Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Suku-bunga
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Komparasi Volatilitas Kurs Rupiah dan Ringgit terhadap Dollar Amerika (Studi kasus inflasi, suku bunga, dan pertumbuhan ekonomi terhadap cadangan devisa dan nilai tukar)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan pengaruh perbedaan inflasi, suku bunga, pertumbuhan ekonomi, dan cadangan devisa terhadap volatilitas nilai tukar Rupiah dan Ringgit terhadap Dolar Amerika Serikat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data time series triwulanan periode 2015–2024. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda, analisis jalur (path analysis), uji Sobel, dan uji beda rata-rata dengan menggunakan Eviews. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada Indonesia, inflasi X1.1 tidak berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa dengan nilai prob. 0,1612 maupun nilai tukar sebesar 0,4740. Suku bunga X2.1 berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa sebesar 0,0006 dan nilai tukar sebesar 0,0000. Pertumbuhan ekonomi X3.1 tidak berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa dengan nilai prob. 0,3736 maupun nilai tukar sebasar 0,8897. Sedangkan cadangan devisa berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar sebesar 0,0123. Malaysia, inflasi X1.2 berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa dengan nilai prob. 0,0009, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar sebasar 0,0055. Suku bunga X2.2 berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa sebesar 0,0000 dan terhadap nilai tukar sebesar 0,0054. Pertumbuhan ekonomi X3.2 tidak berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa dengan nilai prob. 0,4172 maupun terhadap nilai tukar sebesar 0,9748. Sedangkan cadangan devisa tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar dengan nilai prob. sebesar 0,7906. Hasil Uji Sobel menunjukkan cadangan devisa tidak memediasi pengaruh ketiga variabel terhadap nilai tukar di kedua negara. Selanjutnya, hasil uji beda menunjukkan inflasi, suku bunga, dan nilai tukar berbeda signifikan. Sedangkan pertumbuhan ekonomi nilai prob. 0,7692 dan cadangan devisa nilai prob. 0,3100 tidak berbeda signifikan. Secara umum, suku bunga merupakan faktor yang paling konsisten memengaruhi cadangan devisa dan stabilitas nilai tukar di Indonesia maupun Malaysia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Bunga dan Pembiayaan Sektor Riil Terhadap Stabilitas Harga di Indonesia

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suku bunga terhadap stabilitas harga (inflasi) di Indonesia melalui mekanisme transmisi sektor keuangan dan sektor riil. Sektor keuangan diproksikan oleh Foreign Direct Investment, investasi portofolio, dan kredit perbankan, sedangkan sektor riil direpresentasikan oleh sektor industri dan sektor pertanian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa data time series triwulanan periode 2014-2024. Metode analisis yang digunakan adalah path analysis dengan bantuan perangkat lunak EViews. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suku bunga berpengaruh signifikan terhadap sektor keuangan, yaitu terhadap FDI (prob = 0,0589; R² = 0,082393), investasi portofolio (prob = 0,0596; R² = 0,081968), dan kredit perbankan (prob = 0,0012; R² = 0,224628). Pada hubungan sektor keuangan terhadap sektor riil, seluruh variabel keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap sektor industri (prob FDI = 0,4799; portofolio = 0,1177; kredit = 0,4109; R² = 0,113159). Sebaliknya, pada sektor pertanian, investasi portofolio berpengaruh negatif dan signifikan (prob = 0,0737) serta kredit perbankan berpengaruh positif dan signifikan (prob = 0,0000), sedangkan FDI tidak signifikan (prob = 0,6313), dengan kemampuan model menjelaskan variasi sektor pertanian sebesar R² = 0,620496. Selanjutnya, sektor industri berpengaruh positif dan signifikan terhadap inflasi (prob = 0,0763), sedangkan sektor pertanian berpengaruh negatif dan signifikan (prob = 0,0023) dengan nilai R² sebesar 0,218300. Temuan ini menunjukkan bahwa transmisi kebijakan suku bunga terhadap inflasi lebih efektif melalui jalur kredit perbankan dan sektor pertanian dibandingkan jalur investasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail