Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Subjek: Otomatis
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Rancang Bangun Alat Pemberi Pakan Ikan Otomatis

•

RANCANG BANGUN ALAT PEMBERI PAKAN IKAN OTOMATIS Nama Mahasiswa : Marisal NPM : 15.301020.033 Dosen Pembimbing : Mulyadi, S.T., M.T. ABSTRAK Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah rumah tangga Perikanan budidaya menurut Kabupaten/Kota dan jenis budidaya diprovinsi Kalimantan Utara, berjumlah 10.282 rumah tangga. Hal tersebut diambil dari komoditas budidaya laut, tambak, kolam keramba dan sawah. Dari data tersebut, ikan menjadi solusi yang baik di bidang bisnis budidaya. Hanya saja masalah yang sering dialami pembudidaya ikan ialah ikan yang sakit bahkan mati yang disebabkan oleh pemberian pakan yang kurang efisien. Kegiatan pemberian pakan ikan terkadang mengalami keterlambatan dan tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, sehingga dapat mempengaruhi pertumbuhan ikan dan membahayakan keadaan ikan. Pada penelitian ini dirancang sistem pemberi pakan ikan yang bekerja secara otomatis, alat tersebut bekerja sesuai dengan jadwal pakan ikan dengan frekuensi pakan tiga kali sehari yaitu pagi, sore dan malam. Dari pakan otomatis ini sistem akan berhenti yang disebabkan oleh sensor accelerometer. Sensor accelerometer ADXL335 tersebut berfungsi untuk mengetahui apakah ikan masih lapar atau sudah kenyang dengan menggunakan tiga parameter yaitu sumbu x, y dan z, sumbu ini yang digunakan untuk menentukan nilai acuan dan nilai yang didapatkan untuk masing-masing sumbu x= 329, 330, 331, sumbu y=339, 340, 341 dan sumbu z= 349, 350, 351. Sedangkan untuk mengetahui jumlah pakan habis maka digunakan sensor load cell, keluaran dari load cell akan dikirim menuju smartphone dengan menggunakan aplikasi blynk dan akan ditampilkan pesan bahwa pakan hampir habis jika berat pakan yang terbaca 50 gram ke bawah. Sistem pemantau ini telah terhubung dengan modul NodeMCU ESP8266 sebagai IoT sehingga dapat dipantau dari jarak jauh. Untuk rata-rata total pengujian yang didapatkan yaitu 80 gram dengan kebutuhan 82.5 gram, maka untuk tingkat keberhasilan sistem ini yaitu 96,96%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Penempatan Penutup Balik Otomatis Terhadap Penurunan Jatuh Tegangan Pada Penyulang 3 Sistem Distribusi 20 Kv Di PT. PLN (Persero) Rayon Nunukan

2026•

Gangguan pada jaringan distribusi dapat menurunkan keandalan penyaluran tenaga listrik dan menyebabkan jatuh tegangan. Salah satu upaya untuk mengatasi kondisi tersebut adalah melalui penambahan Penutup Balik Otomatis (PBO) pada lokasi yang tepat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penempatan penambahan Penutup Balik Otomatis terhadap koordinasi proteksi, tingkat keandalan, dan kualitas tegangan pada Penyulang Nunukan 3 PT. PLN (Persero) Rayon Nunukan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penempatan Penutup Balik Otomatis di Jalan Sei Apok memberikan peningkatan kinerja sistem. Nilai SAIDI berkurang dari 17,04 menjadi 7,91 jam/pelanggan/tahun (53,6%), sedangkan SAIFI turun dari 3,12 menjadi 1,66 kali/pelanggan/tahun (46,8%). Selain itu, jatuh tegangan menurun dari 151,96 Volt (0,75%) menjadi 143,24 Volt (0,71%) atau membaik sebesar 5,74%. Koordinasi OCR dan GFR pada Penutup Balik Otomatis juga mampu mengisolasi gangguan secara selektif sehingga kontinuitas pelayanan menjadi lebih baik. Dengan demikian, melalui penambahan Penutup Balik Otomatis terbukti efektif dalam meningkatkan keandalan sistem distribusi sekaligus memperbaiki kualitas tegangan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

RANCANG BANGUN SISTEM PAKAN IKAN OTOMATIS DAN PEMANTAUAN KEKERUHAN AIR AKUARIUM IKAN HIAS BERBASIS INTERNET OF THINGS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perawatan ikan hias di akuarium seringkali terhambat oleh ketidakteraturan pemberian pakan dan kesulitan dalam memantau kondisi air, khususnya tingkat kekeruhan, yang dapat membahayakan kesehatan ikan. Tujuan penelitian ini adalah merancang dan mengembangkan sistem pemberian pakan otomatis serta pemantauan kekeruhan air berbasis Internet of Things (IoT), yang akan membantu mengatasi masalah-masalah tersebut. Sistem ini dikembangkan menggunakan mikrokontroler ESP32, sensor Turbidity SEN0189, sensor Ultrasonik HC-SR04, motor servo SG90, modul RTC DS3231, dan platform Blynk untuk menampilkan data secara real-time. Beberapa sensor yang digunakan dalam sistem ini telah dilakukan kalibrasi dan secara keseluruhan sistem telah diuji dalam beberapa jenis pengujian, diantaranya pengujian monitoring tingkat kekeruhan air, pemberian pakan otomatis dan pengujian koneksi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu memonitoring kekeruhan air sekligus pemberian pakan secara otomatis selama 2 x 24 (48 jam) penuh dengan akurasi total sebesar 91,67%. Selama pengujian sistem pemberian pakan selama 7 hari (14 kali uji coba), sistem berhasil menjalankan seluruh jadwal pemberian pakan dua kali sehari tanpa satu pun kegagalan, dengan tingkat akurasi 100% dan waktu tunda rata-rata 1,9 detik. Sementara itu, saat pengujian koneksi ke IoT, sistem menunjukkan kinerja yang sangat baik dengan akurasi transmisi data 100% dan packet loss (0%) pada jarak 3 hingga 15 meter dari sumber Wi-Fi, meskipun latency meningkat dari 124,94 ms menjadi 419,86 ms seiring bertambahnya jarak. Secara keseluruhan, sistem ini telah membuktikan kemampuannya untuk memberi makan ikan secara otomatis dan memantau kekeruhan air di akuarium secara real-time. Dengan demikian, sistem ini dapat menjadi solusi praktis bagi para pecinta ikan hias yang ingin menyederhanakan perawatan akuarium sehari-hari.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Prototype Pengendalian SIstem Penutup Atap dan Kipas Otomatis untuk Jemuran Pakaian (Studi Kasus Pada Cuaca Kota Tarakan)

2026•

Cuaca yang tidak menentu di Kota Tarakan sering mengganggu proses penjemuran pakaian karena hujan dapat turun secara tiba-tiba dan menyebabkan pakaian kembali basah. Penelitian ini merancang Prototypesistem penutup atap dan kipas otomatis berbasis Internet of Things (IoT). Sistem menggunakan sensor Raindrop untuk membaca nilai ADC hujan dan tidak hujan serta sensor LDR untuk mengukur intensitas cahaya dalam satuan lux dengan kategori Cerah dan Tidak Cerah. Data diproses oleh NodeMCU ESP32 untuk mengendalikan motor DC dalam membuka dan menutup atap serta mengaktifkan kipas sebagai alat bantu pengeringan. Sistem terintegrasi dengan aplikasi Blynk untuk pemantauan dan kontrol jarak jauh secara real-time. Mode otomatis bekerja saat nilai ADC Raindrop >600 dan nilai lux LDR 300, sedangkan mode manual dikendalikan melalui Blynk. Hasil kalibrasi sensor LDR menunjukkan nilai lux 0–300 dikategorikan Tidak Cerah dan 300–50.000 lux sebagai Cerah. Sensor Raindrop dengan ADC 0–600 menunjukkan Tidak Hujan dan 600–4095 menunjukkan Hujan. Pengujian pada tanggal 16–17 Februari 2026 sebanyak 20 data menunjukkan tingkat kesesuaian 100%. Sebanyak 19 pengujian mencatat ADC 0 (Tidak Hujan) dengan intensitas cahaya 3,78–144.417 lux, dan pada seluruh kondisi tersebut atap terbuka serta kipas OFF. Pada tanggal 16 Februari 2026 pukul 12.17 tercatat lux 31.651 dan ADC 798, sistem mendeteksi Hujan dalam kondisi Cerah sehingga atap menutup dan kipas ON sesuai logika. Integrasi Blynk menghasilkan akurasi pengiriman data 100%, Packet loss 0%, dan rata-rata Latency47 ms pada jarak 3–15 meter. Sistem bekerja optimal dan responsif terhadap perubahan cuaca.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PROTOTYPE SISTEM VENTILASI PENGENDALIAN KUALITAS UDARA PADA RUANG LAUNDRY MENGGUNAKAN RULE BASED BERBASIS IOT

2025•

.Kualitas udara yang buruk di ruang laundry dapat memengaruhi kenyamanan, kesehatan pengguna, dan efisiensi operasional. Hal ini disebabkan oleh tingginya paparan uap kimia, kelembapan berlebih, dan suhu tinggi yang dapat menciptakan lingkungan tidak sehat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan prototipe sistem ventilasi otomatis untuk pengendalian kualitas udara di ruang laundry berbasis Internet of ThingsF (IoT) dengan metode rule-based. Sistem ini menggunakan sensor MQ-135 untuk mendeteksi gas CO, sensor DHT22 untuk mengukur suhu dan kelembapan, serta platform Blynk IoT untuk monitoring dan kontrol jarak jauh. Metode rule-based mengklasifikasikan kondisi udara menjadi tiga kategori (Normal, Waspada, dan Bahaya), kemudian mengaktifkan kipas exhaust, LED indikator, dan buzzer secara otomatis sesuai tingkat bahaya yang terdeteksi. Hasil penelitian menunjukkan sistem bekerja dengan baik selama pengujian tiga hari (8-10 Desember 2025) dengan total 360 sampel data. Metode rule-based berhasil mengklasifikasikan kondisi udara dengan tingkat akurasi 100%, mampu mendeteksi lonjakan tertinggi dengan suhu 34.8°C, kelembaban 68%, dan CO 60 ppm, serta menurunkan kondisi secara otomatis melalui aktivasi kipas exhaust. Analisis akurasi sensor menunjukkan sensor suhu DHT22 mencapai 97,840%, sensor kelembaban DHT22 mencapai 84,652%, dan sensor gas MQ-135 mencapai 92,442%, sehingga akurasi sistem keseluruhan mencapai 91,645%. Integrasi dengan platform Blynk IoT mencapai tingkat keberhasilan pengiriman data 100%, packet loss 0% (sangat baik berdasarkan standar TIPHON), dan latency 194,25 ms (baik). Sistem terbukti layak dan andal untuk meningkatkan kualitas udara secara otomatis dan responsif, meskipun terdapat keterbatasan pada akurasi sensor kelembaban dan sensor gas CO, serta dapat diadaptasi untuk penggunaan di berbagai lingkungan dengan kebutuhan serupa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IMPLEMENTASI SISTEM MONITORING DAN PENYIRAMAN OTOMATIS TANAMAN CABAI RAWIT BERBASIS INTERNET OF THINGS DENGAN LOGIKA FUZZY MAMDANI

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sistem monitoring dan penyiraman otomatis berbasis Internet of Things (IoT) yang didukung oleh logika fuzzy memberikan solusi inovatif dalam sektor pertanian dengan memungkinkan pemantauan kondisi tanaman secara langsung. Hal ini dapat dilakukan melalui sensor kelembapan tanah dan intensitas cahaya yang dipasang di lapangan, sehingga dapat memantau kondisi tanaman secara real-time. Data yang diperoleh dari sensor ini kemudian diproses oleh sistem untuk memberikan respon yang cepat dan akurat terhadap perubahan lingkungan yang terjadi di lapangan. Dengan penggunaan logika fuzzy, sistem dapat menganalisis data sensor dan membuat keputusan penyiraman yang optimal sesuai dengan kondisi tanah. Selama proses kalibrasi sensor kelembapan tanah, didapatkan nilai offset sebesar 1.43, yang didapatkan dari penyesuaian batas atas dan batas bawah pembacaan kelembapan tanah, guna meningkatkan ketepatan pengukuran kelembapan dan menghasilkan keputusan yang lebih akurat. Hasil pengujian sistem ini menunjukkan bahwa kecepatan penyiraman dapat disesuaikan berdasarkan tingkat kelembapan tanah dan intensitas cahaya yang terdeteksi oleh sensor. Misalnya, ketika tanah berada dalam kondisi kering (≤58%), pompa akan aktif dengan kecepatan tinggi (ON) untuk memenuhi kebutuhan air tanaman. Sementara itu, pada kondisi kelembapan tanah normal (62%–79%), pompa akan beroperasi dengan kecepatan sedang. Jika tanah tergolong basah (≥85%), pompa akan mati (OFF) karena penyiraman tidak lagi diperlukan. Meskipun intensitas cahaya turut berperan dalam pengoperasian pompa, keputusan utama tetap bergantung pada tingkat kelembapan tanah. Dalam kondisi intensitas cahaya rendah (±24.000 lux), pompa tetap beroperasi dengan kecepatan sedang selama kelembapan tanah dalam kategori normal. Pada intensitas cahaya sedang (±27.000–45.000 lux), kecepatan pompa akan disesuaikan dengan tingkat kelembapan tanah, dan berlaku untuk intensitas cahaya tinggi (±53.000–59.000 lux), untuk intensitas cahaya dilakukan dengan mengaktifkan mode tertinggi untuk memastikan akurasi sensor intensitas cahaya pada library. Sistem ini terbukti mampu menjaga kelembapan tanah dengan tepat tanpa pemborosan air. Dengan tingkat akurasi maksimal, sistem ini dapat berfungsi secara tepat dengan kebutuhan penyiraman berdasarkan kondisi tanah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Rancang Bangun Sistem Penggerak Otomatis Pada Mesin Penetas Telur

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Seiring dengan perkembangannya zaman yang telah maju. Kemajuan teknologipun semakian pesat, sesuatunya dapat dilakukan menjadih lebih mudah dan praktis. Perancangan dibuat dengan tujuan untuk membantu setiap pekerjaan manusia, seperti perancangan rak mesin penetas telur otomatis yang dapat membalikan telur yang dimana tidak dilakukan secara manual melainkan rak bekerja secara otomatis. Ada beberapa komponen yang membantu dalam proses kerja dari rak mesin telur secara otomatis. Fungsi rak yang dirancang dapat bergerak secara otomatis agar telur dapat berbalik dan panas telur bisa merata. Motor AC sebagai pengerak rak adalah motor AC yang memiliki kecepatan 5 RPM. Waktu bergeser ke kiri dan kanan adalah 6 detik dengan timer sebagai pengatur waktu agar rak dapat bergerak setiap 3 jam sekali dengan suhu 37°C. Termostat merupakan bagian yang menstabilkan suhu di dalam ruang penetasan. Kapasitas telur yang digunakan 10 butir. Adapun panjang rak, lebar rak dan tinggi rak yang dirancang, yaitu panjang (280mm), lebar (280mm) dan tinggi (40mm). Adapun pembatas-pembatas telur memiliki ukuran lebar di setiap pembatas telur (60mm), (50mm), (50mm) dan (60mm). Tingkat keberhasilan dari rak bergerak 100% dan tingkat keberhasilan penetasan 70%. Kata kunci : Mesin penetas telur, Motor AC, Otomatis, Rak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail