SISTEM MONITORING KUALITAS UDARA BERBASIS WEMOS D1R2 DAN SENSOR MQ-135 TERINTEGRASI METODE FUZZY TSUKAMOTO DI DESA MANGKUPADI
Udara merupakan salah satu unsur penting bagi kehidupan makhluk hidup. Kualitas udara yang buruk dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan, terutama jika mengandung gas berbahaya seperti amonia (NH₃), benzena (C₆H₆), dan alkohol (C₂H₅OH). Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem monitoring kualitas udara berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan WeMos D1 R2, sensor MQ-135, dan metode Fuzzy Tsukamoto sebagai sistem pendukung keputusan. Data konsentrasi gas yang diperoleh sensor dikonversi ke ppm, kemudian diolah menggunakan fuzzy Tsukamoto untuk menentukan kategori kualitas udara Baik, Sedang, atau Buruk, dengan hasil pemantauan ditampilkan secara real-time melalui aplikasi Blynk. Hasil kalibrasi sensor MQ-135 menggunakan tiga sampel gas menunjukkan rata-rata error sebesar 5,02% dengan tingkat akurasi 94,98%, masing-masing dengan error pembacaan gas amonia 5,81%, alkohol 4,18%, dan benzena 5,08%. Setelah proses kalibrasi, sistem diuji secara real-time terhadap 15 sampel data yang diambil pada pagi, siang, dan sore selama lima hari. Hasil pengujian menunjukkan akurasi klasifikasi sebesar 100% dibandingkan dengan standar ISPU, dengan rata-rata nilai Z fuzzy sebesar 4,14 yang termasuk kategori Baik (0–50). Kondisi ini menunjukkan konsentrasi gas berbahaya masih sangat rendah dan tidak berisiko terhadap kesehatan maupun lingkungan. Selain itu, perbandingan nilai Z manual dan sistem menunjukkan konsistensi yang baik dengan nilai Mean Absolute Error (MAE) 1,40, Root Mean Square Error (RMSE) 2,49, dan Error Relatif 17,69%. Kemudian, kinerja IoT sistem usulan dalam mengirim dan menerima data dari jarak 1-10 meter berhasil mendapatkan nilai rata-rata untuk Packet Loss 3,6% dan Latency 285,2 ms dalam kategori bagus. Penelitian ini menunjukkan bahwa sistem monitoring yang dikembangkan mampu memberikan informasi kualitas udara secara real-time, serta berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut melalui penambahan sensor polutan lain, perluasan cakupan area penelitian, dan integrasi basis data berbasis cloud guna mendukung analisis jangka panjang.