ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini membahas analisis keandalan sistem distribusi listrik pada PT. PLN
(Persero) Rayon Nunukan menggunakan metode Section Technique. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keandalan sistem distribusi
berdasarkan dua parameter utama, yaitu System Average Interruption Frequency
Index (SAIFI) dan System Average Interruption Duration Index (SAIDI), serta
membandingkannya dengan standar keandalan yang telah ditetapkan oleh SPLN
68-2:1986. Metode Section Technique digunakan untuk membagi jaringan
distribusi menjadi beberapa bagian (section) berdasarkan fuse cut out (FCO),
sehingga memungkinkan identifikasi area yang memiliki tingkat gangguan
tertinggi. Data yang digunakan meliputi jumlah pelanggan, panjang saluran, data
gangguan tahunan, serta waktu perbaikan dari setiap section. Hasil perhitungan
menunjukkan bahwa nilai SAIFI total sebesar 3,6661 kali/tahun dan SAIDI total
sebesar 4,85 jam/tahun. Nilai SAIDI telah memenuhi standar SPLN 68-2:1986
sebesar 21 jam/tahun, sedangkan nilai SAIFI masih sedikit di atas standar 3,2
kali/tahun. Section 5 dan Section 11 tercatat sebagai area dengan nilai indeks
gangguan tertinggi sehingga menjadi fokus utama perbaikan. Dari hasil analisis
dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Section Technique efektif dalam
mengevaluasi keandalan sistem distribusi dan membantu PT. PLN (Persero) Rayon
Nunukan dalam menentukan prioritas pemeliharaan untuk meningkatkan keandalan
jaringan serta kepuasan pelanggan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dengan meningkatnya kebutuhan energi listrik yang ada di kota Tarakan harus disertai dengan menigkatnya kualitas penyaluran terhadap pelanggan untuk memberikan aliran energi listrik dalam daya yang cukup handal. dalam penelitian ini bertujuan memenuhi dan menganalisis keandalan sistem distribusi tenaga listrik berdasarkan SAIFI dan SAIDI dengan menggunakan metode section technique. Keandalan sistem distribusi merupakan salah satu untuk meningkatkan mutu pelayanan energi listrik terhadap konsumen. Section technique merupakan salah satu metode yang terstruktur dalam melakukan analisa serta perhitugan terhadap nilai keandalan sistem distribusi berdasarkan bagaimana dampak dari kegagalan suatu peralatan terhadap operasi sistem tersebut, section technique dengan memecah sistem menjadi beberapa bagian kemudian menganalisa tiap bagian sehingga hasil yang di dapat optimal dan section dibagi menjadi 10 section dari 10 feeder di kota Tarakan. Terdapat beberapa indeks keandalan sistem sebagai acuan dalam melakukan analisa sistem yaitu System Average Interruption Frequency Index (SAIFI) dan System Average Interruption Duration Indexs (SAIDI). Adapun hasil perhitungan metode section technique nilai SAIFI yang dianalisis adalah 2,393765 kali/tahun terlihat bahwa sudah memenuhi standar yang ditentukan. Sedangkan nilai SAIDI 1,760446 jam/tahun terlihat memenuhi standar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Dalam mencapai tingkat pelayanan mutu yang ditetapkan oleh pemerintah, maka perlu mengoptimalkan suplai energi listrik terhadap konsumen dengan memperhatikan efesiensi, keandalan dan kualitas distribusi listrik. Keandalan sistem distribusi merupakan salah satu unsur dalam meningkatkan mutu pelayanan energi listrik terhadap konsumen tergantung dari sarana dan peralatan jaringan selama kurun waktu tertentu Meningkatnya permintaan kebutuhan konsumen terhadap pasokan energi listrik membuat sistem distribusi listrik dituntut untuk memiliki tingkat keandalan sistem yang tinggi guna mengoptimalkan pasokan energi listrik ke masyarakat. Section technique merupakan salah satu metode yang terstuktur dalam melakukan analisa serta perhitungan terhadap nilai keadalan sistem distribusi berdasarkan bagaimana dampak dari kegagalan suatu peralatan terhadap operasi sistem tersebut. Terdapat beberapa indeks keandalan sistem distribusi sebagai acuan dalam melakukan analisa sistem yaitu SAIDI (System Average Interruption Duration Index) dan SAIFI (System Average Interruption Frequency Index). Adapun hasil perhitungan menggunakan metode section technique nilai SAIFI yang dianalisis adalah 10,6221679 kali/tahun terlihat bahwa kurang memenuhi standar yang ditentukan PLN yaitu 3.2 kali/tahun. Sedangkan Nilai SAIDI yang dianalisis adalah 3,124227909 jam/tahun telah sesuai dengan standar yang ditentukan PLN yaitu 21 jam/tahun.