Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

24 hasil
Subjek: jumlah uang beredar
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH PEMBAYARAN NON TUNAI DAN JUMLAH UANG BEREDAR TERHADAP INFLASI DI INDONESIA MENGGUNAKAN MODEL ECM

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS PENGARUH PEMBAYARAN NON TUNAI DAN JUMLAH UANG BEREDAR TERHADAP INFLASI DI INDONESIA MENGGUNAKAN MODEL ECM Santi Kartini, S.E., M.Sc Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembayaran non tunai yang meliputi nilai transaksi kartu ATM/debit, kartu kredit, dan e-money, serta jumlah uang beredar (M2) terhadap inflasi di Indonesia periode Januari 2020 hingga Desember 2025. Metode analisis yang digunakan adalah Error Correction Model (ECM) dengan data runtun waktu bulanan sebanyak 72 observasi. Hasil uji stasioneritas menunjukkan seluruh variabel terintegrasi pada ordo I(1), dan uji kointegrasi Johansen mengonfirmasi adanya hubungan keseimbangan jangka panjang antar variabel. Hasil estimasi jangka panjang menunjukkan bahwa kartu ATM/debit berpengaruh positif dan signifikan terhadap inflasi (koefisien 0,9506 p=0,0011), e-money berpengaruh positif dan signifikan (koefisien 0,7698 p=0,0320), serta jumlah uang beredar M2 berpengaruh negatif dan signifikan (koefisien −3,6074 p=0,0204). Kartu kredit tidak berpengaruh signifikan dalam jangka panjang (p=0,3268). Dalam jangka pendek, hanya kartu ATM/debit yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap inflasi (koefisien 1,1438 p=0,0222), sedangkan kartu kredit, e-money, dan M2 tidak signifikan. Koefisien ECT(−1) sebesar −0,9926 yang signifikan mengindikasikan kecepatan penyesuaian menuju keseimbangan jangka panjang sebesar 99,26% per bulan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH BI RATE, JUMLAH UANG BEREDAR, INFLASI, DAN IMPOR TERHADAP NILAI TUKAR DI INDONESIA 2009–2024

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nilai tukar rupiah mengalami perubahan dari waktu ke waktu akibat perubahan kondisi makroekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh BI rate, jumlah uang beredar, inflasi, dan impor terhadap nilai tukar rupiah di Indonesia periode 2009-2024. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan model persamaan Y = 1,982 + 0,182X₁+ 0,618X₂+ 0,025X₃–0,454X₄+ e. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa BI rate dengan nilai signifikansi 0,008, jumlah uang beredar sebesar 0,008, impor sebesar 0,000 dinyatakan diterima, sedangkan inflasi dengan nilai signifikansi 0,488 dinyatakan ditolak. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,967 menunjukkan bahwa 96,7% variasi nilai tukar rupiah dapat dijelaskan oleh model penelitian, sisanya sebesar 3,3% dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian. Implikasi penelitian menunjukkan pentingnya kebijakan moneter dan pengendalian impor dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Dampak Kebijakan Moneter Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia Tahun 2010-2024

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini menunjukan kebijakan moneter di Indonesia perlu lebih difokuskan pada pengelolahan stabilitas nilai tukar dan pengendalian jumlah uang beredar guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, dengan tetap menjaga stabilitas inflasi dan sistem keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inflasi, suku bunga, nilai tukar dan jumlah uang beredar terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia tahun 2010-2024. Hasil penelitian dengan model regresi linier berganda di peroleh model persamaan Ý = 6,166-0,047Χ1+0,051Χ2+0,291Χ3+0,264Χ4. Hasil uji t secara parsial menunjukan bahwa inflasi (Χ1) dan suku bunga (Χ2) tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan nilai tukar (Χ3) dan jumlah uang beredar (Χ4) berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Hasil uji F secara simultan menunjukan bahwa inflasi(Χ1), suku bunga(Χ2), nilai tukar(Χ3) dan jumlah uang beredar(Χ4) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi(Ý) di Indonesia nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,984 mengindikasikan bahwa variabel independen(Χ) memiliki hubungan yang sangat erat terhadap variabel dependen(Ý).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH FAKTOR-FAKTOR MONETER TERHADAP INFLASI DI INDONESIA PERIODE 2010-2024

2025•

Penelitian ini meneliti fluktuasi inflasi di Indonesia pada rentang waktu 2010 hingga 2024. Dengan pendekatan kuantitatif, studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel jumlah uang beredar, tingkat suku bunga, dan nilai tukar terhadap inflasi, baik secara terpisah maupun bersama-sama. Data yang digunakan berupa deret waktu bulanan yang diperoleh dari Bank Indonesia, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda melalui perangkat lunak statistik IBM SPSS Statistics 17 dengan metode Ordinary Least Squares (OLS). Temuan penelitian mengindikasikan bahwa suku bunga memberikan dampak signifikan terhadap inflasi, sementara jumlah uang beredar dan nilai tukar tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Hasil ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Bank Indonesia dan pemerintah dalam merancang kebijakan moneter yang lebih efektif untuk mengendalikan inflasi serta menjaga kestabilan ekonomi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGGUNAAN CARD BASED PAYMENTS DAN E-MONEY TERHADAP JUMLAH UANG BEREDAR (M1) DI INDONESIA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan instrumen pembayaran non-tunai, yaitu Kartu Debit/ATM, Kartu Kredit, dan E-Money, terhadap jumlah uang beredar di Indonesia yang terdiri atas dua komponen utama, yaitu uang kartal dan uang giral (M1). Latar belakang penelitian ini didasari oleh transformasi sistem pembayaran yang semakin digital akibat kemajuan teknologi dan kebijakan nasional non-tunai yang dicanangkan oleh Bank Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda menggunakan data time series tahunan selama periode 2014–2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kartu Debit/ATM berpengaruh positif dan signifikan terhadap uang kartal dan uang giral secara parsial dan simultan. Kartu Kredit berpengaruh negatif dan signifikan terhadap uang kartal, namun memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap uang giral, baik secara parsial maupun simultan. Sementara itu, E-Money tidak berpengaruh signifikan terhadap uang kartal secara parsial, tetapi menunjukkan pengaruh signifikan secara simultan. E Money juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap uang giral baik secara parsial maupun simultan. Temuan ini memperlihatkan bahwa masing-masing instrumen pembayaran memiliki karakteristik berbeda dalam memengaruhi struktur uang beredar. Secara keseluruhan, transformasi sistem pembayaran non-tunai memberikan dampak yang berarti terhadap dinamika moneter di Indonesia. Oleh karena itu, penting bagi otoritas moneter untuk terus mendorong adopsi sistem pembayaran digital sebagai upaya memperkuat efektivitas kebijakan moneter dan meningkatkan efisiensi sistem keuangan nasional.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Jumlah Uang Beredar Terhadap Inflasi Melalui Suku Bunga Rill di Indonesia Tahun 2010-2024

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah uang beredar (M1) terhadap inflasi di Indonesia, serta menelaah apakah suku bunga riil memediasi hubungan tersebut selama periode 2010–2024. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan data sekunder triwulanan dari Bank Indonesia dan BPS. Analisis dilakukan dengan regresi linier bertahap dan pendekatan mediasi. Hasil menunjukkan bahwa jumlah uang beredar berpengaruh negatif dan signifikan terhadap inflasi. Temuan ini tidak sejalan dengan teori kuantitas uang klasik, namun dapat dijelaskan melalui pendekatan teori perilaku konsumen, khususnya konsep budget line, di mana konsumen hanya mampu berbelanja sesuai batas anggaran. Dalam konteks ini, meskipun uang beredar meningkat, daya beli masyarakat tidak serta-merta naik karena pendapatan riil terbatas. Sebagian besar uang tersebut tidak digunakan untuk konsumsi, melainkan habis untuk kebutuhan pokok atau bahkan tersimpan tidak produktif. Penurunan inflasi yang terjadi lebih merefleksikan lemahnya konsumsi masyarakat daripada kestabilan harga yang sehat. Kondisi ini juga memperlihatkan bahwa distribusi uang yang tidak merata menyebabkan peningkatan uang beredar tidak selalu mendorong inflasi, tetapi justru netral terhadap output dan pertumbuhan. Dalam hal ini, suku bunga riil tidak terbukti memediasi secara signifikan hubungan antara uang beredar dan inflasi, sehingga pengaruh langsung dari M1 terhadap inflasi tetap dominan. Temuan ini menyiratkan pentingnya peran kebijakan fiskal yang komplementer, seperti subsidi transportasi dan energi, guna merangsang konsumsi masyarakat agar inflasi kembali bergerak dalam zona sehat yang mencerminkan aktivitas ekonomi riil. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi otoritas moneter dalam merancang kebijakan berbasis pemahaman perilaku konsumen dan dinamika distribusi likuiditas di masyarakat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Kebijakan Moneter Terhadap Inflasi di Indonesia

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kebijakan moneter dalam mengendalikan inflasi di Indonesia melalui jalur suku bunga dan jalur kredit. Variabel yang digunakan mencakup BI Rate sebagai variabel independen, suku bunga PUAB dan bunga pasar sebagai jalur transmisi suku bunga, Kredit Modal Kerja (KMK), Kredit Investasi (KI), serta Jumlah Uang Beredar (JUB) sebagai variabel mediasi, dan inflasi sebagai variabel dependen. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis jalur menggunakan model Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan data triwulanan periode 2014–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BI Rate berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap inflasi, yang mengindikasikan bahwa kebijakan suku bunga justru mendorong inflasi melalui jalur cost-push. Sementara itu, pengaruh tidak langsung BI Rate terhadap inflasi melalui jalur mediasi (PUAB, bunga pasar, kredit, dan JUB) tidak signifikan secara statistik. Jalur transmisi yang dibangun terlalu panjang sehingga kehilangan efektivitasnya dalam menjelaskan mekanisme transmisi moneter terhadap inflasi. Temuan ini menyiratkan bahwa efektivitas kebijakan moneter melalui jalur suku bunga dan kredit belum optimal dalam menekan inflasi di Indonesia. Oleh karena itu, Bank Indonesia perlu mempertimbangkan jalur transmisi alternatif serta memperkuat instrumen kebijakan non-suku bunga untuk mencapai kestabilan harga yang lebih efektif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kebijakan Moneter Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Dengan Inflasi Sebagai Variabel Moderasi Tahun 2013-2023

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan bukti empiris mengenai hubungan antara kebijakan moneter, jumlah uang beredar, suku bunga, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia, serta menganalisis peran pertumbuhan ekonomi sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Data yang digunakan diperoleh dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik,kemudian dianalisis menggunakan aplikasi SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah uang beredar memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Namun, ketika dimoderasi oleh pertumbuhan ekonomi, pengaruh jumlah uang beredar terhadap inflasi menjadi negatif dan signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat menekan dampak inflasi yang ditimbulkan oleh ekspansi moneter. Di sisi lain, suku bunga berpengaruh positif terhadap inflasi namun tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, yang mencerminkan keterbatasan efektivitas transmisi kebijakan suku bunga dalam perekonomian Indonesia. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi sebagai faktor penyeimbang dalam hubungan antara kebijakan moneter dan inflasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah dan Bank Indonesia dalam merumuskan kebijakan moneter yang tidak hanya fokus pada pengendalian inflasi, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH SUKU BUNGA DAN JUMLAH UANG BEREDAR TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DENGAN NILAI TUKAR SEBAGAI VARIABEL MODERASI DI INDONESIA TAHUN 2013-2023

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh suku bunga dan jumlah uang beredar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, serta peran nilai tukar sebagai variabel moderasi selama periode 2013–2023. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui aplikasi SmartPLS 4.0, menggunakan data sekunder triwulanan dari Bank Indonesia, BPS, dan Data Satu Perdagangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa suku bunga tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (koefisien = -0,021; p-value = 0,603). Sebaliknya, jumlah uang beredar berpengaruh positif dan signifikan (koefisien = 0,742; p-value = 0,000). Uji moderasi menunjukkan bahwa nilai tukar tidak memoderasi hubungan antara suku bunga dan pertumbuhan ekonomi (p-value = 0,157), namun secara signifikan memoderasi pengaruh jumlah uang beredar terhadap pertumbuhan ekonomi (p-value = 0,002). Temuan ini menunjukkan bahwa stabilitas nilai tukar berperan penting dalam meningkatkan efektivitas kebijakan moneter, khususnya dalam mengoptimalkan pengaruh jumlah uang beredar terhadap pertumbuhan ekonomi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengaruh Jumlah Uang Beredar, Suku Bunga (BI Rate) dan Nilai Tukar Terhadap Inflasi di Indonesia Tahun 2013-2023

2025•

Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan bukti empiris pengaruh jumlah uang beredar (M1), suku bunga (BI Rate), dan nilai tukar Rp/USD terhadap inflasi di Indonesia. Dalam penelitian ini menggunakan metode yang diperoleh dari Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik dan Satu Data Perdagangan Kementrian Republik Indonesia. Berdasarkan perhitungan regresi linear berganda dengan menggunakan program SPSS 26 maka hasil yang diperoleh menunjukkan secara parsial variabel Jumlah Uang Beredar (M1) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Inflasi di Indonesia, variabel Suku Bunga (BI Rate) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Inflasi di Indonesia, variabel Nilai Tukar berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Inflasi di Indonesia. Sedangkan secara simultan variabel Jumlah Uang Beredar (M1), Suku Bunga (BI Rate) dan Nilai Tukar berpengaruh signifikan terhadap inflasi di Indonesia. Dengan nilai R-Square sebesar 0,655, artinya variabel Jumlah Uang Beredar (M1), Suku Bunga (BI Rate), dan Nilai Tukar mempengaruhi Inflasi di Indonesia sebesar 65,5% sedangkan sisanya yaitu 34,5% dipengaruhi oleh variabel lain diluar persamaan model ini.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH NILAI TUKAR JUMLAH UANG BEREDAR DAN DEFISIT APBN TERHADAP INFLASI DI INDONESIA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nilai tukar, jumlah uang beredar, dan defisit APBN terhadap inflasi di Indonesia, baik secara parsial maupun simultan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber resmi seperti Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, nilai tukar dan defisit APBN menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap inflasi, sedangkan jumlah uang beredar tidak berpengaruh signifikansi. Secara simultan, nilai tukar, jumlah uang beredar, dan defisit APBN memiliki pengaruh yang signifikan terhadap inflasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DETERMINASI DAN PROYEKSI INFLASI DI INDONESIA

2024•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah uang beredar, nilai tukar, harga cabai dan harga daging terhadap inflasi di Indonesia tahun 2017-2021 dan mengetahui proyeksi inflasi di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian time series dengan objek penelitian jumlah uang beredar, nilai tukar, harga cabai dan harga daging. Data yang digunakan adalah data sekunder dimulai dari tahun 2017-2021 yang diperoleh dari Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik dan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dan proyeksi trend kuadratik. Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda dengan mengunakan SPSS 23.0, maka hasil yang diperoleh secara simultan atau Uji F statistik jumlah uang beredar, nilai tukar, harga cabai dan harga daging berpengaruh signifikan terhadap inflasi di indonesia. Secara parsial atau uji t statistik jumlah uang beredar berpengaruh signifikan terhadap inflasi sedangkan nilai tukar, harga cabai dan harga daging tidak berpengaruh signifikan terhadap inflasi. Analisis proyeksi kuadratik hasil penelitian ini menunjukan proyeksi mengalami penurunan pada tahun 2022 sebesar 1,46% dan tahun 2023 sebesar 1,40% dan proyeksi inflasi menunjukan inflasi tahun 2024 meningkat dari 1,53% dan terus meningkat pada tahun 2026 sebesar 2,40%

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang pengaruhi peredaran uang

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini ialah untuk memberikan bukti empiris pengaruh Produk Domestik Bruto (PDB), BI Rate, dan Inflasi terhadap Jumlah Uang Beredar M1 di Indonesia. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder yang diperoleh dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik Indonesia. Berdasarkan perhitungan regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS 26 maka hasil yang diperoleh menunjukkan secara parsial variabel Produk Domestik Bruto (PDB) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Jumlah Uang Beredar M1 di Indonesia, variabel BI Rate berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Jumlah Uang Beredar M1 di Indonesia dan Inflasi berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Jumlah Uang M1 di Indonesia. Sedangkan secara simultan variabel Produk Domestik Bruto (PDB), BI Rate, dan Inflasi berpengaruh signifikan terhadap Jumlah Uang Beredar M1 di Indonesia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

analisis determinan yang mempengaruhi inflasi di indonesia tahun 2015-2022

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

The stability of the economic level can be seen from the low and stable level of inflation. Inflation occurs when the price of goods and services increases continuously over a certain period. The aim of this research was to determine and analyze interest rates, money supply and GDP, food and drink, inflation in Indonesia, sourced from BPS and BI. The data analysis method uses the multiple linear regression method. The results of the research show that the money supply, interest rates, and GDP eating and drinking have a positive and significant effect on inflation. Meanwhile, in the short term, it shows that the money supply, interest rates and GDP, eating and drinking have a negative and insignificant effect on inflation. Then the results of the t test state that the largest variable that influences inflation is the interest rate and the smallest variable that influences inflation is the money supply. To stabilize the inflation rate the government needs to pay attention to policies that can influence inflation so that it remains stable.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Net Ekspor, Capital Inflow, dan Jumlah Uang Beredar Terhadap Nilai Tukar Rupiah Atas Dolar Amerika Serikat

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh net ekspor, capital inflow, dan jumlah uang beredar terhadap nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder hasil publikasi Bank Indonesia (BI). Data pada penelitian ini menggunakan data sekunder time series dalam bentuk triwulan dari tahun 2013-2022. Dalam penelitian ini metode analisis yang digunakan adalah model koreksi kesalahan (Error Correction Model). Dalam pengolahan data pada hasil penelitian ini menggunakan aplikasi e-views 9. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa uji parsial menunjukkan bahwa dalam jangka pendek variabel net ekspor, capital inflow, dan jumlah uang beredar tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat. Kemudian, dalam jangka panjang variabel net ekspor dan capital inflow tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat, dan variabel jumlah uang beredar berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat. Berdasarkan uji simultan bahwa dalam jangka pendek variabel net ekspor, capital inflow, dan jumlah uang beredar secara bersama-sama tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat. Sedangkan dalam jangka panjang, variabel net ekspor dan capital inflow secara bersama-sama memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai tukar rupiah atas dolar Amerika Serikat. Selanjutnya diperoleh dari hasil koefisien determinasi (R2) sebesar 0,213307 atau sebesar 21% dalam jangka pendek dan sebesar 0,610198 atau sebesar 61% dalam jangka panjang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS BI-7 DAY REVERSE REPO RATE, JUMLAH UANG BEREDAR DAN NET EKSPOR TERHADAP NILAI TUKAR RUPIAH DI INDONESIA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis BI7DRR, jumlah uang beredar, dan net ekspor terhadap nilai tukar rupiah di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode analisis data VECM. Data yang digunakan adalah data sekunder. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, diketahui bahwa pada hasil uji VECM menunjukkan bahwa BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR), Jumlah Uang Beredar dan Net Ekspor dengan nilai p-value jangka pendek dan jangka panjang lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05 sehingga berpengaruh signifikan terhadap nilai tukar rupiah (KURS). Hasil dari analisis Impulse Response Function menunjukkan bahwa variabel BI7DRR dan XM direspon positif oleh KURS sehingga kenaikan pada variabel BI7DRR dan XM akan membuat KURS meningkat, sedangkan JUB direspon negatif oleh KURS sehingga kenaikan pada JUB akan membuat KURS meningkat. Hasil analisis Variance Decomposition, dari ketiga variabel yaitu JUB, BI7DRR, dan XM dapat memberikan guncangan terhadap KURS. Pada jangka panjang guncangan yang diberikan BI7DRR, JUB dan XM justru stabil seiring dengan guncangan dari KURS itu sendiri sehingga ketiga variabel ini dapat mempengaruhi pergerakan KURS kedepannya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

analisis Faktor-faktor yang mempengaruhi inflasi di Indonesia periode 2002-2021

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatahui pengaruh variabel jumlah uang beredar, suku bunga dan nilai tukar terhadap inflasi di Indonesia periode 2002-2021. Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif. Jenis data dalam penenlitian ini adalah menggunakan data sekunder yang merupakan data time series pertahun dalam rentang waktu 20 tahun dari tahun 2002 sampai 2021 yang di kumpulkan dengan menggunakan studi pustka melalui website Badan Pusat statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI). Penelitian ini di lakukan di Negara Kesataun Republik Indonesia. Dalam penelitian ini menggunakan metode analisis dengan Estimasi Error Corection Model (ECM) yang terdiri dari uji Stationer (Uji Akar-Akar, Uji Integritas dan Uji kointegritas) dan Analisis Error Corection Model (ECM) ssebagai pengujian hipotesis (Uji T dan Uji F). dalam penelitian ini peneliti menggunakan aplikasi E-views 9 yang kemudian diperoleh hasil uji t (parsial) bahwa jumlah uang beredar dan nilai tukar tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap inflasi di Indonesia sedangkan suku bunga memiliki pengaruh signifikan terhadap inflasi di Indonesia. Berdasarkan hasil uji F (simultan) bahwa variabel Jumlah uang beredar, suku bunga dan nilai tukar secara Bersama-sama memiliki pengaruh signifikan terhadap inflasi di Indonesia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH CASHLESS PAYMENT DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP JUMLAH UANG BEREDAR DENGAN INFLASI SEBAGAI VARIABEL MEDIASI DI INDONESIA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH CASHLESS PAYMENT DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP JUMLAH UANG BEREDAR DENGAN INFLASI SEBAGAI VARIABEL MEDIASI DI INDONESIA. Reni Musmulyani Dr. Pither Palungan,SE.,M.Si Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh serta keterikatan cashless payment e-money dan pertumbuhan ekonomi terhadap Jumlah Uang Beredar dengan Inflasi sebagai variabel mediasi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitaif deskrptif dengan data sakunder hasil publikasi Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Penelitian ini dilakukan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Data pada penelitian ini menggunakan data sakunder (time series) dari tahun 2012-2021 secara bulanan. Dalam penelitian ini metode analisis yang digunakan yaitu analisis regresi linear berganda dan untuk menguji pengaruh mediasinya maka digunakan analisis Jalur (path analysis) dan sobel test. Metode analisis menggunakan alat analisis dengan bantuan Program SPSS 20 dan e-views 9. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa cashless payment e-money berpengaruh negatif dan signifikan terhadap inflasi, pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap inflasi, cashless payment e-money dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah uang beredar, inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap jumlah uang beredar, cashless payment e-money berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah uang beredar yang dimediasi inflasi dan untuk pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap jumlah uang beredar yang dimediasi inflasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Hubungan Antara Transaksi Uang Elekronik (E-Money), Velositas Uang Dan Jumlah Uang Beredar Di Indonesia

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS HUBUNGAN ANTARA TRANSAKSI UANG ELEKTRONIK (E-MONEY), VELOSITAS UANG DAN JUMLAH UANG BEREDAR DI INDONESIA MARIA ROSARI TARANITA TOLOK BERNADETH Y.P BR SIMANGUNSONG, S.E., M. SI Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan transaksi uang elektronik (e-money) terhadap M1 dan M2, mengetahui hubungan velositas terhadap M1 dan M2, dan untuk mengetahui hubungan transaksi uang elektronik (e-money) terhadap velositas uang. Data yang digunakan dalam penelitian ni adalah data sekunder yang berbentuk data truwulan I-IV dari tahun 2014-2021, data ini bersumber dari Bank Indonesia. Penelitian ini menggunakan mentode analisis jalur (Path analysis). Dari penelitian ini dapat diketahui hasil analisis jalur (analysis path) transaksi uang elektronik terhadap jumlah uang beredar M1 secara langsung sebesar 0.050176 atau 5,01% dan nilai signifikan sebesar 0.013 0.05, transaksi uang elektronik terhadap jumlah uang beredar M2 secara langsung sebesar 0.033124 atau 3,31% dan nilai signifikan sebesar 0.148 > 0.05, variabel velositas M1 terhadap jumlah uang beredar M1 secara langsung sebesar 0.731025 atau 73,1% dan nilai signifikan sebesar 0.000 0.05, variabel velositas m2 terhadap jumlah uang beredar M2 secara langsung sebesar 0.544644 atau 54,4% dan nilai signifikan sebesar 0.000 0.05, variabel transaksi elektronik terhadap velositas M1 secara langsung sebesar 0.0057456 atau 0,57% dan nilai korelasi transaksi elektronik terhadap velositas M1 sebesar 0.030, variabel transaksi elektronik terhadap velositas M2 secara langsung sebesar 0.004835376 atau 0,48% dan nilai korelasi transaksi elektronik terhadap velositas M2 sebesar 0.036.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Beda Pengaruh Jumlah Uang Beredar (M2) dan Jumlah Uang Elektronik Terhadap Inflasi Di Indonesia

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis perbedaan pengaruh antara jumlah uang beredar (M2) dan jumlah uang elektronik terhadap inflasi di Indonesia. Penelitian ini dilakukan di Indonesia. Data yang digunakan adalah data sekunder pada tahun 2014-2021. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode teknik analisis yang digunakan adalah metode Uji beda dengan menggunakan SPSS 16.0. Hasil analisis data yang dilakukan bahwa uji hipotesis nilai t_hitung jumlah uang beredar (M2) sebesar (-10,566) > t_tabel (-2,04523) dan nilai signifikansi (0,000) (0,05). Maka H_0 ditolak dan H_1 diterimah atau dengan kata lain variabel independen (jumlah uang beredar (M2)) berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen Y (inflasi). Dan nilai t_hitung jumlah uang elektronik sebesar (-7,671) > t_tabel (-2,04523) dan hasil nilai signifikan jumlah uang elektronik sebesar (0,000) (0,05). Maka H_0 ditolak dan H_(1 )diterimah atau dengan kata lain variabel independen (jumlah uang elektronik) berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen Y (inflasi). Dan dari hasil pengujian (Paired Sample Statistics) data LN (Logaritma Natural) dengan hasil analisis bahwa pengaruh jumlah uang beredar (M2) terhadap inflasi di Indonesia sebesar (15,4836) dengan standar deviasi (0,19857), sedangkan pengaruh jumlah uang elektronik terhadap inflasi di Indonesia sebesar (11,6000) dengan standar deviasi (1,02353). Maka dapat disimpulkan bahwa jumlah uang beredar (M2) dan jumlah uang elektronik mengalami perbedaan pengaruh terhadap inflasi di Indonesia, yang dimana terdapat perbedaan pengaruh sebesar 3,9 atau 3,8836.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail