Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

18 hasil
Subjek: siswa SMP
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Permainan Lempar Sandal Terhadap Kemandirian Belajar Di SMP Negeri 7 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

A student's self-directed learning and self-motivated study are referred to as learning autonomy, which is marked by their self-reliance, confidence, responsibility (independence), initiative, and control. Concerns over students' learning independence necessitate suitable guidance and counseling services, including group guidance through the "Lempar sandal game". This research attempts to assess the impact of group counseling services utilizing the "Lempar sandal game" on students' learning autonomy at SMPN 7 Tarakan. This research employs a quantitative methodology with a pre-experimental framework involving a one-group pretest-posttest design. The research sample comprised eighth-grade students chosen by random sampling. Data were gathered utilizing a learning independence scale and examined with a paired-sample t-test. The results revealed a difference in learning independence scores prior to and following the intervention. The mean pretest score of 89.875 grew to 130.625 on the posttest, with a calculated t-value of -6.315 (df = 7). The significance threshold was 0.000 0.05. Ho was rejected, whereas H, was accepted, showing that group counseling utilizing the "sandal-throwing game" improves the learning independence of eighth-grade students at SMP Negeri 7 Tarakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI KASUS FAKTOR PENYEBAB PERILAKU SEKS BEBAS SISWA SMP DI KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perilaku seks bebas di kalangan remaja usia sekolah, khususnya siswa SMP, merupakan persoalan yang terus meningkat di Kota Tarakan. Data DP3AP2KB Kota Tarakan tahun 2021–2025 mencatat sekitar 45 anak yang telah mendapat penanganan terkait perilaku ini, di luar kasus yang belum tercatat secara resmi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor eksternal penyebab perilaku seks bebas pada siswa SMP Negeri di Kota Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi terstruktur dan dokumentasi terhadap dua siswa SMP (satu laki-laki, satu perempuan) yang direkomendasikan oleh guru BK berdasarkan buku jurnal kasus sekolah. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan, dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan empat faktor eksternal utama yang saling berkaitan sebagai penyebab perilaku seks bebas, yaitu: (1) tekanan dan normalisasi dari lingkungan pertemanan membentuk pandangan bahwa perilaku seksual tertentu adalah hal yang wajar; (2) pacaran, yang berkembang dari kedekatan emosional menjadi kedekatan fisik akibat minimnya pemenuhan kasih sayang di rumah, intensitas pertemuan yang tidak terbatas, tekanan pasangan atas nama pembuktian cinta, serta kemudahan akses check-in hotel; (3) pornografi, yang diperkenalkan melalui lingkungan pertemanan sejak masa pubertas dan berkembang menjadi kecanduan yang mendorong keinginan mencoba perilaku seksual bersama pasangan; dan (4) pola asuh orang tua yang permisif, ditandai dengan sikap toleran, minimnya komunikasi emosional, dan kontrol yang hanya berfokus pada batasan waktu pulang. Keempat faktor tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan saling berinteraksi dan diperparah oleh lemahnya kontrol diri remaja. Penelitian ini merekomendasikan penguatan edukasi seksual di sekolah, optimalisasi peran guru BK, penguatan literasi digital, serta transformasi pola asuh orang tua ke arah yang lebih otoritatif dan komunikatif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kemampuan Literasi Sains Siswa SMP/MTs Di Pulau Sebatik

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Literasi sains merupakan kemampuan peserta didik dalam memahami konsep sains, menggunakan pengetahuan ilmiah, serta mengambil keputusan berdasarkan bukti ilmiah untuk menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Karena pentingnya literasi sains maka diperlukan penelitian untuk mendeskripsikan kemampuan literasi sains peserta didik kelas VIII SMP/MTs di Pulau Sebatik. Pada penelitian ini kemampuan literasi sains siswa diukur pada dimensi kompetensi sains. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, sampel penelitian ini ditentukan dengan teknik cluster random sampling. Terdapat 480 peserta didik kelas VIII yang berasal dari enam SMP/MTs di Pulau Sebatik yang dipilih secara random. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan instrumen literasi yang memiliki 25 butir soal. Soal ini mengacu pada kerangka Programme for International Student Assesment (PISA) dan meliputi tiga indikator kompetensi sains, yaitu menjelaskan fenomena secara ilmiah, mengevaluasi dan merancang penyelidikan ilmiah, serta menafsirkan data dan bukti secara ilmia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata peserta didik hanya mampu menjawab kurang dari 50% jumlah soal literasi sains yang diberikan. Ditinjau dari indikator kompetensi sains, kemampuan siswa dalam menjelaskan fenomena secara ilmiah menunjukkan capaian yang lebih baik dibandingkan dengan kemampuan mengevaluasi dan merancang penyelidikan ilmiah serta menafsirkan data dan bukti ilmiah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains peserta didik masih perlu ditingkatkan melalui pembelajaran yang kontekstual, berbasis penyelidikan, dan berorientasi pada pengembangan keterampilan ilmiah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN BODY IMAGE DENGAN SELF ESTEEM PADA REMAJA AWAL DI TINGKAT SMP KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Masa remaja awal merupakan periode perkembangan yang ditandai dengan perubahan fisik dan psikologis yang dapat memengaruhi penilaian individu terhadap dirinya, termasuk body image dan self-esteem. Body image yang negatif dapat berdampak pada rendahnya self-esteem pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara body image dengan self-esteem pada remaja awal di tingkat SMP Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional dan pendekatan korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMP Negeri di Kecamatan Tarakan Tengah sebanyak 3.034 siswa. Sampel penelitian berjumlah 353 responden yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel acak berlapis proporsional. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki body image positif sebanyak 303 responden (85,8%) dan self-esteem tinggi sebanyak 180 responden (51,0%). Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan dengan arah positif dan kekuatan hubungan sedang (r=0.495; p0.001) antara body image dan self-esteem pada remaja awal di tingkat SMP Kota Tarakan. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik body image yang dimiliki remaja, maka semakin tinggi self-esteem yang dimiliki. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi pihak sekolah dalam meningkatkan program pembinaan terkait body image dan self-esteem serta bagi perawat dalam upaya promosi kesehatan mental remaja.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Demotivation in Learning English Faced by Eighth Grade Students at SMP Negeri 11 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Demotivasi kerap kali menjadi sebuah tantangan yang dialami oleh siswa dalam belajar bahasa inggris di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan siswa mengalami demotivasi dalam belajar bahasa Inggris serta menyelidiki tantangan yang memengaruhi motivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 11 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode mixed-methods dengan desain Explanatory Sequential Design. Data kuantitatif diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada siswa kelas VIII, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap enam siswa yang dipilih menggunakan purposive sampling berdasarkan nilai akhir bahasa Inggris terendah. Teknik pengumpulan data meliputi kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan SPSS 25, sedangkan data kualitatif dianalisis menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa demotivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal yang saling berkaitan. Faktor internal meliputi kesulitan dalam mempelajari bahasa Inggris, kurangnya minat belajar, dan rasa bosan, sedangkan faktor eksternal mencakup pengaruh lingkungan belajar, metode pengajaran, serta dukungan sosial yang terbatas. Selain itu, siswa menghadapi tantangan linguistik, afektif, instruksional, dan sosiokultural, dengan tantangan sosiokultural sebagai faktor yang paling dominan. Temuan penelitian juga menunjukkan adanya hubungan yang erat antara demotivasi dan tantangan belajar, di mana berbagai kesulitan yang dialami siswa berkontribusi terhadap menurunnya kepercayaan diri dan partisipasi mereka dalam pembelajaran bahasa Inggris. Demotivation is often a challenge faced by students when learning English at school. This study aimed to identify the factors causing students to experience demotivation in learning English and to investigate the challenges affecting students' motivation in learning English among eighth-grade students at SMP Negeri 11 Tarakan. This study employed a mixed-methods approach using an explanatory sequential design. Quantitative data were collected through a questionnaire distributed to eighth-grade students, while qualitative data were obtained through in-depth interviews with six students selected using purposive sampling. Data collection techniques included questionnaires, interviews, and documentation. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics, while qualitative data were analyzed using an interactive model comprising data reduction, data presentation, and concluding. The results of the study indicated that students' demotivation in learning English was influenced by interrelated internal and external factors. Internal factors included difficulties in learning English, a lack of interest in learning, and boredom, while external factors included the influence of the learning environment, teaching methods, and limited social support. In addition, students faced linguistic, affective, instructional, and sociocultural challenges, with sociocultural challenges being the most dominant factor. The research findings also revealed a strong correlation between demotivation and learning challenges, wherein the various difficulties experienced by students contributed to a decline in their self-confidence and participation in English language learning.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK MODELING LIVE TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 TARAKAN

2026•

Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek kepribadian yang penting. Rasa percaya diri mempunyai pengaruh yang besar terhadap kehidupan seseorang. Rendahnya rasa percaya diri, akan membuat seseorang berpikir negatif terhadap lingkungan di sekitarnya. Dengan demikian, permasalahan ini memerlukan intervensi yang efektif, yaitu melalui layanan bimbingan kelompok. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menerapkan bimbingan kelompok adalah dengan teknik modeling live. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan teknik modeling live terhadap kepercayaan diri siswa kelas VII SMP Negeri 2 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen one group pre-test and post-test design. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Tarakan, sedangkan sampel penelitian berjumlah 8 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan karakteristik siswa yang memiliki tingkat kepercayaan diri rendah. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala kepercayaan diri yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan diri siswa sebelum diberikan layanan berada pada kategori rendah, sedangkan setelah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan teknik modeling live mengalami peningkatan ke kategori sedang dan tinggi. Hasil uji hipotesis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test memperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,012 0,05, sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari layanan bimbingan kelompok dengan teknik modeling live terhadap peningkatan kepercayaan diri siswa. Dengan demikian, implikasi layanan bimbingan kelompok dengan teknik modeling live dapat menjadi stimulus efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas VII SMP Negeri 2 Tarakan

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Etnomatematika Tari Sumazau Murut Sila Nu Vulosmu Pada Suku Dayak Tahol

2026•

Etnomatematika Tari Sumazau Murut Sila Nu Vulosmu Pada Suku Dayak Tahol ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini untuk (1) mendeskripsikan unsur matematika SMP yang ada di dalam Tari Sumazau Suku Dayak Tahol, (2) mengetahui pandangan siswa jika etnomatematika pada Tari Sumazau Suku Dayak Tahol dijadikan konteks dalam pembelajaran matematika SMP. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Subjek pada penelitian ini terdiri dari pembina, dua penari Sanggar Tari Ansilulum dan tiga siswa SMPN 1 Lumbis. Adapun teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Setelah data terkumpul kemudian dilakukan analisis data dengan menggunakan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan data yang diperoleh kemudian dilakukan pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Adapun temuan pertama penelitian ini yaitu etnomatematika khususnya pada gerakan dan pola lantai Tari Sumazau Suku Dayak Tahol berupa konsep sudut, garis sejajar, garis lurus dan bangun datar jajar genjang, translasi, refleksi, dan lingkaran. Temuan kedua yaitu pandangan peserta didik SMPN 1 Lumbis yang merasa bahwa pembelajaran Matematika akan sangat menarik dan menyenangkan apabila etnomatematika dalam tari Sumazau digunakan dalam pembelajaran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Gerakan Loterasi Sekolah Terhadap Minat Baca Siswa Kelas IX-6 di SMPN 3 Kota Tarakan

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Gerakan Literasi Sekolah (GLS) terhadap minat baca siswa kelas IX-6 di SMPN 3 Kota Tarakan. Minat baca merupakan faktor penting dalam mendukung keberhasilan belajar, namun masih tergolong rendah di kalangan siswa. Oleh karena itu, program Gerakan Literasi Sekolah dikembangkan sebagai upaya menumbuhkan budaya membaca di lingkungan pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex-post facto. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IX SMPN 3 Kota Tarakan, dengan sampel sebanyak 30 siswa kelas IX-6 yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket untuk mengukur pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah dan tingkat minat baca siswa, serta dokumentasi sebagai data pendukung. Analisis data meliputi uji prasyarat dan uji hipotesis menggunakan teknik statistik. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah terhadap minat baca siswa kelas IX-6 di SMPN 3 Kota Tarakan. Semakin baik pelaksanaan GLS, semakin tinggi minat baca siswa. Dengan demikian, Gerakan Literasi Sekolah terbukti efektif dalam menumbuhkan budaya membaca dan dapat dijadikan sebagai strategi dalam meningkatkan minat baca siswa di sekolah. Kata kunci: Gerakan Literasi Sekolah, Minat Baca, Siswa SMP, Literasi. THE EFFECT OF THE SCHOOL LITERACY MOVEMENT ON THE READING INTEREST OF STUDENTS IN CLASS IX-6 AT SMPN 3 KOTA TARAKAN Abstract This study aims to detennine the effect of the School Literacy Movement (GLS) on students' reading interest in class JX-6 at SMPN 3 Tarakao City. Reading interest is an important factor in supporting learning success, yet it remains relatively low among students. Therefore, the School Literacy Movement program was developed as an effort to foster a culture of reading in the educational environment. This study used a quantitative (post facto design). The research population comprised all ninth-grade students at SMPN 3 Tarakan City, and a sample of 30 was selected through purposive sampling. Data collection was conducted using questionnaires to measure the implementation ofthe School Literacy Movement and students' reading interest levels, along with documentation as supporting data. Data analysis included prerequisite tests and hypothesis testing using statistical techniques. The results showed a positive and significant effect of implementing the School Literacy Movement on the reading interest ofninth-grade students at SMPN 3 Tarakan City. The better the implementation of the SLM, the higher the students' reading interest. Thus, the School Literacy Movement has been proven to be effective in fostering a reading culture and can be used as a strategy to increase students' reading interest in schools. Keywords: School Literacy Movement, Reading Interest, Junior High School, Students, Literacy

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH LAYANAN INFORMASI TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR DI SMP NEGERI 11 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendidikan berperan penting dalam membentuk peserta didik yang mandiri dan bertanggung jawab. Salah satu kemampuan yang perlu dikembangkan adalah kemandirian belajar, yaitu kemampuan siswa dalam mengelola proses belajarnya secara sadar tanpa ketergantungan pada orang lain. Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan diskusi dengan guru di SMP Negeri 11 Tarakan, ditemukan berbagai permasalahan yang menunjukkan rendahnya kemandirian belajar siswa, seperti menyalin tugas tanpa memahami isi, kurangnya kerja sama, rendahnya keberanian dalam menyampaikan pendapat, serta ketidakdisiplinan dalam memenuhi kebutuhan belajar. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa adalah melalui layanan informasi, yaitu layanan bimbingan dan konseling yang memberikan pemahaman kepada siswa mengenai berbagai aspek belajar yang efektif dan mandiri. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pre-eksperimental, yaitu one group pretest–posttest design. Desain ini melibatkan pemberian pretest sebelum perlakuan dan posttest setelah perlakuan, sehingga pengaruh perlakuan dapat diketahui dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah perlakuan. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen skala Likert mengenai kemandirian belajar, sedangkan teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan uji paired sample t-test. Hasil analisis menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 0,05 dengan nilai t hitung sebesar -5,578, sehingga dapat disimpulkan bahwa layanan informasi berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa di SMP Negeri 11 Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Profil kesadaran lingkungan siswa di SMP Negeri 14 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesadaran lingkungan siswa di SMP Negeri 14 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif untuk menggambarkan tingkat kesadaran lingkungan siswa. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMP Negeri 14 Tarakan. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik stratified random sampling yang melibatkan siswa kelas VII, VIII, dan IX. Setiap tingkat terdiri atas empat kelas dengan sepuluh siswa pada setiap kelas. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket yang mencakup tiga aspek kesadaran lingkungan, yaitu afektif, konatif, dan kognitif. Data dianalisis secara deskriptif untuk melihat kecenderungan persepsi siswa terhadap kesadaran lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum siswa SMP Negeri 14 Tarakan memiliki kesadaran lingkungan yang positif pada ketiga aspek tersebut. Pada kelas VII, sebagian besar siswa menunjukkan sikap positif meskipun masih terdapat beberapa siswa dengan sikap netral. Pada kelas VIII, sikap positif tetap mendominasi, namun ditemukan sedikit siswa dengan persepsi negatif pada aspek kognitif. Pada kelas IX, mayoritas siswa menunjukkan sikap positif, meskipun terdapat sebagian kecil siswa dengan sikap netral dan negatif. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa siswa SMP Negeri 14 Tarakan memiliki kesadaran lingkungan yang baik, namun masih diperlukan upaya pembinaan untuk meningkatkan pemahaman dan perilaku peduli lingkungan pada sebagian siswa. This study aims to analyze students' environmental awareness at SMP Negeri 14 Tarakan. The study employed a quantitative approach using a descriptive method to describe the level of students' environmental awareness. The research population consisted of all students of SMP Negeri 14 Tarakan. The sample was selected using a stratified random sampling technique involving students from grades VII, VIII, and IX. Each grade level consisted of four classes, with ten students selected from each class. Data were collected using a questionnaire covering three aspects of environmental awareness, namely affective, conative, and cognitive aspects. The data were analyzed descriptively to identify trends in students' perceptions of environmental awareness. The results showed that, in general, students of SMP Negeri 14 Tarakan demonstrated positive environmental awareness across all three aspects. In grade VII, most students exhibited positive attitudes, although several students still showed neutral attitudes. In grade VIII, positive attitudes continued to dominate; however, a small number of students demonstrated negative perceptions in the cognitive aspect. In grade IX, the majority of students showed positive attitudes, although a small proportion displayed neutral and negative attitudes. Overall, it can be concluded that students of SMP Negeri 14 Tarakan possess good environmental awareness. Nevertheless, further educational efforts are still required to improve environmental understanding and environmentally caring behavior among some students.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Dampak Toxic Friendship di SMP Negeri 10 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak toxic friendship di SMP Negeri 10 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan subjek empat siswa kelas VIII sebagai informan utama serta satu guru kelas sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui redukasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toxic friendsip dalam pertemanan siswa terdapat lima dampak utama, yaitu kompetisi berlebihan, balas dendam, penghianatan, kecemburuan dan insecure. Kompetisi yang tidak sehat mendorong siswa saling membandingkan nilai, prestasi, dan kemampuan, sehingga menimbulkan iri hati serta tekanan untuk selalu unggul. Pengalaman dibocorkannya rahasia pribadi dan komentar yang merendahkan memicu penurunan kepercayaan, munculnya penarikan diri dari kelompok, rasa malu, serta berkurangnya kepercayaan diri dilingkungan sosial. Selain itu, candaan yang bernada meremehkan terkait penampilan maupun prestasi, serta kebiasaan membanding-bandingkan di antara teman sebaya, memperkuat rasa tidak aman dan mendorong siswa menghindari situasi sosial tertentu seperti presentasi atau tampil di depan kelas. Secara keseluruhan, toxic friendship di SMP Negeri 10 Tarakan secara bertahap mengikis kepercayaan, merusak harga diri. Penting untuk menyadari bahwa komunikasi yang efektif diperlukan untuk membangun hubungan yang sehat dikalangan remaja.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kemampuan Membaca Kritis dengan hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan membaca kritis dengan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian berjumlah 349 siswa dan sampel terdiri dari 32 siswa kelas VIII-A yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data kemampuan membaca kritis diperoleh melalui tes esai dan angket sebanyak 20 butir pernyataan, sedangkan data hasil belajar diperoleh melalui dokumentasi nilai rapor. Analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 30 melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas, korelasi, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca kritis siswa secara umum tergolong tinggi, dengan 78,25% siswa berada pada kategori tinggi. Nilai koefisien korelasi Pearson sebesar 0,775 menandakan bahwa semakin tinggi kemampuan membaca kritis yang dimiliki siswa, semakin tinggi pula hasil belajar bahasa Indonesia yang mereka capai. dengan signifikansi 0,000 0,05 menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan positif antara kemampuan membaca kritis dan hasil belajar bahasa Indonesia. Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa 57,4% variasi hasil belajar dapat dijelaskan oleh kemampuan membaca kritis.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kemampuan membaca kritis siswa, semakin baik pula hasil belajar Bahasa Indonesia yang mereka peroleh.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) Dengan Hasil Belajar Kognitif Siswa di SMPN 8 Tanjung Selor

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah suatu pengukuran sederhana dalam menentukan status gizi seseorang. Hasil belajar kognitif adalah perubahan perilaku setelah melakukan pembelajaran yang berhubungan dengan kemampuan mengingat, memahami, menerapkan, menilai, serta kecerdasan intelektual individu. Penelitian ini betujuan untuk melihat hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan hasil belajar kognitif siswa di SMPN 8 Tanjung Selor. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian ditemukan bahwa mayoritas siswa memiliki status gizi kurang, namun hasil belajar kognitif siswa berada dalam kategori baik sekali. Hasil analisis dengan menggunakan uji spearman’s diperoleh nilai signifikansi (p-value) sebesar 0,055 > 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa hasil belajar kognitif siswa tidak memilki keterkaitan yang signifikan dengan Indeks Massa Tubuh (IMT). Secara teoritis, penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu pendidikan dan kesehatan, khususnya mengenai keterkaitan antara status gizi dan capaian akademik. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi sekolah, guru, dan orang tua agar tidak hanya berfokus pada aspek gizi, tetapi juga memperhatikan faktor lain seperti motivasi, metode pembelajaran, dan lingkungan belajar dalam meningkatkan hasil belajar siswa.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH TEKNIK SELF-MANAGEMENT TERHADAP KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA KELAS VIII DI SMP FRATER DON BOSCO TARAKAN

2025•

Self-management merupakan suatu teknik pengelolaan perilaku yang bertujuan untuk membantu individu dalam memantau, mengontrol, serta mengevaluasi diri secara sadar dan sistematis guna membentuk kebiasaan positif, meningkatkan efektivitas diri, dan mencapai tujuan secara berkelanjutan. Teknik ini berperan penting dalam membangun kesadaran diri dan regulasi diri siswa, khususnya dalam konteks pembelajaran. Di sisi lain, disiplin belajar adalah bentuk kepatuhan siswa terhadap aturan serta tanggung jawab pribadi dalam proses pendidikan, mencakup kehadiran tepat waktu, penyelesaian tugas dengan konsisten, partisipasi aktif dalam kegiatan kelas, serta kemampuan mengatur waktu dan perhatian secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik self-management terhadap peningkatan kedisiplinan belajar siswa kelas VIII di SMP Frater Don Bosco Tarakan. Hasil observasi awal dan wawancara dengan guru Bimbingan dan Konseling menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat kedisiplinan belajar yang rendah, ditandai dengan kebiasaan datang terlambat, kurangnya komitmen terhadap tugas, dan minimnya keterlibatan dalam proses belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen one-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 10 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kategori kedisiplinan belajar rendah hingga sedang. Intervensi dilakukan melalui enam pertemuan: satu kali pretest, empat sesi perlakuan dengan teknik self-management (topik: manajemen waktu, keteraturan, fokus, dan ketertiban), serta satu kali posttest. Hasil analisis paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0.000 ( 0.05), mengindikasikan adanya pengaruh signifikan. Nilai rata-rata pretest sebesar 81,7 meningkat menjadi 113,6 pada posttest. Uji N-Gain menunjukkan skor 0,5444 (kategori sedang). Hasil ini menegaskan bahwa teknik self-management mampu meningkatkan kedisiplinan belajar siswa secara efektif, konsisten, dan dapat diimplementasikan dalam layanan bimbingan kelompok di sekolah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Dampak Kemampuan Membaca Yang Rendah Pada Siswa: Studi Kasus Di SMPN 3 Tanjung Palas Utara

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan membaca merupakan salah satu keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh tiap-tiap anak didik. Jika anak didik memiliki keterampilan membaca yang baik, maka mereka akan mudah memahami informasi yang dibaca. Begitu sebaliknya, jika anak didik memiliki kemampuan membaca yang rendah, maka tentunya hal tersebut akan menjadi hambatan dalam proses belajarnya. Sehingga dalam hal ini, terdapat salah satu siswa kelas VII tepatnya di sekolah SMPN 3 Tanjung Palas Utara, yang mengalami kemampuan membaca rendah. Dengan adanya kemampuan membaca rendah tersebut, memberikan dampak yang signifikan dalam aspek kehidupan siswa. Sehingga tujuan penelitian ini yaitu untuk membahas terkait dampak kemampuan membaca yang rendah pada siswa di SMPN 3 Tanjung Palas Utara. Metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus telah digunakan dalam penelitian ini. Dalam hal ini, peneliti melakukan pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan mewawancarai sumber data primer yang terdiri dari siswa berinisial r dan data sekunder yang terdiri dari wali kelas serta orang tua siswa. Penelitian ini menemukan beberapa dampak signifikan pada siswa berinisial r yang memiliki kemampuan membaca rendah, yang meliputi prestasi akademik berupa nilai rendah dan hasil belajar rendah. Kemudian, terdapat komunikasi interpersonal berupa hambatan dalam berkomunikasi siswa dengan teman, orang lain dan guru. Sedangkan pada segi psikologis, siswa memiliki kurangnya kepercayaan diri. Selain itu, terdapat masalah kognitif siswa yang meliputi kesulitan dalam mata pelajaran, masalah memori dan bahasa, kesulitan berkosentrasi, kesulitan mengerjakan tugas, kesulitan berfikir, serta kesulitan dalam memahami materi. Sedangkan pada emosional siswa terdapat rasa cemas, tidak nyaman, merasa terganggu, dan bingung ketika diminta untuk membaca. Kemudian terdapat dampak lain berupa ketinggalan pelajaran, malas membaca, serta tidak naik kelas. Pada akhirnya, penelitian ini memberikan sebuah rekomendasi pada penelitian selanjutnya untuk memberikan pendekatan maupun intervensi yang tepat dalam mengatasi kemampuan membaca rendah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ETNOMATEMATIKA PADA TARI BUSAK BAKU SUKU DAYAK LUNDAYEH

2023•

Tujuan dari penelitian ini untuk (1) mendeskripsikan unsur matematika SMP yang ada di dalam tari busak baku Dayak Lundayeh, (2) mengetahui pandangan siswa jika etnomatematika pada tari busak baku suku Dayak Lundayeh dijadikan konteks dalam pembelajaran matematika SMP. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Subjek pada penelitian ini terdiri dari pemimpin, pelatih, penari Sanggar Tari Rasat Eco dan tiga siswa SMPK Frater Don Bosco Tarakan. Adapun teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Setelah data terkumpul kemudian dilakukan analisis data dengan menggunakan pemadatan data, penyajian data, penarikan dan verifikasi kesimpulan. Berdasarkan data yang diperoleh kemudian dilakukan pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Adapun temuan pertama penelitian ini yaitu etnomatematika yang terdapat pada gerakan dan pola lantai tari busak baku suku dayak lundayeh berupa konsep geometri yaitu sudut, garis sejajar, garis lurus (horizontal) dan bangun datar persegi panjang, segitiga, lingkaran, segitiga tumpul. Temuan kedua yaitu pandangan peserta didik SMPK Frater Don Bosco Tarakan yang merasa bahwa pembelajaran Matematika akan sangat menarik dan menyenangkan apabila etnomatematika dalam tari busak baku digunakan dalam pembelajaran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Ekslporasi Etnomatematika pada Masyarakat Suku Dayak Kenyah Bakung

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Eksplorasi Etnomatematik pada Masyarakat Suku Dayak Kenyah Bakung. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana budaya masyarakat suku dayak kenyah bakung di Desa Long Metun yang berkaitan dengan unsur matematika dan mengetahui pandangan siswa jika Etnomatematika di jadikan konteks dalam pembelajaran matematika. Sedangkan pendekatan yang digunakan yaitu studi kasus yang bermaksud untuk mendeskripsikan hasil penelitian dan berusaha menemukan gambaran menyeluruh mengenai suatu keadaan atau peristiwa. Adapun teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Setelah data terkumpul kemudian dilakukan analisis data dengan menggunakan reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan berdasarkan data yang diperoleh kemudian dilakukan pengecekan keabsahan data. Adapun temuan pertama penelitian ini yaitu etnomatematika yang terdapat pada masyarakat suku dayak kenyah bakung berupa Saung yang memiliki bentuk kerucut, Tapung yang memiliki bentuk tabung, Kelembit yang memuat konsep simetri lipat yaitu trapesium dan Ta'a yang memiliki bentuk persegi. Kemudian temuan kedua yaitu pandangan siswa SMP Negeri 1 Kayan Hilir terhadap etnomatematika jika di jadikan konteks dalam pembelajaran matematika di sekolah, siswa merasa bahwa etnomatematika ini sangat menarik jika di jadikan konteks dalam pembelajaran matematika di kelas dan siswa lebih muda memahami materi matematika ketika dihubungkan dalam etnomatematika budaya dayak kenyah bakung.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ETNOMATEMATIKA PADA KERAJINAN ANYAMAN MASYARAKAT DAYAK KENYAH

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Etnomatematika Pada Kerajinan Anyaman Masyarakat Dayak Kenyah (Dibimbing oleh Jero Budi Darmayasa, dan Alfian Mucti). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unsur matematika yang ada di dalam kebudayaan Anyaman Dayak Kenyah dan mengetahui pandangan siswa apabila kebudayaan Anyaman masyarakat Dayak Kenyah dijadikan rangkuman materi matematika berbasis budaya dalam pembelajaran matematika di sekolah. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu pendekatan studi kasus. Peneliti melakukan wawancara, observasi, dokumentasi, dan mempersiapkan instrumen pengumpulan data. Kemudian setelah peneliti memperoleh data yang diinginkan peneliti melakukan pemeriksaan keabsahan data melalui perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan dalam penelitian, triangulasi, diskusi dengan teman sejawat, analisis kasus negatif, member check dan penarikan kesimpulan. Adapun unsur matematika yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu persegi, belah ketupat, pencerminan, pola bilangan, sistem koordinat kartesius, simetri, bilangan asli, sudut lancip, garis sejajar, pola bilangan, aritmatika sosial dan sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV). Selain itu, tanggapan siswa SMP jika etnomatematika Anyaman Dayak Kenyah dijadikan pembelajaran matematika berbasis budaya di sekolah yaitu mereka merasa lebih mudah dalam memecahkan latihan soal yang diberikan ketika menggunakan etnomatematika pada pembelajaran di sekolah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail