ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Cadangan devisa merupakan indikator penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan eksternal suatu negara, termasuk Indonesia. Namun, tingginya ketergantungan terhadap utang luar negeri serta fluktuasi kegiatan ekspor dan impor berpotensi memengaruhi cadangan devisa nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh utang luar negeri, ekspor, dan impor terhadap cadangan devisa Indonesia, baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data time series periode 1990-2024 yang bersumber dari publikasi World Bank, dan dianalisis menggunakan Error Correction Model (ECM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa utang luar negeri dan ekspor berpengaruh positif dan signifikan terhadap cadangan devisa, baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Sebaliknya, impor berpengaruh negatif dan signifikan terhadap cadangan devisa dalam kedua jangka waktu tersebut. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengelolaan utang luar negeri yang hati-hati serta penguatan kinerja ekspor penting untuk menjaga stabilitas cadangan devisa Indonesia, sementara pengendalian impor diperlukan agar cadangan devisa tidak tertekan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan pengaruh perbedaan inflasi, suku bunga, pertumbuhan ekonomi, dan cadangan devisa terhadap volatilitas nilai tukar Rupiah dan Ringgit terhadap Dolar Amerika Serikat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data time series triwulanan periode 2015–2024. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda, analisis jalur (path analysis), uji Sobel, dan uji beda rata-rata dengan menggunakan Eviews. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada Indonesia, inflasi X1.1 tidak berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa dengan nilai prob. 0,1612 maupun nilai tukar sebesar 0,4740. Suku bunga X2.1 berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa sebesar 0,0006 dan nilai tukar sebesar 0,0000. Pertumbuhan ekonomi X3.1 tidak berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa dengan nilai prob. 0,3736 maupun nilai tukar sebasar 0,8897. Sedangkan cadangan devisa berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar sebesar 0,0123. Malaysia, inflasi X1.2 berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa dengan nilai prob. 0,0009, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar sebasar 0,0055. Suku bunga X2.2 berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa sebesar 0,0000 dan terhadap nilai tukar sebesar 0,0054. Pertumbuhan ekonomi X3.2 tidak berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa dengan nilai prob. 0,4172 maupun terhadap nilai tukar sebesar 0,9748. Sedangkan cadangan devisa tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar dengan nilai prob. sebesar 0,7906. Hasil Uji Sobel menunjukkan cadangan devisa tidak memediasi pengaruh ketiga variabel terhadap nilai tukar di kedua negara. Selanjutnya, hasil uji beda menunjukkan inflasi, suku bunga, dan nilai tukar berbeda signifikan. Sedangkan pertumbuhan ekonomi nilai prob. 0,7692 dan cadangan devisa nilai prob. 0,3100 tidak berbeda signifikan. Secara umum, suku bunga merupakan faktor yang paling konsisten memengaruhi cadangan devisa dan stabilitas nilai tukar di Indonesia maupun Malaysia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh utang luar negeri, investasi asing langsung (FDI), kurs, dan ekspor terhadap cadangan devisa Indonesia baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Data yang digunakan merupakan data sekunder triwulan dari kuartal pertama tahun 2016 hingga kuartal keempat tahun 2025, yang bersumber dari Trading Economics dan Satu Data Kemendag. Metode analisis yang digunakan adalah Error Correction Model (ECM), dengan pengujian stasioneritas menggunakan uji Phillips-Perron serta uji kointegrasi Johansen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, utang luar negeri dan investasi asing langsung (FDI) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap cadangan devisa, sedangkan kurs dan ekspor tidak berpengaruh signifikan. Sementara itu, dalam jangka pendek hanya utang luar negeri yang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap cadangan devisa. Secara simultan, keempat variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Temuan ini dapat diinterpretasikan sejalan dengan Two Gap Theory Chenery dan Strout (1966), khususnya mengenai peran pembiayaan eksternal dalam perekonomian negara berkembang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini menganalisis pengaruh Balance of Trade (BOT), Foreign Direct Investment (FDI), dan Utang Luar Negeri (ULN) terhadap Cadangan Devisa di lima negara ASEAN, yaitu Singapura, Thailand, Indonesia, Malaysia, dan Filipina, selama periode 2008-2023. Metode yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Random Effect Model (REM) serta analisis tren metode kuadrat terkecil untuk proyeksi lima tahun ke depan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, BOT dan FDI tidak berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa di Lima Negara ASEAN periode 2008-2023, sedangkan ULN memiliki pengaruh positif dan signifikan. Secara simultan, ketiga variabel independen tersebut berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa. Proyeksi lima tahun mendatang menunjukkan tren positif BOT di Singapura, Thailand, dan Indonesia, namun defisit diperkirakan terjadi di Malaysia dan Filipina. FDI diproyeksikan meningkat di Singapura, Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Sementara itu, Thailand menunjukkan penurunan. ULN di kelima negara diproyeksikan terus meningkat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Dampak Indikator Moneter Terhadap Pertimbuhan Ekonomi di Indonesia Tahun 2012-2021 Junita Tasa Agus Tri Darmawanto, S.E.,M.Si Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeahui dan menganalisis pengaruh Cadangan Devisa, Inflasi, Dan Suku Bunga Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia Tahun 2012-2021 secara parsial dan simultan. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder yang diperoleh Dari Badan Pusat Statistik Indonesia dalam triwulan dari tahun 2012-2021. Dalam penelitian ini metode yang digunakan yaitu Analisis Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial cadangan devisa (X1) berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) di Indonesia dengan nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel, inflasi (X2) tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) dengan nilai t-hitung lebih kecil dari t-tabel, suku bunga (X3) tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) dengan nilai t-hitung lebih kecil dari t-tabel. Adapun secara simultan variabel cadangan devisa, inflasi, dan suku bunga berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia dengan nilai f-hitung lebih besar dari f-tabel, dan diperoleh hasil koefisien determinasi (R2) dengan nilai 0,960 atau sebesar 96,0%. Kata-kata kunci : Cadangan Devisa, Inflasi, Suku Bunga
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh investasi asing, utang luar negeri dan nilai tukar terhadap cadangan devisa negara Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah 8 tahun, dimulai dari tahun 2015-2022 secara triwulan. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari publikasi Badan Pusat Statistik Indonesia dan Bank Indonesia. Dalam penelitian ini menggunakan metode analisis Regresi Linier Berganda. Dalam hasil penelitian ini menggunakan aplikasi SPSS versi 26 yang kemudian diperoleh hasil uji t (parsial) menunjukkan bahwa variabel investasi asing tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap cadangan devisa, variabel utang luar negeri memiliki pengaruh yang signifikan terhadap cadangan devisa dan variabel nilai tukar tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap cadangan devisa. Berdasarkan uji F (simultan) variabel investasi asing, utang luar negeri dan nilai tukar memiliki pengaruh yang signifikan terhadap cadangan devisa Indonesia. Selanjutnya diperoleh hasil dari koefisien determinasi atau (R2) sebesar 0,598 atau sebesar 59,9%