secara deskriptif penggunaan puput dan kelapa cenderung menghasilkan biomassa yang lebih tinggi. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dalam pemilihan umpan bagi nelayan serta sebagai dasar pengembangan teknologi penangkapan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi kesesuaian lahan budidaya rumput laut (kappaphycus alvarezii) menggunakan metode scoring di perairan sebatik barat

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu sumber penghasilan masyarakat di pulau Sebatik yaitu budidaya rumput laut. Usaha rumput laut semakin meningkat dan berkembang disepanjang pesisir Kecamatan Sebatik Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian lahan budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii di perairan Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, menggunakan metode scoring berdasarkan parameter kualitas perairan. Penelitian dilakukan pada bulan April hingga Mei 2025 di tiga lokasi pesisir yaitu Desa Setabu, desa Binalawan, dan Desa Liang Bunyu. Parameter yang diamati meliputi suhu, kecerahan, salinitas, pH, kecepatan arus, kandungan nitrat, dan fosfat. Analisis data menggunakan metode skor berjenjang. Skor total yang diperoleh kemudian diklasifikasikan dalam tiga kategori: Sesuai (S1) jika skor 66–90, Cukup Sesuai (S2) jika skor 42–65, dan Tidak Sesuai (N) jika skor 18–41. Hasil penelitian menunjukkan ketiga lokasi berada dalam kategori cukup sesuai (S2) dengan skor total berturut-turut Desa Setabu sebesar 62, Desa Liang Bunyu sebesar 57 dan Desa Binalawan sebesar 50. Faktor pembatas utama yang ditemukan adalah kecepatan arus yang melebihi batas optimal dan kandungan nitrat yang tinggi, terutama di lokasi yang berdekatan dengan pemukiman (Desa Setabu). Parameter lain seperti suhu (30–31°C), salinitas (29–31 ppt), pH (7,7–8,3), kecerahan (1–1,7 m), dan fosfat (0,009–0,050 mg/L) berada dalam kisaran SNI 2011 tentang kualitas air untuk pertumbuhan rumput laut. Kesimpulan, perairan Sebatik Barat memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan budidaya rumput laut secara berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penegakan Hukum Terhadap Warga Negara Asing yang Melakukan Tindak Pidana Narkotika di Pulau Sebatik

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk penegakan hukum terhadap warga negara asing yang melakukan tindak pidana narkotika di Pulau Sebatik. Serta untuk mengetahui faktor – faktor yang memengaruhi penegakan hukum terhadap warga negara asing yang melakukan tindak pidana narkotika di Pulau Sebatik. Seluruh data yang diperoleh dalam penelitian, baik data primer dan data sekunder akan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis kualitatif. Selain itu dideskripsikan, dengan menelaah permasalahan yang ada, menggambarkan, menguraikan hingga menjelaskan permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan penelitian ini. Penggunaan metode deskriptif ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran yang baik , jelas dan dapat memberikan data sedetail mungkin tentang objek yang diteliti, dalam hal ini mengambarkan bagaimana penegakan hukum terhadap warga negara asing yang melakukan tindak pidana narkotika di Pulau Sebatik. Pada penelitian ini penulis memilih lokasi penelitian yang melibatkan instansi Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Utara yang berlokasi di Kota Tarakan, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan di Kabupaten Nunukan, Kepolisian Resor Nunukan di Kabupaten Nunukan, dan Kepolisian Sektor Sebatik Timur yang terletak di Pulau Sebatik. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis berkesimpulan bahwa Penegakan hukum pidana terhadap warga negara asing dalam perkara narkotika di wilayah Pulau Sebatik telah berlangsung secara efektif dan sejalan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, tanpa adanya pembedaan perlakuan antara warga negara Indonesia dan asing. Meski demikian, efektivitas penegakan hukum tersebut masih dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain kondisi geografis perbatasan, kurangnya koordinasi dan kerja sama antara aparat penegak hukum, keterbatasan sarana dan prasarana, serta lemahnya pengawasan terhadap jalur-jalur tidak resmi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kekerasan Verbal Terhadap Rasa Percaya Diri Anak di Wilayah Perbatasan Sebatik

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

HUBUNGAN KEKERASAN VERBAL TERHADAP RASA PERCAYA DIRI ANAK DI WILAYAH PERBATASAN SEBATIK ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh kekerasan verbal terhadap rasa percaya diri anak di wilayah perbatasan Sebatik. Kekerasan verbal yang sering terjadi dalam konteks keluarga dan lingkungan sosial, dapat mempengaruhi perkembangan psikologis anak, khususnya dalam hal terbentuknya rasa percaya diri. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan melibatkan 120 anak berusia 7-11 tahun sebagai sampel yang ditentukan dengan menggunakan teknik total sampling. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat spearmen rank. Hasil penelitian: terdapat hubungan antara kekerasan verbal dengan rasa percaya diri anak di wilayah perbatasan Sebatik dengan tingkat keeratan yang cukup sebesar -0,376 dan p value 0.05. Kesimpulan pada penelitian ini adalah bahwa kekerasan verbal memiliki hubungan yang signifikan dengan rasa percaya diri anak. Temuan ini menunjukkan perlunya perhatian lebih terhadap masalah kekerasan verbal di wilayah perbatasan serta pentingnya dukungan psikologis untuk membantu anak-anak membangun rasa percaya diri. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pendidik, orang tua, dan pembuat kebijakan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan positif anak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PROFIL KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA KELAS XI IPA SMA/MA DI PULAU SEBATIK KABUPATEN NUNUKAN KALIMANTAN UTARA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Literasi sains telah menjadi istilah yang digunakan secara luas sebagai karakteristik penting yang harus dimiliki oleh setiap warga negara dalam masyarakat modern. Literasi sains merupakan kemampuan yang sangat penting dalam menghadapi tantangan global, namun data PISA menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains siswa di Indonesia masih tergolong rendah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil kemampuan literasi sains siswa kelas XI IPA SMA/MA di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara dengan menggunakan metode dan pengumpulan data menggunakan soal tes literasi sains. Soal ini terdiri dari soal pilihan ganda dan uraian. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI IPA di beberapa sekolah di Pulau Sebatik yang dipilih melalui purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki kemampuan literasi sains yang rendah, baik pada aspek konten maupun konteks. Selain itu, sebagian besar siswa memiliki kemampuan literasi sains yang termasuk dalam kategori "sangat kurang". Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi guru untuk dapat menerapkan metode pengajaran kontekstual dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa untuk mendukung peningkatan kemampuan literasi sains.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN MINAT BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN BERBASIS INDOOR STUDY DAN OUTDOOR STUDY DI SMA NEGERI 1 SEBATIK

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pembelajaran di dalam kelas (Indoor study) merupakan pembelajaran yang memanfaatkan ruang kelas ataupun laboratorium. Pembelajaran di luar kelas (Outdoor study) merupakan metode pembelajaran yang mengajak siswa belajar di luar kelas untuk melihat peristiwa langsung di lapangan dengan tujuan untuk mengakrabkan siswa dengan lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbandingan minat belajar siswa menggunakan metode pembelajaran berbasis Indoor Study dan Outdoor Study siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Sebatik Jenis penelitian yang digunakan yaitu komparatif. Penelitian ini telah dilakukan di SMA Negeri 1 Sebatik. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa Kelas XI yang berjumlah 7 kelas. Teknik yang digunakan yaitu teknik purposive sampling penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu sampel yang diambil pada penelitian yaitu kelas XI PSP 1dan XI PSP 7, instrumen penelitian yang dikalukan yaitu angket minat belajar dan dokumentasi, data diolah dan dianalisis menggunakan aplikasi SPSS 26.0 for Windows. Berdasarkan hasil perhitungan dari tabel Uji independent t-test bahwa diperoleh nilai signifikasi Sig. (2-tailend) sebesar 0.044 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan minat belajar biologi siswa antara menggunakan metode indoor study dan outdoor study di SMA Negeri 1 Sebatik. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa penerapan metode Outdoor Study dapat meningkatkan minat belajar siswa dalam mata pelajaran Biologi. Oleh karena itu, sekolah dapat mempertimbangkan untuk mengadopsi metode ini sebagai bagian dari strategi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Selain itu, guru dapat lebih sering menggunakan lingkungan luar kelas sebagai sumber belajar yang efektif.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi Kesulitan Belajar Biologi Siswa SMA Negeri 1 Sebatik

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kesulitan belajar adalah keadaan dimana seorang siswa mengalami kesulitan, kendala, atau gangguan yang menghambat untuk mencapai tujuan akademik. Hambatan yang dihadapi tersebut dapat menyebabkan seseorang gagal mencapai tujuan pembelajaran. Kesulitan belajar yang dihadapi setiap orang berbeda-beda. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor kesulitan belajar biologi siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Sebatik menggunakan purposive sampling adalah metode pengambilan sampel data yang didasarkan pada pertimbangan tertentu. Peneliti menggunakan angket kesulitan belajar biologi, jumlah angket yang diberikan berjumlah 20 item pertanyaan yang berarti siswa diminta untuk memilih salah satu jawaban yang sesuai dengan keputusan peneliti. Siswa SMA Negeri 1 sebatik mengalami kesulitan belajar yang tergolong cukup disebabkan oleh faktor eksternal yaitu faktor keluarga sebesar 71% adapun faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar yaitu faktor orang tua yaitu cara mendidik anak, perhatian dan arahan orang tua, hubungan orang tua dengan anak dan bimbingan dari orang tua dan faktor sekolah sebesar 70% adapun faktor yang mempengaruhi pada faktor sekolah yaitu guru dapat menjadi kesulitan belajar jika gurunya tidak berkualitas, hubungan kurang baik dengan siswa. Faktor eksternal lainnya yaitu faktor masyarakat dan faktor internal seperti fisiologi dan psikologis tidak menyebabkan kesulitan belajar (persentase 73%). Temuan dari penelitian ini berimplikasi guru dapat mengoptimalkan belajar mengajar yang bermakna dan bervariasi agar dapat meminimalisir kesulitan belajar siswa. Guru sebaiknya memberikan pelajaran yang bervariatif, menjadi fasilitator yang bijaksana untuk keaktifan siswa meningkatkan pengetahuan yang luas dan dapat memberikan media yang tepat sehingga proses belajar siswa menjadi bermakna.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH UKURAN PELAMPUNG YANG BERBEDA PADA ALAT TANGKAP PUKAT HELA SISTEM FLOATING OTTERBOARD TERHADAP HASIL TANGKAPAN DI PERAIRAN SEBATIK

2024•

PENGARUH UKURAN PELAMPUNG YANG BERBEDA PADA ALAT TANGKAP PUKAT HELA SISTEM FLOATING OTTERBOARD TERHADAP HASIL TANGKAPAN DI PERAIRAN SEBATIK ABSTRAK Pulau Sebatik memiliki potensi sumberdaya perikanan sebesar 478,765 ton/tahun akan tetapi salah satu alat tangkap, pukat hela kurang efektif dalam penangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas pengaruh ukuran pelampung yang berbeda pada alat tangkap pukat hela dengan sistem floating otterboard terhadap hasil tangkapan ikan di perairan Sebatik. Penelitian ini menggunakan metode percobaan penangkapan (experimental fishing) pada alat tangkap pukat hela dengan sistem otterboard floating dengan pengamatan langsung dan pengumpulan data hasil tangkapan selama 18 kali trip penangkapan dengan variasi ukuran pelampung yang digunakan yaitu 20 Liter, 30 Liter, dan 40 Liter. Hasil penelitian dengan nilai efektifitas pada perlakuan A (20 Liter) dengan nilai yang tinggi terdapat pada Hasil Tangkapan Buangan (HTB) dengan nilai persentase 48.05%, pada perlakuan B (30 Liter) menunjukkan nilai efektifitas terdapat pada Hasil Tangkapan Utama (HTU) dengan nilai 39.74 %, pada perlakuan C (40 Liter) menunjukkan nilai efektifitas yang tinggi terdapat pada Hasil tangkapan Utama dengan nilai 34.61%. Hal ini menunjukkan pengoperasian pukat hela dengan sistem otterboard floating menghasilkan nilai efektifitas yang paling tinggi yaitu perlakuan A, dengan hasil tangkapan buangan 48.05%. Kata Kunci: Efektifitas Penangkapan, Pukat hela, Sebatik

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UKURAN PERTAMA KALI MATANG GONAD DAN TERTANGKAP PADA IKAN SENANGIN (Eleutheronema tetradactylum) YANG DIDARATKAN DI TANGKAHAN CV. MENTARI PAGI SEBATIK

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian terkait reproduksi ikan khususnya tentang ukuran pertama kali matang gonad (Lm) dan ukuran pertama kali tertangkap (Lc) pada ikan senangin (Eleutheronema tetradactylum) yang didaratkan di tangkahan CV. Mentari Pagi Sebatik perlu dilakukan pengkajian, guna menjaga kelestarian dan keberadaan populasi ikan yang ada di perairan. Tujuan penelitian untuk menerangkan sex ratio atau nisbah kelamin, tingkat kematangan gonad ikan dan ukuran pertama kali matang gonad serta ukuran pertama kali tertangkap pada ikan senangin yang didaratkan di tangkahan CV. Mentari Pagi Sebatik. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasi dengan pengamatan dan pengukuran ikan senangin. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel menggunakan metode random sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember – Februari 2024. Total sampel penelitian sebanyak 300 ekor yang terdiri dari 294 ekor jantan dan 6 ekor betina. Sampel diukur panjangnya menggunakan penggaris. Pengamatan jenis kelamin dilakukan secara anatomi dengan melihat gonad ikan. Sex ratio sampel ikan senangin selama penelitian yaitu 1 : 0,02. Tingkat kematangan gonad ikan senangin jantan dan betina dominan TKG III. Hasil pengukuran Lm dan Lc sampel ikan senangin diperoleh nilai Lc > Lm (Lm = 28,920 cm; Lc = 48,695 cm), artinya sebagian besar ikan yang tertangkap di perairan Sebatik memiliki peluang untuk melakukan pemijahan dan ikan yang tertangkap sudah layak untuk ditangkap sehingga hal tersebut dapat menambah populasi ikan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail