ThesisOpen AccessMetadata saja
•
RANCANG BANGUN ALAT PEMBERI PAKAN IKAN OTOMATIS
Nama Mahasiswa : Marisal
NPM : 15.301020.033
Dosen Pembimbing : Mulyadi, S.T., M.T.
ABSTRAK
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah rumah tangga Perikanan budidaya menurut Kabupaten/Kota dan jenis budidaya diprovinsi Kalimantan Utara, berjumlah 10.282 rumah tangga. Hal tersebut diambil dari komoditas budidaya laut, tambak, kolam keramba dan sawah. Dari data tersebut, ikan menjadi solusi yang baik di bidang bisnis budidaya. Hanya saja masalah yang sering dialami pembudidaya ikan ialah ikan yang sakit bahkan mati yang disebabkan oleh pemberian pakan yang kurang efisien. Kegiatan pemberian pakan ikan terkadang mengalami keterlambatan dan tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, sehingga dapat mempengaruhi pertumbuhan ikan dan membahayakan keadaan ikan.
Pada penelitian ini dirancang sistem pemberi pakan ikan yang bekerja secara otomatis, alat tersebut bekerja sesuai dengan jadwal pakan ikan dengan frekuensi pakan tiga kali sehari yaitu pagi, sore dan malam. Dari pakan otomatis ini sistem akan berhenti yang disebabkan oleh sensor accelerometer. Sensor accelerometer ADXL335 tersebut berfungsi untuk mengetahui apakah ikan masih lapar atau sudah kenyang dengan menggunakan tiga parameter yaitu sumbu x, y dan z, sumbu ini yang digunakan untuk menentukan nilai acuan dan nilai yang didapatkan untuk masing-masing sumbu x= 329, 330, 331, sumbu y=339, 340, 341 dan sumbu z= 349, 350, 351. Sedangkan untuk mengetahui jumlah pakan habis maka digunakan sensor load cell, keluaran dari load cell akan dikirim menuju smartphone dengan menggunakan aplikasi blynk dan akan ditampilkan pesan bahwa pakan hampir habis jika berat pakan yang terbaca 50 gram ke bawah. Sistem pemantau ini telah terhubung dengan modul NodeMCU ESP8266 sebagai IoT sehingga dapat dipantau dari jarak jauh. Untuk rata-rata total pengujian yang didapatkan yaitu 80 gram dengan kebutuhan 82.5 gram, maka untuk tingkat keberhasilan sistem ini yaitu 96,96%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Gangguan pada jaringan distribusi dapat menurunkan keandalan penyaluran tenaga listrik dan menyebabkan jatuh tegangan. Salah satu upaya untuk mengatasi kondisi tersebut adalah melalui penambahan Penutup Balik Otomatis (PBO) pada lokasi yang tepat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penempatan penambahan Penutup Balik Otomatis terhadap koordinasi proteksi, tingkat keandalan, dan kualitas tegangan pada Penyulang Nunukan 3 PT. PLN (Persero) Rayon Nunukan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penempatan Penutup Balik Otomatis di Jalan Sei Apok memberikan peningkatan kinerja sistem. Nilai SAIDI berkurang dari 17,04 menjadi 7,91 jam/pelanggan/tahun (53,6%), sedangkan SAIFI turun dari 3,12 menjadi 1,66 kali/pelanggan/tahun (46,8%). Selain itu, jatuh tegangan menurun dari 151,96 Volt (0,75%) menjadi 143,24 Volt (0,71%) atau membaik sebesar 5,74%. Koordinasi OCR dan GFR pada Penutup Balik Otomatis juga mampu mengisolasi gangguan secara selektif sehingga kontinuitas pelayanan menjadi lebih baik. Dengan demikian, melalui penambahan Penutup Balik Otomatis terbukti efektif dalam meningkatkan keandalan sistem distribusi sekaligus memperbaiki kualitas tegangan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Inverter merupakan perangkat elektronika daya yang berfungsi mengubah tegangan DC menjadi tegangan AC. Salah satu permasalahan pada Inverter adalah ketidakstabilan tegangan keluaran akibat perubahan beban dan variasi tegangan input DC. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mensimulasikan sistem Automatic Voltage Regulator (AVR) pada Inverter Pure Sine Wave berbasis Sinusoidal Pulse Width Modulation (SPWM) menggunakan pendekatan komputasi numerik. Model simulasi disusun dalam bentuk skrip simulasi dengan pendekatan matematis yang melibatkan tegangan input DC, modulation index, rasio transformasi, beban resistif, tegangan keluaran RMS, dan kontroler Proportional-Integral (PI). Sistem AVR dirancang sebagai sistem closed-loop dengan membandingkan tegangan keluaran terhadap tegangan referensi 220 V. Error tegangan yang dihasilkan diproses oleh kontroler PI untuk mengatur modulation index pada generator SPWM. Pengujian dilakukan pada kondisi tanpa AVR dan dengan AVR. Variasi pengujian meliputi beban resistif 100 Ω, 200 Ω, dan 300 Ω, serta tegangan input DC 10 V, 11 V, 12 V, dan 13 V. Hasil simulasi menunjukkan bahwa penerapan AVR mampu meningkatkan tegangan keluaran Inverter. Pada variasi beban dengan input 12 V, tegangan keluaran tanpa AVR berada pada rentang 184,75–193,85 V, sedangkan dengan AVR meningkat menjadi 205,80–214,20 V. Pada variasi tegangan input dengan beban 200 Ω, tegangan keluaran tanpa AVR berada pada rentang 158,65–206,21 V, sedangkan dengan AVR meningkat menjadi 176,26–219,48 V. Hasil terbaik diperoleh pada tegangan input 13 V dengan beban 200 Ω, yaitu tegangan keluaran sebesar 219,48 V dengan error 0,24% terhadap tegangan referensi. Respon transien menunjukkan bahwa sistem mencapai kondisi stabil pada kisaran 0,15–0,20 s. Berdasarkan hasil tersebut, AVR berbasis kontrol PI mampu memperbaiki kestabilan tegangan keluaran Inverter Pure Sine Wave secara simulasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang tinggi dan berisiko menimbulkan komplikasi seperti stroke dan penyakit jantung. Salah satu upaya nonfarmakologis untuk mengontrol tekanan darah adalah konsumsi jus tomat. Tomat mengandung kalium, likopen, vitamin C, dan asam folat yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi jus tomat dalam menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi di RT 07 Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus terhadap tiga responden dengan diagnosis hipertensi. Intervensi yang diberikan berupa terapi jus tomat selama delapan hari berturut-turut dengan frekuensi satu kali perhari. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa terapi jus tomat efektif sebagai intervensi pelengkap dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Selain itu, intervensi ini juga meningkatkan partisipasi keluarga dalam pengelolaan perawatan, khususnya dalam memantau tekanan darah dan mendukung kepatuhan pengobatan. Terapi jus tomat dapat diterapkan sebagai salah satu alternatif terapi nonfarmakologis dalam asuhan keperawatan komunitas dan keluarga.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Nunukan Regency, located in North Kalimantan Province, particularly in Pagar Village, is an area with high plant biodiversity, including the Bajakah plant (Spatholobus littoralis Hassk). This study aims to design and develop a prototype of an automatic image-based Bajakah stem detection system using the Deep Learning method, specifically the Convolutional Neural Network (CNN), in order to make the identification process faster, more effective, and more accurate. The dataset used in this study consisted of Bajakah stem images as the main data and non-Bajakah stem images as comparison data obtained through direct image acquisition in Pagar Village, Nunukan Regency, using a smartphone camera with a resolution of 3024 × 4032 pixels. The total dataset consisted of 500 original Bajakah stem images and 500 non-Bajakah stem images. All datasets then underwent preprocessing stages, followed by dataset splitting into 80% training data, 10% validation data, and 10% testing data to ensure the model could perform the learning and testing processes optimally. The results showed that the VGG16-based CNN model was able to detect and identify Bajakah stems effectively based on digital images. The success of the system was proven by excellent evaluation metrics, achieving accuracy, Precision, and Recall values of 100% on all testing data without any classification errors. In addition, implementation testing on new data showed a detection confidence level ranging from 98.26% to 100.00%. These results indicate that the developed system is highly reliable and valid for use. This study is expected to contribute to the application of image processing and deep learning technologies in the field of traditional herbal plant identification in Kalimantan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perawatan ikan hias di akuarium seringkali terhambat oleh ketidakteraturan pemberian pakan dan kesulitan dalam memantau kondisi air, khususnya tingkat kekeruhan, yang dapat membahayakan kesehatan ikan. Tujuan penelitian ini adalah merancang dan mengembangkan sistem pemberian pakan otomatis serta pemantauan kekeruhan air berbasis Internet of Things (IoT), yang akan membantu mengatasi masalah-masalah tersebut. Sistem ini dikembangkan menggunakan mikrokontroler ESP32, sensor Turbidity SEN0189, sensor Ultrasonik HC-SR04, motor servo SG90, modul RTC DS3231, dan platform Blynk untuk menampilkan data secara real-time. Beberapa sensor yang digunakan dalam sistem ini telah dilakukan kalibrasi dan secara keseluruhan sistem telah diuji dalam beberapa jenis pengujian, diantaranya pengujian monitoring tingkat kekeruhan air, pemberian pakan otomatis dan pengujian koneksi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu memonitoring kekeruhan air sekligus pemberian pakan secara otomatis selama 2 x 24 (48 jam) penuh dengan akurasi total sebesar 91,67%. Selama pengujian sistem pemberian pakan selama 7 hari (14 kali uji coba), sistem berhasil menjalankan seluruh jadwal pemberian pakan dua kali sehari tanpa satu pun kegagalan, dengan tingkat akurasi 100% dan waktu tunda rata-rata 1,9 detik. Sementara itu, saat pengujian koneksi ke IoT, sistem menunjukkan kinerja yang sangat baik dengan akurasi transmisi data 100% dan packet loss (0%) pada jarak 3 hingga 15 meter dari sumber Wi-Fi, meskipun latency meningkat dari 124,94 ms menjadi 419,86 ms seiring bertambahnya jarak. Secara keseluruhan, sistem ini telah membuktikan kemampuannya untuk memberi makan ikan secara otomatis dan memantau kekeruhan air di akuarium secara real-time. Dengan demikian, sistem ini dapat menjadi solusi praktis bagi para pecinta ikan hias yang ingin menyederhanakan perawatan akuarium sehari-hari.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Cuaca yang tidak menentu di Kota Tarakan sering mengganggu proses penjemuran pakaian karena hujan dapat turun secara tiba-tiba dan menyebabkan pakaian kembali basah. Penelitian ini merancang Prototypesistem penutup atap dan kipas otomatis berbasis Internet of Things (IoT). Sistem menggunakan sensor Raindrop untuk membaca nilai ADC hujan dan tidak hujan serta sensor LDR untuk mengukur intensitas cahaya dalam satuan lux dengan kategori Cerah dan Tidak Cerah. Data diproses oleh NodeMCU ESP32 untuk mengendalikan motor DC dalam membuka dan menutup atap serta mengaktifkan kipas sebagai alat bantu pengeringan. Sistem terintegrasi dengan aplikasi Blynk untuk pemantauan dan kontrol jarak jauh secara real-time. Mode otomatis bekerja saat nilai ADC Raindrop >600 dan nilai lux LDR 300, sedangkan mode manual dikendalikan melalui Blynk. Hasil kalibrasi sensor LDR menunjukkan nilai lux 0–300 dikategorikan Tidak Cerah dan 300–50.000 lux sebagai Cerah. Sensor Raindrop dengan ADC 0–600 menunjukkan Tidak Hujan dan 600–4095 menunjukkan Hujan. Pengujian pada tanggal 16–17 Februari 2026 sebanyak 20 data menunjukkan tingkat kesesuaian 100%. Sebanyak 19 pengujian mencatat ADC 0 (Tidak Hujan) dengan intensitas cahaya 3,78–144.417 lux, dan pada seluruh kondisi tersebut atap terbuka serta kipas OFF. Pada tanggal 16 Februari 2026 pukul 12.17 tercatat lux 31.651 dan ADC 798, sistem mendeteksi Hujan dalam kondisi Cerah sehingga atap menutup dan kipas ON sesuai logika. Integrasi Blynk menghasilkan akurasi pengiriman data 100%, Packet loss 0%, dan rata-rata Latency47 ms pada jarak 3–15 meter. Sistem bekerja optimal dan responsif terhadap perubahan cuaca.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
.Kualitas udara yang buruk di ruang laundry dapat memengaruhi kenyamanan, kesehatan pengguna, dan efisiensi operasional. Hal ini disebabkan oleh tingginya paparan uap kimia, kelembapan berlebih, dan suhu tinggi yang dapat menciptakan lingkungan tidak sehat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan prototipe sistem ventilasi otomatis untuk pengendalian kualitas udara di ruang laundry berbasis Internet of ThingsF (IoT) dengan metode rule-based. Sistem ini menggunakan sensor MQ-135 untuk mendeteksi gas CO, sensor DHT22 untuk mengukur suhu dan kelembapan, serta platform Blynk IoT untuk monitoring dan kontrol jarak jauh. Metode rule-based mengklasifikasikan kondisi udara menjadi tiga kategori (Normal, Waspada, dan Bahaya), kemudian mengaktifkan kipas exhaust, LED indikator, dan buzzer secara otomatis sesuai tingkat bahaya yang terdeteksi. Hasil penelitian menunjukkan sistem bekerja dengan baik selama pengujian tiga hari (8-10 Desember 2025) dengan total 360 sampel data. Metode rule-based berhasil mengklasifikasikan kondisi udara dengan tingkat akurasi 100%, mampu mendeteksi lonjakan tertinggi dengan suhu 34.8°C, kelembaban 68%, dan CO 60 ppm, serta menurunkan kondisi secara otomatis melalui aktivasi kipas exhaust. Analisis akurasi sensor menunjukkan sensor suhu DHT22 mencapai 97,840%, sensor kelembaban DHT22 mencapai 84,652%, dan sensor gas MQ-135 mencapai 92,442%, sehingga akurasi sistem keseluruhan mencapai 91,645%. Integrasi dengan platform Blynk IoT mencapai tingkat keberhasilan pengiriman data 100%, packet loss 0% (sangat baik berdasarkan standar TIPHON), dan latency 194,25 ms (baik). Sistem terbukti layak dan andal untuk meningkatkan kualitas udara secara otomatis dan responsif, meskipun terdapat keterbatasan pada akurasi sensor kelembaban dan sensor gas CO, serta dapat diadaptasi untuk penggunaan di berbagai lingkungan dengan kebutuhan serupa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tomat tergolong buah klimaterik yaitu buah yang memiliki periode pematangan cepat dan diikuti dengan peningkatan etilen sehingga mengakibatkan buah mengalami pelunakan serta perubahan warna dan rasa. Pelunakan pada buah tomat terkait dengan perubahan fraksi pektin dalam dinding sel. Penghambatan pelunakan buah tomat sangat diperlukan untuk mempertahankan kualitas dan umur siman buah. Salah satu cara untuk menghambat pelunakan buah tomat yakni dengan aplikasi asam sitrat dan penggunaan kemasan yang tepat.tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pencelupan asam sitrat dan jenis kemasan terhadap sifat fisik dan masa simpan buah tomat selama 15 hari penyimpanan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) 2 faktor. Faktor ke 1 yaitu konsentrasi asam sitrat terdiri dari 3 perlakuan yaitu S0= 0%, S1 = 1%, dan S2 = 2%. Faktor ke 2, yaitu jenis kemasan yang terdiri dari K1 = Styrofoam tanpa tutup, K2 = besek bambu, K3 = daun kelapa, dan K4 = kertas. Parameter pengamatan dalam penelitian terdiri dari kadar air,vitamin C,susut bobot,dan kekerasan buah.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pencelupan asam sitrat konsentrasi 1% (S1) dan 2 % (S2) memberikan pengaruh yang nyata terhadap sifik buah tomat pada parameter kadar air saat pengamatan hari ke- 5-15, Pada vitamin C memberikan pengaruh mulai penyimpanan hari ke-0- hari ke-15. Begitu juga dengan susut bobot saat penyimpanan hari ke-5, hari ke-10, dan hari ke-15. Sedangkan pada kekerasan tekstur buah tomat selama penyimpanan, yaitu pada hari ke-10 dan 15. Perlakuan jenis kemasan memberikan pengaruh yang nyata terhadap sifat fisik buah tomat, yaitu pada parameter kadar air penyimpanan hari ke-5dan ke-10.Dan perlakuan kombinasai konsentrasi pencelupan asam sitrat dan jenis kemasan (SK) tidak memberikan pengaruh terhadap sifat fisik buah tomat di semua umur penyimpanan Tomatoes are classified as climacteric fruits, meaning they undergo a rapid ripening phase followed by increased ethylene production, which leads to softening and changes in color and taste. The softening of tomatoes is related to changes in the pectin fraction within the cell walls. Inhibiting this softening process is essential to maintain the quality and shelf life of tomatoes. One way to delay softening is through citric acid application and the use of appropriate packaging. This study aimed to determine the effect of citric acid dipping and different types of packaging on the physical properties and shelf life of tomatoes during 15 days of storage. The research used a Randomized Block Design (RBD) with two factors. The first factor was citric acid concentration, consisting of three treatments: S0 = 0%, S1 = 1%, and S2 = 2%. The second factor was packaging type, consisting of K1 = uncovered styrofoam, K2 = bamboo basket, K3 = coconut leaves, and K4 = paper. Observed parameters included moisture content, vitamin C, weight loss, and fruit firmness. The results showed that dipping treatments with 1% (S1) and 2% (S2) citric acid had significant effects on tomato physical properties. These effects were observed in moisture content on days 5 to 15, vitamin C from day 0 to day 15, and weight loss on days 5, 10, and 15. A significant effect on fruit firmness was observed on days 10 and 15. The type of packaging also significantly influenced the physical properties of tomatoes, particularly in moisture content on days 5 and 10. However, the combination of citric acid concentration and packaging type did not significantly affect the physical properties of tomatoes at any storage duration
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sistem monitoring dan penyiraman otomatis berbasis Internet of Things (IoT) yang didukung oleh logika fuzzy memberikan solusi inovatif dalam sektor pertanian dengan memungkinkan pemantauan kondisi tanaman secara langsung. Hal ini dapat dilakukan melalui sensor kelembapan tanah dan intensitas cahaya yang dipasang di lapangan, sehingga dapat memantau kondisi tanaman secara real-time. Data yang diperoleh dari sensor ini kemudian diproses oleh sistem untuk memberikan respon yang cepat dan akurat terhadap perubahan lingkungan yang terjadi di lapangan. Dengan penggunaan logika fuzzy, sistem dapat menganalisis data sensor dan membuat keputusan penyiraman yang optimal sesuai dengan kondisi tanah. Selama proses kalibrasi sensor kelembapan tanah, didapatkan nilai offset sebesar 1.43, yang didapatkan dari penyesuaian batas atas dan batas bawah pembacaan kelembapan tanah, guna meningkatkan ketepatan pengukuran kelembapan dan menghasilkan keputusan yang lebih akurat. Hasil pengujian sistem ini menunjukkan bahwa kecepatan penyiraman dapat disesuaikan berdasarkan tingkat kelembapan tanah dan intensitas cahaya yang terdeteksi oleh sensor. Misalnya, ketika tanah berada dalam kondisi kering (≤58%), pompa akan aktif dengan kecepatan tinggi (ON) untuk memenuhi kebutuhan air tanaman. Sementara itu, pada kondisi kelembapan tanah normal (62%–79%), pompa akan beroperasi dengan kecepatan sedang. Jika tanah tergolong basah (≥85%), pompa akan mati (OFF) karena penyiraman tidak lagi diperlukan. Meskipun intensitas cahaya turut berperan dalam pengoperasian pompa, keputusan utama tetap bergantung pada tingkat kelembapan tanah. Dalam kondisi intensitas cahaya rendah (±24.000 lux), pompa tetap beroperasi dengan kecepatan sedang selama kelembapan tanah dalam kategori normal. Pada intensitas cahaya sedang (±27.000–45.000 lux), kecepatan pompa akan disesuaikan dengan tingkat kelembapan tanah, dan berlaku untuk intensitas cahaya tinggi (±53.000–59.000 lux), untuk intensitas cahaya dilakukan dengan mengaktifkan mode tertinggi untuk memastikan akurasi sensor intensitas cahaya pada library. Sistem ini terbukti mampu menjaga kelembapan tanah dengan tepat tanpa pemborosan air. Dengan tingkat akurasi maksimal, sistem ini dapat berfungsi secara tepat dengan kebutuhan penyiraman berdasarkan kondisi tanah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tomat (Solanum lycopersicum L) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang sering dikonsumsi secara langsung sebagai sayur ataupun yang sudah jadi seperti olahan saus. Produksi tomat dapat mengalami penurunan akibat serangan hama. Salah satu metode untuk mengendalikan hama adalah dengan menanam tanaman refugia disekitar lahan budidaya. Tanaman refugia yang digunakan yaitu Zinnia elegans jacq, Cosmos caudatus, Tagetes ercta. Penelitian ini menggunakan Rancangan acak kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu : P0 = (kontrol tanpa refugia), P1 (Zinnia elegans jacq), P2 (Cosmos caudatus), P3 (Tagetes ercta ). Parameter yang diamati meliputi, indeks keanekaragaman serangga, indeks dominansi serangga, peran serangga dan Intensitas kerusakan. Data dianalisis menggunakan analisis Sidik Ragam dan diuji lanjut dengan DMRT. Berdasarkan hasil penelitian, indeks keanekaragaman tertinggi pada perlakuan P3 tanaman refugia Tagetes ercta L dengan nilai 1.55 dan dikategorikan indeks keragaman sedang. Indeks dominansi paling rendah pada perlakuan P3 tanaman refugia Tagetes ercta L dengan nilai 0.169 dan dikategorikan indeks dominansi rendah. Serangga yang diperoleh sebagai hama adalah Oxya hyla, Valanga nigricornis, Atractomorpha crenulata, Altica oleracea, Helicoverpa zea, Musca domestica dan Papillo demoleus. Predator adalah dari golongan Lasius niger, Cosmolestes picticeps, Monomorium pharaonis dan Sycanus collaris. Polinator adalah Acraea terpsicore, Apis mellifera, dan Isodontia mexicana. Sementara serangga pengurai adalah Gryllus bimaculatus.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tomat merupakan salah satu tanaman hortikultura yang telah banyak tersebar dibeberapa negara termasuk Indonesia. Tomat memiliki cita rasa yang unik, yakni perpaduan antara manis dan asam serta memiliki kandungan gizi yang dapat bermanfaat bagi kesehatan tubuh, sehingga menjadikan tomat banyak disukai oleh masyarakat,. Akan tetapi, tomat memiliki sifat mudah rusak (perishable), mudah terserang mikroba, serta memiliki masa simpan yang relatif pendek sehingga membutuhkan penanganan pasca panen yang tepat melalui edible coating. Salah satu alternatif yang dapat di lakukan adalah dengan menggunakan metode pelilinan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kulit ubi kayu dan cangkang kepiting dengan konsentrasi yang berbeda terhadap masa simpan buah tomat selama 20 hari penyimpanan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) 2 faktor yaitu konsentrasi pati (kulit ubi kayu) yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu P0= 0%, P1 = 1%, P2 = 2% dan P3 = 3%. Sedangkan konsentrasi kitosan (cangkang kepiting) yang terdiri dari 4 perlakuan C0 = 0%, C1 = 0,5%, C2 = 1% dan C3 = 1,5% . Parameter pengamatan dalam penelitian ini terdiri dari kadar air, kadar vitamin C dan susut bobot yang diamati setiap 10 hari selama 20 hari penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pati kulit ubi kayu 2% dikombinasi dengan kitosan cangkang kepiting 1% untuk melapisi buah tomat yang disimpan selama 20 hari mampu memperkecil penurunan kadar air dengan nilai dari 93,95% hingga 52,70%, mampu menekan laju penurunan vitamin C dengan nilai dari 39,10% hingga 33,10%, mampu menekan laju susut bobot dengan nilai dari 3,53% hingga 5,53%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Seiring dengan perkembangannya zaman yang telah maju. Kemajuan teknologipun semakian pesat, sesuatunya dapat dilakukan menjadih lebih mudah dan praktis. Perancangan dibuat dengan tujuan untuk membantu setiap pekerjaan manusia, seperti perancangan rak mesin penetas telur otomatis yang dapat membalikan telur yang dimana tidak dilakukan secara manual melainkan rak bekerja secara otomatis. Ada beberapa komponen yang membantu dalam proses kerja dari rak mesin telur secara otomatis. Fungsi rak yang dirancang dapat bergerak secara otomatis agar telur dapat berbalik dan panas telur bisa merata. Motor AC sebagai pengerak rak adalah motor AC yang memiliki kecepatan 5 RPM. Waktu bergeser ke kiri dan kanan adalah 6 detik dengan timer sebagai pengatur waktu agar rak dapat bergerak setiap 3 jam sekali dengan suhu 37°C. Termostat merupakan bagian yang menstabilkan suhu di dalam ruang penetasan. Kapasitas telur yang digunakan 10 butir. Adapun panjang rak, lebar rak dan tinggi rak yang dirancang, yaitu panjang (280mm), lebar (280mm) dan tinggi (40mm). Adapun pembatas-pembatas telur memiliki ukuran lebar di setiap pembatas telur (60mm), (50mm), (50mm) dan (60mm). Tingkat keberhasilan dari rak bergerak 100% dan tingkat keberhasilan penetasan 70%.
Kata kunci : Mesin penetas telur, Motor AC, Otomatis, Rak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Generator sinkron merupakan mesin-mesin listrik yang berfungsi untuk mengkonversi energi mekanik menjadi energi listrik. Generator sinkron mempunyai permasalahan yaitu ketidakstabilan tegangan pada saat perubahan beban, sehingga dibuthkan peralatan yang dapat mengendalikan kestabilan tegangan generator sinkron yaitu Automatic Voltage Regulator (AVR). AVR merupakan sebuah divais pengatur tegangan yang digunakan pada generator sinkron untuk menstabilkan tegangan keluaran yang dihasilkan dari generator sinkron. AVR bekerja dengan mengatur arus penguatan (excitacy) pada eksiter, apabila beban bertambah maka AVR akan memerintahkan eksiter untuk berkerja dengan menambah arus eksitasi sebaliknya apabila beban berkurang maka AVR akan memerintahkan eksiter untuk mengurangi arus eksitasi. Pada tugas akhir ini, untuk pengoptimalan tegangan generator sinkron agar konstan maka digunakan metode Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS). Adapun Traning data yang di gunakan, diproleh oleh Fuzzy Logic Control (FLC) pada penelitian sebelumnya mendesain sebagai acuan dalam pelatihan FIS menggunakan algoritma ANFIS. Kendali ANFIS bekerja dengan baik berdasarkan respon transien tegangan generator yang mengalami perubahan beban. Adapun hasil respon yang lebih baik dengan steady state 220,067 volt, relative optimal, settling time 6,65 s, overshoot 0,35% di bandingkan dengan kendali FLC pada penelitian sebelumnya diproleh respon dengan steady state 220,2 volt, settling time 7,75 s, dan overshoot 0,33%. Hasil yang diperoleh membuktikan bahwa kendali ANFIS sangat sesuai di gunakan dalam pengoptimalan tegangan generator sinkron tiga fasa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tomato plants are commodities with good market opportunities and are widely planted by farmers. Loss of production of tomato plants can be caused by pathogen attack, one of the pathogen that attack tomato plants is the fungus Fusarium oxysporum. The control technique was biological control using biological agents such as Trichoderma. This research was conducted to determine the dose of two brands of biopesticides with active ingredients, Trichoderma, which effectively controls F.oxysporum wilt disease in tomato plants. This research was conducted by researcher in the experimental field of the Faculty of Agriculture, University of Borneo Tarakan. This research was a one-factor study with a total of 5 trearments which were repeated fivve times with 3 sample plants for each replication. The treatments were B0 = Control, B1 = 2.5 g MaxTri-G per plant, B2 = 5 g MaxTri-G per plant, B3 = 2.5 g Trico-Z per plant, and B4 = 5 g Trico-Z per plant. The data obtained were analysed by variance and futher tested with the smallest significant difference test at 5% level. The results showed the Trichoderma treatment could suppress the intensity of F.oxysporum disease up to 62.4% (B1) and maintain maximum plant damage of 15 leaves with a leaf damage percentage of 68% (B1). Therefore, the plants could still produce up to 6.20 leaves and many fruits with an average weight of 50.69 grams.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) merupakan salah satu komoditas sayuran yang ada di Indonesia. Perbaikan sistem budidaya tomat terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil. Perbaikan sistem budidaya tomat dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan menggunakan komposisi media tanam, penggunaan media tanam juga merupakan faktor penting dalam peningkatan produksi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Juli 2021 di lahan penelitian Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan dan 1 kontrol di ulang sebanyak 9 kali ulangan sehingga didapatkan 36 unit percobaan. Dengan perbandingan 3:1:1 yaitu tanah, pupuk kandang dan perlakuan media tanam. Kemudian pada setiap perlakuan P0, P1, P2, P3 masing-masing memiliki 9 polibag sehingga jumlah keseluruhan 36 polibag.Jarak antar polybag 40 x 40 dengan ukuran polibag 30x40 cm. Dengan data yang diperoleh dapat dilakukan analisis data dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Jika terdapat perbedaan yang signifikan maka akan di lanjutkan pada UjiLSD (BNT) untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Faktor media tanam yang digunakan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun. Faktor media tanam yang digunakan sebagai perlakuan memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah duah dan tidak berpengaruh terhhadap berat buah dan diameter buah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Rafika Febriana. 15201010022. “Pengaruh Perkecambahan Benih Tanaman Tomat Dalam Konsentrasi Perendaman Natrium Hipoklori (NaOCl)” Dibimbing oleh Dr. Mardhiana, S.Hut, MP. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Tanaman tomat merupakan salah satu buah yang menghasilkan benih yang memiliki selaput daging/berlendir (pulp). Hal tersebut menyebabkan kendala dalam produksi benih. Adanya pulp dapat menyebabkan mudahnya cendawan tumbuh dan menghambat proses perkecambahan. Oleh karena itu untuk memisahkan pulp dari benih tomat dapat dilakukan dengan ekstraksi. Salah satu bahan yang dapat digunakan untuk ekstraksi adalah Natrium Hipoklorida (NaOCl).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perkecambahan benih tanaman tomat dalam konsentrasi perendaman natrium hiplokori( NaOCl) Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 1 faktor yaitu perendaman dengan menggunakan larutan NaOCl dengan konsentrasi yang berbeda, diulang sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 24 petak percobaan. Perlakuan dalam penelitian ini yaitu K0 (0% atau tanpa NaOCl), K1 (Konsentrasi NaOCl 1%), K2 (Konsentrasi NaOCl 2%), K3 (Konsentrasi NaOCl 3%), K4(Konsentrasi NaOCl 4%), K5 (Konsentrasi NaOCl 5%). Parameter pengamatan penelitian ini meliputi daya kecambah, kecepatan tumbuh benih, dan potensi tumbuh maksimum Hasil penelitian menunjukan bahwa parameter perlakuan konsentrasi NaOCl 3% (0.2875), memberikan rata-rata data yang cenderung lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya pada uji daya kecambah tanaman tomat. Pada parameter kecepatan tumbuh menunjukkan bahwa parameter dengan konsentrasi 1% (3.521), yang menunjukkan bahwa rata-rata kecepatan tumbuh yang lebih tinggi dibanding lainnya dan berbeda nyata dengan perlakuan 5% (1.083), untuk pengamatan potensi tumbuh maksimum bahwa konsentrasi 1% (0.388) menunjukkan rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan lainnya. Hasil analisis semua parameter menyatakan tidak ada perbedaan nyata dalam perlakuan perendaman benih tomat dengan konsentrasi NaOCl (Natrium Hipoklori).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENGARUH KONSENTRASI POC NASA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill). Abstrak Tomat (Lycopersicum esculentum Mill) merupakan tanaman yang termasuk dalam tanaman hortikultura. Buah tomat adalah Komoditas sayuran yang penting di Indonesia karena kebutuhan permintaan pasar terhadap komoditas ini dari tahun ke tahun terus meningkat. Agar pertumbuhan dan produksi tanaman tomat dapat optimal, maka diperlukan berbagai perlakuan, diantaranya adalah dengan pemupukan yang tepat dan seimbang. Selain pupuk organik padat juga diperlukan pupuk organik cair yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi kendala produksi pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh POC NASA dan mengetahui konsentrasi optimal pupuk organik cair NASA yang mampu memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Faktor konsentrasi POC NASA yang diaplikasikan N0=Tanpa pemberian POC NASA, N1=1 cc/liter air, N2=2 cc/liter air, N3= 4cc/liter air, N4= 6cc/liter air. Pelaksanan penenelitian yang digunakan Penyemaian, Persiapan Lahan, Pemupukan, Penanaman, Aplikasi Pupuk Organik Cair (POC NASA), Pemeliharaan dan Panen. Hasil penelitian menunjukan analisis sidik ragam menjukan bahwa pemberian POC NASA berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman tomat. Hasil penelitian menunjukan Pupuk Organik cair NASA pada konsentrasi 6 cc/ltr berpengaruh nyata terhadap jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman, dan jumlah buah perpetak tetapi tidak berpengaruh nyata terhadapt variabel tinggi tanaman, diameter batang, jumlah perbuah, berat perbuah dan berat buah perpetak. Kesimpulan dari penelitian ini pemberian beberapa konsentrasi pupuk organik cair NASA berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman tomat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif pendekatan yang digunakan adalah pendekatan undang-undang dan pendekatan konseptual. Penelitian ini dengan menggunakan tiga bahan hukum yaitu bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Bahan huk primer yaitu peraturan perundang-undangan yang terkait dengan penelitian ini. Bahan hukum sekunder yaitu literatur yang berkaitan dengan penelitian yang dibahas, serta bahan hukum tersier. Hasil studi menunjukan bahwa Apabila terjadi kesalahan mutasi dana dalam mesin ATM merupakan kelalaian pihak Bank, maka pihak bank mempunyai kewajiban untuk memberikan ganti kerugian kepada nasabah, serta pihak bank tidak melakukan kegiatan dengan menerapkan prinsip kehati-hatian sebagaimana diatur dalah UU Perbankan. Ketentuan mengenai besar ganti-rugi yang harus di berikan oleh pihak bank tidak di atur didalam Undang-Undang No.10 Tahun 1998 tentang Perbankan. Untuk menentukan besarnya ganti kerugian berdasarkan atas perjanjian yang telah Pihak bank dengan nasabah. Perjanjian yang dimaksud adalah perjanjian mengenai penggunaan produk dan fasilitas perbankan, dimana pihak nasabah sepakat menggunakan fasilitas bank yaitu kartu ATM. Mengingat asas perjanjian kepastian hukum atau asas sunt servanda yang berarti perjanjian yang dibuat harus ditaati dan dipatuhi serta di anggap sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya. Upaya penyelesaian jika terjadi transaksi melalui ATM yang merugikan nasabah adalah dapat dilakukan melalui dua jalur, yaitu jalur di luar peradilan (non litigasi) dan jalur peradilan (litigasi). Jalur di luar peradilan meliputi mediasi, konsiliasi, dan arbitrase yang merupakan bentuk penyelesaian sengketa yang dibebankan menjadi tugas Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). Sedangkan penyelesaian melalui peradilan dilakukan dengan mengajukan gugatan dengan alas hak wanprestasi maupun perbuatan melawan hukum.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Energi listrik merupakan satu dari kebutuhan pokok di era sekarang, sebagian besar aktifitas manusia membutuhkan energi listrik, Maka peningkatan akan kebutuhan energi listrik pun bertambah, mengakibatkan permasalahan pada sistem bertambah. Ketidakstabilan pada tegangan dapat mengakibatkan pula permasalahan pada sistem dan buruknya kualitas daya listrik. Adanya sistem proteksi maka perangkat yang berhubungan dengan listrik akan menjadi aman dan terhindar dari kerusakan. Auto Voltage Regulator digunakan untuk memperbaiki nilai tegangan pada titik dimana alat itu dipasang. Auto Voltage Regulator (AVR) yang sering digunakan merupakan tipe autotransformator. Pada penelitian ini mengimplementasikan dimmer PWM (Pulse Width modulation) sebagai AVR. Dimmer merupakan rangkaian elektronika yang memodifikasi bentuk sinyal AC (Alternative Current) murni menjadi sinyal termodulasi sehingga tegangan keluaran dapat diatur. Hasil dari pengujian dengan memberikan berbagai macam nilai masukkan tegangan yang berbeda-beda. Didapatkan sistem dengan memberikan nilai input sebesar 195 dengan keluaran sistem juga sebesar 194, tetapi bila sistem diberikan masukkan diatas Set Point maka sistem mampu menurunkan tegangan sampai dengan 220 volt.