Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

14 hasil
Subjek: Rupiah
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penegakan Kedaulatan Moneter Indonesia Terhadap Penggunaan Ringgit Di Wilayah Sebatik, Kabupaten Nunukan.

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum dan mekanisme penegakan kewajiban penggunaan Rupiah sebagai wujud kedaulatan moneter Indonesia serta menganalisis tantangan penegakan kedaulatan moneter terhadap penggunaan Ringgit di wilayah Sebatik, Kabupaten Nunukan dan tanggung jawab negara berdasarkan teori Welfare State. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Bahan hukum diperoleh melalui studi kepustakaan yang meliputi bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder, kemudian dianalisis secara kualitatif dengan metode deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewajiban penggunaan Rupiah telah memiliki dasar hukum yang kuat melalui UUD NRI Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, dan Peraturan Bank Indonesia Nomor 17/3/PBI/2015. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum diperoleh melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara kualitatif menggunakan metode deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan penggunaan Rupiah telah memiliki dasar hukum yang kuat melalui UUD NRI Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, dan Peraturan Bank Indonesia Nomor 17/3/PBI/2015. Namun, implementasinya di Sebatik masih menghadapi hambatan berupa faktor geografis, ketergantungan ekonomi terhadap Malaysia, kebiasaan penggunaan Ringgit, keterbatasan infrastruktur ekonomi dan layanan keuangan, serta lemahnya pengawasan. Berdasarkan teori Welfare State, negara bertanggung jawab tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pembangunan ekonomi, penguatan infrastruktur perbatasan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat guna mendukung efektivitas penggunaan Rupiah sebagai wujud kedaulatan moneter Indonesia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH NILAI KURS RUPIAH DAN BIAYA BAHAN BAKU TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN KOSMETIK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) TAHUN 2020-2024

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana biaya bahan baku dan perubahan nilai tukar rupiah memengaruhi kinerja keuangan perusahaan kosmetik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) antara tahun 2020 hingga 2024. Kinerja keuangan diukur dengan menggunakan Return on Assets (ROA). Penelitian ini menerapkan metodologi kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder serta teknik regresi linier berganda. Sampel penelitian terdiri dari 6 perusahaan kosmetik dengan total 30 observasi yang dipilih melalui teknik sampel purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, nilai kurs rupiah tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan, sementara biaya bahan baku memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan. Secara simultan, nilai kurs rupiah dan biaya bahan baku memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan kosmetik. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan biaya bahan baku lebih berpengaruh dalam meningkatkan kinerja keuangan dibandingkan nilai kurs.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Komparasi Volatilitas Kurs Rupiah dan Ringgit terhadap Dollar Amerika (Studi kasus inflasi, suku bunga, dan pertumbuhan ekonomi terhadap cadangan devisa dan nilai tukar)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan pengaruh perbedaan inflasi, suku bunga, pertumbuhan ekonomi, dan cadangan devisa terhadap volatilitas nilai tukar Rupiah dan Ringgit terhadap Dolar Amerika Serikat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data time series triwulanan periode 2015–2024. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda, analisis jalur (path analysis), uji Sobel, dan uji beda rata-rata dengan menggunakan Eviews. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada Indonesia, inflasi X1.1 tidak berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa dengan nilai prob. 0,1612 maupun nilai tukar sebesar 0,4740. Suku bunga X2.1 berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa sebesar 0,0006 dan nilai tukar sebesar 0,0000. Pertumbuhan ekonomi X3.1 tidak berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa dengan nilai prob. 0,3736 maupun nilai tukar sebasar 0,8897. Sedangkan cadangan devisa berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar sebesar 0,0123. Malaysia, inflasi X1.2 berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa dengan nilai prob. 0,0009, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar sebasar 0,0055. Suku bunga X2.2 berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa sebesar 0,0000 dan terhadap nilai tukar sebesar 0,0054. Pertumbuhan ekonomi X3.2 tidak berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa dengan nilai prob. 0,4172 maupun terhadap nilai tukar sebesar 0,9748. Sedangkan cadangan devisa tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar dengan nilai prob. sebesar 0,7906. Hasil Uji Sobel menunjukkan cadangan devisa tidak memediasi pengaruh ketiga variabel terhadap nilai tukar di kedua negara. Selanjutnya, hasil uji beda menunjukkan inflasi, suku bunga, dan nilai tukar berbeda signifikan. Sedangkan pertumbuhan ekonomi nilai prob. 0,7692 dan cadangan devisa nilai prob. 0,3100 tidak berbeda signifikan. Secara umum, suku bunga merupakan faktor yang paling konsisten memengaruhi cadangan devisa dan stabilitas nilai tukar di Indonesia maupun Malaysia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH BI RATE, JUMLAH UANG BEREDAR, INFLASI, DAN IMPOR TERHADAP NILAI TUKAR DI INDONESIA 2009–2024

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nilai tukar rupiah mengalami perubahan dari waktu ke waktu akibat perubahan kondisi makroekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh BI rate, jumlah uang beredar, inflasi, dan impor terhadap nilai tukar rupiah di Indonesia periode 2009-2024. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan model persamaan Y = 1,982 + 0,182X₁+ 0,618X₂+ 0,025X₃–0,454X₄+ e. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa BI rate dengan nilai signifikansi 0,008, jumlah uang beredar sebesar 0,008, impor sebesar 0,000 dinyatakan diterima, sedangkan inflasi dengan nilai signifikansi 0,488 dinyatakan ditolak. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,967 menunjukkan bahwa 96,7% variasi nilai tukar rupiah dapat dijelaskan oleh model penelitian, sisanya sebesar 3,3% dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian. Implikasi penelitian menunjukkan pentingnya kebijakan moneter dan pengendalian impor dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EKSPOR BATUBARA INDONESIA

2024•

ABSTRAK EKSPOR BATUBARA INDONESIA Karina Dr. Margiyono, S.E., M.Si Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh ekspor batubara Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder hasil dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia (BI), Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Macrotrends. Pada penelitian ini menggunakan data time series dari tahun 2012-2022 dengan menggunakan triwulan I-IV. Dalam penelitian ini menggunakan alat analisis Error Correction Model (ECM), dan pemetaan tipologi klassen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial dalam jangka panjang dan jangka pendek variabel harga batubara dunia berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap ekspor batubara. Secara parsial dalam jangka panjang dan jangka pendek variabel harga minyak bumi berpengaruh positif dan signifikan terhadap ekspor batubara. Secara parsial dalam jangka panjang variabel nilai tukar Rupiah terhadap Yuan berpengaruh positif dan signifikan sedangkan dalam jangka pendek berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap ekspor batubara. Secara parsial dalam jangka panjang variabel nilai tukar Yen terhadap ekspor batubara berpengaruh negatif dan signifikan sedangkan dalam jangka pendek berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap ekspor batubara. Secara parsial dalam jangka panjang dan jangka pendek variabel nilai tukar Rupiah terhadap Won berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap ekspor batubara. Kemudian pada uji simultan dalam jangka panjang semua variabel bebas harga batubara dunia, harga minyak bumi, nilai tukar yuan, nilai tukar yen, nilai tukar won berpengaruh signifikan terhadap ekspor batubara, sedangkan dalam jangka pendek secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan. Pada hasil analisis tipologi klassen pemetaan harga batubara dunia terhadap ekspor batubara menunjukkan bahwa di kuadran I (Ekspansif), kuadran II (Progresif), kuadran III (Netral), kuadran IV (Tertinggal/Tertekan), dan tipologi klassen pemetaan harga minyak bumi terhadap ekspor batubara menunjukkan bahwa di kuadran I (Ekspansif), kuadran II (Progresif), kuadran III (Netral), kuadran IV(Tertinggal/Tertekan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH INFLASI, FOREIGN DIRECT INVESTMENT DAN NILAI KURS RUPIAH TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG) DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2015-2022

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dari penelitian in untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh inflasi, foreign direct investment, dan nilai kurs rupiah terhadap indeks harga saham gabungan IHSG di bursa efek Indonesia tahun 2015-2022 dalam hubungan jangka pendek maupun jangka panjang, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini adalah menggunakan data sekunder yang merupakan data time series per kuartal dalam rentang waktu mulai tahun 2015 hingga 2022 yang dikumpulkan dengan menggunakan studi Pustaka melalui website Bank Indonesia, dan bursa efek Indonesia. Dalam penelitian in menggunakan metode analisis dengan Estimasi Error Correction Model (ECM). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan aplikasi E-views 12 yang kemudian diperoleh hasil uji t (parsial). Bahwa inflasi(X1) dan FDI(X2) secara jangka pendek tidak berpengaruh signifikan namun nilai kurs rupiah(X3) berpengaruh signifikan terhadap indeks harga saham gabungan, Sedangkan jangka panjang inflasi(X1) dan nilai kurs rupiah(X3) tidak berpengaruh signifikan namun FDI(X2) berpengaruh signifikan terhadap indeks harga saham gabungan. Selanjutnya berdasarkan hasil f (simultan) bahwa variabel inflasi(X1), foreign direct investment(X2) dan nilai tukar rupiah(X3) secara bersama sama berpengaruh secara signifikan dalam jangka pendek maupun jangka panjang dengan tingkat signifikan α = 5% terhadap variabel dependen indeks harga saham gabungan(Y).

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Kuota Impor Harga Kedelai dan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Produksi Tempe (Studi Kasus Industri Tempe Bapak H. Sofian di Kelurahan Karang Anyar Kota Tarakan)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Produksi kedelai nasional terus diupayakan meningkat, indonesia masih menghadapi defisit produksi yang cukup besar. Impor kedelai indonesia untuk memenuhi defisit tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) pengaruh kuota impor harga kedelai dan nilai tukar rupiah terhadap produksi tempe (2) menganalisis variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap produksi industri tempe bapak h. Sofian di kelurahan karang anyar kota tarakan. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan key infoman, key informan yang di pilih adalah pemilik usaha industri tempe bapak h. Sofian. Data analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Y=-6.755+1.616X1+0.422X2-0.345X3+e. Koefisien regresi (R2) sebesar 0,967 mengindikasikan model mampu menjelaskan sekitar 96,7% variasi yang terjadi pada produksi tempe. Nilai F sebesar 314,722 dengan nilai signifikansi 0,005. Variabel yang paling dominan mempengaruhi produksi tempe (Y) adalah kuota impor(X1) memiliki nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan harga kedelai impor (X2) memiliki nilai signifikansi 0,000 < 0,05.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS BI-7 DAY REVERSE REPO RATE, JUMLAH UANG BEREDAR DAN NET EKSPOR TERHADAP NILAI TUKAR RUPIAH DI INDONESIA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis BI7DRR, jumlah uang beredar, dan net ekspor terhadap nilai tukar rupiah di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode analisis data VECM. Data yang digunakan adalah data sekunder. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, diketahui bahwa pada hasil uji VECM menunjukkan bahwa BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR), Jumlah Uang Beredar dan Net Ekspor dengan nilai p-value jangka pendek dan jangka panjang lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05 sehingga berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar rupiah (KURS). Hasil dari analisis Impulse Response Function menunjukkan bahwa variabel BI7DRR dan XM direspon positif oleh KURS sehingga kenaikan pada variabel BI7DRR dan XM akan membuat KURS meningkat, sedangkan JUB direspon negatif oleh KURS sehingga kenaikan pada JUB akan membuat KURS meningkat. Hasil analisis Variance Decomposition, dari ketiga variabel yaitu JUB, BI7DRR, dan XM dapat memberikan guncangan terhadap KURS. Pada jangka panjang guncangan yang diberikan BI7DRR, JUB dan XM justru stabil seiring dengan guncangan dari KURS itu sendiri sehingga ketiga variabel ini dapat mempengaruhi pergerakan KURS kedepannya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

analisis pengaruh suku bunga, harga emas dunia dan nilai tukar rupiah terhadap indeks harga saham gabungan di bursa efek Indonesia tahun 2000-2012

2023•

Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh suku bunga, harga emas dunia, dan nilai tukar rupiah terhadap indeks harga saham gabungan di bursa efek Indonesia tahun 2000-2021 dalam hubungan jangka pendek maupun jangka panjang, baik secara parsial maupun simultan. penelitian ini adalah menggunakan data sekunder yang merupakan data time series per kuartal dalam rentang waktu mulai tahun 2000 hingga 2021 yang dikumpulkan dengan menggunakan studi Pustaka melalui website Bank Indonesia, dan Kitco Metals. Dalam penelitian ini menggunakan metode analisis dengan Estimasi Error Correction Model (ECM). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan aplikasi E-views 12 yang kemudian diperoleh hasil uji t (parsial) bahwa Suku Bunga(X1), Harga Emas Dunia(X2) secara jangka pendek tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel Indeks Harga Saham Gabungan, sedangkan jangka panjang Suku Bunga(X1), Harga Emas Dunia(X2) berpengaruh signifikan terhadap variabel Indeks Harga Saham Gabungan dan untuk Nilai Tukar Rupiah dalam jangka pendek maupun jangka panjang berpengaruh signifikan terhadap variabel Indeks Harga Saham Gabungan Berdasarkan hasil f (simultan) bahwa variabel Suku Bunga(X1), Harga Emas Dunia(X2), dan Nilai Tukar Rupiah(X3) secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan dalam jangka pendek maupun jangka panjang dengan tingkat signifikan ɑ=5% terhadap variabel dependen Harga Saham Gabungan(Y).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Nilai Tukar Rupiah, BI Rate Dan Inflasi Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Di Bursa Efek Indonesia Periode tahun 2017-2021

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRACT THE EFFECT OF RUPIAH EXCHANGE RATE, BI RATE AND INFLATION ON THE COMBINED STOCK PRICE INDEX (JCI) IN THE INDONESIA STOCK EXCHANGE FOR THE 2017-2021 PERIOD Evlin Katarina Silaban Dr. Pither Palungan, SE., M.Sc This study aims to determine the effect of the Rupiah Exchange Rate, BI Rate and Inflation on the Jakarta Composite Index on the Indonesia Stock Exchange for the period 2017-2021. This research is a Time Series research with the object of the Composite Stock Price Index (IHSG) on the Indonesia Stock Exchange. The data used is secondary data. The analytical method used is a quantitative method with a descriptive approach. The analytical tool used in this study was multiple linear regression analysis which was carried out using the SPSS 23 application. Based on the results of multiple regression analysis, Y=13,478.586-0.567X1+287.613X2+309.13X3+e. The results of this study indicate that the coefficient of determination (R2) is 0.278, which means that the independent variable affects the dependent variable by 27.8% and the remaining 72.2% is influenced by other variables outside of this study. The conclusion of this study is that the results of the F test show that the independent variables Rupiah Exchange Rate, BI Rate and Inflation simultaneously have a significant effect on the Jakarta Composite Index (IHSG). The results of the t test show that the Rupiah Exchange Rate, BI Rate and Inflation variables partially have a significant effect on the Jakarta Composite Index (IHSG). ABSTRAK PENGARUH NILAI TUKAR RUPIAH, BI RATE DAN INFLASI TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG) DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE TAHUN 2017-2021 Evlin Katarina Silaban Dr. Pither Palungan,SE.,M.Si Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Nilai Tukar Rupiah, BI Rate dan Inflasi terhadap Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2017-2021. Penelitian ini merupakan penelitian Time Series dengan objek Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia. Data yang digunakan adalah data sekunder. Metode analisis yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda yang dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS 23. Berdasarkan hasil analisis regresi berganda diperoleh Y=13.478,586-0,567X1+287,613X2+309,13X3+e. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,278 yang berarti variabel independen mempengaruhi variabel dependen sebesar 27,8% dan sisanya yaitu 72,2% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil Uji F menunjukkan bahwa variabel independen Nilai Tukar Rupiah, BI Rate dan Inflasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Hasil Uji t menunjukkan bahwa variabel Nilai Tukar Rupiah, BI Rate dan Inflasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Variabel Makroekonomi Terhadap Utang Luar Negeri Indonesia

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variabel makroekonomi terhadap utang luar negeri Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Jenis data dalam penelitian ini adalah menggunakan data sekunder yang merupakan data time series per tri wulan dalam rentang waktu mulai tahun 2005 hingga 2021 yang dikumpulkan dengan menggunakan studi Pustaka melalui website Badan Pusat Statisti, Kementrian keuangan republic Indonesia dan Bank Indonesia. Dalam penelitian ini menggunakan metode analisis dengan Model Estimasi Error Correction Model (ECM). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan aplikasi E-views 9 yang kemudian diperoleh hasil uji t (parsial) bahwa tabungan domestik, belanja pemerintah tidak memiliki pengaruh terhadap Utang Luar Negeri Indonesia sedangkan nilai tukar rupiah memiliki pengaruh signifikan terhadap utang luar negeri Indonesia. Berdasarkan hasil uji F (simultan) bahwa variabel tabungan domestik, belanja pemerintah, dan nilai tukar rupiah secara bersama-sama memiliki pengaruh signifikan terhadap utang luar negeri Indonesia.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH CADANGAN DEVISA TERHADAP NILAI TUKAR RUPIAH DI INDONESIA

2022•

ABSTRAK ANALISIS PENGARUH CADANGAN DEVISA TERHADAP NILAI TUKAR RUPIAH DI INDONESIA MELINDA JAYANTI Sistem ekonomi adalah keseluruhan tata cara untuk mengkoordinasikan perilaku masyarakat dalam menjalankan kegiatan ekonomi sehingga terbentuk satu sistem ekonomi yang baik. Kondisi nilai tukar rupiah menjadi topik utama dalam pergerakan nilai tukar sebagai tolak ukur perdagangan internasional suatu negara akan sistem ekonomi pada negara tersebut. Sumber cadangan devisa negara dapat menjadi alat pembayaran untuk melakukan transaksi internasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh cadangan devisa terhadap nilai tukar di Indonesia. Teknik pengambilan data menggunakan Total Sampling. Analisis data menggunakan metode regresi linear sederhana, uji asumsi klasik, uji hipotesis (Uji T) dan menggunakan alat bantu software SPSS. Lokasi penelitian ini dilakukan di Indonesia. Populasi dalam penelitian ini adalah Cadangan Devisa serta Nilai Tukar Rupiah di indonesia. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 36 sampel dengan menggunakan data triwulan dalam waktu 9 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan : Cadangan Devisa secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Tukar di Indonesia dapat dibuktikan dengan hasil uji dengan nilai thitung lebih besar dari nilai ttabel (5,583 > 2,032). Sedangkan untuk nilai signifikansi lebih kecil dari taraf signifikansi sebesar 0,05 (0,000 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa Cadangan Devisa berpengaruh positif serta signifikan terhadap Nilai Tukar Rupiah di Indonesia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pola Pengaruh Neraca Pembayaran Indonesia Dan Malaysia Terhadap Nilai Tukar Dollar Us Tahun 2005-2019

2021•

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui neraca pembayaran Indonesia terhadap nilai tukar rupiah terhadap dollar US tahun 2005-2019, untuk mengetahui neraca pembayaran Malaysia terhadap nilai tukar ringgit terhadap dollar US tahun 2005-2019. Data yang digunakan adalah data sekunder, dengan melihat neraca pembayaran Indonesia dan Malaysia. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil analisis data Indonesia yang di lakukan bahwa uji hipotesis (uji t) menunjukkan neraca perdagangan Indonesia tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar rupiah terhadap dollar US. Neraca arus modal Indonesia berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar rupiah terhadap dollar US. Neraca upah Indonesia tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar rupiah terhadap dollar US. Secara simultan terdapat pengaruh antara neraca perdagangan Indonesia, neraca arus modal Indonesia dan neraca upah Indonesia terhadap nilai tukar rupiah terhadap dollar US. Hasil analisis data Malaysia yang di lakukan bahwa uji hipotesis (uji t) menunjukkan neraca perdagangan Malaysia berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar ringgit terhadap dollar US. Neraca arus modal Malaysia berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar ringgit terhadap dollar US. Neraca upah Malaysia tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar ringgit terhadap dollar US. Secara simultan terdapat pengaruh antara neraca perdagangan Malaysia, neraca arus modal Malaysia dan neraca upah Malaysia terhadap nilai tukar ringgit terhadap dollar US.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi inflasi di Indonesia tahun 2015-2019

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INFLASI DI INDONESIA TAHUN 2015-2019 Muhammad Agung Syah Dr. Pither Palungan,S.E.,M.Si Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh nilai tukar rupiah, jumlah uang beredar, dan tingkat suku bunga inflasi di Indonesia tahun 2015-2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Indonesia. Teknik sampel yang digunakan adalah teknik pursosive sampling. Data yang digunakan adalah data sekunder dalam bulan dari tahun 2015-2019. Dalam penelitian ini metode yang digunakan yaitu Analisis Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial nilai tukar rupiah tidak berpengaruh secara signifikan terhadap inflasi di Indonesia dengan nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel (-1,222 > -2,003), jumlah uang beredar berpengaruh tidak signifikan terhadap inflasi dengan nilai t-hitung lebih kecil dari t-tabel (0,983 0,330), tingkat suku bunga berpengaruh tidak signifikan terhadap inflasi dengan nilai t-hitung lebih kecil dari t-tabel (1,048 1,672). Adapun secara simultan, variabel nilai tukar rupiah, jumlah uang beredar, dan tingkat suku bunga berpengaruh tidak signifikan terhadap inflasi di Indonesia dengan nilai F-hitung lebih kecil dari F-tabel (0,590 2,77). Dan diperoleh hasil koefisien determinasi (R^2) dengan nilai 0,031 atau sebesar 03,1%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail