Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

LIANA

149 karya publik ditemukan.

2026: 252025: 212024: 312023: 302022: 312021: 92020: 2

Pemanfaatan Minyak Atsiri Lengkuas Merah (Alpinia purpurata K. Schum) sebagai Pengawet Alami Nugget Sayur

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan berbagai konsentrasi minyak atsiri lengkuas merah (Alpinia purpurata K. Schum) terhadap kualitas kimia, fisik, dan organoleptik nugget sayur selama penyimpanan, serta menentukan konsentrasi yang paling efektif dalam mempertahankan mutu produk. Penelitian dilaksanakan pada Januari–Mei 2026 di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Borneo Tarakan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan lima perlakuan, yaitu P0 (0%), P1 (0,05%), P2 (0,10%), P3 (0,15%), dan P4 (0,20%) minyak atsiri lengkuas merah, masing-masing diulang lima kali. Pengamatan dilakukan pada hari ke-0, 5, 10, dan 15 penyimpanan suhu dingin. Parameter yang diamati meliputi kadar air, kadar 1,8 cineole, warna, tekstur, aroma, dan rasa. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan minyak atsiri lengkuas merah tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air nugget sayur, tetapi berpengaruh nyata terhadap kadar 1,8 cineole, warna, tekstur, aroma, dan rasa selama penyimpanan. Perlakuan P4 menghasilkan kadar 1,8 cineole tertinggi pada seluruh waktu pengamatan, yaitu 17,61% pada hari ke-0 dan 13,82% pada hari ke-15. Namun, perlakuan P2 memberikan tingkat penerimaan panelis yang lebih baik terhadap rasa pada akhir penyimpanan. Berdasarkan hasil penelitian, konsentrasi minyak atsiri lengkuas merah 0,10% (P2) merupakan perlakuan yang paling efektif dalam mempertahankan kualitas nugget sayur selama penyimpanan 15 hari karena mampu menjaga keseimbangan antara kandungan senyawa aktif dan penerimaan organoleptik produk.

Pengaruh Metode Traditional Cooperative Play Terhadap Kecerdasa Interpersonal Siswa Kelas VII SMP Negeri 11 Tarakann

2026 · Book ·

Kecerdasan interpersonal mengacu pada kemampuan indivdu untuk berinteraksi sosial dengan lingkungannya atau menjalin hubungan sosial dengan baik. Fenomena yang ditemukan di SMP Negeri 11 Tarakan menunjukkan bahwa sebagian siswa masih mengalami kesulitan untuk menjalin hubungan sosial yang baik sehingga berdampak pada penyesuaian diri dan proses belajar disekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode traditional cooperative play terhadap kecerdasan interpersonal siswa kelas VII di SMP Negeri 11 Tarakan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain Pre- Experimental tipe One-Group Pre-Post Test. Sampel penelitian ini berjumlah 8 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen pengumpulan data berupa skala kecerdasan interpersonal disusun berdasarkan indikator social sensitivity, social insight, dan social communication. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 0,05, dengan nilai t hitung sebesar 17.403 dan t tabel sebesar 2,365 (df=7), sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya ada pengaruh metode traditional cooperative play terhadap kecerdasan interpersonal siswa kelas VII SMP Negeri 11 Tarakan.

PEMANFAATAN TUMBUHAN DALAM BUSANA ADAT DAN AKSESORIS SUKU DAYAK DI DESA SETARAP DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN BIOLOGI

2026 · Book ·

Pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan busana adat dan aksesoris merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Suku Dayak yang mencerminkan hubungan erat antara manusia dan alam. Namun, pengetahuan tersebut belum banyak didokumentasikan dan belum terintegrasi dalam pembelajaran biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan dan bagian tumbuhan yang dimanfaatkan dalam pembuatan busana adat dan aksesoris Suku Dayak di Desa Setarap, Kabupaten Malinau, mengetahui proses pemanfaatannya, serta mengkaji relevansinya dengan pembelajaran biologi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih menggunakan teknik purposive dan snowball sampling, melibatkan tokoh adat serta pengrajin yang memiliki pengetahuan tentang pembuatan busana adat dan aksesoris. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 11 spesies tumbuhan yang tergolong dalam 9 famili yang dimanfaatkan, yaitu Talun (Artocarpus corneri), Rotan Sega (Calamus caesius), Bambu Petung (Dendrocalamus asper), Ulin (Eusideroxylon zwageri), Rudraksa (Elaeocarpus ganitrus), Tas (Goniothalamus velutinus), Sang (Itaya amicorum), Adau (Nauclea orientalis), Pandan (Pandanus tectorius), Bambu Talang (Schizostachyum brachycladium), dan Meranti (Shorea sp.). Bagian tumbuhan yang digunakan meliputi kulit batang, batang, daun, akar, dan biji, dengan kulit batang sebagai bagian yang paling banyak dimanfaatkan. Proses pembuatannya meliputi pengambilan bahan, pemotongan, pengeringan, pengolahan, pembentukan, dan perakitan. Hasil penelitian ini relevan dengan materi keanekaragaman hayati pada pembelajaran Biologi Fase E SMA sebagai sumber belajar berbasis etnobotani dan kearifan lokal

Penerapan Pemberian Terapi Jus Tomat terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Klien dengan Hipertensi

2026 · Book ·

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang tinggi dan berisiko menimbulkan komplikasi seperti stroke dan penyakit jantung. Salah satu upaya nonfarmakologis untuk mengontrol tekanan darah adalah konsumsi jus tomat. Tomat mengandung kalium, likopen, vitamin C, dan asam folat yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi jus tomat dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi di RT 07 Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus terhadap tiga responden dengan diagnosis hipertensi. Intervensi yang diberikan berupa terapi jus tomat selama delapan hari berturut-turut dengan frekuensi satu kali perhari. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terapi jus tomat efektif sebagai intervensi pelengkap dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Selain itu, intervensi ini juga meningkatkan partisipasi keluarga dalam pengelolaan perawatan, khususnya dalam memantau tekanan darah dan mendukung kepatuhan pengobatan. Terapi jus tomat dapat diterapkan sebagai salah satu alternatif terapi nonfarmakologis dalam asuhan keperawatan komunitas dan keluarga.

Penerapan Pemberian Terapi Jus Tomat terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Klien dengan Hipertensi

2026 · Thesis ·

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang tinggi dan berisiko menimbulkan komplikasi seperti stroke dan penyakit jantung. Salah satu upaya nonfarmakologis untuk mengontrol tekanan darah adalah konsumsi jus tomat. Tomat mengandung kalium, likopen, vitamin C, dan asam folat yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi jus tomat dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi di RT 07 Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus terhadap tiga responden dengan diagnosis hipertensi. Intervensi yang diberikan berupa terapi jus tomat selama delapan hari berturut-turut dengan frekuensi satu kali perhari. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terapi jus tomat efektif sebagai intervensi pelengkap dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Selain itu, intervensi ini juga meningkatkan partisipasi keluarga dalam pengelolaan perawatan, khususnya dalam memantau tekanan darah dan mendukung kepatuhan pengobatan. Terapi jus tomat dapat diterapkan sebagai salah satu alternatif terapi nonfarmakologis dalam asuhan keperawatan komunitas dan keluarga.

Pengaruh Metode Traditional Cooperative Play Terhadap Kecerdasa Interpersonal Siswa Kelas VII SMP Negeri 11 Tarakann

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kecerdasan interpersonal mengacu pada kemampuan indivdu untuk berinteraksi sosial dengan lingkungannya atau menjalin hubungan sosial dengan baik. Fenomena yang ditemukan di SMP Negeri 11 Tarakan menunjukkan bahwa sebagian siswa masih mengalami kesulitan untuk menjalin hubungan sosial yang baik sehingga berdampak pada penyesuaian diri dan proses belajar disekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode traditional cooperative play terhadap kecerdasan interpersonal siswa kelas VII di SMP Negeri 11 Tarakan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain Pre- Experimental tipe One-Group Pre-Post Test. Sampel penelitian ini berjumlah 8 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen pengumpulan data berupa skala kecerdasan interpersonal disusun berdasarkan indikator social sensitivity, social insight, dan social communication. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 0,05, dengan nilai t hitung sebesar 17.403 dan t tabel sebesar 2,365 (df=7), sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya ada pengaruh metode traditional cooperative play terhadap kecerdasan interpersonal siswa kelas VII SMP Negeri 11 Tarakan.

Deskripsi implementasi nilai-nilai pancasila sila kemanusiaan yang adil dan beradab dalam proses pembelajaran di kelas V-B SDN 032 Tarakan

2026 · Book ·

Pendidikan bertujuan mengembangkan potensi siswa sekaligus membentuk kepribadian yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar Pendidikan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai-nilai Pancasila sila kemanusiaan yang adil dan beradab dalam proses pembelajaran di kelas V-B SDN 032 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Pada penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sekunder, dan informan pada penelitian ini adalah siswa kelas V-B dan guru wali kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya Teknik analisis data yang di gunakan menggunakan model miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas V-B telah mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila sila kemanusiaan yang adil dan beradab, khusus nya pada butir sila mengakui dan memperlakukan manusia sesuai harkat dan martabatnya dan mengembangkan sikap tenggang rasa dan tepa selira. Namun masih terdapat sebagian siswa yang masih kurang dalam mengimplementasikannya. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan peserta didik lebih meningkatkan kesadaran menghargai sesama dan guru, peneliti selanjutnya untuk mengkaji faktor penyebab masih adanya perilaku yang kurang sesuai, serta memperluas cakupan penelitian agar hasilnya lebih menyeluruh.

Hubungan Status Gizi Ibu Selama Kehamilan dengan Underweight Pada Balita: Studi Retrospektif

2026 · Book ·

Underweight masih menjadi salah satu permasalahan gizi pada balita yang dapat berdampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Status gizi ibu selama kehamilan merupakan salah satu faktor yang diduga berperan dalam mendukung pertumbuhan janin dan berpotensi memengaruhi status gizi anak pada masa balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status gizi ibu selama kehamilan dengan underweight pada balita di Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian berjumlah 67 balita usia 12–59 bulan dengan kategori underweight dan severely underweight yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh dari buku kohort ibu hamil, buku register ibu hamil, dan rekam medis balita underweight periode tahun 2020–2025. Status gizi ibu selama kehamilan diukur menggunakan Lingkar Lengan Atas (LILA) dan dikategorikan menjadi Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan tidak KEK, sedangkan tingkat keparahan underweight ditentukan berdasarkan indikator Berat Badan menurut Umur (BB/U). Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40 ibu (59,7%) mengalami KEK dan 27 ibu (40,3%) tidak mengalami KEK. Sebanyak 43 balita (64,2%) termasuk kategori underweight dan 24 balita (35,8%) termasuk kategori severely underweight. Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi ibu selama kehamilan dengan tingkat keparahan underweight pada balita. Disimpulkan bahwa status gizi ibu selama kehamilan berdasarkan pengukuran LILA tidak berhubungan secara signifikan dengan underweight pada balita.

Perlindungan Hukum Tindak Pidana Penipuan Dengan Manipulasi Menggunakan Gawai

2026 · Book ·

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaturan hukum terkait tindak pidana penipuan dengan manipulasi menggunakan telepon seluler serta bentuk pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku. Fokus utama penelitian ini menempatkan gawai mobile device sebagai alat utama instrumentum delicti yang digunakan pelaku dalam melakukan tindak pidana penipuan karena sifatnya yang mudah digunakan, bersifat personal, dan dapat menjangkau korban secara cepat. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan melalui data wawancara di Polres serta studi kasus putusan pengadilan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak pidana penipuan dengan manipulasi melalui telepon seluler dapat dikaitkan dengan ketentuan hukum pidana dalam KUHP serta Pasal 28 ayat (1) jo. Pasal 45A ayat (1) UU ITE mengenai penyebaran berita bohong dan menyesatkan yang menimbulkan kerugian dalam transaksi elektronik. Penelitian ini juga menemukan adanya perbedaan konsep antara manipulasi, penipuan, sugesti, dan hipnotis. Manipulasi dalam tindak pidana ini dilakukan melalui teknik memengaruhi korban dengan memanfaatkan komunikasi, emosi, serta kepercayaan korban agar mengikuti arahan pelaku.Penelitian ini menyimpulkan bahwa pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku dapat diterapkan apabila terpenuhi unsur kesengajaan, tipu muslihat, rangkaian kebohongan, serta adanya kerugian yang dialami korban. Adapun kendala dalam penegakan hukum meliputi penggunaan identitas palsu, keterbatasan pembuktian elektronik, serta kesulitan pelacakan pelaku. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan literasi digital dan kesadaran hukum masyarakat, serta penguatan kemampuan aparat penegak hukum dalam menangani tindak pidana penipuan berbasis teknologi. Kata Kunci: Penipuan, Manipulasi, Gawai, UU ITE, Literasi Digital.

Perlindungan Hukum Tindak Pidana Penipuan Dengan Manipulasi Menggunakan Gawai

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaturan hukum terkait tindak pidana penipuan dengan manipulasi menggunakan telepon seluler serta bentuk pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku. Fokus utama penelitian ini menempatkan gawai mobile device sebagai alat utama instrumentum delicti yang digunakan pelaku dalam melakukan tindak pidana penipuan karena sifatnya yang mudah digunakan, bersifat personal, dan dapat menjangkau korban secara cepat. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan melalui data wawancara di Polres serta studi kasus putusan pengadilan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak pidana penipuan dengan manipulasi melalui telepon seluler dapat dikaitkan dengan ketentuan hukum pidana dalam KUHP serta Pasal 28 ayat (1) jo. Pasal 45A ayat (1) UU ITE mengenai penyebaran berita bohong dan menyesatkan yang menimbulkan kerugian dalam transaksi elektronik. Penelitian ini juga menemukan adanya perbedaan konsep antara manipulasi, penipuan, sugesti, dan hipnotis. Manipulasi dalam tindak pidana ini dilakukan melalui teknik memengaruhi korban dengan memanfaatkan komunikasi, emosi, serta kepercayaan korban agar mengikuti arahan pelaku.Penelitian ini menyimpulkan bahwa pertanggungjawaban pidana terhadap pelaku dapat diterapkan apabila terpenuhi unsur kesengajaan, tipu muslihat, rangkaian kebohongan, serta adanya kerugian yang dialami korban. Adapun kendala dalam penegakan hukum meliputi penggunaan identitas palsu, keterbatasan pembuktian elektronik, serta kesulitan pelacakan pelaku. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan literasi digital dan kesadaran hukum masyarakat, serta penguatan kemampuan aparat penegak hukum dalam menangani tindak pidana penipuan berbasis teknologi. Kata Kunci: Penipuan, Manipulasi, Gawai, UU ITE, Literasi Digital.

Hubungan Status Gizi Ibu Selama Kehamilan dengan Underweight Pada Balita: Studi Retrospektif

2026 · Thesis ·

Underweight masih menjadi salah satu permasalahan gizi pada balita yang dapat berdampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Status gizi ibu selama kehamilan merupakan salah satu faktor yang diduga berperan dalam mendukung pertumbuhan janin dan berpotensi memengaruhi status gizi anak pada masa balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status gizi ibu selama kehamilan dengan underweight pada balita di Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian berjumlah 67 balita usia 12–59 bulan dengan kategori underweight dan severely underweight yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh dari buku kohort ibu hamil, buku register ibu hamil, dan rekam medis balita underweight periode tahun 2020–2025. Status gizi ibu selama kehamilan diukur menggunakan Lingkar Lengan Atas (LILA) dan dikategorikan menjadi Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan tidak KEK, sedangkan tingkat keparahan underweight ditentukan berdasarkan indikator Berat Badan menurut Umur (BB/U). Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40 ibu (59,7%) mengalami KEK dan 27 ibu (40,3%) tidak mengalami KEK. Sebanyak 43 balita (64,2%) termasuk kategori underweight dan 24 balita (35,8%) termasuk kategori severely underweight. Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi ibu selama kehamilan dengan tingkat keparahan underweight pada balita. Disimpulkan bahwa status gizi ibu selama kehamilan berdasarkan pengukuran LILA tidak berhubungan secara signifikan dengan underweight pada balita.

Pemanfaatan Minyak Atsiri Lengkuas Merah (Alpinia purpurata K. Schum) sebagai Pengawet Alami Nugget Sayur

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan berbagai konsentrasi minyak atsiri lengkuas merah (Alpinia purpurata K. Schum) terhadap kualitas kimia, fisik, dan organoleptik nugget sayur selama penyimpanan, serta menentukan konsentrasi yang paling efektif dalam mempertahankan mutu produk. Penelitian dilaksanakan pada Januari–Mei 2026 di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Borneo Tarakan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan lima perlakuan, yaitu P0 (0%), P1 (0,05%), P2 (0,10%), P3 (0,15%), dan P4 (0,20%) minyak atsiri lengkuas merah, masing-masing diulang lima kali. Pengamatan dilakukan pada hari ke-0, 5, 10, dan 15 penyimpanan suhu dingin. Parameter yang diamati meliputi kadar air, kadar 1,8 cineole, warna, tekstur, aroma, dan rasa. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan minyak atsiri lengkuas merah tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air nugget sayur, tetapi berpengaruh nyata terhadap kadar 1,8 cineole, warna, tekstur, aroma, dan rasa selama penyimpanan. Perlakuan P4 menghasilkan kadar 1,8 cineole tertinggi pada seluruh waktu pengamatan, yaitu 17,61% pada hari ke-0 dan 13,82% pada hari ke-15. Namun, perlakuan P2 memberikan tingkat penerimaan panelis yang lebih baik terhadap rasa pada akhir penyimpanan. Berdasarkan hasil penelitian, konsentrasi minyak atsiri lengkuas merah 0,10% (P2) merupakan perlakuan yang paling efektif dalam mempertahankan kualitas nugget sayur selama penyimpanan 15 hari karena mampu menjaga keseimbangan antara kandungan senyawa aktif dan penerimaan organoleptik produk.

Deskripsi implementasi nilai-nilai pancasila sila kemanusiaan yang adil dan beradab dalam proses pembelajaran di kelas V-B SDN 032 Tarakan

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendidikan bertujuan mengembangkan potensi siswa sekaligus membentuk kepribadian yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar Pendidikan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai-nilai Pancasila sila kemanusiaan yang adil dan beradab dalam proses pembelajaran di kelas V-B SDN 032 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Pada penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sekunder, dan informan pada penelitian ini adalah siswa kelas V-B dan guru wali kelas. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya Teknik analisis data yang di gunakan menggunakan model miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas V-B telah mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila sila kemanusiaan yang adil dan beradab, khusus nya pada butir sila mengakui dan memperlakukan manusia sesuai harkat dan martabatnya dan mengembangkan sikap tenggang rasa dan tepa selira. Namun masih terdapat sebagian siswa yang masih kurang dalam mengimplementasikannya. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan peserta didik lebih meningkatkan kesadaran menghargai sesama dan guru, peneliti selanjutnya untuk mengkaji faktor penyebab masih adanya perilaku yang kurang sesuai, serta memperluas cakupan penelitian agar hasilnya lebih menyeluruh.

PEMANFAATAN TUMBUHAN DALAM BUSANA ADAT DAN AKSESORIS SUKU DAYAK DI DESA SETARAP DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN BIOLOGI

2026 · Thesis ·

Pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan busana adat dan aksesoris merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Suku Dayak yang mencerminkan hubungan erat antara manusia dan alam. Namun, pengetahuan tersebut belum banyak didokumentasikan dan belum terintegrasi dalam pembelajaran biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan dan bagian tumbuhan yang dimanfaatkan dalam pembuatan busana adat dan aksesoris Suku Dayak di Desa Setarap, Kabupaten Malinau, mengetahui proses pemanfaatannya, serta mengkaji relevansinya dengan pembelajaran biologi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih menggunakan teknik purposive dan snowball sampling, melibatkan tokoh adat serta pengrajin yang memiliki pengetahuan tentang pembuatan busana adat dan aksesoris. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 11 spesies tumbuhan yang tergolong dalam 9 famili yang dimanfaatkan, yaitu Talun (Artocarpus corneri), Rotan Sega (Calamus caesius), Bambu Petung (Dendrocalamus asper), Ulin (Eusideroxylon zwageri), Rudraksa (Elaeocarpus ganitrus), Tas (Goniothalamus velutinus), Sang (Itaya amicorum), Adau (Nauclea orientalis), Pandan (Pandanus tectorius), Bambu Talang (Schizostachyum brachycladium), dan Meranti (Shorea sp.). Bagian tumbuhan yang digunakan meliputi kulit batang, batang, daun, akar, dan biji, dengan kulit batang sebagai bagian yang paling banyak dimanfaatkan. Proses pembuatannya meliputi pengambilan bahan, pemotongan, pengeringan, pengolahan, pembentukan, dan perakitan. Hasil penelitian ini relevan dengan materi keanekaragaman hayati pada pembelajaran Biologi Fase E SMA sebagai sumber belajar berbasis etnobotani dan kearifan lokal

MENCEGAH PERKAWINAN ANAK DIBAWAH UMUR (Perspektif Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perkawinan)

2026 · Book ·

This research aims to analyze the role of the Civil Registry Office (Dukcapil) of Malinau Regency in preventing child marriage (from the perspective of Law Number 16 of 2019 concerning Marriage).Based on the background, two issues are raised in this study: whether the evaluation conducted by Dukcapil has been effective in reducing the rate of underage marriage and the challenges faced by Dukcapil in addressing underage marriage.This research employs a normative legal research type, using a statutory approach (Statute Approach). Underage marriage is governed by Law Number 1 of 1974 in conjunction with Law Number 16 of 2019 concerning the marriage age limit of 19 years and Law Number 24 of 2013 concerning Population Administration. The Civil Registration Agency (Dukcapil) only registers marriages that meet legal requirements, including court dispensations. Through evaluation of marriage certificate registration and data updates in accordance with Minister of Home Affairs Regulation Number 108 of 2019, it monitors marriage age and supports policies to prevent underage marriage. The Malinau Regency Dukcapil evaluation is effective in providing accurate population data for age verification and preventing age manipulation in marriage registration, but it has not been optimal in directly reducing the number of underage marriages. This is because Dukcapil plays only an administrative role and does not have the authority to reject child marriages that have received marriage dispensations. Its evaluation focuses on service output rather than the impact of reducing child marriage rates. Therefore, its effectiveness depends heavily on cross-sectoral collaboration.

PENGARUH CEO FEMALE (CF),CEO TENURE (CT), PROFITABILITAS, DAN FIRM RISK TERHADAP LEVERAGE PADA PERUSAHAAN SEKTOR CONSUMER NON-CYCLICAL PERIODE 2020-2024

2026 · Book ·

Struktur modal merupakan keputusan keuangan strategis yang berperan penting dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan perusahaan, yang tercermin melalui tingkat leverage. Meskipun perusahaan sektor consumer non-cyclical memiliki karakteristik permintaan yang relatif stabil, kebijakan leverage tetap menunjukkan variasi antarperusahaan. Hal ini mengindikasikan bahwa keputusan struktur modal tidak hanya dipengaruhi oleh karakteristik sektor, tetapi juga berpotensi dipengaruhi oleh karakteristik manajerial dan kondisi keuangan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh CEO female, CEO tenure, profitabilitas, dan firm risk terhadap leverage pada perusahaan sektor consumer non-cyclical yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Sampel ditentukan melalui metode purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak Stata 17, dengan firm size dan firm age sebagai variabel control. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CEO female, CEO tenure,profitabilitas, dan firm risk tidak berpengaruh signifikan terhadap leverage. Temuan ini mengindikasikan bahwa kebijakan penggunaan utang pada sektor consumer non-cyclical lebih dipengaruhi oleh karakteristik industri yang bersifat stabil dan defensif dibandingkan faktor manajerial maupun keuangan perusahaan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas periode, sektor, dan variabel penelitian.

MENCEGAH PERKAWINAN ANAK DIBAWAH UMUR (Perspektif Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perkawinan)

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

This research aims to analyze the role of the Civil Registry Office (Dukcapil) of Malinau Regency in preventing child marriage (from the perspective of Law Number 16 of 2019 concerning Marriage).Based on the background, two issues are raised in this study: whether the evaluation conducted by Dukcapil has been effective in reducing the rate of underage marriage and the challenges faced by Dukcapil in addressing underage marriage.This research employs a normative legal research type, using a statutory approach (Statute Approach). Underage marriage is governed by Law Number 1 of 1974 in conjunction with Law Number 16 of 2019 concerning the marriage age limit of 19 years and Law Number 24 of 2013 concerning Population Administration. The Civil Registration Agency (Dukcapil) only registers marriages that meet legal requirements, including court dispensations. Through evaluation of marriage certificate registration and data updates in accordance with Minister of Home Affairs Regulation Number 108 of 2019, it monitors marriage age and supports policies to prevent underage marriage. The Malinau Regency Dukcapil evaluation is effective in providing accurate population data for age verification and preventing age manipulation in marriage registration, but it has not been optimal in directly reducing the number of underage marriages. This is because Dukcapil plays only an administrative role and does not have the authority to reject child marriages that have received marriage dispensations. Its evaluation focuses on service output rather than the impact of reducing child marriage rates. Therefore, its effectiveness depends heavily on cross-sectoral collaboration.

Penegakan Hukum Oleh Kepolisian Terhadap Praktik Juru Parkir Liar Di Kota Tarakan

2026 · Book ·

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penegakan hukum oleh kepolisian terhadap praktik juru parkir liar di Kota Tarakan serta untuk mengetahui tanggung jawab kepolisian sebagai hukum dalam menangani praktik tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Data yang diperoleh terdiri atas data primer dan data sekunder yang dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan cara menguraikan, menggambarkan, dan menjelaskan permasalahan yang berkaitan dengan praktik juru parkir liar di Kota Tarakan. Pada penelitian ini penulis memilih lokasi penelitian di Kota Tarakan. Berdasarkan hasil penelitian, maka penulis berkesimpulan bahwa penegakan hukum oleh kepolisian telah dilakukan melalui upaya preventif berupa patroli rutin, sosialisasi, dan koordinasi lintas instansi, serta upaya represif berupa penertiban dan penindakan terhadap juru parkir liar. Namun, efektivitas penegakan hukum tersebut belum optimal karena masih ditemukannya praktik parkir liar di sejumlah lokasi strategis, rendahnya kesadaran hukum masyarakat, serta keterbatasan personel dan sarana pendukung. Selain penegakan hukum, tanggung jawab kepolisian sebagai penegakan hukum diwujudkan dalam upaya menjaga ketertiban lalu lintas, melindungi masyarakat dari pungutan liar, serta melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan perparkiran. Kurangnya kesadaran hukum masyarakat terhadap aturan perparkiran, masih lemahnya pengawasan dan penindakan yang berkelanjutan oleh aparat kepolisian, serta terbatasnya koordinasi antarinstansi terkait menjadi faktor utama yang menyebabkan praktik juru parkir liar masih terus berlangsung di Kota Tarakan.