.
.
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
.
Perawatan ikan hias di akuarium seringkali terhambat oleh ketidakteraturan pemberian pakan dan kesulitan dalam memantau kondisi air, khususnya tingkat kekeruhan, yang dapat membahayakan kesehatan ikan. Tujuan penelitian ini adalah merancang dan mengembangkan sistem pemberian pakan otomatis serta pemantauan kekeruhan air berbasis Internet of Things (IoT), yang akan membantu mengatasi masalah-masalah tersebut. Sistem ini dikembangkan menggunakan mikrokontroler ESP32, sensor Turbidity SEN0189, sensor Ultrasonik HC-SR04, motor servo SG90, modul RTC DS3231, dan platform Blynk untuk menampilkan data secara real-time. Beberapa sensor yang digunakan dalam sistem ini telah dilakukan kalibrasi dan secara keseluruhan sistem telah diuji dalam beberapa jenis pengujian, diantaranya pengujian monitoring tingkat kekeruhan air, pemberian pakan otomatis dan pengujian koneksi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu memonitoring kekeruhan air sekligus pemberian pakan secara otomatis selama 2 x 24 (48 jam) penuh dengan akurasi total sebesar 91,67%. Selama pengujian sistem pemberian pakan selama 7 hari (14 kali uji coba), sistem berhasil menjalankan seluruh jadwal pemberian pakan dua kali sehari tanpa satu pun kegagalan, dengan tingkat akurasi 100% dan waktu tunda rata-rata 1,9 detik. Sementara itu, saat pengujian koneksi ke IoT, sistem menunjukkan kinerja yang sangat baik dengan akurasi transmisi data 100% dan packet loss (0%) pada jarak 3 hingga 15 meter dari sumber Wi-Fi, meskipun latency meningkat dari 124,94 ms menjadi 419,86 ms seiring bertambahnya jarak. Secara keseluruhan, sistem ini telah membuktikan kemampuannya untuk memberi makan ikan secara otomatis dan memantau kekeruhan air di akuarium secara real-time. Dengan demikian, sistem ini dapat menjadi solusi praktis bagi para pecinta ikan hias yang ingin menyederhanakan perawatan akuarium sehari-hari.
Beragamnya aktivitas manusia sepanjang aliran sungai menyebabkan pencemaran terhadap sungai semakin meningkat, salah satunya yakni buangan limbah domestik. Sungai merupakan tempat buangan limbah dari berbagai aktifitas daratan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kondisi kualitas air dari aspek parameter fisika dan kimia di Sungai Sesayap Kabupaten Tana Tidung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Storet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kualitas air pada Sungai desa Tideng Pale parameter suhu berkisar antar 25-32 oC, salinitas berkisar 7-15 ppt, kekeruhan berkisar 1,15-4,43 mg/L, kecerahan berkisar 95-125 cm, pH berkisar 7,2-7,7, fosfat berkisar 0,006-0,063 mg/L, amonia berkisar 0,038-0,449 mg/L, nitrat berkisar 0,22-0,28 mg/L, DO berkisar 3,10-4,52 mg/L, BOD berkisar 1,12-2,17 mg/L dan pada Sungai Desa Sesayap parameter suhu berkisar 20-30 oC, salinitas berkisar 8-15 ppt, kekeruhan berkisar 1,99-3,75 NTU, kecerahan berkisar 100-135 cm, pH berkisar 6,2-7,4, fosfat berkisar 0,025-0,038 mg/L, amonia berkisar 0,063-0,409 mg/L, nitrat 0,23-0,26 mg/L, DO berkisar 3,25-4,57 mg/L, BOD berkisar 1,23-2,23 mg/L sedangkan pada Sungai Desa Bebatu parameter suhu berkisar 22-36 oC, salinitas berkisar 10-25 ppt, kekeruhan berkisar 2,13-4,19 NTU, kecerahan berkisar 110-130 cm, pH berkisar 6-7,8, fosfat berkisar 0,010-0,30 mg/L, amonia berkisar 0,065-0,525 mg/L, nitrat berkisar 0,26-0,30 mg/L, DO berkisar 3,10-4,60 mg/L, BOD berkisar 1,17-2,23 mg/L. berdasarkan penelitian tersbut bahwa kondisi kualitas air masih tergolong baik.
Beragamnya aktivitas manusia sepanjang aliran sungai menyebabkan pencemaran terhadap sungai semakin meningkat, salah satunya yakni buangan limbah domestik. Sungai merupakan tempat buangan limbah dari berbagai aktifitas daratan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kondisi kualitas air dari aspek parameter fisika dan kimia di Sungai Sesayap Kabupaten Tana Tidung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Storet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kualitas air pada Sungai desa Tideng Pale parameter suhu berkisar antar 25-32 oC, salinitas berkisar 7-15 ppt, kekeruhan berkisar 1,15-4,43 mg/L, kecerahan berkisar 95-125 cm, pH berkisar 7,2-7,7, fosfat berkisar 0,006-0,063 mg/L, amonia berkisar 0,038-0,449 mg/L, nitrat berkisar 0,22-0,28 mg/L, DO berkisar 3,10-4,52 mg/L, BOD berkisar 1,12-2,17 mg/L dan pada Sungai Desa Sesayap parameter suhu berkisar 20-30 oC, salinitas berkisar 8-15 ppt, kekeruhan berkisar 1,99-3,75 NTU, kecerahan berkisar 100-135 cm, pH berkisar 6,2-7,4, fosfat berkisar 0,025-0,038 mg/L, amonia berkisar 0,063-0,409 mg/L, nitrat 0,23-0,26 mg/L, DO berkisar 3,25-4,57 mg/L, BOD berkisar 1,23-2,23 mg/L sedangkan pada Sungai Desa Bebatu parameter suhu berkisar 22-36 oC, salinitas berkisar 10-25 ppt, kekeruhan berkisar 2,13-4,19 NTU, kecerahan berkisar 110-130 cm, pH berkisar 6-7,8, fosfat berkisar 0,010-0,30 mg/L, amonia berkisar 0,065-0,525 mg/L, nitrat berkisar 0,26-0,30 mg/L, DO berkisar 3,10-4,60 mg/L, BOD berkisar 1,17-2,23 mg/L. berdasarkan penelitian tersbut bahwa kondisi kualitas air masih tergolong baik.