Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: TPI
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi Jenis -Jenis Ikan Yang Terdapat Di Tempat Pendaratan Ikan TPI Juata Laut Kota Tarakan

2024•

Tarakan adalah kota pesisir yang memiliki banyak kekayaan hayati, termasuk biota laut. Perikanan adalah sektor yang mendorong pertumbuhan ekonomi Tarakan. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa setengah luasan kota Tarakan terdiri dari air, yang memberikan potensi yang sangat besar untuk perikanan tangkap dan budidaya.. Maka dari itu dilakukannya penelitian tentang identifikasi jenis-jenis ikan yang terdapat di tempat pendaratan ikan juata laut kota Tarakan. Dari hasil penelitian diperoleh jenis-jenis ikan yang didaratkan di TPI Juata Laut, ditemukan sebanyak 21 jenis. Jenis ikan tersebut mencangkup; Ikan bandeng, ikan kakap putih, ikan gulama, ikan kembung, ikan mujair, ikan belanak, ikan bulan-bulan, ikan bawal putih, ikan bawal hitam, ikan kipar, ikan kerong-kerong, ikan petek, ikan senangin, ikan sebelah, ikan lidah, ikan kuwe lilin, ikan selangat, ikan gerot-gerot, ikan kerapu, ikan jenaha dan ikan puput. Mencangkup 5 ordo yaitu: Gonorynchiformes, Perciformes, Mugiliformes, Clupeiformes, Pleuronectiformes.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Morfometrik dan Meristik Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) di Tempat Pendaratan Ikan Juata Laut Kota Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berfokus pada karakter morfometrik dan meristik ikan kakap putih (Lates calcarifer) yang terdapat ditempat pendaratan ikan juata laut kota tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa karakter morfometrik dan meristik serta perbedaan ikan kakap putih jantan dan betina secara morfologi di tempat pendaratan ikan juata laut kota tarakan. Pengambilan sampel selama 2 minggu pada tanggal 16 April sampai dengan 30 April dengan jumlah sampel ikan sebanyak 30 ekor. Hasil Analisis persamaan regresi linear menunjukkan ikan kakap putih jantan dan kakap putih betina memiliki keberatan yang sangat kuat berkisar 0,831 – 0,996 dan pada uji diskriminan ditemukan lima perbedaan karakter mofometrik yaitu PS, PK, TK, PSSV, PSSA ikan kakap putih betina lebih panjang dibandingkan dengan ikan kakap putih jantan. Hasil perhitungan meristik pada ikan kakap putih jantan dan betina memiliki sirip lengkap D¹. VII ; D². I.12, P. 18, V.II. 18, A¹.III; A².7, C. 18- 20, LL 67 - 80. Kata Kunci : Lates calcarifer; Morfometrik dan Meristik; TPI Juata Laut

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KAJIAN KARAKTERISTIK GELOMBANG PECAH DI PANTAI TPI PULAU BUNYU, KABUPATEN BULUNGAN

2022•

Pulau Bunyu adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. Pantai TPI (Tempat Pelelangan Ikan) salah satu pantai yang ada di Pulau Bunyu yang terletak di Desa Bunyu Selatan. Pantai TPI merupakan kawasan yang sering di datangi oleh penduduk untuk melakukan rekreasi. Menurut warga banyak pasir-pasir yang tergerus air laut. Maka perlu adanya informasi tentang karakteristik gelombang pada daerah tersebut yang dapat merusak pantai, salah satunya adalah dengan kajian karakteristik gelombang pecah. Peramalan gelombang di lakukan dengan perhitungan menggunakan metode hindcasting gelombang berdasarkan data angin kurun waktu 10 tahun dari stasiun BMKG Tarakan untuk mendapatkan periode dan tinggi gelombang. Dari hasil perhitungan gelombang di Pantai TPI Pulau Bunyu di dominasi oleh gelombang arah Timur dengan kecepatan angin maksimum terjadi pada bulan Maret 2020 dengan H = 2,765 m dan T= 6,880 det, Kr = 0,9404 – 1,0023 dan Ks = 0,913 – 1,244, Hb = 2,2 m, db = 0,4 dan Sudut = 17,2°. Pada gelombang angin dominan dengan H = 0,700 m dan T = 4,197 det, Kr = 0,8244-1,0545 dan Ks = 0,914-1,270 , Hb = 0,7 meter, db = 0,2 m dan Sudut = 28°. Pada Gelombang Rata-Rata dengan H = 0,720 m dan T = 4,391 det, Kr = 0,9190-0,9998 dan Ks = 0,914-1,270 , Hb = 0,74 meter, db = 0,2 m dan Sudut = 19°. Gelombang ini adalah gelombang yang merusak pantai karena tinggi gelombang lebih dari 1.00 meter. Kejadian ini hanya terjadi pada kondisi angin maksimum. Sedangkan pada kondisi besaran angin yang sering terjadi dan rata-rata, gelombang bersifat konstruktif atau tidak merusak pantai karena tinggi gelombang kurang dari 1.00 meter.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail