Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Inflasi.
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada bank umum di Indonesia

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh Produk Domestik Bruto (PDB), suku bunga kredit dan inflasi terhadap permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada bank umum di Indonesia secara parsial dan simultan. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang merupakan data time series dalam bentuk triwulan dengan rentang waktu tahun 2013-2023 yang bersumber dari publikasi website Bank Indonesia. Analisis penelitian menggunakan regresi linear berganda. Penelitian ini menggunakan aplikasi SPSS versi 25. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pada uji t (parsial) variabel Produk Domestik Bruto (PDB) berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sedangkan variabel suku bunga kredit dan inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Berdasarkan hasil uji F (simultan) variabel Produk Domestik Bruto (PDB), suku bunga kredit dan inflasi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Hasil koefisien determinasi sebesar 0,986 atau 98,6%, menunjukkan bahwa variabel independen dapat memberikan kontribusi terhadap variabel dependen sebesar 98,6%, dan sisanya sebesar 1,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak disertakan dalam penelitian ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH NILAI TUKAR JUMLAH UANG BEREDAR DAN DEFISIT APBN TERHADAP INFLASI DI INDONESIA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nilai tukar, jumlah uang beredar, dan defisit APBN terhadap inflasi di Indonesia, baik secara parsial maupun simultan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber resmi seperti Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, nilai tukar dan defisit APBN menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap inflasi, sedangkan jumlah uang beredar tidak berpengaruh signifikansi. Secara simultan, nilai tukar, jumlah uang beredar, dan defisit APBN memiliki pengaruh yang signifikan terhadap inflasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DETERMINASI DAN PROYEKSI INFLASI DI INDONESIA

2024•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah uang beredar, nilai tukar, harga cabai dan harga daging terhadap inflasi di Indonesia tahun 2017-2021 dan mengetahui proyeksi inflasi di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian time series dengan objek penelitian jumlah uang beredar, nilai tukar, harga cabai dan harga daging. Data yang digunakan adalah data sekunder dimulai dari tahun 2017-2021 yang diperoleh dari Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik dan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dan proyeksi trend kuadratik. Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda dengan mengunakan SPSS 23.0, maka hasil yang diperoleh secara simultan atau Uji F statistik jumlah uang beredar, nilai tukar, harga cabai dan harga daging berpengaruh signifikan terhadap inflasi di indonesia. Secara parsial atau uji t statistik jumlah uang beredar berpengaruh signifikan terhadap inflasi sedangkan nilai tukar, harga cabai dan harga daging tidak berpengaruh signifikan terhadap inflasi. Analisis proyeksi kuadratik hasil penelitian ini menunjukan proyeksi mengalami penurunan pada tahun 2022 sebesar 1,46% dan tahun 2023 sebesar 1,40% dan proyeksi inflasi menunjukan inflasi tahun 2024 meningkat dari 1,53% dan terus meningkat pada tahun 2026 sebesar 2,40%

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Uji Beda Pengaruh Jumlah Uang Beredar (M2) dan Jumlah Uang Elektronik Terhadap Inflasi Di Indonesia

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis perbedaan pengaruh antara jumlah uang beredar (M2) dan jumlah uang elektronik terhadap inflasi di Indonesia. Penelitian ini dilakukan di Indonesia. Data yang digunakan adalah data sekunder pada tahun 2014-2021. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode teknik analisis yang digunakan adalah metode Uji beda dengan menggunakan SPSS 16.0. Hasil analisis data yang dilakukan bahwa uji hipotesis nilai t_hitung jumlah uang beredar (M2) sebesar (-10,566) > t_tabel (-2,04523) dan nilai signifikansi (0,000) (0,05). Maka H_0 ditolak dan H_1 diterimah atau dengan kata lain variabel independen (jumlah uang beredar (M2)) berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen Y (inflasi). Dan nilai t_hitung jumlah uang elektronik sebesar (-7,671) > t_tabel (-2,04523) dan hasil nilai signifikan jumlah uang elektronik sebesar (0,000) (0,05). Maka H_0 ditolak dan H_(1 )diterimah atau dengan kata lain variabel independen (jumlah uang elektronik) berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen Y (inflasi). Dan dari hasil pengujian (Paired Sample Statistics) data LN (Logaritma Natural) dengan hasil analisis bahwa pengaruh jumlah uang beredar (M2) terhadap inflasi di Indonesia sebesar (15,4836) dengan standar deviasi (0,19857), sedangkan pengaruh jumlah uang elektronik terhadap inflasi di Indonesia sebesar (11,6000) dengan standar deviasi (1,02353). Maka dapat disimpulkan bahwa jumlah uang beredar (M2) dan jumlah uang elektronik mengalami perbedaan pengaruh terhadap inflasi di Indonesia, yang dimana terdapat perbedaan pengaruh sebesar 3,9 atau 3,8836.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH PENANAMAN MODAL ASING, MONEY SUPPLY DAN INFLATION TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Pengaruh Penanaman Modal Asing, Money Supply dan Inflation secara parsial dan simultan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakananalisis regresi linear berganda sebagai analisis data dan menggunakan data sekunder. Data yang digunakan adalah data kuartalan dari penanaman modal asing, jumlah uang beredar dan inflasi serta pertumbuhan ekonomi Indonesia. Data yang yang telah diperoleh kemudian diolah menggunakan alat bantuSPSS 16.0.Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan bahwa uji hipotesis (uji t) menunjukkan penanaman modal asing tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai t hitung lebih kecil dari t tabel (-1.912 1.991) dan nilai sig. (0,060 0.05). Jumlah uang beredar berpengaruh signifkan secara parsial terhadap pertumbuhan ekonomi dengan t hitung lebih besar dari t tabel (5.465 > 1.991) dan nilai sig. (0,000 0.05). Inflasi berpengaruh signifikan secara parsial terhadap pertumbuhan ekonomi dengan nilai t hitung lebih besar dari t tabel (3.421 > 1.991) dan nila sig. (0.001 0.05). Secara simultan terdapat pengaruh signifikan antara PMA, JUB dan inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi, dengan nilai F hitung lebih besar dari F tabel (16.701 > 4.05) dan nilai sig. (0.000 0,05). Diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0.397 atau 40 persen. Nilai tersebut menunjukkan bahwa variabel PMA, JUB dan inflasi memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 40 persen. Sedangkan sisanya 60 persen dijelaskan oleh variabel lain yang tidak ada dalam model regresi penelitian ini.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail