Penggunaan Mata Uang Ganda (Ringgit-Rupiah) Terhadap Pelaku Kegiatan Ekonomi Masyarakat Pulau sebatik
ABSTRAK PENGGUNAAN MATA UANG GANDA (RINGGIT-RUPIAH) TERHADAP PELAKU KEGIATAN EKONOMI MASYARAKAT PULAU SEBATIK Devina Amalia 1940402094 Dr.Pither Palungan, S.E., M.Si Email : [email protected] Indonesia dan Malaysia adalah dua negara tetangga yang memiliki perbatasan darat dan laut. Salah satu perbatasan antar negara adalah sebuah pulau kecil yaitu Pulau Sebatik.Pemenuhan kebutuhan sehari hari warga Sebatik sangat ketergantungan di Negara Malaysia karena sangat dekat jika dibandingkan dengan jarak ke Nunukan. penelitian ini mempunyai tujuan yaitu untuk mengetahui bagaimana penggunaan mata uang ganda terhadap pelaku kegiatan ekonomi pulau Sebatik. Desain yang dilakukan pada penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Disebut penelitian deskriptif karena objek dari penelitian ini merupakan fenomena alam dan peristiwa sosial yang terjadi dilingkungan masyarakat. Metode deskriptif kualitatif adalah suatu riset yang bentuk deskriptifnya menggunakan fakta atau fenomena yang didapatkan dari data secara apa adanya, desain berupa gambaran dengan kalimat-kalimat mengenai pendapat masyarakat. Agar peneliti dapat mengetahui fokus penelitian maka terdapat 4 hal yang merupakan indikator dalam analisis data ini, yaitu: 1. Faktor yang melandasi penjualan menggunakan uang ganda. 2. Sistem penjualan dan pembayaran menggunakan uang ganda. 3. Pengelolaan pembelanjaan barang toko dan tempat pembelian barang. 4. pendapatan dan pengeluaran toko. Indikator tersebut menjawab bahwa penggunaan mata uang ringgit lebih dominan digunakan daripada uang rupiah, ini dibuktikan dengan hasil wawancara pelaku usaha yang merupakan objek yang telah dipih untuk perwakilan setiap kecamatan di Pulau Sebatik. Dimana narasumber mengatakan bahwa transaksi yang dilakukan masyarakat lebih dominan menggunakan ringgit karena barang-barang yang mereka dapatkan juga sebagian besar adalah barang Malaysia. Kata Kunci : Penggunaan Mata Uang Ganda, Pelaku Ekonomi Masyarakat Pulau Sebatik