ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Gangguan pada jaringan distribusi dapat menurunkan keandalan penyaluran tenaga listrik dan menyebabkan jatuh tegangan. Salah satu upaya untuk mengatasi kondisi tersebut adalah melalui penambahan Penutup Balik Otomatis (PBO) pada lokasi yang tepat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penempatan penambahan Penutup Balik Otomatis terhadap koordinasi proteksi, tingkat keandalan, dan kualitas tegangan pada Penyulang Nunukan 3 PT. PLN (Persero) Rayon Nunukan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penempatan Penutup Balik Otomatis di Jalan Sei Apok memberikan peningkatan kinerja sistem. Nilai SAIDI berkurang dari 17,04 menjadi 7,91 jam/pelanggan/tahun (53,6%), sedangkan SAIFI turun dari 3,12 menjadi 1,66 kali/pelanggan/tahun (46,8%). Selain itu, jatuh tegangan menurun dari 151,96 Volt (0,75%) menjadi 143,24 Volt (0,71%) atau membaik sebesar 5,74%. Koordinasi OCR dan GFR pada Penutup Balik Otomatis juga mampu mengisolasi gangguan secara selektif sehingga kontinuitas pelayanan menjadi lebih baik. Dengan demikian, melalui penambahan Penutup Balik Otomatis terbukti efektif dalam meningkatkan keandalan sistem distribusi sekaligus memperbaiki kualitas tegangan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini membahas analisis keandalan sistem distribusi listrik pada PT. PLN
(Persero) Rayon Nunukan menggunakan metode Section Technique. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keandalan sistem distribusi
berdasarkan dua parameter utama, yaitu System Average Interruption Frequency
Index (SAIFI) dan System Average Interruption Duration Index (SAIDI), serta
membandingkannya dengan standar keandalan yang telah ditetapkan oleh SPLN
68-2:1986. Metode Section Technique digunakan untuk membagi jaringan
distribusi menjadi beberapa bagian (section) berdasarkan fuse cut out (FCO),
sehingga memungkinkan identifikasi area yang memiliki tingkat gangguan
tertinggi. Data yang digunakan meliputi jumlah pelanggan, panjang saluran, data
gangguan tahunan, serta waktu perbaikan dari setiap section. Hasil perhitungan
menunjukkan bahwa nilai SAIFI total sebesar 3,6661 kali/tahun dan SAIDI total
sebesar 4,85 jam/tahun. Nilai SAIDI telah memenuhi standar SPLN 68-2:1986
sebesar 21 jam/tahun, sedangkan nilai SAIFI masih sedikit di atas standar 3,2
kali/tahun. Section 5 dan Section 11 tercatat sebagai area dengan nilai indeks
gangguan tertinggi sehingga menjadi fokus utama perbaikan. Dari hasil analisis
dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Section Technique efektif dalam
mengevaluasi keandalan sistem distribusi dan membantu PT. PLN (Persero) Rayon
Nunukan dalam menentukan prioritas pemeliharaan untuk meningkatkan keandalan
jaringan serta kepuasan pelanggan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Saat ini pemadaman listrik di Kota Tarakan masih sering terjadi baik yang direncanakan maupun karena gangguan seperti, pohon rebah, sambaran petir maupun kerusakan dari peralatan distribusi itu sendiri. Pihak PT PLN (Persero) Tarakan terus melakukan perbaikan untuk meningkatkan keandalan sistem distribusi yang ada di Kota Tarakan menggunakan nilai standar, indeks keandalan lama gangguan (SAIDI) dan jumlah pemadaman (SAIFI) agar penyaluran energi listruk terus tersalurkan ke pelanggan. Nilai SAIDI dan SAIFI akan dihitung setiap bulannya untuk mengetahui tindakan perbaikan terhadap gangguan maupu kerusakan yang terjadi. Keandalan menjadi nilai tolak ukur untuk melihat keandalan sistem distribusi. Indeks keandalan SAIDI dan SAIFI PT.PLN (Persero) Tarakan pada Tahun 2020 yang di peroleh 2,81 jam/plg/bln dan 2,55 kali/plg/bln. Pada Tahun 2021 yang di SAIDI dan SAIFI yang di peroleh 1,72 jam/plg/bln dan 2,45 kali/plg/bln. Berdasarkan indaks keandalan PT.PLN (Persero) Tarakan dikategorikan handal karena nilai SAIDI dan SAIFI yang di peroleh tidak melebihi nilai standar yang ada berdasarkan dengan SPLN 68-2 : 1986.