ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Ruang server adalah area penting yang harus dijaga stabil agar perangkat keras seperti server, router, dan switch dapat bekerja dengan baik. Suhu dan kelembapan udara, serta kemungkinan asap yang dapat menyebabkan kebakaran, adalah komponen penting yang memengaruhi kinerja perangkat tersebut. Suhu dan kelembapan udara yang tidak terkendali dapat menurunkan kinerja perangkat jaringan dan bahkan dapat menyebabkan kerusakan permanen. Akibatnya, untuk mengurangi kerusakan dan memastikan keberlangsungan operasional server, diperlukan sistem pemantauan otomatis yang dapat mengidentifikasi kondisi lingkungan ruang server secara real-time. Penelitian ini mengusulkan implementasi sistem deteksi otomatis suhu, kelembapan, serta keberadaan asap berbasis NodeMCU ESP8266 yang terintegrasi dengan sensor DHT11 dan MQ-2 menggunakan metode rulebase untuk mengambil keputusan berdasarkan data dari sensor. Pengambilan keputusan dilakukan menggunakan metode rule base, di mana data sensor diproses dan diklasifikasikan menjadi normal atau tidak normal berdasarkan aturan tertentu. Untuk meningkatkan akurasi, sensor dikalibrasi. Sensor DHT11 menunjukkan kesalahan sebesar 0,01% dalam pengukuran suhu dan kelembapan, dan sensor MQ-2 dikalibrasi dengan ambang batas ≤ 300 ppm untuk kondisi aman tanpa asap. Hasil pengujian sistem dilakukan selama satu hari penuh dengan 28 data sampel yang dikumpulkan secara real-time di ruang server UPT TIK UBT. Hasil menunjukkan bahwa sistem dapat bekerja dengan akurasi 100%, tanpa kehilangan paket (0%), dan memiliki latency rata-rata 91,53 milidetik, yang menunjukkan kinerja komunikasi data yang stabil. Hasil ini menunjukkan bahwa desain sistem dapat beroperasi dengan baik dan menghasilkan hasil yang optimal. Oleh karena itu, sistem deteksi otomatis suhu, kelembapan, dan asap berbasis Internet of Things yang dikembangkan tidak hanya memastikan bahwa kondisi ruang server tetap stabil, tetapi juga membantu proses pemantauan jarak jauh menjadi lebih mudah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sistem pemantauan perairan pada Sungai Buaya di pulau bunyu menjadi hal yang sangat penting dilakukan, karena air pasang yang terlalu tinggi yang mengakibatkan rumah warga terendam banjir. Pada penelitian ini dibuat sebuah alat yaitu alat yang dapat memantau kelajuan air dan ketinggian air sungai ketika air pasang menggunakan teknologi Internet of Things. Sistem pemantuan ini menggunakan NodeMCU ESP8266 yang sudah terdapat Wi-Fi, sensor water level, sensor water flow dan buzzer. Sistem ini diaplikasikan untuk memantau kelajuan air sungai ketika pasang dan ketinggian air sungai dengan menggunakan aplikasi blynk. Prinsip kerja sistem ini sensor water flow dan sensor water level akan terbaca dan mengirimkan data tersebut pada aplikasi blynk sehingga dapat mengetahui nilai kelajuan air sungai dan ketinggian, dan notifikasi berupa text dan buzzer dapat merespon sebagai peringatan dini untuk daerah sekitar Sungai Buaya. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa sistem ini mampu berkerja dengan baik untuk menjadi sebuah peringatan dini pada debit dan ketinggian air sungai di daerah Sungai Buaya. Dimana pada hasil data sensor water level nilai error sebesar 2,15% dan nilai akurasi sebesar 97,86%. Pada pengujian notifikasi pada aplikasi blynk pembacaan ketika air sungai menyentuh sensor dan didapatkan nilai rata-rata delay sebesar 1,728 detik dan untuk respon delay buzzer pada aplikasi blynk didapatkan nilai rata-rata 0,622 detik. Pada hasil sensor water flow didapatkanlah nilai error sebesar 5,75% dan nilai akurasi sebesar 94,25%. Dengan luas penampang daerah sungai buaya sebesar 21,052 m^2 sehingga nilai keseluruhan debit yang didapatkan sebesar 5,073 m^3/det.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pulau Bunyu merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Bulungan dan memiliki sumber daya alam berlimpah, sehingga membuat Pulau Bunyu banyak dilirik oleh perusahaan – perusahaan pertambangan besar untuk mengambil dan mengolah hasil sumber daya alam tersebut, yang mungkin dapat merubah kualitas udara disekitar area pertambangan menjadi kurang baik. Pada penelitian ini akan dirancang sebuah alat yang memiliki sensor elektronik sebagai piranti masukan, mikrokontroler NodeMCU ESP8266 sebagai piranti proses, dan penampil Aplikasi Blynk sebagai piranti keluaran. Penelitian ini dilakukan 2 tahap pengujian yaitu pada sensor GP2Y1010AU0F dan perangkat lunak Aplikasi Blynk. Pada pengujian sensor dilakukan dengan cara menguji error alat dan dilanjutkan menguji tegangan menggunkan 3 sampel berupa asap, abu kertas, dan debu untuk menguji tegangan terhadap dust density. Pada pengujian error didapatkan hasil yang tidak terlalu besar yaitu 1,43% dan 1,67% nilai error, dan pada pengujian tegangan didapatkan hasil yang berbeda-beda pada pengujian sampel sesuai dengan kepadatan masing-masing sampel. Sedangkan pada tahap pengujian perangkat lunak aplikasi Blynk dilakukan didalam ruangan dan diluar ruangan, pada pengujian perangkat lunak didapatkan hasil yang baik dimana aplikasi Blynk akan menampilkan notifitkasi apabila debu yang terbaca berada diatas ambang batas.