Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Metode Newton-Raphson
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISA JATUH TEGANGAN PADA SISTEM DISTRIBUSI PT. PLN KP SEBATIK MENGGUNAKAN DIGSILENT POWERFACTORY

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ketersediaan energi listrik yang andal dan berkualitas merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat, termasuk di wilayah kepulauan seperti Pulau Sebatik, Kalimantan Utara. Salah satu tantangan teknis yang kerap dihadapi dalam sistem distribusi adalah jatuh tegangan, yakni penurunan nilai tegangan sepanjang saluran akibat interaksi antara arus beban dan impedansi penghantar. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab dan besaran jatuh tegangan pada Penyulang 1, 2, 3, 4, dan 6 milik PT PLN KP Sebatik menggunakan pemodelan single line diagram pada Digsilent PowerFactory dengan metode simulasi Newton-Raphson. Jatuh tegangan hasil simulasi akan dilakukan perbandingan dengan jatuh tegangan hasil perhitungan, dimana seluruh penyulang menunjukkan kesesuaian yang sangat baik kecuali Penyulang 3 yang memiliki selisih sebesar 0,0018 kV (0,0088%). Penyulang 4 mencatatkan jatuh tegangan sebesar 0,2409 kV (1,2043%), Penyulang 1 sebesar 0,2345 kV (1,1721%), Penyulang 3 sebesar 0,1129 kV (0,5644%), Penyulang 2 sebesar 0,0562 kV (0,2811%), dan Penyulang 6 sebesar 0,0102 kV (0,0509%). Variasi nilai jatuh tegangan antar penyulang ini dipengaruhi langsung oleh besar arus beban yang ditanggung serta nilai impedansi total saluran pada masing-masing jalur distribusi. Secara keseluruhan, seluruh nilai jatuh tegangan yang teridentifikasi masih berada jauh di bawah ambang batas yang dipersyaratkan SPLN No. 72/1987 sebesar 5%, sehingga jaringan distribusi PT PLN KP Sebatik dapat dinyatakan beroperasi dalam kondisi yang andal dan layak secara teknis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisa Jatuh Tegangan Pada Sistem Distribusi PT. PLN KP. Sebatik Menggunakan Digsilent Powerfactory

2026•

Ketersediaan energi listrik yang andal dan berkualitas merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat, termasuk di wilayah kepulauan seperti Pulau Sebatik, Kalimantan Utara. Salah satu tantangan teknis yang kerap dihadapi dalam sistem distribusi adalah jatuh tegangan, yakni penurunan nilai tegangan sepanjang saluran akibat interaksi antara arus beban dan impedansi penghantar. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab dan besaran jatuh tegangan pada Penyulang 1, 2, 3, 4, dan 6 milik PT PLN KP Sebatik menggunakan pemodelan single line diagram pada Digsilent PowerFactory dengan metode simulasi Newton-Raphson. Jatuh tegangan hasil simulasi akan dilakukan perbandingan dengan jatuh tegangan hasil perhitungan, dimana seluruh penyulang menunjukkan kesesuaian yang sangat baik kecuali Penyulang 3 yang memiliki selisih sebesar 0,0018 kV (0,0088%). Penyulang 4 mencatatkan jatuh tegangan sebesar 0,2409 kV (1,2043%), Penyulang 1 sebesar 0,2345 kV (1,1721%), Penyulang 3 sebesar 0,1129 kV (0,5644%), Penyulang 2 sebesar 0,0562 kV (0,2811%), dan Penyulang 6 sebesar 0,0102 kV (0,0509%). Variasi nilai jatuh tegangan antar penyulang ini dipengaruhi langsung oleh besar arus beban yang ditanggung serta nilai impedansi total saluran pada masing-masing jalur distribusi. Secara keseluruhan, seluruh nilai jatuh tegangan yang teridentifikasi masih berada jauh di bawah ambang batas yang dipersyaratkan SPLN No. 72/1987 sebesar 5%, sehingga jaringan distribusi PT PLN KP Sebatik dapat dinyatakan beroperasi dalam kondisi yang andal dan layak secara teknis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Studi Aliran Daya Sistem Jaringan Transmisi 150 kV Provinsi KALTIMRA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penyaluran Energi listrik dalam jumlah besar pada sistem tenaga biasanya dilakukan melalui saluran tegangan tinggi. Guna memastikan penyediaan energi listrik yang berkelanjutan dan berkualitas bagi pelanggan. Namun keadaan dilapangan energi yang disalurkan kepada masyarakat tidak sesuai dengan yang diharapkan. Studi aliran daya diperlukan untuk menetapkan kondisi operasi sistem tenaga dalam keadaan tunak. Tujuan dilakukan studi aliran daya adalah agar dapat menetapkan sudut tegangan, magnitudo tegangan, daya aktif dan daya reaktif pada saluran sistem tenaga listrik, serta losses yang muncul pada sistem tenaga. Studi aliran daya juga perlu dilakukan saat jaringan trasnmisi diperluas, tujuannya untuk memastikan bahwa sistem beroperasi dengan efisien, meminimalkan rugi daya, dan mempertahankan stabilitas serta keandalan operasi. Metode yang digunakan dalam menganalisis aliran daya adalah metode Newton-Raphson yang terdapat dalam program DIgSILENT PowerFactory. Sistem kelistrikan di Provinsi Kalimantan Timur terdiri atas sistem interkoneksi 150 kV Kalseltengtim (sistem 150 kV barito dan sistem 150 kV Mahakam) yang terinterkoneksi pada tahun 2018 melalui SUTT 150 kV Kuaro-Petung. Total kapasitas pembangkit sebesar 625,77 MW dan 565,72 MVAR dengan total daya beban yang dilayani pada sistem ini sebesar 620,93 MW dan 465,70 MVAR. Untuk losses pada sistem jaringan transmisi 150 kV Kaltimra sebesar 4,84 MW dan 100,02 MVAR.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail