ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hutan mangrove merupakan sumber daya alam tropis yang mempunyai manfaat ganda, baik dari aspek sosial, ekonomi, maupun ekologi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis jenis mangrove di lahan bekas tambak dan mengetahui kondisi hutan mangrove di lahan bekas tambak Kelurahan Karang Harapan Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – September 2023. Pengambilan data menggunakan metode penelitian purposive sampling. Data vegetasi mangrove terbagi atas 3 kriteria yaitu semai, anakan dan pohon dengan jumlah 8 plot dengan ukuran 10m x 10m untuk semai, 5m x 5m untuk pohon, dan 1m x 1m untuk anakan. Penelitian ini menggunakan analisis data vegetasi mangrove yang meliputi Kerapatan Jenis (Ki), Kerapatan relatif (KR), Frekuensi Jenis (F), Frekuensi Relatif (FR), Basal Area (BA), Penutupan jenis atau dominansi jenis (D), Penutupan relatif atau dominansi relatif (DR), dan Indeks nilai penting (INP). Serta data pendukung yaitu salinitas dan substrat. Penelitian ini dilakukan dengan 2 titik lokasi, luasan areal tambak titik lokasi 1 sekitar 1,97 ha, sedangkan luasan pada areal tambak titik lokasi 2 sekitar 19,29 ha. Pada lokasi penelitian ditemukan 2 jenis mangrove yaitu Sonneratia alba, dan Avicennia alba. Dari hasil penelitian data vegetasi kriteria kerapatan mangrove yang dihasilkan sebesar 6,178 ind/ha, ini menunjukkan bahwa kondisi mangrove memiliki kriteria sangat padat. Kondisi substrat yang ada di lahan bekas tambak memiliki jenis substrat yang (Clay Loam) Lempung berliat dan (Sandy Clay Loam) Lempung liat berpasir dan salinitas di lokasi sampling pada saat terendam (pasang) berkisar 25-30 ppt. Mangrove pada kondisi ini tergolong batas toleransi karena masih mendukung untuk kehidupan vegetasi mangrove yang ada pada wilayah tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hutan mangrove merupakan suatu komunitas pantai tropis yang kemampuan untuk tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut. Mangrove dapat tumbuh dan berkembang di lahan bekas tambak salah satunya di wilayah Kelurahan Juata Laut. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis jenis serta kondisi mangrove pada lahan bekas tambak di wilayah barat Kelurahan Juata Laut Kota Tarakan. Metode yang digunakan untuk pengambilan contoh vegetasi mangrove dilakukan secara purposive sampling dengan menggunakan transek petak sesuai dengan kategori pohon, anakan dan semai pada bagian plataran dan parit lahan bekas tambak. Untuk mendapatkan struktur komunitas mangrove di kawasan ini maka dilakukan analisis Indeks Nilai Penting (INP) yang merupakan nilai total dari kelimpahan atau kerapatan jenis relatif, frekuensi jenis relatif dan penutupan jenis relatif. untuk Pada mangrove bekas tambak di wilayah Juata Laut Kota Tarakan di temukan tiga jenis mangrove yaitu, Avicennia alba, Sonneratia alba, dan Xylocarpus granatum. INP tingkat pohon rata-rata terbesar pada stasiun 2 dan 3 adalah jenis A. alba denga nilai 114,42 % dan 121,89%. Kemudian INP rata-rata jenis mangrove S. alba juga memiliki nilai yang tinggi kedua sebesar 117,87 dan 95,92. INP dari kategori anakan, rata-rata terbesar pada stasiun 2 dan 3 terdapat pada jenis S. alba denga nilai 143,68 % dan 105,04%. Kemudian INP jenis mangrove A. alba juga memiliki nilai yang tinggi kedua sebesar 65,27% dan 128,72%. Untuk tingkat anakan Keberadaan jenis mangrove pada lokasi penelitian dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya kondisi substrat, salinitas, tingkat perendaman yang berkaitan dengan pasang dan surut air laut. Kondisi mangrove di sekitar lokasi penelitian yang berperan sebagai sumber benih mangrove. Lahan bekas tambak di wilayah Juata Laut secara umum dipengaruhi oleh jenis A. alba dan S. alba. Nilai INP dari kedua jenis yang tinggi dari jenis lain. Kondisi substrat di sekitar lokasi penelitian terdiri dari Sandy Clay (liat berpasir) dan Sandy Clay Loam (lempung liat berpasir) dengan kondisi salinitas di lokasi sampling pada saat terendam (pasang) berkisar 25 ppt – 30 ppt.