ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Gerakan Literasi Sekolah (GLS) terhadap minat baca siswa kelas IX-6 di SMPN 3 Kota Tarakan. Minat baca merupakan faktor penting dalam mendukung keberhasilan belajar, namun masih tergolong rendah di kalangan siswa. Oleh karena itu, program Gerakan Literasi Sekolah dikembangkan sebagai upaya menumbuhkan budaya membaca di lingkungan pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex-post facto. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IX SMPN 3 Kota Tarakan, dengan sampel sebanyak 30 siswa kelas IX-6 yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket untuk mengukur pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah dan tingkat minat baca siswa, serta dokumentasi sebagai data pendukung. Analisis data meliputi uji prasyarat dan uji hipotesis menggunakan teknik statistik. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah terhadap minat baca siswa kelas IX-6 di SMPN 3 Kota Tarakan. Semakin baik pelaksanaan GLS, semakin tinggi minat baca siswa. Dengan demikian, Gerakan Literasi Sekolah terbukti efektif dalam menumbuhkan budaya membaca dan dapat dijadikan sebagai strategi dalam meningkatkan minat baca siswa di sekolah. Kata kunci: Gerakan Literasi Sekolah, Minat Baca, Siswa SMP, Literasi. THE EFFECT OF THE SCHOOL LITERACY MOVEMENT ON THE READING INTEREST OF STUDENTS IN CLASS IX-6 AT SMPN 3 KOTA TARAKAN Abstract This study aims to detennine the effect of the School Literacy Movement (GLS) on students' reading interest in class JX-6 at SMPN 3 Tarakao City. Reading interest is an important factor in supporting learning success, yet it remains relatively low among students. Therefore, the School Literacy Movement program was developed as an effort to foster a culture of reading in the educational environment. This study used a quantitative (post facto design). The research population comprised all ninth-grade students at SMPN 3 Tarakan City, and a sample of 30 was selected through purposive sampling. Data collection was conducted using questionnaires to measure the implementation ofthe School Literacy Movement and students' reading interest levels, along with documentation as supporting data. Data analysis included prerequisite tests and hypothesis testing using statistical techniques. The results showed a positive and significant effect of implementing the School Literacy Movement on the reading interest ofninth-grade students at SMPN 3 Tarakan City. The better the implementation of the SLM, the higher the students' reading interest. Thus, the School Literacy Movement has been proven to be effective in fostering a reading culture and can be used as a strategy to increase students' reading interest in schools. Keywords: School Literacy Movement, Reading Interest, Junior High School, Students, Literacy
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan minat baca siswa dengan hadirnya gerakan literasi sekolah di SMP Negeri 5 Tarakan serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat gerakan literasi sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah guru, kepala sekolah dan seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tarakan yang berjumlah 270 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan angket. Teknik analisis data dilakukan dengan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa minat membaca dengan gerakan literasi sekolah siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tarakan berada pada kategori rendah. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa minat membaca dengan gerakan literasi sekolah siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tarakan berada pada kategori rendah. Terdapat lima kelas yang berada pada kategori rendah yaitu kelas C. dengan persentase 94% dan frekuensi 29, kelas D dengan persentase 84% dan frekuensi 26, kelas E dengan persentase 69% dan frekuensi 20, kelas F dengan persentase 66% dan a frekuensi 21, dan kelas H dengan persentase 76% dan frekuensi 22. Sedangkan kelas dengan kategori tinggi terdapat empat kelas, yaitu kelas A dengan persentase 90% dan frekuensi 28, kelas B dengan persentase 90% dan frekuensi 28, kelas B dengan persentase 90% dan frekuensi 28. persentase 93% dan frekuensi 26, kelas G dengan persentase 75% dan frekuensi 21, serta kelas I dengan persentase 87% dan frekuensi 26. Terdapat beberapa faktor penghambat dan pendukung. Faktor penghambatnya adalah rendahnya minat membaca siswa, ruang perpustakaan yang kurang tertata, dan fasilitas sekolah yang kurang memadai. Sedangkan faktor pendukung memberikan motivasi kepada siswa dan menanamkan pada siswa kecintaan membaca dan kegiatan seni pertunjukan. Jadi dapat disimpulkan bahwa minat membaca dengan gerakan literasi kelas VIII di SMP Negeri 5 Tarakan masih tergolong rendah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi metode sustained silent reading guna mendukung gerakan literasi sekolah di SDN Utama 1 Tarakan, baik itu pelaksanaan implementasi metode sustained silent reading serta dampak implementasi metode sustained silent reading di SDN Utama 1 Tarakan. Pada penelitian ini data yang diperoleh didapatkan dari teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini: (1) pelaksanaan implementasi metode sustained silent reading pada kegiatan membaca 15 menit di SDN Utama 1 Tarakan berjalan dengan semestinya pada hari-hari biasa dan pada masa pandemi covid-19 pelaksanaan implementasi metode sustained silent reading pada kegiatan membaca 15 menit dilaksanakan dirumah peserta didik masing-masing; (2) pelaksanaan implementasi metode sustained silent reading pada kegiatan membaca 15 menit di SDN Utama 1 Tarakan berdampak baik bagi sekolah, khususnya peserta didik.