ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Risiko produksi cabai rawit merujuk pada potensi masalah yang dapat mempengaruhi hasil produksi cabai rawit. Karena itu, dibutuhkan strategi untuk mengatasi risiko produksi berdasarkan tingkat dan sumber risiko yang dihadapi petani. Penelitian sumber risiko produksi cabai rawit di Kelurahan Mamburungan Timur Kota Tarakan bertujuan untuk (1) mengetahui karakteristik petani cabai rawit di Kelurahan Mamburungan Timur Kota Tarakan (2) mengetahui sumber-sumber risiko produksi cabai rawit di Kelurahan Mamburungan Timur Kota Tarakan (3).menganalisis tingkat risiko produksi cabai rawit di Kelurahan Mamburungan Timur Kota Tarakan (4) mengetahui strategi yang dapat mengurangi risiko produksi cabai rawit di Kelurahan Mamburungan Timur Kota Tarakan. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan sensus sampling dengan jumlah responden 24 orang petani cabai rawit di Kelurahan Mamburungan Timur. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis risiko produksi (koefisien variasi). Hasil dari penelitian ini tingkat risiko produksi cabai rawit CV = 0,036 0,5 yang berarti risiko kecil yang dihadapi petani cabai rawit adalah 3,6 % dari produksi rata-rata cabai rawit 1461 kg. sumber risiko yang dihadapi mencakup keadaan cuaca terutama curah hujan tinggi, serangan hama dan penyakit, luas lahan serta kualitas sumberdaya manusia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Komoditas pisang merupakan komoditas tanaman hortikultura terbesar di Indonesia dengan persentase sebesar 34,65 persen jika dibandingkan dengan komoditas lainnya. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan karakteristik petani pisang kepok, Menganalisis tingkat risiko produksi pisang kepok, dan merekomendasikan strategi alternatif. Responden dalam penelitian ini sebanyak 30 orang petani yang ditentukan melalui metode sensus sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, analisis risiko dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Hasil dari karakteristik menunjukkan petani pisang kepok didominasi umur 42-52 tahun, tingkat pendidikan SD sebanyak 20 petani, lama berusahatani 29-35 tahun, dan luas lahan 2 hektar. Tingkat risiko produksi rata-rata tertinggi pada periode pertama sebesar 893.67 kg, varian (ragam) tertinggi pada periode kedua sebesar 41.739 kg, standar deviasi tertinggi pada periode kedua sebesar 204.30 kg, koefisien tertinggi terdapat pada periode kedua sebesar 0.24 kg dengan batas bawah produksi terendah pada periode kedua sebesar 454.33 kg. Tingkat risiko harga koefisien tertinggi pada periode ketiga sebesar Rp.0.08 dengan batas bawah terendah pada periode ketiga sebesar Rp.1.342,05. Berdasarkan hasil dari Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) terdapat strategi penanganan preventif dan mitigasi. Untuk preventif yaitu hama monyet ditangani dengan cara membersihkan lahan, waktu panen dengan cara memperbanyak mencari informasi, kesalahan sumber daya manusia dengan cara pemeliharaan lahan. Sedangkan untuk mitigasi yaitu hama ulat dan kepik ditangani dengan cara mekanis, kimiawi serta teknik kultur, penyakit layu fusarium dan bercak daun ditangani dengan cara membersihkan daun rusak dan membakarnya, untuk risiko harga penanganannya dengan cara melakukan sistem kontrak dan pengaturan pola tanam.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Peternakan ayam broiler merupakan salah satu sektor yang potensial untuk dikembangkan. Hanya saja dalam pengembangannya peternak cenderung mengalami fluktuasi pendapatan dimana hal ini dipengaruhi oleh fluktuasi tingkat kematian dan FCR ayam broiler. Tujuan penelitian adalah: 1. mengidentifikasi sumber-sumber risiko produksi, 2. untuk menilai ukuran risiko produksi, dan 3. untuk mengetahui strategi yang digunakan dalam mengatasi risiko produksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis risiko produksi dimana dalam analisis risiko produksi menggunakan analisis variance, standar deviation, coefficient variation, probabilitas dan VaR. Hasil dari penelitian ini adalah sumber risiko pada peternakan Bapak Witoyo terbagi menjadi 3 yakni sumber risiko ayam broiler afkir, waktu pemanenan, dan serangan penyakit. Sumber risiko ayam broiler afkir memiliki tingkat probabilitas terendah senilai 17,11% dengan dampak kerugian terkecil senilai Rp. 3.800.644. Disusul oleh sumber risiko waktu pemanenan dengan tingkat probabilitas sebesar 27,76% dan dampak kerugian sebesar Rp. 6.699.852 dan sumber risiko dengan tingkat probabilitas terbesar adalah sumber risiko serangan penyakit yakni senilai 54,78% dan memiliki dampak kerugian terbesar yakni Rp. 25.531.115. Setiap sumber risiko harus dilakukan manajemen penanganan risiko yang tepat agar dapat meminimalisir kemungkinan rugi pada masa yang akan datang. Alternatif manajemen risiko produksi yang diterapkan oleh peternakan Bapak Witoyo berdasarkan hasil pemetaan sumber-sumber risiko produksi yaitu dengan melakukan strategi preventif dan mitigasi. Strategi preventif digunakan untuk mengatasi sumber risiko ayam yang afkir dan keterlambatan masa panen sedangkan untuk strategi mitigasi digunakan untuk mengatasi sumber risiko terhadap serangan penyakit.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Analisis Risiko Budidaya Tambak Udang Windu (Panaeus Monodon) Di Tanah Merah, Kecamatan Tana Lia, Kabupaten Tana Tidung ABSTRAK Usahatani udang windu adalah usaha yang sudah dilakukan secara turun temurun dan memiliki potensi yang besar karena harga jual yang cenderung stabil. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi sumber – sumber risiko, menganalisis tingkat risiko produksi, harga dan pendapatan serta merekomendasi alternatif upaya dalam mengatasi risiko yang dihadapi. Responden dalam penelitian ini berjumlah 39 petambak yang ditentukan melalui metode sensus. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis risiko dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Analisis deskriptif yaitu mendeskriptifkan sumber-sumber risiko, analisis risiko produksi menunjukkan bahwa koefisien variasi produksi sebesar 0.53 kg dengan batas bawah sebesar -32.24 kg dari hasil tersebut menunjukkan bahwa petambak udang windu mengalami peluang kerugian risiko produksi. Analisis risiko harga menunjukkan bahwa koefisien variasi harga sebesar Rp 0.2 dengan batas bawah sebesar Rp 69.510 dari hasil tersebut menunjukkan bahwa petambak udang windu tidak mengalami risiko harga. Analisis risiko pendapatan menunjukkan bahwa koefisien variasi pendapatan sebesar Rp 0.77 dengan batas bawah sebesar Rp -1.866.016 dari hasil tersebut menunjukkan bahwa petambak udang windu mengalami risiko pendapatan. Tingkat sumber risiko dari tertinggi sampai terendah adalah penyakit, curah hujan tinggi, kualitas benur, kualitas air, serangan hama, pecah tanggul, harga jual menurun, harga pupuk meningkat, permintaan menurun, harga saponin meningkat, harga benur meningkat dan harga dolomit meningkat. Alternatif upaya penanganan risiko yang dihadapi adalah penerapan prinsip Best Management Practice (BMP) dan konsep biosecurity, sistem pembuangan atas, waktu tebar benur, pemasukan/pergantian air di tambak, penggunaan saringan di pintu air masuk, pembenihan benur bersertifikat, penangkapan hama dan perbaikan tanggul.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Pepaya California merupakan salah satu jenis buah-buahan yang ada di Kota Tarakan khususnya di Kecamatan Tarakan Utara. Pada usahatani pepaya, petani menghadapi risiko-risiko produksi yang terdiri dari pupuk, benih, serangan sama dan penyakit dan yang terakhir perubahan iklim/cuaca. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui sumber-sumber risiko produksi pepaya, (2) menganalisis seberapa besar tingkat risiko produksi pepaya, (3) merumuskan strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi sumber-sumber risiko produksi pepaya. Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden 15 orang petani pepaya California di Kecamatan Tarakan Utara. Adapun analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis hasil produksi menggunakan Variance, Standard Deviation dan Coefficient Variation dan analisis skala likert. Hasil penelitian menjelaskan sumber-sumber risiko produksi usahatani pepaya yaitu pupuk, benih, serangan hama dan penyakit dan perubahan iklim/cuaca. Hasil produksi pada usahatani pepaya ini yaitu nilai Variance sebesar 278,792.54, nilai Standard Deviation sebesar 528.01 dan nilai Coefficient Variation sebesar 0.20 dengan artian bahwa pada hasil produksi pepaya nilai risiko yang ditanggung oleh petani pepaya sebesar 20% dari nilai rata-rata hasil produksi pepaya yaitu sebesar 538 buah. Sehingga hasil produksi setelah risiko yang dihadapi petani menjadi sebesar 2,150.4 buah. Strategi yang digunakan dalam penanganan sumber risiko pupuk menggunakan strategi mitigasi yaitu dengan penggunaan pupuk yang berkualitas, pembagian jumlah pupuk yang setara. Sumber risiko benih menggunakan strategi preventif yaitu petani dapat membuat bibit tanaman pepaya sendiri agar kualitas tetap terjaga dan mengurangi gagal tumbuh pada tanaman pepaya. Sumber risiko serangan hama dan penyakit menggunakan strategi mitigasi yaitu petani harus rutin cek apakah ada serangan penyakit pada daun maupun pada buah pepaya, dan untuk serangan hama seperti ayam sebaiknya petani dapat membuat pagar sederhana agar ayam tidak dapat mengganggu proses pemupukan pada tanaman pepaya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Selama pandemi covid-19 berlangsung produksi jagung manis pada tahun 2020 mengalami penurunan yang sangat drastis karena petani mulai mengurangi kegiatan usahataninya oleh karena itu tidak terlepas dari adanya risiko dalam usahatani jagung manis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Sumber-sumber risiko produksi jagung manis (2) Berapa besar probabilitas dan dampak dari sumber-sumber risiko produksi jagung manis (3) Strategi alternatif mengatasi tingkat risiko produksi jagung manis. Pengambilan data menggunakan metode purposive sampling dengan responden petani jagung manis di Kota Tarakan, jumlah sampel sebanyak 100 petani. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, analisis probabilitas dan penanganan risiko. Berdasarkan hasil Penelitian ini menjelaskan sumber-sumber risiko produksi jagung manis yang teridentifikasi yaitu hama dan perubahan cuaca atau iklim. Risiko yang memiliki probabilitas besar dengan dampak yang kecil berada pada kuadran I. Risiko yang memiliki probabilitas besar dengan dampak yang besar berada pada kuadran II, risiko yang memiliki probabilitas kecil dengan dampak yang kecil berada pada kuadran III dan Risiko yang memiliki probabilitas kecil dengan dampak besar berada pada kuadran IV. Strategi penanganan risiko dirumuskan berdasarkan posisi masing-masing sumber risiko pada peta risiko. Sumber risiko yang berada pada kuadran 1 dan 2 akan ditangani dengan strategi preventif, sedangkan sumber risiko yang berada pada kuadran 3 dan 4 akan ditangani dengan strategi mitigasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Agribisnis tidak terlepas dari faktor risiko (risk) dan ketidakpastian (uncertainty) yang kegiatan dari penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko biaya, produksi, dan pendapatan dalam kegiatan usaha rumput laut. Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait dengan risiko agribisnis komoditas rumput laut (Eucheuma cottoni sp) di Kota Tarakan. Pertama, untuk mengetahui sumber risiko agribisnis rumput laut Kota Tarakan. Kedua, untuk mengetahui besar tingkat risiko biaya, risiko produksi,dan risiko pendapatan pada usahatani rumput laut di Kota Tarakan. Metode penentuan sampel menggunakan simple random sampling dan penentuan jumlah sampel menggunakan metode slovin dengan jumlah responden 133 petani rumput laut di Kota Tarakan. Adapun analisis data yang di gunakan analisis deskriptif statistik, analisis usahatani dan analisis risiko yaitu : Variance, coefficient variation (CV), dan batas bawah (L). Hasil Penelitian ini menyimpulkan bahwa: pertama, di ketahui sumber-sumber risiko yang di alami petani rumput laut adalah cuaca atau iklim buruk, arus ombak kencang, serangan ikan pemangsa, pencemaran pantai, pengeringan dengan cara tradisional, dan monopoli industri. Kedua, usahatani rumput laut di Kota Tarakan sudah efisien dan menguntungkan serta di nyatakan dengan layak untuk di jalankan, dan risiko terbesar dari usahatani rumput laut yaitu risiko pendapatan dengan nilai koefisien variasi sebesar 0.28, di susul oleh risiko produksi dengan nilai koefisien variasi sebesar 0.24 dan risiko biaya dengan nilai koefisien variasi sebesar 0.23.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bermaksud menjawab empat pertanyaan terkait dengan risiko produksi usaha sarang burung walet (Collacalia Fuciphagus) di Kecamatan Sesayap Kabupaten Tana Tidung. Pertama bagaimanakah agribisnis usaha sarang burung walet di Kecamatan Sesayap? kedua, apakah sumber – sumber risiko produksi usaha sarang burung walet di Kecamatan Sesayap? ketiga, berapakah probabilitas dan dampak dari sumber – sumber risiko produksi usaha sarang burung walet di Kecamatan Sesayap? keempat, bagaimana strategi mengatasi risiko produksi usaha sarang burung walet di Kecamatan Sesayap?. Metode penentuan sampel menggunakan Kuota sampling dan purposive sampling dengan jumlah responden 30 orang peternak sarang walet di Kecamatan Sesayap. Adapun analisis data yang digunakan analisis deskriptif, analisis probabilitas dan dampak menggunakan metode Z-score dan Value At Risk (VaR). Hasil penelitian ini menjelaskan agribisnis usaha sarang burung walet terdiri dari produksi hingga pemasaran yaitu mulai dari sarana peroduksi, persiapan gedung/rumah walet, pemanggil suara, pengisian air, pemeliharaan, pengendalian hama, panen, dan pemasaran. Sumber – sumber risiko produksi usaha sarang burung walet yang teridentifikasi yaitu perubahan cuaca/iklim, dan kesalahan sumber daya manusia. Sumber risiko terbesar adalah perubahan cuaca/iklim pada periode ke II dengan probabilitas sebesar 72% dan dampak yang paling sebesar pada periode ke III sebesar Rp. 2.630.704. Sedangkan sumber risiko kesalahan sumber daya manusia pada periode II dengan probabilitas sebesar 68% dan dampak yang paling besar pada periode ke I sebesar Rp. 589.111. Strategi penanganan sumber risiko perubahan cuaca/iklim dengan strategi preventif yaitu membuat ventilasi udara dan menggunakan alat pengukur thermo hygrometer, selanjutnya strategi mitigasi yaitu pengisian air menggunakan wadah bak atau baskom. Sumber risiko kesalahan sumber daya manusia menggunakan strategi preventif yaitu memilih waktu yang tepat saat panen dan memilih peralatan yang memiliki kualitas yang baik.