ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai netto neraca pembayaran terhadap nilai tukar mata uang Baht Thailand baik secara jangka pendek maupun jangka panjang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melihat neraca pembayaran Indonesia dan nilai tukar Baht Thailand pada laman Bank Indonesia. Penelitian ini dilakukan di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Data pada penelitian ini menggunakan data sekunder (time series) dari tahun 2008-2022 secara triwulan. Metode analisis yang digunakan adalah Error Correction Model (ECM). Dalam hasil penelitian ini menggunkan aplikasi E-Views 9 yang kemudian diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa variabel neraca perdagangan tidak berpengaruh terhadap nilai tukar mata uang baht Thailand baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Selanjutnya dalam jangka pendek maupun jangka pendek neraca arus modal memiliki pengaruh terhadap nilai tukar mata uang baht Thailand . Di sisi lain neraca upah memiliki pengaruh terhadap nilai tukar mata uang baht Thailand baik jangka pendek maupun jangka panjang. Diperoleh hasil dari koefisien determinasi atau (R2) sebesar 0,523 atau sebesar 52,3%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Dampak Perubahan Kurs, Neraca Perdagangan Dan Inflasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder hasil publikasi Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik Indonesia (BPS). Penelitian ini dilakukan di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Data pada penelitian ini menggunakan data sekunder (time series) dari tahun 2015-2023 secara triwulanan. Dalam penelitian ini menggunakan metode analisis Regresi Linear Berganda. Di analisis menggunakan uji parsial, uji simultan, koefisien determinasi. Dalam hasil penelitian ini menggunakan aplikasi E-Views 10 yang kemudian diperoleh hasil uji T (parsial) menunjukan bahwa variabel kurs terdapat pengaruh positif dan signifikan, variabel neraca perdagangan terdapat pengaruh positif dan signifikan, sedangkan variabel inflasi menunjukkan tidak memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Berdasarkan Uji-F (simultan) bahwa variabel kurs, neraca perdagangan dan inflasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Koefisien determinasi (R^2) dalam penelitian ini menunjukkan bahwa variabel kurs, neraca perdagangan dan inflasi menjelaskan variabel perkembangan ekonomi sebesar 68,35% sedangkan sisanya 31,65% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak ada dalam model regresi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui neraca pembayaran Indonesia terhadap nilai tukar rupiah terhadap dollar US tahun 2005-2019, untuk mengetahui neraca pembayaran Malaysia terhadap nilai tukar ringgit terhadap dollar US tahun 2005-2019. Data yang digunakan adalah data sekunder, dengan melihat neraca pembayaran Indonesia dan Malaysia. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil analisis data Indonesia yang di lakukan bahwa uji hipotesis (uji t) menunjukkan neraca perdagangan Indonesia tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar rupiah terhadap dollar US. Neraca arus modal Indonesia berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar rupiah terhadap dollar US. Neraca upah Indonesia tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar rupiah terhadap dollar US. Secara simultan terdapat pengaruh antara neraca perdagangan Indonesia, neraca arus modal Indonesia dan neraca upah Indonesia terhadap nilai tukar rupiah terhadap dollar US. Hasil analisis data Malaysia yang di lakukan bahwa uji hipotesis (uji t) menunjukkan neraca perdagangan Malaysia berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar ringgit terhadap dollar US. Neraca arus modal Malaysia berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar ringgit terhadap dollar US. Neraca upah Malaysia tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar ringgit terhadap dollar US. Secara simultan terdapat pengaruh antara neraca perdagangan Malaysia, neraca arus modal Malaysia dan neraca upah Malaysia terhadap nilai tukar ringgit terhadap dollar US.