Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

SALMI

10 karya publik ditemukan.

2026: 42024: 12023: 12021: 22020: 2

Peran Guru Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Untuk Menanamkan Kedisiplinan Belajar Siswa Kelas III B Sdit Ar-Royyan Tarakan.

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila untuk menanamkan kedisiplinan belajar siswa kelas III B SDIT Ar-Royyan Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Fokus dalam penelitian ini adalah peran guru dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila untuk menanamkan kedisiplinan belajar siswa kelas III B SDIT Ar-Royyan Tarakan. Sumber data pada penelitian ini berupa data primer dan data sekunder dengan informan yaitu guru dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Serta menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui proses reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas III B SDIT Ar-Royyan Tarakan telah melaksanakan perannya yaitu: (1) peran guru sebagai pembimbing dalam menanamkan kedisiplinan belajar siswa sudah berjalan dengan baik, guru memberikan bimbingan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran, mengingatkan siswa untuk mempersiapkan perlengkapan belajar serta membimbing siswa agar tertib dan tepat waktu dalam mengikuti pembelajaran, (2) peran guru sebagai motivator dalam menanamkan kedisiplinan belajar siswa sudah berjalan dengan baik, guru memberikan dorongan melalui ice breaking, permainan interaktif, kata-kata motivasi, media pembelajaran visual, LKPD, nasihat, serta penguatan aturan kelas agar siswa tetap fokus dan disiplin dalam mengikuti pembelajaran, (3) peran guru sebagai teladan dalam menanamkan kedisiplinan belajar siswa sudah berjalan dengan baik, guru memberikan contoh melalui kesiapan mengajar, datang tepat waktu, menjaga ketertiban kelas, menaati kesepakatan kelas, serta menyelesaikan tanggung jawab dalam pembelajaran. Sehingga siswa dapat mencontoh perilaku disiplin guru dalam kegiatan belajar di sekolah.

Peran Guru Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Untuk Menanamkan Kedisiplinan Belajar Siswa Kelas III B Sdit Ar-Royyan Tarakan.

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila untuk menanamkan kedisiplinan belajar siswa kelas III B SDIT Ar-Royyan Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Fokus dalam penelitian ini adalah peran guru dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila untuk menanamkan kedisiplinan belajar siswa kelas III B SDIT Ar-Royyan Tarakan. Sumber data pada penelitian ini berupa data primer dan data sekunder dengan informan yaitu guru dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Serta menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui proses reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas III B SDIT Ar-Royyan Tarakan telah melaksanakan perannya yaitu: (1) peran guru sebagai pembimbing dalam menanamkan kedisiplinan belajar siswa sudah berjalan dengan baik, guru memberikan bimbingan kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran, mengingatkan siswa untuk mempersiapkan perlengkapan belajar serta membimbing siswa agar tertib dan tepat waktu dalam mengikuti pembelajaran, (2) peran guru sebagai motivator dalam menanamkan kedisiplinan belajar siswa sudah berjalan dengan baik, guru memberikan dorongan melalui ice breaking, permainan interaktif, kata-kata motivasi, media pembelajaran visual, LKPD, nasihat, serta penguatan aturan kelas agar siswa tetap fokus dan disiplin dalam mengikuti pembelajaran, (3) peran guru sebagai teladan dalam menanamkan kedisiplinan belajar siswa sudah berjalan dengan baik, guru memberikan contoh melalui kesiapan mengajar, datang tepat waktu, menjaga ketertiban kelas, menaati kesepakatan kelas, serta menyelesaikan tanggung jawab dalam pembelajaran. Sehingga siswa dapat mencontoh perilaku disiplin guru dalam kegiatan belajar di sekolah.

Dampak Toxic Friendship di SMP Negeri 10 Tarakan

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak toxic friendship di SMP Negeri 10 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan subjek empat siswa kelas VIII sebagai informan utama serta satu guru kelas sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui redukasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toxic friendsip dalam pertemanan siswa terdapat lima dampak utama, yaitu kompetisi berlebihan, balas dendam, penghianatan, kecemburuan dan insecure. Kompetisi yang tidak sehat mendorong siswa saling membandingkan nilai, prestasi, dan kemampuan, sehingga menimbulkan iri hati serta tekanan untuk selalu unggul. Pengalaman dibocorkannya rahasia pribadi dan komentar yang merendahkan memicu penurunan kepercayaan, munculnya penarikan diri dari kelompok, rasa malu, serta berkurangnya kepercayaan diri dilingkungan sosial. Selain itu, candaan yang bernada meremehkan terkait penampilan maupun prestasi, serta kebiasaan membanding-bandingkan di antara teman sebaya, memperkuat rasa tidak aman dan mendorong siswa menghindari situasi sosial tertentu seperti presentasi atau tampil di depan kelas. Secara keseluruhan, toxic friendship di SMP Negeri 10 Tarakan secara bertahap mengikis kepercayaan, merusak harga diri. Penting untuk menyadari bahwa komunikasi yang efektif diperlukan untuk membangun hubungan yang sehat dikalangan remaja.

Dampak Toxic Friendship di SMP Negeri 10 Tarakan

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak toxic friendship di SMP Negeri 10 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan subjek empat siswa kelas VIII sebagai informan utama serta satu guru kelas sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui redukasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toxic friendsip dalam pertemanan siswa terdapat lima dampak utama, yaitu kompetisi berlebihan, balas dendam, penghianatan, kecemburuan dan insecure. Kompetisi yang tidak sehat mendorong siswa saling membandingkan nilai, prestasi, dan kemampuan, sehingga menimbulkan iri hati serta tekanan untuk selalu unggul. Pengalaman dibocorkannya rahasia pribadi dan komentar yang merendahkan memicu penurunan kepercayaan, munculnya penarikan diri dari kelompok, rasa malu, serta berkurangnya kepercayaan diri dilingkungan sosial. Selain itu, candaan yang bernada meremehkan terkait penampilan maupun prestasi, serta kebiasaan membanding-bandingkan di antara teman sebaya, memperkuat rasa tidak aman dan mendorong siswa menghindari situasi sosial tertentu seperti presentasi atau tampil di depan kelas. Secara keseluruhan, toxic friendship di SMP Negeri 10 Tarakan secara bertahap mengikis kepercayaan, merusak harga diri. Penting untuk menyadari bahwa komunikasi yang efektif diperlukan untuk membangun hubungan yang sehat dikalangan remaja.

PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum) PADA PAKAN PELLET TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN CUPANG (Betta sp)

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Kegiatan budidaya cupang umumnya mengandalkan pakan alamiah, namun terdapat kendala dengan jumlah yang terbatas sehingga pembudidaya memanfaatkan pakan pellet untuk menopang pertumbuhannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak daun karamunting pada pellet terhadap pertumbuhan ikan cupang (Betta sp). Penelitian ini terdiri dari empat perlakuan, pemberian pellet tanpa ekstrak 0 gr/kg (P1), pellet ditambahkan ekstrak 0,025 g (P2), pellet ditambahkan ekstrak 0,050 g (P3), pellet ditambahkan ekstrak 0,075 g (P4), dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi laju pertumbuhan spesifik (SGR), pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, sintasan (SR), dan kualitas air dan data di analisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan spesifik (SGR) ikan cupang pada perlakuan P1 (2,16), P2 (3,43), P3 (3,07), P4 (4,16) Hasil dari uji sidik ragam (ANOVA) berdasarkan analisis statistik dengan taraf kepercayaan 95% menunjukkan hasil yang berbeda nyata antara yang diberikan ekstrak dengan tanpa pemberian ekstrak berdasarkan rerata dari standar deviasi (P>0,05). Hasil pertumbuhan bobot mutlak ikan cupang pada perlakuan P1 (0,30 gr), P2 (0,57 gr), P3 (0,70gr), P4 (0,90 gr) Bobot ikan yang paling rendah yaitu P1 sedangkan bobot yang paling tinggi adalah P4. Hasil pertumbuhan panjang mutlak ikan cupang pada perlakuan P1 (0,53 cm), P2 0,97 cm), P3 (1,60 cm), P4 (2,13 cm) Pertumbuhan panjang mutlak ikan cupang yang diperkaya dengan ekstrak daun karamunting menunjukan bahwa semakin besar dosis ekstrak yang diberikan maka akan semakin tinggi tingkat pertumbuhannya artinya kebutuhan ikan cupang terhadap ekstrak daun karamunting memberikan nilai yang positif. Hasil kelangsungan hidup (SR) pada P1 (100%), P2 (89%), P3 (100%), P4 (100%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun karamunting pada pakan pellet terhadap pertunbuhan ikan cupang berpengaruh positif pada pertumbuhan ikan cupang.

PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum) PADA PAKAN PELLET TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN CUPANG (Betta sp)

2023 · Thesis ·

Kegiatan budidaya cupang umumnya mengandalkan pakan alamiah, namun terdapat kendala dengan jumlah yang terbatas sehingga pembudidaya memanfaatkan pakan pellet untuk menopang pertumbuhannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak daun karamunting pada pellet terhadap pertumbuhan ikan cupang (Betta sp). Penelitian ini terdiri dari empat perlakuan, pemberian pellet tanpa ekstrak 0 gr/kg (P1), pellet ditambahkan ekstrak 0,025 g (P2), pellet ditambahkan ekstrak 0,050 g (P3), pellet ditambahkan ekstrak 0,075 g (P4), dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi laju pertumbuhan spesifik (SGR), pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, sintasan (SR), dan kualitas air dan data di analisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan spesifik (SGR) ikan cupang pada perlakuan P1 (2,16), P2 (3,43), P3 (3,07), P4 (4,16) Hasil dari uji sidik ragam (ANOVA) berdasarkan analisis statistik dengan taraf kepercayaan 95% menunjukkan hasil yang berbeda nyata antara yang diberikan ekstrak dengan tanpa pemberian ekstrak berdasarkan rerata dari standar deviasi (P>0,05). Hasil pertumbuhan bobot mutlak ikan cupang pada perlakuan P1 (0,30 gr), P2 (0,57 gr), P3 (0,70gr), P4 (0,90 gr) Bobot ikan yang paling rendah yaitu P1 sedangkan bobot yang paling tinggi adalah P4. Hasil pertumbuhan panjang mutlak ikan cupang pada perlakuan P1 (0,53 cm), P2 0,97 cm), P3 (1,60 cm), P4 (2,13 cm) Pertumbuhan panjang mutlak ikan cupang yang diperkaya dengan ekstrak daun karamunting menunjukan bahwa semakin besar dosis ekstrak yang diberikan maka akan semakin tinggi tingkat pertumbuhannya artinya kebutuhan ikan cupang terhadap ekstrak daun karamunting memberikan nilai yang positif. Hasil kelangsungan hidup (SR) pada P1 (100%), P2 (89%), P3 (100%), P4 (100%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun karamunting pada pakan pellet terhadap pertunbuhan ikan cupang berpengaruh positif pada pertumbuhan ikan cupang.

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY.N DI PUSKESAMAS GUNUNG LINGKAS

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

ASUHAN KEBIDANAN KOMPRHENSIF PADA NY.N DI PUSKESMAS GUNUNG LINGKAS ABSTRAK Angka kematian ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat derajat kesehatan perempuan. AKI adalah jumlah kematian ibu selama masa kehamilan, persalinan dan nifas yang disebabkan oleh kehamilan, persalinan dan nifas atau pengelolaanya tetapi bukan karena sebab-sebab lain seperti kecelakaan atau terjatuh, setiap 100.000 kelahiran hidup. Bidan diharapkan mampu memberika pelayanan secara komprehensif yang berkualitas sesuai dengan standar Asuhan Kebidanan. Asuhan komprehensif diberikan dengan tujuan untuk melakukann asuhan pelayanan kebidanan secara komprehensif sesuai standar pelayanan kebidanan sejak masa hamil, bersalin, dan neonatus dengan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan. Asuhan kebidanan yang diberikan pada Ny.N adalah melakukan asuhan kehamilan sebanyak 2 kali yaitu pada usia kehamilan 38 minggu dan 39 minggu 4 hari dengan memberikan standar 10 T. Pada kunjungan kedua tersebut klien tidak merasakan keluhan. Asuhan persalinan dilakukan pada tanggal 31 Maret 2021 dengan keluhan perut terasa kencang-kencang dan keluar lendir darah dari jalan lahir. Proses persalinan berlangsung selama 7 jam. Asuhan pada bayi baru lahir dilakukan pada usia 3 jam dengan dilakukan pemeriksanaan ttv, pemeriksanaan fisik, dan pemeriksanaan antropometri. Bayi lahir dengan spontan, jenis kelamin perempuan, berat badan bayi 3.100 gram, dan panjang 49 cm, telah melakukan IMD pada kala I, 21 menit pada kala II, 7 menit pada kala III, dan 2 jam pada kala IV. Persalinan pada Ny.N berlangsung normal dan tidak ada penyulit., tidak ada komplikasi dan kelainan. Kemudain telah dilakukan pendokumentasian asuhan kebidanan pada Ny.N dengan menggunakan metode SOAP. Berdasarkan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny.N, dapat disimpulkan bahwa tidak ditemukan adanya penyulit dan kesenjangan antara teori dengan praktek asuhan kebidnana pada Ny.N.

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY.N DI PUSKESAMAS GUNUNG LINGKAS

2021 · Thesis ·

ASUHAN KEBIDANAN KOMPRHENSIF PADA NY.N DI PUSKESMAS GUNUNG LINGKAS ABSTRAK Angka kematian ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat derajat kesehatan perempuan. AKI adalah jumlah kematian ibu selama masa kehamilan, persalinan dan nifas yang disebabkan oleh kehamilan, persalinan dan nifas atau pengelolaanya tetapi bukan karena sebab-sebab lain seperti kecelakaan atau terjatuh, setiap 100.000 kelahiran hidup. Bidan diharapkan mampu memberika pelayanan secara komprehensif yang berkualitas sesuai dengan standar Asuhan Kebidanan. Asuhan komprehensif diberikan dengan tujuan untuk melakukann asuhan pelayanan kebidanan secara komprehensif sesuai standar pelayanan kebidanan sejak masa hamil, bersalin, dan neonatus dengan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan. Asuhan kebidanan yang diberikan pada Ny.N adalah melakukan asuhan kehamilan sebanyak 2 kali yaitu pada usia kehamilan 38 minggu dan 39 minggu 4 hari dengan memberikan standar 10 T. Pada kunjungan kedua tersebut klien tidak merasakan keluhan. Asuhan persalinan dilakukan pada tanggal 31 Maret 2021 dengan keluhan perut terasa kencang-kencang dan keluar lendir darah dari jalan lahir. Proses persalinan berlangsung selama 7 jam. Asuhan pada bayi baru lahir dilakukan pada usia 3 jam dengan dilakukan pemeriksanaan ttv, pemeriksanaan fisik, dan pemeriksanaan antropometri. Bayi lahir dengan spontan, jenis kelamin perempuan, berat badan bayi 3.100 gram, dan panjang 49 cm, telah melakukan IMD pada kala I, 21 menit pada kala II, 7 menit pada kala III, dan 2 jam pada kala IV. Persalinan pada Ny.N berlangsung normal dan tidak ada penyulit., tidak ada komplikasi dan kelainan. Kemudain telah dilakukan pendokumentasian asuhan kebidanan pada Ny.N dengan menggunakan metode SOAP. Berdasarkan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny.N, dapat disimpulkan bahwa tidak ditemukan adanya penyulit dan kesenjangan antara teori dengan praktek asuhan kebidnana pada Ny.N.

PENGARUH PENERAPAN CUSTOMER RELATIONSHIP DAN WAREHOUSE MANAGEMENT SYSTEM TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN (STUDI PADA PT.JALUR NUGRAHA EKAKURIR (JNE) DI KOTA TARAKAN)

2020 · Thesis ·

ABSTRAK PENGARUH PENERAPAN CUSTOMER RELATIONSHIP DAN WAREHOUSE MANAGEMENT SYSTEM TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN (Studi Pada PT. Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) di kota Tarakan) SALMIAH1 NURUL HIDAYAT S.E.,M.Sc.,Ph.D2 Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran customer relationship dan warehouse management system terhadap kinerja perusahaan di PT. Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) di kota Tarakan.Ukuran sampel yang diambil sebanyak 80 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner penelitian dimana data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunkan teknik analisis regresi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa customer relationship memiliki pengaruh yang positif terhadap kinerja perusahaan serta warehouse management system juga memiliki pengaruh yang positif terhadap kinerja perusahaan.

perlindungan hukum terhadap perusahaan pembiayaan (lessor) dalam perjanjian sewa guna usaha (leasing)

2020 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Salmia, NPM. 15.501010.057, dengan judul skripsi “Perlindungan Hukum Terhadap Perusahaan Pembiayaan (Lessor) Dalam Perjanjian Sewa Guna Usaha (Leasing)”, dibawah bimbingan Darwis Manurung, S.H., M.Hum, dan Wiwin Dwi Ratna F, S.H.,M.Hum. Perekomonian di Indonesia yang semakin sulit membuat Pemerintah memperkenalkan suatu lembaga keuangan baru disamping bank untuk memenuhi kebutuhan modal atau dana yaitu lembaga pembiayaan. Lembaga pembiayaan Di Indonesia mulai timbul sejak Tahun 1974. Di dalam kenyataannya pembiayaan yang dilakukan oleh usaha leasing tidak sama dengan pembiayaan yang dilakukan oleh Bank. Lembaga pembiayaan yang dibentuk berdasarkan Perjanjian leasing dalam pelaksanaannya terdapat berbagai hambatan yang berdasarkan latar belakang yaitu bentuk perlindungan hukum terhadap perusahaan pembiayaan (lessor) dalam perjanjian sewa guna usaha (leasing) dan hambatan-hambatan dalam pelaksanaan perjanjian leasing. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif, menggunakan pendekatan Undang-Undang, pendekatan konseptual dan pendekatan kasus dengan mengkaji dan menganalisis semua peraturan peundang-undangan yang terkait dengan isu hukum yang ditangani serta mempelajari pandangan-pandangan dan doktrin didalam ilmu hukum. Leasing merupakan salah satu bentuk usaha yang dijadikan alternatif dalam mengatasi kesulitan permodalan yang dialami oleh kalangan usahawan perseorangan maupun usahawan yang tergabung dalam suatu badan hukum. Dalam perjanjian leasing terdapat tiga pihak yang terkait yaitu lessor, lessee dan supplier. Agar mempunyai kekuatan mengikat secara hukum, maka dibuatlah suatu kontrak perjanjian bagi pihak-pihak tersebut yakni lessor dan lessee. Bentuk perlindungan hukum terhadap perusahaan pembiayaan (lessor) adalah dengan memakai alas hukum seperti yang termuat dalam Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 1169/KMK.01/1991 tentang kegiatan sewa guna usaha (leasing) dan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2009 tentang lembaga pembiayaan. Sedangkan hambatan dalam pelaksanaan perjanjian leasing umumnya disebabkan oleh lessee didalam perjanjian yang dapat berupa keterlambatan pembayaran uang sewa dan adanya penggadaian barang modal dan pemindahtanganan hak sewa barang kepada pihak ketiga.