Abstrak
Struktur modal merupakan keputusan keuangan strategis yang berperan penting dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan perusahaan, yang tercermin melalui tingkat leverage. Meskipun perusahaan sektor consumer non-cyclical memiliki karakteristik permintaan yang relatif stabil, kebijakan leverage tetap menunjukkan variasi antarperusahaan. Hal ini mengindikasikan bahwa keputusan struktur modal tidak hanya dipengaruhi oleh karakteristik sektor, tetapi juga berpotensi dipengaruhi oleh karakteristik manajerial dan kondisi keuangan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh CEO female, CEO tenure, profitabilitas, dan firm risk terhadap leverage pada perusahaan sektor consumer non-cyclical yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Sampel ditentukan melalui metode purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak Stata 17, dengan firm size dan firm age sebagai variabel control. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CEO female, CEO tenure,profitabilitas, dan firm risk tidak berpengaruh signifikan terhadap leverage. Temuan ini mengindikasikan bahwa kebijakan penggunaan utang pada sektor consumer non-cyclical lebih dipengaruhi oleh karakteristik industri yang bersifat stabil dan defensif dibandingkan faktor manajerial maupun keuangan perusahaan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas periode, sektor, dan variabel penelitian.