Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Pellet.
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING (Melastoma malabathricum) PADA PAKAN PELLET TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN CUPANG (Betta sp)

2023•

Kegiatan budidaya cupang umumnya mengandalkan pakan alamiah, namun terdapat kendala dengan jumlah yang terbatas sehingga pembudidaya memanfaatkan pakan pellet untuk menopang pertumbuhannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak daun karamunting pada pellet terhadap pertumbuhan ikan cupang (Betta sp). Penelitian ini terdiri dari empat perlakuan, pemberian pellet tanpa ekstrak 0 gr/kg (P1), pellet ditambahkan ekstrak 0,025 g (P2), pellet ditambahkan ekstrak 0,050 g (P3), pellet ditambahkan ekstrak 0,075 g (P4), dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi laju pertumbuhan spesifik (SGR), pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, sintasan (SR), dan kualitas air dan data di analisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan spesifik (SGR) ikan cupang pada perlakuan P1 (2,16), P2 (3,43), P3 (3,07), P4 (4,16) Hasil dari uji sidik ragam (ANOVA) berdasarkan analisis statistik dengan taraf kepercayaan 95% menunjukkan hasil yang berbeda nyata antara yang diberikan ekstrak dengan tanpa pemberian ekstrak berdasarkan rerata dari standar deviasi (P>0,05). Hasil pertumbuhan bobot mutlak ikan cupang pada perlakuan P1 (0,30 gr), P2 (0,57 gr), P3 (0,70gr), P4 (0,90 gr) Bobot ikan yang paling rendah yaitu P1 sedangkan bobot yang paling tinggi adalah P4. Hasil pertumbuhan panjang mutlak ikan cupang pada perlakuan P1 (0,53 cm), P2 0,97 cm), P3 (1,60 cm), P4 (2,13 cm) Pertumbuhan panjang mutlak ikan cupang yang diperkaya dengan ekstrak daun karamunting menunjukan bahwa semakin besar dosis ekstrak yang diberikan maka akan semakin tinggi tingkat pertumbuhannya artinya kebutuhan ikan cupang terhadap ekstrak daun karamunting memberikan nilai yang positif. Hasil kelangsungan hidup (SR) pada P1 (100%), P2 (89%), P3 (100%), P4 (100%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun karamunting pada pakan pellet terhadap pertunbuhan ikan cupang berpengaruh positif pada pertumbuhan ikan cupang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN KARAMUNTING PADA PELLET TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN UDANG WINDU (Penaeus monodon) DI TAMBAK TRADISIONAL

2022•

Pengkayaan pakan alami menggunakan ekstrak daun karamunting (Melastoma malabathricum L) secara signifikan berpengaruh nyata pada laju pertumbuhan post larva udang windu (Penaeus monodon). Penambahan ekstrak daun karamunting pada pakan buatan belum diujicobakan, maka perlu dilakukan untuk melihat pengaruh ekstrak daun karamunting terhadap laju pertumbuhan udang windu yang dipelihara di tambak tradisional. Penelitian ini yang bertujuan untuk mengevaluasi penambahan ekstrak daun karamunting pada pellet pada laju pertumbuhan udang windu (Penaeus monodon) yang dipelihara di tambak tradisional. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian ekperimental, terdiri dari dua perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah pemberian pelet komersil dan pelet komersil yang diperkaya dengan ekstrak. Dosis ekstrak daun karamunting yang diberikan adalah 150 mg/kg pelet. Pemeliharaan udang windu dilakukan selama 90 hari, sampling panjang dan bobot udang diamati per 30 hari. Hasil yang diperoleh menunjukkan pengkayaan pakan pellet dengan penambahan ekstrak daun karamunting berpengaruh pada laju pertumbuhan udang windu dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Diperoleh nilai pertumbuhan panjang dan bobot yang lebih tinggi yaitu; 8,05 cm dan 34 g pada perlakuan, sedangkan perlakuan kontrol adalah 6,25 cm dan 18 g. Nilai kelangsungan hidup udang windu, berkisar antara 73-100% untuk perlakuan ekstrak sedangkan untuk kontrol berkisar antara 60-80%. Dapat disimpulkan daun karamunting mampu meningkatkan laju pertumbuhan dan sintasan hidup udang windu. Natural feed enrichment using melastoma leaf extract (Melastoma malabathricum L) significantly affects the growth rate of post-larval tiger prawns (Penaeus monodon). The addition of melastoma leaf extracts to artificial feed has never been tested. It is necessary to see the effect of melastoma leaf extract on the growth rate of tiger prawns reared in traditional ponds. This study aimed to evaluate the addition of melastoma leaf extract to pellets on the growth rate of tiger prawns (Penaeus monodon) reared in conventional ponds. This study used an experimental research design consisting of two treatments and five replications. The treatment given was the administration of commercial pellets and commercial pellets enriched with extracts. The dose of melastoma leaf extract given was 150 mg/kg pellets. The carried out maintenance of tiger prawns was for 90 days. The sampling of the length and weight of the shrimp every 30 days. The results obtained showed that enrichment of pelleted feed with the addition of melastoma leaf extract affected the growth rate of tiger prawns compared to the control treatment. The higher length and weight growth value was 8.05 cm and 34 g in the treatment, while the control treatment was 6.25 cm and 18 g, respectively. The survival value of tiger prawns ranged from 73-100% for the extract treatment, while the control ranged from 60-80%. Can conclude that melastoma leaves can increase tiger prawns' growth rate and survival.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail