Abstrak
Ruang server adalah area penting yang harus dijaga stabil agar perangkat keras seperti server, router, dan switch dapat bekerja dengan baik. Suhu dan kelembapan udara, serta kemungkinan asap yang dapat menyebabkan kebakaran, adalah komponen penting yang memengaruhi kinerja perangkat tersebut. Suhu dan kelembapan udara yang tidak terkendali dapat menurunkan kinerja perangkat jaringan dan bahkan dapat menyebabkan kerusakan permanen. Akibatnya, untuk mengurangi kerusakan dan memastikan keberlangsungan operasional server, diperlukan sistem pemantauan otomatis yang dapat mengidentifikasi kondisi lingkungan ruang server secara real-time. Penelitian ini mengusulkan implementasi sistem deteksi otomatis suhu, kelembapan, serta keberadaan asap berbasis NodeMCU ESP8266 yang terintegrasi dengan sensor DHT11 dan MQ-2 menggunakan metode rulebase untuk mengambil keputusan berdasarkan data dari sensor. Pengambilan keputusan dilakukan menggunakan metode rule base, di mana data sensor diproses dan diklasifikasikan menjadi normal atau tidak normal berdasarkan aturan tertentu. Untuk meningkatkan akurasi, sensor dikalibrasi. Sensor DHT11 menunjukkan kesalahan sebesar 0,01% dalam pengukuran suhu dan kelembapan, dan sensor MQ-2 dikalibrasi dengan ambang batas ≤ 300 ppm untuk kondisi aman tanpa asap. Hasil pengujian sistem dilakukan selama satu hari penuh dengan 28 data sampel yang dikumpulkan secara real-time di ruang server UPT TIK UBT. Hasil menunjukkan bahwa sistem dapat bekerja dengan akurasi 100%, tanpa kehilangan paket (0%), dan memiliki latency rata-rata 91,53 milidetik, yang menunjukkan kinerja komunikasi data yang stabil. Hasil ini menunjukkan bahwa desain sistem dapat beroperasi dengan baik dan menghasilkan hasil yang optimal. Oleh karena itu, sistem deteksi otomatis suhu, kelembapan, dan asap berbasis Internet of Things yang dikembangkan tidak hanya memastikan bahwa kondisi ruang server tetap stabil, tetapi juga membantu proses pemantauan jarak jauh menjadi lebih mudah.