Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

11 hasil
Subjek: Juata Laut
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS HASIL TANGKAPAN, KELAYAKAN USAHA, DAN TINGKAT KERAMAHAN LINGKUNGAN ALAT TANGKAP PUKAT HELA DI PERAIRAN JUATA LAUT KOTA TARAKAN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Juata Laut merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kota Tarakan Kalimantan Utara. Juata Laut memiliki potensi perikanan yang cukup baik hal ini ditandai dengan banyaknya alat tangkap pukat hela yang berada di Juata Laut. Dengan kesempatan ini dilakukan penelitian tentang analisis hasil tangkapan, kelayakan usaha dan tingkat keramahan lingkungan alat tangkap pukat hela di Perairan Juata Laut berdasarkan 9 kriteria keramahan lingkungan. Penelitian ini bertujuan menentukan hasil tangkapan, kelayakan usaha, serta menentukan tingkat keramahan lingkungan pada alat tangkap pukat hela. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel yang dilakukan adalah metode purposive random sampling yaitu dengan dua pendekatan diantaranya dengan cara observasi dan survey. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh hasil tangkapan utama yaitu ikan nomei 682 kg serta hasil tangkapan sampingan ikan puput 329 kg, cumi-cumi 81 kg, ikan gulama 432 kg, ikan bawal 128,4 kg, udang merah/duri 53 kg, udang putih 183,2 kg, udang windu 222,9 kg, dan hasil tangkapan buangan udang manthis 3 kg, ikan layur 7 kg, dan kepiting kecil 23 kg. Kelayan usaha pada perikanan tangkap pukat hela didapatkan hasil BC/Rasio sebesar 1,730 berarti usaha tersebut layak untuk di jalankan. Adapun tingkat keramahan lingkungan yang ada di Perairan Juata Laut ini termasuk kategori ramah lingkungan dimana diperoleh skor 26,9.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN KEPERCAYAAN KONSUMEN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PENGUNJUNG PELABUHAN FERRY JUATA LAUT KOTA TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan kepercayaan konsumen terhadap kepuasan konsumen pelabuhan ferry juata laut Kota Tarakan. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan metode non-probability sampling dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh 110 responden, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Responden merupakan pengguna jasa pelabuhan yang telah berkunjung lebih dari dua kali dalam dua tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kualitas pelayanan (X1) berpengaruh signifikan terhadap variabel Kepuasan Konsumen (Y), diketahui dari hasil uji parsial t menunjukkan nilai Sig = 0,000 lebih kecil dari 0,05, dan thitung = 4,803 besar dari ttabel = 1,982, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa variabel X1 berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Kepuasan Konsumen). Variabel kepercayaan konsumen (X2) berpengaruh signifikan terhadap variabel kepuasan konsumen (Y), diketahui hasil dari uji parsial t menunjukkan nilai Sig = 0,005 lebih kecil dari 0,05, dan thitung = 2,846 besar dari ttabel = 1,982, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Ini berarti variabel X2 juga berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Kepuasan Konsumen).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PRODUKTIFITAS HASIL TANGKAPAN IKAN BAWAL PUTIH (Pampus argenteus) PADA PERIKANAN PUKAT HELA YANG DIDARATKAN DI TEMPAT PENDARATAN IKAN JUATA LAUT KOTA TARAKAN

2024•

Besarnya wilayah lautan perairan Tarakan menyimpan potensi perikanan yang sangat besar, baik perikanan budidaya maupun perikanan tangkap. Potensi sumberdaya ikan banyak dimanfaatkan dengan ragam alat tangkap di perairan pesisir Tarakan, salah satunya di perairan Juata Laut Tarakan dengan menggunakan alat tangkap pukat hela. Sasaran tangkapan utama nelayan pukat hela dalam penelitian ini yaitu ikan bawal putih. Ikan bawal putih merupakan salah satu komoditas perikanan unggulan di perairan Kota Tarakan. Alat tangkap pukat hela merupakan alat penangkapan ikan yang berkantong dilengkapi dengan papan pembuka mulut jaring. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dan menjelaskan nilai produktifitas tangkapan ikan bawal putih pada perikanan pukat hela dengan variabel produktifitas hasil tangkapan (catch) per satuan upaya penangkapan (trip / gross tonnase / total cost). Penelitian dilaksanakan selama 2 bulan (Juni – Juli 2023). Lokasi penelitian di Tempat Pendaratan Ikan nelayan pukat hela di Juata Laut. Pengumpulan sampel menggunakan pendekatan purposive sampling dan mengikuti nelayan dalam operasi penangkapan. Pengamatan dan pendataan variabel hasil tangkapan (satuan ekor dan kg) dan aspek teknis unit penangkapan dilakukan setiap periode sampling (total sampling 8 kali) serta kegiatan wawancara dilakukan terhadap 15 responden. Pengukuran efektifitas penangkapan menggunakan metode rasio masukan (input) dan luaran (output) mengacu pada Permen. KP No. 86 tahun 2016 dengan modifikasi formulasi hasil tangkapan per satuan upaya penangkapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai produktifitas hasil tangkapan (catch) per satuan upaya penangkapan per trip memiliki nilai rata – rata sebesar 2.3 kg per trip, nilai produktivitas per GT kapal memiliki nilai rata- rata 1.5 kg/GT, dan nilai produktivitas per satuan biaya operasional rata-rata sebesar 0,0200 gram/rupiah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI KARAKTERISTIK KEPITING BAKAU (Scylla serrata) BETINA MATANG OVARI DI JUATA LAUT, TARAKAN

2024•

Juata Laut merupakan wilayah Kecamatan Tarakan Utara yang menjadikan sumber perikanan sebagai unggulan salah satunya berupa kepiting bakau matang ovari. Saat ini belum ada data tentang karakteristik produksi kepiting bakau matang ovari. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik kepiting bakau (Scylla serrata) betina matang ovari dari TKO I, TKO II dan TKO III yang diperdagangkan daerah Juata Laut Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk menggambarkan, meringkas berbagai kondisi, situasi serta variabel yang menjadi objek penelitian dengan melakukan kuesioner langsung ke lokasi. Pengamatan pada kepiting bakau betina pada setiap lokasi meliputi: sumber asal kepiting bakau (Scylla serrata), tujuan ekspor, jumlah ekspor, berat, panjang, lebar dan tingkat kematangan ovari (TKO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total kepiting bakau betina matang ovari TKO III (CBH) yang diperdagangkan sekitar 22.190 kg, kepiting TKO II (CBK) sekitar 4.074 kg, sedangkan kepiting TKO I (%) tidak di ekspor karena kurangnya permintaan pasar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi Jenis -Jenis Ikan Yang Terdapat Di Tempat Pendaratan Ikan TPI Juata Laut Kota Tarakan

2024•

Tarakan adalah kota pesisir yang memiliki banyak kekayaan hayati, termasuk biota laut. Perikanan adalah sektor yang mendorong pertumbuhan ekonomi Tarakan. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa setengah luasan kota Tarakan terdiri dari air, yang memberikan potensi yang sangat besar untuk perikanan tangkap dan budidaya.. Maka dari itu dilakukannya penelitian tentang identifikasi jenis-jenis ikan yang terdapat di tempat pendaratan ikan juata laut kota Tarakan. Dari hasil penelitian diperoleh jenis-jenis ikan yang didaratkan di TPI Juata Laut, ditemukan sebanyak 21 jenis. Jenis ikan tersebut mencangkup; Ikan bandeng, ikan kakap putih, ikan gulama, ikan kembung, ikan mujair, ikan belanak, ikan bulan-bulan, ikan bawal putih, ikan bawal hitam, ikan kipar, ikan kerong-kerong, ikan petek, ikan senangin, ikan sebelah, ikan lidah, ikan kuwe lilin, ikan selangat, ikan gerot-gerot, ikan kerapu, ikan jenaha dan ikan puput. Mencangkup 5 ordo yaitu: Gonorynchiformes, Perciformes, Mugiliformes, Clupeiformes, Pleuronectiformes.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Struktur Komunitas Plankton Di Perairan Juata Laut Kota Tarakan

2024•

Kota Tarakan memiliki cakupan laut yang cukup luas sehingga memiliki potensi perikanan yang cukup berlimpah. Juata Laut merupakan salah satu daerah di Kota Tarakan yang memiliki potensi perikanan di bidang hasil tangkapan. Salah satu faktor pendukung potensi perikanan adalah terpenuhinya kebutuhan oksigen bagi para biota perairan yang disuplai oleh plankton. Maka dari itu perlu dilakukannya penelitian tentang struktur komunitas plankton di perairan Juata Laut Kota Tarakan dan kondisi kualitas air dari perairan Juata Laut Kota Tarakan. Penelitian dilakukan selama ± 2 (dua) bulan dengan metode deskriptif kuantitatif dan survei sampel. Dari Hasil penelitian diperoleh 36 jenis plankton yang terdiri dari 7 kelas, 4 kelas jenis fitoplankton dan 3 kelas dari jenis zooplankton. Jenis fitoplankton yang paling sering ditemukan yaitu pada kelas Bacillariophyceae dan pada jenis zooplankton yaitu kelas Crustacea. Kelimpahan plankton termasuk dalam kategori rendah. Indeks keanekaragaman di dua stasiun pada jenis fitoplankton sedang dan pada jenis zooplankton rendah. Indeks keseragaman jenis fitoplankton termasuk kategori tinggi dan tidak ada jenis yang mendominasi dan indeks keseragaman zooplankton termasuk kategori rendah dan ada jenis yang mendominasi. Kondisi kualitas air pada perairan Juata Laut Kota Tarakan masih dalam kondisi yang optimal bagi keberlangsungan hidup plankton.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Morfometrik dan Meristik Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) di Tempat Pendaratan Ikan Juata Laut Kota Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berfokus pada karakter morfometrik dan meristik ikan kakap putih (Lates calcarifer) yang terdapat ditempat pendaratan ikan juata laut kota tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa karakter morfometrik dan meristik serta perbedaan ikan kakap putih jantan dan betina secara morfologi di tempat pendaratan ikan juata laut kota tarakan. Pengambilan sampel selama 2 minggu pada tanggal 16 April sampai dengan 30 April dengan jumlah sampel ikan sebanyak 30 ekor. Hasil Analisis persamaan regresi linear menunjukkan ikan kakap putih jantan dan kakap putih betina memiliki keberatan yang sangat kuat berkisar 0,831 – 0,996 dan pada uji diskriminan ditemukan lima perbedaan karakter mofometrik yaitu PS, PK, TK, PSSV, PSSA ikan kakap putih betina lebih panjang dibandingkan dengan ikan kakap putih jantan. Hasil perhitungan meristik pada ikan kakap putih jantan dan betina memiliki sirip lengkap D¹. VII ; D². I.12, P. 18, V.II. 18, A¹.III; A².7, C. 18- 20, LL 67 - 80. Kata Kunci : Lates calcarifer; Morfometrik dan Meristik; TPI Juata Laut

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KONDISI MANGROVE PADA AREAL LAHAN BEKAS TAMBAK DI BAGIAN BARAT WILAYAH KELURAHAN JUATA LAUT KOTA TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hutan mangrove merupakan suatu komunitas pantai tropis yang kemampuan untuk tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut. Mangrove dapat tumbuh dan berkembang di lahan bekas tambak salah satunya di wilayah Kelurahan Juata Laut. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis jenis serta kondisi mangrove pada lahan bekas tambak di wilayah barat Kelurahan Juata Laut Kota Tarakan. Metode yang digunakan untuk pengambilan contoh vegetasi mangrove dilakukan secara purposive sampling dengan menggunakan transek petak sesuai dengan kategori pohon, anakan dan semai pada bagian plataran dan parit lahan bekas tambak. Untuk mendapatkan struktur komunitas mangrove di kawasan ini maka dilakukan analisis Indeks Nilai Penting (INP) yang merupakan nilai total dari kelimpahan atau kerapatan jenis relatif, frekuensi jenis relatif dan penutupan jenis relatif. untuk Pada mangrove bekas tambak di wilayah Juata Laut Kota Tarakan di temukan tiga jenis mangrove yaitu, Avicennia alba, Sonneratia alba, dan Xylocarpus granatum. INP tingkat pohon rata-rata terbesar pada stasiun 2 dan 3 adalah jenis A. alba denga nilai 114,42 % dan 121,89%. Kemudian INP rata-rata jenis mangrove S. alba juga memiliki nilai yang tinggi kedua sebesar 117,87 dan 95,92. INP dari kategori anakan, rata-rata terbesar pada stasiun 2 dan 3 terdapat pada jenis S. alba denga nilai 143,68 % dan 105,04%. Kemudian INP jenis mangrove A. alba juga memiliki nilai yang tinggi kedua sebesar 65,27% dan 128,72%. Untuk tingkat anakan Keberadaan jenis mangrove pada lokasi penelitian dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya kondisi substrat, salinitas, tingkat perendaman yang berkaitan dengan pasang dan surut air laut. Kondisi mangrove di sekitar lokasi penelitian yang berperan sebagai sumber benih mangrove. Lahan bekas tambak di wilayah Juata Laut secara umum dipengaruhi oleh jenis A. alba dan S. alba. Nilai INP dari kedua jenis yang tinggi dari jenis lain. Kondisi substrat di sekitar lokasi penelitian terdiri dari Sandy Clay (liat berpasir) dan Sandy Clay Loam (lempung liat berpasir) dengan kondisi salinitas di lokasi sampling pada saat terendam (pasang) berkisar 25 ppt – 30 ppt.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KELIMPAHAN DAN STRUKTUR UKURAN IKAN PUPUT (Ilisha elongata) HASIL TANGKAPAN PUKAT HELA DI PERAIRAN JUATA KOTA TARAKAN KALIMANTAN UTARA

2023•

KELIMPAHAN DAN STRUKTUR UKURAN IKAN PUPUT (Ilisha elongata) HASIL TANGKAPAN PUKAT HELA DI PERAIRAN JUATA KOTA TARAKAN, KALIMANTAN UTARA Abstrak Salah satu perairan yang berada di wilayah administrasi Kota Tarakan adalah Perairan Juata. Perairan ini memiliki ikan puput (Ilisha elongata) sebagai salah satu komoditas hasil lautnya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Purposive sampling dan bertujuan untuk mengetahui distribusi kelimpahan dan struktur ukuran ikan puput di Perairan Juata Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara, dan melakukan pengkajian pengaruh parameter lingkungan secara kimia dan fisika terhadap kelimpahan ikan. Hasil penelitian menunjukkan perairan juata laut merupakan bagian dari Kota Tarakan yang berada di wilayah paling utara dengan mayoritas penduduk bekerja sebagai nelayan. Kelimpahan ikan puput yang di dasarkan pada frekuensi kemunculan dan jumlah hasil tangkapan nilai KR tertinggi pada trip ke dua sedangkan nilai terendah pada trip ke tiga. Komposisi ukuran ikan puput tertinggi yang didapatkan yaitu 460 ekor dengan kisaran panjang 13,41-14,68 cm. Panjang total ikan puput yang terbentuk berkisar antara 10,20-27,83cm. Ukuran panjang cagak ikan puput berkisar dari 11,99-13,25cm. Panjang standar ikan puput tertinggi yang didapatkan berkisar 9,16-10,26cm. Ukuran berat ikan puput menunjukan hasil ukuran berkisar dari 9,00-102,92 gram. Parameter kualitas air fisika dan kimia yang diperoleh menghasilkan nilai Ph antara 7,10-7,85, salinitas menunjukan nilai 24-30ppm , kecerahan menunjukan 65,0-80,0 cm, kecepatan arus menunjukan 0,60-1,70 m/s, suhu menunjukan antara 25-33oC. Hasil analisa regresi sedehana antara hasil tangkapan dan parameter kualitas air secara terpisah menghasilkan nilai korelasi, deteminasi, dan nilai signifikansi begitupun pada regresi berganda menunjukkan hasil yang sama yaitu tidak ada pengaruh.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Komposisi Jenis dan Karakteristik Fishing Ground Ikan Nomei (H. nehereus) Di Perairan Juata Laut Kota Tarakan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perairan Juata Laut berpotensi menghasilkan sumberdaya laut yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi yaitu berupa ikan nomei (H. nehereus). Ikan nomei merupakan ikan demersal yang memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi, oleh karena itu ikan nomei merupakan hasil tangkapan utama bagi nelayan Juata Laut. Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk menguraikan dan menerangkan karakteristik sumberdaya ikan nomei dengan pendekatan komposisi jenis, ciri morfologis, regresi nilai lingkungan perairan dan hasil tangkapan serta luaran sebaran lingkungan perairan (suhu, pH, kedalaman dan kecerahan) pada fishing ground ikan nomei di perairan Juata Laut kota Tarakan. Metode riset menggunakan pendekatan observasi dan pengukuran langsung terhadap sampel ikan nomei dan parameter lingkungan perairan pada operasi penangkapan ikan nomei. Hasil riset menunjukkan bahwa komposisi hasil tangkapan ikan nomei persentase 84,7% dan non-nomei menghasilkan persentase 15,3%. Karakter morfometrik pada sampel ikan nomei menghasilkan nilai rasio panjang total dengan karakter panjang cagak 1:0.82 (82.4%), panjang standar nilai rasio 1:0.69 (69.3%) dari panjang total, panjang kepala dengan nilai rasio 1:0.13 (13.0%) dari panjang total, panjang badan nilai rasio 1:0.65 (65.4%) dari panjang total dan panjang ekor dengan nilai rasio 1:0.22 (21.5%) dari panjang total. Karakteristik morfologi ikan nomei memiliki bentuk tubuh yang memanjang, sedikit pipih, sirip lengkap yaitu sirip punggung, sirip ekor, sirip dada, sirip perut, dan sirip dubur warna kulit atas berwarna coklat gelap sedangkan bagian perut putih cerah. Regresi parameter perairan dan ikan nomei menghasilkan persamaan luaran analisa uji t diketahui bahwa nilai ttabel sebesar 2,776 dan nilai thitung secara keseluruhan parameter lebih kecil dari nilai ttabel dan luaran uji F lainnya adalah nilai Fhitung sebesar 0,951 dan Ftabel sebesar 4,88. Nilai Fhitung leibh kecil dari nilai Ftabel.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERTUMBUHAN IKAN HASIL TANGKAPAN NELAYAN DARI ALAT TANGKAP PUKAT HELA (TRAWL) DI PERAIRAN JUATA LAUT KOTA TARAKAN

2021•

Hasil tangakapan pada alat tangkap (trawl) mempunyai target tangkapan utama yaitu ikan nomei (Harpodon neherues), yang dimana ikan ini memiliki nilai ekonomi tinggi berkisaran antatra 100,000-120,000/kg, hasil tangkapan sampingan yaitu ikan gulamah (Johnius sp), yang dimana ikan ini memiliki nilai ekonomi yang rendah yang berkisaran antara 10,000-25,000/kg dan hasil tangkapan buangan ikan puput (Ilisha elongata) yang dimana ikan ini tidak memiliki nilai ekonomi dan hanya dikonsumsi oleh nelayan, dengan tujuan untuk mengetahui pertumbuhan ikan hasil tangkapan nelayan dari alat tangkap pukat hela (trawl) di perairan Juata Laut Kota Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskrptif kuantitatif dan survey lapangan dengan pengambilan sampel yang berupa data dengan mengumpulkan sampel dengan 30 ekor setiap spesies yang sama dengan 12 kali pengambilan data selama 8 bulan. Pengambilan data penelitian berupa pengukuran berat total dan panjang total pada ikan nomei (harpodon neherues), ikan gulamah (Johnius sp), dan ikan puput (Ilisha elongata).Hasil penelitian dilakukan pada pertumbuhan hasil tangkapan utama pada ikan nomei (Harpodon nehereus) bersifat allometri negatif dan hubungan korelasi kuat, hasil tangkapan sampingan ikan gulamah (Johnius sp), dan hasil tangkapan buangan ikan puput (Ilisha elongata) memiliki pertumbuhan allometri negatif dan hubungan korelasi yang sama yaitu sangat kuat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail