ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
.Kualitas udara yang buruk di ruang laundry dapat memengaruhi kenyamanan, kesehatan pengguna, dan efisiensi operasional. Hal ini disebabkan oleh tingginya paparan uap kimia, kelembapan berlebih, dan suhu tinggi yang dapat menciptakan lingkungan tidak sehat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan prototipe sistem ventilasi otomatis untuk pengendalian kualitas udara di ruang laundry berbasis Internet of ThingsF (IoT) dengan metode rule-based. Sistem ini menggunakan sensor MQ-135 untuk mendeteksi gas CO, sensor DHT22 untuk mengukur suhu dan kelembapan, serta platform Blynk IoT untuk monitoring dan kontrol jarak jauh. Metode rule-based mengklasifikasikan kondisi udara menjadi tiga kategori (Normal, Waspada, dan Bahaya), kemudian mengaktifkan kipas exhaust, LED indikator, dan buzzer secara otomatis sesuai tingkat bahaya yang terdeteksi. Hasil penelitian menunjukkan sistem bekerja dengan baik selama pengujian tiga hari (8-10 Desember 2025) dengan total 360 sampel data. Metode rule-based berhasil mengklasifikasikan kondisi udara dengan tingkat akurasi 100%, mampu mendeteksi lonjakan tertinggi dengan suhu 34.8°C, kelembaban 68%, dan CO 60 ppm, serta menurunkan kondisi secara otomatis melalui aktivasi kipas exhaust. Analisis akurasi sensor menunjukkan sensor suhu DHT22 mencapai 97,840%, sensor kelembaban DHT22 mencapai 84,652%, dan sensor gas MQ-135 mencapai 92,442%, sehingga akurasi sistem keseluruhan mencapai 91,645%. Integrasi dengan platform Blynk IoT mencapai tingkat keberhasilan pengiriman data 100%, packet loss 0% (sangat baik berdasarkan standar TIPHON), dan latency 194,25 ms (baik). Sistem terbukti layak dan andal untuk meningkatkan kualitas udara secara otomatis dan responsif, meskipun terdapat keterbatasan pada akurasi sensor kelembaban dan sensor gas CO, serta dapat diadaptasi untuk penggunaan di berbagai lingkungan dengan kebutuhan serupa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Udara merupakan salah satu unsur penting bagi kehidupan makhluk hidup. Kualitas udara yang buruk dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan, terutama jika mengandung gas berbahaya seperti amonia (NH₃), benzena (C₆H₆), dan alkohol (C₂H₅OH). Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem monitoring kualitas udara berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan WeMos D1 R2, sensor MQ-135, dan metode Fuzzy Tsukamoto sebagai sistem pendukung keputusan. Data konsentrasi gas yang diperoleh sensor dikonversi ke ppm, kemudian diolah menggunakan fuzzy Tsukamoto untuk menentukan kategori kualitas udara Baik, Sedang, atau Buruk, dengan hasil pemantauan ditampilkan secara real-time melalui aplikasi Blynk. Hasil kalibrasi sensor MQ-135 menggunakan tiga sampel gas menunjukkan rata-rata error sebesar 5,02% dengan tingkat akurasi 94,98%, masing-masing dengan error pembacaan gas amonia 5,81%, alkohol 4,18%, dan benzena 5,08%. Setelah proses kalibrasi, sistem diuji secara real-time terhadap 15 sampel data yang diambil pada pagi, siang, dan sore selama lima hari. Hasil pengujian menunjukkan akurasi klasifikasi sebesar 100% dibandingkan dengan standar ISPU, dengan rata-rata nilai Z fuzzy sebesar 4,14 yang termasuk kategori Baik (0–50). Kondisi ini menunjukkan konsentrasi gas berbahaya masih sangat rendah dan tidak berisiko terhadap kesehatan maupun lingkungan. Selain itu, perbandingan nilai Z manual dan sistem menunjukkan konsistensi yang baik dengan nilai Mean Absolute Error (MAE) 1,40, Root Mean Square Error (RMSE) 2,49, dan Error Relatif 17,69%. Kemudian, kinerja IoT sistem usulan dalam mengirim dan menerima data dari jarak 1-10 meter berhasil mendapatkan nilai rata-rata untuk Packet Loss 3,6% dan Latency 285,2 ms dalam kategori bagus. Penelitian ini menunjukkan bahwa sistem monitoring yang dikembangkan mampu memberikan informasi kualitas udara secara real-time, serta berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut melalui penambahan sensor polutan lain, perluasan cakupan area penelitian, dan integrasi basis data berbasis cloud guna mendukung analisis jangka panjang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pulau Bunyu merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Bulungan dan memiliki sumber daya alam berlimpah, sehingga membuat Pulau Bunyu banyak dilirik oleh perusahaan – perusahaan pertambangan besar untuk mengambil dan mengolah hasil sumber daya alam tersebut, yang mungkin dapat merubah kualitas udara disekitar area pertambangan menjadi kurang baik. Pada penelitian ini akan dirancang sebuah alat yang memiliki sensor elektronik sebagai piranti masukan, mikrokontroler NodeMCU ESP8266 sebagai piranti proses, dan penampil Aplikasi Blynk sebagai piranti keluaran. Penelitian ini dilakukan 2 tahap pengujian yaitu pada sensor GP2Y1010AU0F dan perangkat lunak Aplikasi Blynk. Pada pengujian sensor dilakukan dengan cara menguji error alat dan dilanjutkan menguji tegangan menggunkan 3 sampel berupa asap, abu kertas, dan debu untuk menguji tegangan terhadap dust density. Pada pengujian error didapatkan hasil yang tidak terlalu besar yaitu 1,43% dan 1,67% nilai error, dan pada pengujian tegangan didapatkan hasil yang berbeda-beda pada pengujian sampel sesuai dengan kepadatan masing-masing sampel. Sedangkan pada tahap pengujian perangkat lunak aplikasi Blynk dilakukan didalam ruangan dan diluar ruangan, pada pengujian perangkat lunak didapatkan hasil yang baik dimana aplikasi Blynk akan menampilkan notifitkasi apabila debu yang terbaca berada diatas ambang batas.