Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh utang luar negeri, investasi asing langsung (FDI), kurs, dan ekspor terhadap cadangan devisa Indonesia baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Data yang digunakan merupakan data sekunder triwulan dari kuartal pertama tahun 2016 hingga kuartal keempat tahun 2025, yang bersumber dari Trading Economics dan Satu Data Kemendag. Metode analisis yang digunakan adalah Error Correction Model (ECM), dengan pengujian stasioneritas menggunakan uji Phillips-Perron serta uji kointegrasi Johansen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, utang luar negeri dan investasi asing langsung (FDI) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap cadangan devisa, sedangkan kurs dan ekspor tidak berpengaruh signifikan. Sementara itu, dalam jangka pendek hanya utang luar negeri yang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap cadangan devisa. Secara simultan, keempat variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Temuan ini dapat diinterpretasikan sejalan dengan Two Gap Theory Chenery dan Strout (1966), khususnya mengenai peran pembiayaan eksternal dalam perekonomian negara berkembang.