ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jamal. 15.201020.078. 2019. “ Strategi Pemasaran Pisang Kepok Desa Sungai Limau Kecamatan Sebatik Tengah Kabupaten Nunukan”. dibimbing oleh Nia Kurniasih Suryana. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini dilatarbelakangi untuk menjawab permasalahan yang dihadapi oleh petani yang ada yakni pemasaran merupakan suatu usaha untuk menyampaikan barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Sejauh ini pemasaran pisang yang ada di Desa Sungai Limau telah mencapai di negara tetangga (Malaysia). Dari sektor pemasaran menghadapi beberapa kendala dalam hal produk, harga, tempat, dan promosi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi pemasaran pisang kepok yang ada desa sungai limau kecamatan sebatik tengah. Metode penentuan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling. Metode pengolahan data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, Analisis data yang digunakan adalah Analisis SWOT (IFAS dan EFAS). Hasil menunjukkan Faktor strategi internal dan eksternal menunjukkan bahwa jumlah untuk faktor kekuatan sebesar 1.60 lebih kecil dari ada jumlah faktor kelemahan sebesar 1.75 keadaan ini mengidentifikasi bahwa faktor kekuatan untuk pemasaran pisang kepok yang ada disungai limau lebih kecil dari pada faktor kelemahan yang akan menghambatnya. Sedangkan Analisis kuadran didapatkan dengan melakukan pengurangan antara jumlah total faktor dengan jumlah total kemudian dibagi 2. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai X = 0.71 dan nilai Y = 1.07 Kesimpulan bahwa faktor internal, dari aspek kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh Desa, yaitu: (1) produk berkualitas, (2) pengetahuan SDM yang baik tentang budidaya pisang kepok, (3) letak wilayah strategis. (4) modal usaha terbatas, (5) minimnya kegiatan promosi, (6) kemasan produk pisang kurang menarik, (7) saluran pemasaran yang panjang. Pada sektor eksternal dari aspek peluang dan ancaman yang dimiliki oleh desa, yaitu: (1) adanya bantuan dari dinas pertanian, (2) tersedianya pemasaran pisang kepok yang masih luas baik dalam negeri maupun luar negeri (3) adanya kemajuan teknologi informasi, (4) stabilitas nilai tukar mata uang, (5) sulitnya akses perizinan, (6) harga beli hasil pertanian ditetapkan oleh tengkulak, (7) pesaing dari desa lain. Adapun strategi yang ditetapkan yaitu: (1) memperluas jaringan pemasaran dengan memanfaatkan teknologi informasi, (2) meningkatkan sumber daya manusia (SDM) serta kerjasama dengan pihak dinas pertanian. Berdasarkan hasil dan pembahasan dari penelitian ini maka diberikan beberapa saran sebagai berikut: (1) Peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dengan cara membuat program workshop, pelatihan, studi banding poktan yang difasilitasi oleh pemerintah atau swasta, (2) Sebaiknya dilakukan pembimbingan dan pengawasan secara bertahap dari hasil alternatif strategi pemasaran pisang kepok di Desa Sungai Limau sesuai dengan prioritas sehingga tujuan dari pelaksanaan strategi tersebut dapat tercapai dan tepat sasaran (3) Disarankan pada peneliti berikutnya yang ingin melakukan penelitian dengan topik yang sama maka diharapkan dapat mengkaji lebih dalam masing-masing bagian dalam sistem strategi pemasaran pisang kepok.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan dari kombinasi limbah air cucian beras dengan limbah kulit pisang kepok dalam menghasilkan POC dan menentukan pengaruh takaran yang berbeda pada media POC terhadap pertumbuhan tanaman kangkung (Ipomoea aquatica). Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental berupa 4 perlakuan dari takaran limbah air cucian beras dengan limbah kulit pisang kepok yang berbeda dengan 3 kali pengulangan. Analisis data yaitu Uji Prasyarat (Uji Normalitas dan Uji Homogenitas), Uji Hipotesis (Anova Satu Arah) dan Uji Lanjut (Duncan). Selanjutnya dilakukan pengukuran suhu, pH, tekstur, warna, aroma, dan analisis unsur hara berupa C, N, P, K. Hasil penelitian menunjukkan takaran kombinasi yang efektif yaitu pada sampel P2 (POC) berupa limbah air cucian beras 500 ml + limbah kulit pisang kepok 1000 gr. Berdasarkan hasil penelitian pada takaran tersebut telah sesuai dengan standarisasi pembuatan pupuk organik cair. Hasil analisis data pada sampel P2 menunjukan pengaruh yang signifikan terhadap parameter pengamatan pada pertumbuhan Ipomoea aquatica.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pakan merupakan salah satu faktor penunjang keberhasilan usaha budidaya perairan. Pengelolaan dan manajemen yang baik diperlukan agar pakan yang diberikan bisa efisien dan efektif sehingga target produksi dapat tercapai. Pakan yang diberikan harus memenuhi syarat kuantitas dam kualitas yang baik berdasarkan nutrisi yang dibutuhkan oleh ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan limbah pisang kepok yang di fermentasi terhadap pertumbuhan cacing sutra (Tubifex sp.). Metode penelitian meliputi pengukuran pertumbuhan biomassa dan Laju Pertumbuhan Spesifik (LPS) cacing sutra serta mengukur parameter kualitas air. Data penelitian dianalisis secara statistik menggunakan bantuan software pengolah data statistik. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan terbaik biomassa cacing sutra didapatkan pada perlakuan D dengan dosis 30 gram/wadah sebesar 75,91 gram, dengan nilai LPS sebesar 21,206% per hari. Pengukuran kualitas air yang meliputi suhu, pH dan DO menunjukkan masih pada kisaran yang optimal untuk pertumbuhan dan perkembangan cacing sutra. Bisa disimpulkan bahwa pemberian pakan limbah pisang kepok memberikan pengaruh yang positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan cacing sutra.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Meningkatnya produksi perikanan budidaya ikan lele di Kota Tarakan, maka permintaan akan bahan baku untuk pembuatan pakan ikan semakin meningkat, Pemanfaatan limbah kulit pisang kepok merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku pakan impor karena murah, berkualitas, dan berbahan baku lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kulit pisang kapok (Mussa paradisiaca L.) berbagai dosis sebagai pakan buatan terhadap pertumbuhan ikan lele dumbo (Clarias gariephenus). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November – Desember 2023. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan April- Mei 2022. Hewan uji yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ikan lele dumbo berukuran 6 cm yang dipelihara selama 30 hari. Penelitian ini disusun menggunakan Rancang Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah P0 : pakan dengan perbandingan tepung ikan 100% dan tepung kulit pisang kepok 0%. P1: pakan dengan perbandingan tepung ikan 90% dan tepung kulit pisang kepok 10%. P2: pakan dengan perbandingan tepung ikan 70% dan tepung kulit pisang kepok 30%. P3: pakan dengan perbandingan tepung ikan 50% dan tepung kulit pisang kepok 50%. dari hasil penelitian ini yaitu penambahan tepung kulit pisang kepok pada pakan mampu meningkatan pertumbuhan pajang dan berat ikan lele dengan nilai pertumbuhan panjang dan berat yang diperoleh P0 (0,6 cm 1,0 gr), P1 (0,8 cm, 1,1 gr), P2 (0,9 cm,1,3 gr) dan P3 (1,3cm, 2,7 gr) Hasil penelitian menunjukan bahwa pertumbuhan mutlak tertinggi diperoleh pada perlakuan P3 dengan penambahan tepung ikan 50% dan tepung kulit pisang kepok 50%. Pemberian pakan selama 30 hari berturut-turut diperoleh kelangsungan hidup ikan tertinggi yaitu berada di perlakuan P3 dengan nilai 27,35%, disusul oleh P1 25,07% dan P3 24,22%, sedangkan nilai kelangsungan hidup pada perlakuan P0 sebesar 23,36%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Komoditas pisang merupakan komoditas tanaman hortikultura terbesar di Indonesia dengan persentase sebesar 34,65 persen jika dibandingkan dengan komoditas lainnya. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan karakteristik petani pisang kepok, Menganalisis tingkat risiko produksi pisang kepok, dan merekomendasikan strategi alternatif. Responden dalam penelitian ini sebanyak 30 orang petani yang ditentukan melalui metode sensus sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, analisis risiko dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Hasil dari karakteristik menunjukkan petani pisang kepok didominasi umur 42-52 tahun, tingkat pendidikan SD sebanyak 20 petani, lama berusahatani 29-35 tahun, dan luas lahan 2 hektar. Tingkat risiko produksi rata-rata tertinggi pada periode pertama sebesar 893.67 kg, varian (ragam) tertinggi pada periode kedua sebesar 41.739 kg, standar deviasi tertinggi pada periode kedua sebesar 204.30 kg, koefisien tertinggi terdapat pada periode kedua sebesar 0.24 kg dengan batas bawah produksi terendah pada periode kedua sebesar 454.33 kg. Tingkat risiko harga koefisien tertinggi pada periode ketiga sebesar Rp.0.08 dengan batas bawah terendah pada periode ketiga sebesar Rp.1.342,05. Berdasarkan hasil dari Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) terdapat strategi penanganan preventif dan mitigasi. Untuk preventif yaitu hama monyet ditangani dengan cara membersihkan lahan, waktu panen dengan cara memperbanyak mencari informasi, kesalahan sumber daya manusia dengan cara pemeliharaan lahan. Sedangkan untuk mitigasi yaitu hama ulat dan kepik ditangani dengan cara mekanis, kimiawi serta teknik kultur, penyakit layu fusarium dan bercak daun ditangani dengan cara membersihkan daun rusak dan membakarnya, untuk risiko harga penanganannya dengan cara melakukan sistem kontrak dan pengaturan pola tanam.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pisang Kepok merupakan produk yang banyak di budidayakan di Desa Sajau Hilir Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan. Untuk mendapatkan produk yang berkualitas, murah dan cepat diperlukan peran semua pihak dalam manajemen rantai pasok mulai dari supplier, manufacturer, distributor, retailer dan customer. Tujuan penelitian adalah menganalisis manajemen rantai pasok komoditi pisang kepok (Musa paradisiaca L.) mulai dari arus produk, arus informasi, dan arus keuangan. Metode Penelitian adalah deskriptif kualitatif. Teknik penentuan sampel secara Purposive Sampling dan Snowball Sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis manajemen rantai pasok. Hasil penelitian menunjukkan manajemen rantai pasok pisang kepok mulai dari arus produk tentang awal memproduksi hingga ke penjualan akhir ke konsumen, produk yang dijual sesuai dengan permintaan pasar dapat mencegah menurunya harga dan kualitas produk yang dipasarkan; arus informasi yang terjadi yaitu dua arah sehingga informasi yang disampaikan jelas sesuai dengan permintaan dan kebutuhan pasar, sehingga dapat menentukan harga yang ada di pasaran, dan menjaga mutu pisang kepok tetap baik; arus keuangan tentang harga dan distribusi produk yang tepat dan memadai dan meneka kerugian yang ada sehingga dapat berjalannya rantai pasok yang mendukung tercapainya manajemen rantai pasok yang efektif dan berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•
Salah satu faktor yang menyebabkan turunnya hasil produksi budidaya ikan ialah adanya serangan dari bakteri patogen yaitu Aeromonas hydrophila. Bakteri ini dapat menyebabkan penyakit Motil Aeromonas Septicemia. Sejauh ini penanggulangan infeksi bakteri dilakukan dengan penggunaan antibiotik, sehingga dalam jangka waktu lama diduga akan menyebabkan resisten terhadap ikan budidaya. Fitofarmaka merupakan solusi yang efektif dan aman untuk menggantikan antibiotik kimia dikarenakan berasal dari bahan alam, salah satunya ialah kulit pisang kepok Musa paradisiaca L. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas dan penentuan konsentrasi hambat minimum dan bunuh minimum ekstrak kulit pisang kepok terhadap aktivitas bakteri A. hydrophila secara In-vitro. Aquades, etanol, dan 2-propanol digunakan sebagai pelarut dalam proses ekstraksi. Perlakuan konsentrasi untuk uji KHM dan KBM yaitu 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%. Ekstrak dengan pelarut aquades memiliki zona hambat terbesar sebesar 6.5 ± 0.54mm dan nilai konsentrasi hambat minimum adalah 24%, sedangkan konsentrasi bunuh minimum sebesar 40%. Hasil uji in-vitro menunjukkan bahwa ekstrak kulit pisang kepok memiliki kemampuan dalam menghambat pertumbuhan bakteri A. hydrophila.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•
POC limbah kulit pisang kepok meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill). Tanaman tomat merupakan salah satuh komoditas yang banyak diminati oleh masyarakat, sehingga perlu upaya peningkatan produksi. Salah satu upaya peningkatan pertumbuhan dan produksi dengan cara pemberian pupuk organik cair limbah kulit pisang kepok dan mengatur jarak tanam. Penelitian ini bertujuan meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2020 samapi Mei, bertempat di pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur. Rencangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor. Terdapat 12 kombinasi perlakuan dan diulang 3 kali, sehingga diperoleh 36 satuan percobaan. Faktor pertama POC kulit pisang kepok yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu (P0) kontrok, (P1) 250 ml, (P2) 350 ml, (P3) 450 ml. sedangkan faktor kedua yaitu jarak tanam yang terdiri dari 3 perlakuan (J1) 40x40 cm, (J2) 40x50 cm, (J3) 40x60 cm. Data yang diperoleh dari hasil pengukuran parameter pengamatan dilakukan uji anova, data yang berbeda nyata dilanjutkan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian POC kulit pisang kepok dan jarak tanam dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman tomat dan interaksi antara kedua faktor memperoleh hasil yang tertinggi pertumbuhan, produksi tanaman tomat. Perlakuan P1J1 memiliki nilai tertinggi pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun. Perlakuan P3J1 memiliki nilai tertinggi berat batang, berat daun, berat akar sedangkan perlakuan P3J3 menghasilkan nilai tertinggi jumlah buah, berat buah terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill).