Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Subjek: Pukat hela
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS HASIL TANGKAPAN, KELAYAKAN USAHA, DAN TINGKAT KERAMAHAN LINGKUNGAN ALAT TANGKAP PUKAT HELA DI PERAIRAN JUATA LAUT KOTA TARAKAN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Juata Laut merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kota Tarakan Kalimantan Utara. Juata Laut memiliki potensi perikanan yang cukup baik hal ini ditandai dengan banyaknya alat tangkap pukat hela yang berada di Juata Laut. Dengan kesempatan ini dilakukan penelitian tentang analisis hasil tangkapan, kelayakan usaha dan tingkat keramahan lingkungan alat tangkap pukat hela di Perairan Juata Laut berdasarkan 9 kriteria keramahan lingkungan. Penelitian ini bertujuan menentukan hasil tangkapan, kelayakan usaha, serta menentukan tingkat keramahan lingkungan pada alat tangkap pukat hela. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel yang dilakukan adalah metode purposive random sampling yaitu dengan dua pendekatan diantaranya dengan cara observasi dan survey. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh hasil tangkapan utama yaitu ikan nomei 682 kg serta hasil tangkapan sampingan ikan puput 329 kg, cumi-cumi 81 kg, ikan gulama 432 kg, ikan bawal 128,4 kg, udang merah/duri 53 kg, udang putih 183,2 kg, udang windu 222,9 kg, dan hasil tangkapan buangan udang manthis 3 kg, ikan layur 7 kg, dan kepiting kecil 23 kg. Kelayan usaha pada perikanan tangkap pukat hela didapatkan hasil BC/Rasio sebesar 1,730 berarti usaha tersebut layak untuk di jalankan. Adapun tingkat keramahan lingkungan yang ada di Perairan Juata Laut ini termasuk kategori ramah lingkungan dimana diperoleh skor 26,9.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KARAKTER MORFOMETRIK MERISTIK DAN HUBUNGAN PANJANG BERAT IKAN BAWAL (Pampus sp.) HASIL TANGKAPAN PUKAT HELA DI PERAIRAN JUATA LAUT KOTA TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tarakan memiliki potensi perikanan yang cukup besar terkait aktivitas perikanan tangkap di perairan Juata Laut dengan ragam alat tangkap yang digunakan, salah satunya alat tangkap pukat hela (trawl). Alat tangkap trawl merupakan alat penangkapan ikan berkantong dilengkapi papan pembuka mulut jaring. Salah satu ikan yang ditangkap oleh nelayan trawl di Juata Laut adalah ikan bawal (Pampus sp). Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik morfometrik meristik dan rasio ukuran ikan Pampus sp serta Hubungan Panjang Berat (HPB). Penelitian ini menggunakan metode deksriptif kualitatif dan kuantitatif. Data yang dikumpulkan dari objek penelitian terkait ciri morfometrik, meristik dan ukuran ikan, yang digunakan dalam analisis rasio ukuran mendeskripsikan aspek morfometrik meristik dan analisis Hubungan Panjang Berat (HPB) menggambarkan sifat pertumbuhan dari sampel ikan Pampus sp. Hasil penelitian menujukkan bahwa secara morfometrik meristik ikan Pampus sp. memiliki karakter bentuk tubuh besar-gepeng membulat, bagian atas tubuh berwarna putih keperakan, terdapat bintik kecil berwarna hitam, sirip perut dan dubur berujung putih kekuningan dan jari-jari sirip punggung terakhir sejajar panjang, satu sirip punggung (dorsal), bagian depan sirip dorsal dan anal memanjang, serta ukuran Panjang Standar (PS) sebesar 0,86 kali dari ukuran Panjang Total (PT) dan ukuran Tinggi Badan (TB) sebesar 0,53 kali dari ukuran Panjang Total (PT). Karakteristik tersebut mengarah pada genus Pampus sp dengan indikasi jenis ikan bawal putih (P. argenteus). Regresi hubungan Panjang Total (PT) dan Panjang Standar (PS) terhadap Berat (B) sampel ikan Pampus sp. menghasilkan pola pertumbuhan allometrik positif (b = 3,579), bermakna pertumbuhan panjang lebih lambat dibandingkan dengan pertambahan berat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PRODUKTIFITAS HASIL TANGKAPAN IKAN BAWAL PUTIH (Pampus argenteus) PADA PERIKANAN PUKAT HELA YANG DIDARATKAN DI TEMPAT PENDARATAN IKAN JUATA LAUT KOTA TARAKAN

2024•

Besarnya wilayah lautan perairan Tarakan menyimpan potensi perikanan yang sangat besar, baik perikanan budidaya maupun perikanan tangkap. Potensi sumberdaya ikan banyak dimanfaatkan dengan ragam alat tangkap di perairan pesisir Tarakan, salah satunya di perairan Juata Laut Tarakan dengan menggunakan alat tangkap pukat hela. Sasaran tangkapan utama nelayan pukat hela dalam penelitian ini yaitu ikan bawal putih. Ikan bawal putih merupakan salah satu komoditas perikanan unggulan di perairan Kota Tarakan. Alat tangkap pukat hela merupakan alat penangkapan ikan yang berkantong dilengkapi dengan papan pembuka mulut jaring. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dan menjelaskan nilai produktifitas tangkapan ikan bawal putih pada perikanan pukat hela dengan variabel produktifitas hasil tangkapan (catch) per satuan upaya penangkapan (trip / gross tonnase / total cost). Penelitian dilaksanakan selama 2 bulan (Juni – Juli 2023). Lokasi penelitian di Tempat Pendaratan Ikan nelayan pukat hela di Juata Laut. Pengumpulan sampel menggunakan pendekatan purposive sampling dan mengikuti nelayan dalam operasi penangkapan. Pengamatan dan pendataan variabel hasil tangkapan (satuan ekor dan kg) dan aspek teknis unit penangkapan dilakukan setiap periode sampling (total sampling 8 kali) serta kegiatan wawancara dilakukan terhadap 15 responden. Pengukuran efektifitas penangkapan menggunakan metode rasio masukan (input) dan luaran (output) mengacu pada Permen. KP No. 86 tahun 2016 dengan modifikasi formulasi hasil tangkapan per satuan upaya penangkapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai produktifitas hasil tangkapan (catch) per satuan upaya penangkapan per trip memiliki nilai rata – rata sebesar 2.3 kg per trip, nilai produktivitas per GT kapal memiliki nilai rata- rata 1.5 kg/GT, dan nilai produktivitas per satuan biaya operasional rata-rata sebesar 0,0200 gram/rupiah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH UKURAN PELAMPUNG YANG BERBEDA PADA ALAT TANGKAP PUKAT HELA SISTEM FLOATING OTTERBOARD TERHADAP HASIL TANGKAPAN DI PERAIRAN SEBATIK

2024•

PENGARUH UKURAN PELAMPUNG YANG BERBEDA PADA ALAT TANGKAP PUKAT HELA SISTEM FLOATING OTTERBOARD TERHADAP HASIL TANGKAPAN DI PERAIRAN SEBATIK ABSTRAK Pulau Sebatik memiliki potensi sumberdaya perikanan sebesar 478,765 ton/tahun akan tetapi salah satu alat tangkap, pukat hela kurang efektif dalam penangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas pengaruh ukuran pelampung yang berbeda pada alat tangkap pukat hela dengan sistem floating otterboard terhadap hasil tangkapan ikan di perairan Sebatik. Penelitian ini menggunakan metode percobaan penangkapan (experimental fishing) pada alat tangkap pukat hela dengan sistem otterboard floating dengan pengamatan langsung dan pengumpulan data hasil tangkapan selama 18 kali trip penangkapan dengan variasi ukuran pelampung yang digunakan yaitu 20 Liter, 30 Liter, dan 40 Liter. Hasil penelitian dengan nilai efektifitas pada perlakuan A (20 Liter) dengan nilai yang tinggi terdapat pada Hasil Tangkapan Buangan (HTB) dengan nilai persentase 48.05%, pada perlakuan B (30 Liter) menunjukkan nilai efektifitas terdapat pada Hasil Tangkapan Utama (HTU) dengan nilai 39.74 %, pada perlakuan C (40 Liter) menunjukkan nilai efektifitas yang tinggi terdapat pada Hasil tangkapan Utama dengan nilai 34.61%. Hal ini menunjukkan pengoperasian pukat hela dengan sistem otterboard floating menghasilkan nilai efektifitas yang paling tinggi yaitu perlakuan A, dengan hasil tangkapan buangan 48.05%. Kata Kunci: Efektifitas Penangkapan, Pukat hela, Sebatik

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KOMPOSISI JENIS DAN UKURAN IKAN HASIL TANGKAPAN PUKAT HELA PERMUKAAN (SURFACE TRAWL) SISTEM FLOATING OTTERBOARD DI PERAIRAN SEBATIK KABUPATEN NUNUKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Alat tangkap pukat hela permukaan (surface trawl) di perairan Sebatik Desa Binalawan merupakan alat tangkap yang bersifat aktif. Alat tangkap tersebut dipergunakan oleh nelayan Sebatik dalam memanfaatkan sumberdaya perikanan di perairan Sebatik. Tujuan penelitian adalah untuk pengenalan jenis ikan, menguraikan persentase komposisi jenis, menganalisis hubungan panjang dan berat serta kategori hasil tangkapan pukat hela permukaan (surface trawl) di perairan Sebatik. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dilakukan pada bulan Januari – Maret 2024, dengan metode purposive sampling selama 18 kali sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 20 jenis ikan hasil tangkapan pukat hela di perairan Sebatik selama penelitian Perak, Bawal putih, Tenggiri Papan, Talang-Talang, Gulama, Senangin, Kuro, Selangat, Tidur, Pari Sempak, Pari Jantan, Merah, Arut, Putih Cermin, Bawal Hitam, Tembang, Puput Magatan, Peperek, Beliak Mata dan Ubur - Ubur. Nilai persentase komposisi per jenis berdasarkan berat ikan yang paling tertinggi yaitu perak (18,3%) dan nilai yang terendah yaitu Tembang (0,4%). Berdasarkan ekor nilai yang tertinggi yaitu Puput Magatan (25,2%) dan nilai yang terendah didapatkan sebesar (0,1%) pada Pari Jantan. Kategori hasil tangkapan berdasarkan satuan berat tertinggi pada Hasil Tangkapan Sampingan (HTS) sebesar 50% dan berdasarkan satuan individu (ekor) pada Hasil Tangkapan Buangan (HTB) sebesar 63%. Hal ini dapat dikatakan bahwa alat tangkap yang digunakan pada penelitian ini termasuk alat tangkap yang tidak selektif karena alat tangkap tersebut dapat menangkap segala jenis ikan dan ukuran sehingga dapat merusak lingkungan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENEGAKAN HUKUM TERHADAP PENGGUNAAN PUKAT TARIK DAN PUKAT HELA DI PERAIRAN KOTA TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Potensi perikanan yang ada di Kaltara terutama di Kota Tarakan berprofesi sebagai nelayan menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang tinggal dipesisir laut, penangkapan yang dilakukan umumnya masih bersifat perorangan dan menggunakan alat tradisional yang menggunakan tenaga manusia. Terdapat berbagai macam metode yang dilakukan oleh nelayan dalam menangkap ikan. Masyarakat kota Tarakan umumnya menggunakan pukat Tarik dan pukat trawl. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor 2/PERMENKP/2015 Tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela (trawls) dan Pukat Tarik (Seine nets) di wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah yuridis empiris dengan sumber data hukum adalah pihak apparat polair Kota Tarakan. Metode pengumpulan data penelitian yang digunakan yaitu dengan melakukan interview/wawancara langsung, observasi/pengamatan dan studi kepustakaan. Berdasarkan kepala seksi sumber daya ikan DKP Provinsi Kaltara menyatakan bahwa alat tangkap trawl tidak layak lagi digunakan sebagaimana amanat dari peraturan kementrian kelautan dan keperikanan karena dapat merusak dasar laut sehingga upaya lain yang dilakukan pemerintah selain sosialisasi adalah dengan melakukan patrol di perairan laut guna menjaring para nelayan yang masih menggunakan alat tangkap ikan yang dilarang.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Keanekaragaman dan kelimpahan hasil tangkapan nelayan menggunakan alat tangkap pukat hela (trawl) di Muara Sesayap Kalimantan Utara

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Keanekaragaman merupakan jumlah jenis dan masing masing jenis di dalam suatu komunitas yang memiliki aset dan potensi bagi suatu daerah, baik darat maupun yang ada di perairan. keanekaragaman makhluk hidup yang ada dilaut sangat berlimpah sehingga perlu dijaga kelestariannya, namun pada saat ini masih banyak nelayan menggunakan Pukat hela (trawl) sebagai alat tangkap, yang dimana pukat hela (trawl) tersebut termasuk alat tangkap yang kurang selektif dalam memilah hasil tangkapan. Tujuan penelitian untuk melihat tingkat keanekaragaman dan kelimpahan ikan di Muara Sesayap, Kalimantan Utara. Pengumpulan data dilakukan di Perairan Muara Sesayap Kalimantan Utara dari bulan Oktober – November 2021 dengan menggunakan alat tangkap Pukat hela (trawl) dengan mesh size alat tangkap yaitu 2,50 cm dan Semua ikan hasil tangkapan yang telah diidentifikasi dihitung kelimpahannya. Hasil tangkapan di perairan muara sesayap yang terdistribusi ke dalam 18 genus dan 21 spesies. Kelimpahan tertinggi yaitu Harpadon nehereus dengan nilai 57% dan Penaeus merguensis 16% dan Penaeus semiculcatus 17%, Spesies dengan kelimpahan terendah yaitu Trigiliarca granosa (0,01%), Drepane punctata (0,01%), Cynaglaossus sp (0,02%), Caranx Leptolepis (0,02%), Leiognathus sp (0,05%). Kelimpahan ikan terbagi pada saat pasang purnama dan pasang perbani yang berbeda, yaitu hasil tangkapan udang pada saat pasang purnama dan ikan nomei pada saat pasang perbani.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Komposisi Jenis dan Ukuran Hasil Tangkapan Utama dengan Menggunakan Pukat Hela (Mini trawl) di perairan Juata Laut Kota Tarakan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

KOMPOSISI JENIS DAN UKURAN HASIL TANGKAPAN UTAMA DENGAN MENGGUNAKAN PUKAT HELA (Mini Trawl) DI PERAIRAN JUATA LAUT PULAU TARAKAN Abstrak Komposisi hasil tangkapan dengan menggunakan pukat hela dilakukan diperairan Juata Laut. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi komposisi hasil tangkapan dengan menggunakan pukat hela kemudian melakukan analisis, ukuran dan panjang ikan yang tertangkap di Perairan Juata Laut Kota Tarakan. Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan yaitu bulan Maret sampai Mei 2021. Pada penelitian ini metode yang digunakan yaitu metode penelitian deskriptif eksploratif dengan mendeskripsikan dan menggambarkan keadaan lokasi penelitian dilakukan untuk menganalisis data secara sistematik untuk mengelompokkan organisme- organisme. Hasil penelitian didapatkan 8 jenis hasil tangkapan diantaranya ikan Nomei sebagai hasil tangkapan utama (HTU), hasil tangkapan sampingan yang didapatkan yaitu ikan gulama, puput, udang loreng, udang bintik dan udang duri. Sedangkan hasil tangkapan yang dibuangan yaitu ikan layur dan ikan ekor kuning. Hasil tangkapan utama yang tertinggi terdapat pada trip 5 dengan persentase 90,65 % dan terendah pada trip 1 sebesar 47,06 %. Hasil tangkapan sampingan tertinggi terdapat pada trip 6 dengan persentase 13,33 % dan terendah pada trip 4 sebesar 5,47 %. Hasil tangkapan buangan tertinggi terdapat pada trip 1 dengan nilai persentase 46,20% dan terendah terdapat pada trip 5 dangan nilai persentase 3,68 %. Distribusi panjang total ikan Nomei yang tertangkap memiliki kisaran ukuran 19,0-30,7 cm. Hasil tangkapan paling sedikit sebanyak 5 ekor dengan ukuran 19,0-20,4 cm, sedangkan hasil tangkapan terbanyak diperoleh sebanyak 3 ekor dengan kisaran ukuran 29,3 -30,7 cm. Berdasarkan distribusi panjang total ikan Nomei yang tertangkap selama penelitian memiliki kisaran ukuran 19,0-30,7 cm. Ikan yang tertangkap sudah termasuk ikan dewasa ikan juwana juga ikut tertangkap tetapi jumlahnya sedikit.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail