ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana biaya bahan baku dan perubahan nilai tukar rupiah memengaruhi kinerja keuangan perusahaan kosmetik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) antara tahun 2020 hingga 2024. Kinerja keuangan diukur dengan menggunakan Return on Assets (ROA). Penelitian ini menerapkan metodologi kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder serta teknik regresi linier berganda. Sampel penelitian terdiri dari 6 perusahaan kosmetik dengan total 30 observasi yang dipilih melalui teknik sampel purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, nilai kurs rupiah tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan, sementara biaya bahan baku memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan. Secara simultan, nilai kurs rupiah dan biaya bahan baku memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan kosmetik. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan biaya bahan baku lebih berpengaruh dalam meningkatkan kinerja keuangan dibandingkan nilai kurs.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh utang luar negeri, investasi asing langsung (FDI), kurs, dan ekspor terhadap cadangan devisa Indonesia baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Data yang digunakan merupakan data sekunder triwulan dari kuartal pertama tahun 2016 hingga kuartal keempat tahun 2025, yang bersumber dari Trading Economics dan Satu Data Kemendag. Metode analisis yang digunakan adalah Error Correction Model (ECM), dengan pengujian stasioneritas menggunakan uji Phillips-Perron serta uji kointegrasi Johansen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, utang luar negeri dan investasi asing langsung (FDI) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap cadangan devisa, sedangkan kurs dan ekspor tidak berpengaruh signifikan. Sementara itu, dalam jangka pendek hanya utang luar negeri yang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap cadangan devisa. Secara simultan, keempat variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Temuan ini dapat diinterpretasikan sejalan dengan Two Gap Theory Chenery dan Strout (1966), khususnya mengenai peran pembiayaan eksternal dalam perekonomian negara berkembang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertanggungjawaban pidana yang dapat dikenakan kepada Tenaga Medis atas dugaan penyalahgunaan dalam pemanfaatan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi, serta mengetahui akibat hukum yang timbul dari penegakan regulasi yang kaku. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif yang didukung dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan konseptual (conceptual approach). Data dihimpun melalui studi kepustakaan, menganalisis asas-asas hukum pidana, khususnya asas geen straf zonder schuld (tiada pidana tanpa kesalahan) dan konsep mens rea (niat atau unsur kesalahan). Sumber hukum utama yang dianalisis adalah Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika, dan peraturan pelaksana terkait kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat potensi konflik antara upaya penanggulangan narkotika yang represif dengan hak pasien atas pengobatan yang layak dan perlindungan profesi medis. Pertanggungjawaban pidana terhadap tenaga medis hanya sah apabila terbukti terpenuhi unsur mens rea (adanya niat jahat atau kesalahan) untuk melakukan penyalahgunaan di luar batas indikasi dan standar profesional. Tindakan medis yang sesuai prosedur profesi seharusnya tidak memenuhi unsur pidana. Penegakan hukum dalam kasus ini harus menerapkan prinsip ultimum remedium, membedakan secara tegas antara penyalahgunaan murni oleh oknum dan kelalaian administratif yang tidak disengaja. Diperlukan interpretasi hukum yang harmonis antara Undang-Undang Narkotika dan Undang-Undang Kesehatan untuk menyeimbangkan perlindungan masyarakat dari bahaya narkotika dengan jaminan pelayanan kesehatan yang optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian in untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh inflasi, foreign direct investment, dan nilai kurs rupiah terhadap indeks harga saham gabungan IHSG di bursa efek Indonesia tahun 2015-2022 dalam hubungan jangka pendek maupun jangka panjang, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini adalah menggunakan data sekunder yang merupakan data time series per kuartal dalam rentang waktu mulai tahun 2015 hingga 2022 yang dikumpulkan dengan menggunakan studi Pustaka melalui website Bank Indonesia, dan bursa efek Indonesia. Dalam penelitian in menggunakan metode analisis dengan Estimasi Error Correction Model (ECM). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan aplikasi E-views 12 yang kemudian diperoleh hasil uji t (parsial). Bahwa inflasi(X1) dan FDI(X2) secara jangka pendek tidak berpengaruh signifikan namun nilai kurs rupiah(X3) berpengaruh signifikan terhadap indeks harga saham gabungan, Sedangkan jangka panjang inflasi(X1) dan nilai kurs rupiah(X3) tidak berpengaruh signifikan namun FDI(X2) berpengaruh signifikan terhadap indeks harga saham gabungan. Selanjutnya berdasarkan hasil f (simultan) bahwa variabel inflasi(X1), foreign direct investment(X2) dan nilai tukar rupiah(X3) secara bersama sama berpengaruh secara signifikan dalam jangka pendek maupun jangka panjang dengan tingkat signifikan α = 5% terhadap variabel dependen indeks harga saham gabungan(Y).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Dampak Perubahan Kurs, Neraca Perdagangan Dan Inflasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder hasil publikasi Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik Indonesia (BPS). Penelitian ini dilakukan di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Data pada penelitian ini menggunakan data sekunder (time series) dari tahun 2015-2023 secara triwulanan. Dalam penelitian ini menggunakan metode analisis Regresi Linear Berganda. Di analisis menggunakan uji parsial, uji simultan, koefisien determinasi. Dalam hasil penelitian ini menggunakan aplikasi E-Views 10 yang kemudian diperoleh hasil uji T (parsial) menunjukan bahwa variabel kurs terdapat pengaruh positif dan signifikan, variabel neraca perdagangan terdapat pengaruh positif dan signifikan, sedangkan variabel inflasi menunjukkan tidak memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Berdasarkan Uji-F (simultan) bahwa variabel kurs, neraca perdagangan dan inflasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Koefisien determinasi (R^2) dalam penelitian ini menunjukkan bahwa variabel kurs, neraca perdagangan dan inflasi menjelaskan variabel perkembangan ekonomi sebesar 68,35% sedangkan sisanya 31,65% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak ada dalam model regresi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jumlah uang beredar dan suku bunga BI Rate terhadap kurs rupiah tahun 2015-2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linier berganda dengan model persamaan Y = 7941,543 + 0,001 X1 + 217,544 X2 + e. Secara parsial variabel jumlah uang beredar berpengaruh signifikan terhadap kurs dengan melihat thitung X1 (8,474) > ttabel (1,672), dan variabel suku bunga BI Rate berpengaruh signifikan terhadap kurs dengan melihat thitung X2 (4,285) > ttabel (1,672). Secara simultan variabel jumlah uang beredar dan suku bunga BI Rate berpengaruh signifikan terhadap kurs dengan melihat Fhitung (36,531) > Ftabel (2,38). Kemudian diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,562 atau sebesar 56,2%. Nilai tersebut menunjukkan bahwa variabel jumlah uang beredar dan suku bunga BI Rate memiliki pengaruh naik turunnya kurs sebesar 56,2%. Sedangkan sisanya 43,8% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak ada di dalam model regresi penelitian ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh profitabilitas, ukuran perusahaan, suku bunga, nilai kurs terhadap return saham pada perusahaan pertambangan di Burda Efek Indonesia periode 2015-2019. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan metode purposive sampling sampel yang diperoleh adalah 32 perusahaan sehingga diperoleh 160 observasi. Dari hasil pengolahan Uji asumsi klasik dan regresi linier berganda, diperoleh hasil penelitian suku bunga dan nilai kurs berpengaruh positif signifikan terhadap return saham, profitabilitas berpengaruh negatif signifikan dan ukuran perusahaan berpengaruh negatif tidak signifikan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan kajian pengembangan ilmu manajemen keuangan terkait pada determinan return saham. Selain itu penelitian ini dilakukan dapat menjadi salah satu referensi yang dapat di pertimbangkan bagi penelitian ke depan yang terkait.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENELITIAN INI MENGUJI PENGARUH VARIABEL NILAI KURS RUPIAH, HARGA EMAS DUNIA DAN INDEKS HARGA SAHAM SYARIAH BEBERAPA NEGARA TERHADAP JAKARTA ISLAMIC INDEX (JII). VARIABEL PADA PENELITIAN INI ADALAH JAKARTA ISLAMIC INDEX (JII), TINGKAT NILAI KURS RUPIAH, HARGA EMAS DUNIA, DOW JONES ISLAMIC MARKET INDEX MALAYSIA TITANS 25 (DJIM25), DOW JONES ISLAMIC MARKET INDEX EUROPE (DJIEU), DOW JONES ISLAMIC MARKET INDEX JAPAN (DJIJP), DOW JONES ISLAMIC MARKET INDEX US (IMUS). METODE PENELITIAN YANG DIGUNAKAN ADALAH VECTOR ERROR CORRECTION MODEL (VECM). DENGAN MENGGUNAKAN DATA TUNTUTAN WAKTU (TIME SERIES) HARIAN YANG DIPUBLIKASIKAN OLEH INVESTING.COM DAN YAHOO.FINANCE.CO.ID PERIODE AGUSTUS 2014 S.D AGUSTUS 2019. PENELITIAN INI MENEMUKAN BAHWA KURS BERPENGARUH BERPENGARUH NEGATIF SECARA TIDAK SIGNIFIKAN TERHADAP JII. EMAS, DJIEU DAN IMUS BERPENGARUH NEGATIF SECARA SIGNIFIKAN TERHADAP JII. DJIJP BERPENGARUH POSITIF SECARA SIGNIFIKAN TERHADAP JII. DJIMY 25 BERPENGARUH POSITIF SECARA TIDAK SIGNIFIKAN TERHADAP JII.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui interaksi factor internal dan factor eksternal terhadap IHSG. Dimana faktor internal adalah BI Rate, Inflasi dan Kurs sedangkan faktor eksternal adalah Nikkei 225, KLSE dan STI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis Vector Error Correction Model menggunakan aplikasi Eviews 9. Data penelitian menggunakan data bulanan dengan jangka waktu 10 tahun yaitu dari tahun 2009-2018. Hasil penelitian dari uji estimasi VECM memperlihatkan bahwa dalam jangka pendek menunjukkan BI Rate dan KLSE berpengaruh positif tidak signifikan terhadap IHSG. Inflasi dan Nikkei 225 berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap IHSG. Kurs dan STI berpengaruh negatif signifikan terhadap IHSG. Dalam jangka panjang BI Rate dan Inflasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap IHSG, Kurs dan STI berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IHSG, Nikkei 225 dan KLSE berpengaruh positif tidak signifikan terhadap IHSG. Hasil uji Impuls Respon Function (IRF) menunjukkan terjadinya guncangan (shock) dari hasil respon endogen yaitu IHSG terhadap masing-masing variabel eksogen yaitu BI Rate, Inflasi, Kurs, Nikkei 225, KLSE dan STI hingga lamanya periode dapat mencapai keseimbangan dari respon IHSG terhadap guncangan (shock) tersebut. Kontribusi masing-masing variabel dari hasil uji Forecast Error Varience Decomposition (FEVD) hingga pada bulan ke 10 pada penelitian ini menunjukkan variabel yang lebih dominan/paling berpengaruh besar yaitu STI dan variabel yang berpengaruh paling kecil adalah Inflasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•
ABSTRAK VOLATILITAS VARIABEL PASAR UANG TERHADAP INFLASI DI INDONESIA Jumadi Dr. Pither Palungan, SE.,M.Si Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis volatilitas pasar uang terhadap Inflasi di Indonesia. Periode yang digunakan dalam penelitian ini adalah enam tahun, mulai dari tahun 2014-2019. Penelitian ini merupakan penelitian berbentuk deskriptif kuantiatif dengan data Time Series dengan objek Inflasi di Indonesia. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan metode alat analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan pada uji hipotesis secara parsial (uji t) menunjukkan bahwa JUB berpengaruh signifikan terhadap Inflasi, dengan nilai t hitung X1 (-3,642) > t tabel (1,99601) dan nilai Sig. X1 (0,001) α (0,05). Kurs tidak berpengaruh signifikan terhadap Inflasi, dengan nilai t hitung X2 (0,731) t tabel (1,99601) dan nilai Sig. X2 (0,468) > α (0,05). BI Rate berpengaruh signifikan terhadap Inflasi, dengan nilai t hitung X3 (2,082) > t tabel (1,99601) dan nilai Sig. X3 (0,041) α (0,05). Pada uji hipotesis secara simultan (uji F) JUB, kurs dan BI Rate secara simultan atau bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Inflasi, dengan nilai F hitung (44,783) > F tabel (2,74) dan nilai Sig F hitung lebih kecil dari α (0,000 0,05). Nilai koefisien determinasi (R2) adalah sebesar 0,667 atau 66,7 persen. Artinya JUB, kurs dan BI Rate memiliki pengaruh sebesar 66,7 persen terhadap naik atau turunnya Inflasi. Sedangkan, sisanya sebesar 33,3 persen disebabkan oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan ke dalam model.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH JUMLAH UANG BEREDAR, INFLASI DAN KURS TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2015-2018 Novia Febriani Asyan Dr. Pither Palungan, SE.,M.Si Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jumlah uang beredar (JUB), inflasi dan kurs terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia. Periode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tiga tahun, mulai dari tahun 2016-2018. Penelitian ini merupakan penelitian Time Series dengan objek indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia. Data yang digunakan adalah data sekunder. Metode alat analisis yang digunakan adalah regresi berganda. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan diketahui bahwa pada uji hipotesis (uji t) menunjukkan bahwa JUB berpengaruh signifikan terhadap IHSG, dengan nilai t hitung X1 (16,005) > t tabel (2,037) dan nilai Sig. X1 (0,000) α (0,05). Inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap IHSG, dengan nilai t hitung X2 (-1,030) t tabel (2,037) dan nilai Sig. X2 (0,311) > α (0,05). Kurs berpengaruh signifikan terhadap IHSG, dengan nilai t hitung X3 (-6,473) > t tabel (2,037) dan nilai Sig. X3 (0,000) α (0,05). Secara simultan terdapat pengaruh antara JUB, inflasi dan kurs terhadap IHSG, dengan nilai F hitung (107,838) > F tabel (2,90) dan nilai Sig F hitung (0,000 0,05). Dan diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,910 atau 91 persen. Nilai tersebut menunjukkan bahwa 91 persen IHSG dipengaruhi oleh JUB, inflasi dan kurs. Sedangkan, sisanya sebesar 9 persen disebabkan oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan ke dalam model.